Amoera Is My Lady

Amoera Is My Lady
bayangan ~ amoera


__ADS_3

alice menghampiri amoera yang sedang duduk di tepi tempat tidur dengan mata yang terpejam . alice duduk mendekati amoera dan menyentuh tangan amoera hingga membuat amoera kaget .


" nona alice , aku kira siapa " ucap amoera , dengan bibirnya yang terlihat begitu pucat .


" amoera apa kau sakit ? " tanya alice , ia memperhatikan wajah amoera yang terlihat begitu tak sehat .


" tidak nona , aku baik baik saja " saut amoera seraya menepiskan senyumannya . namun alice masih tak bergemming menatap amoera dengan heran ,


" oh iya amoera .. aku tadi ingin memberimu sebuah kalung , ini untukmu " kata alice , ia tersenyum sembari menyodorkan kotak perhiasan yang berisi kalung tersebut , amoera hanya melihat kalung itu tanpa menerimanya .


" maaf nona , lebih baik kau simpan saja . kalung ini sangat mahal aku tidak bisa menerimanya " ucap amoera , ia menolak pemberian alice dengan halus .


" amoera kumohon terimalah , ini kalung salah satu pemberian ibuku . aku ingin memberikannya kepadamu " kata alice , ia memaksa amoera agar menerima pemberiannya tersebut .


" nona alice .. aku tidak bisa menerima ini , apa lagi ini peninggalan  ibumu , aku benar benar tidak bisa menerimanya . maafkan aku " seru amoera .


" amoera kenapa kau membuatku kecewa seperti ini , apa kau tau aku tadi bertengkar dengan kakakku demi dirimu , dan sekarang kau malah menolak pemberianku " seru alice seraya mengernyitkan dahinya , ia terlihat begitu kesal akan amoera , alice  beranjak dari duduknya dan  pergi meninggalkan kamar amoera .


" nona alice tunggu " teriak amoera , ia hendak mengikuti alice  namun rasanya kepalanya begitu berat . namun amoera tetap memaksakan untuk mengikuti alice . alice masuk kedalam kamarnya dan membanting pintu kamarnya dengan begitu keras .


tok .. tok .. tok ..


" nona alice tolong bukakan pintunya , jangan marah kepadaku " pinta amoera dengan menggedor pintu kamar alice . suaranya bercampur dengan nafas yang begitu berat .


" nona alice tolong buka pintunya " teriak amoera kembali , kala itu marvin yang tengah bersama elsa berada di dalam kamarnya , ia pun keluar karna mendengar suara berisik dari kamar adiknya yang letaknya persis di depan kamarnya itu  , saat marvin tau yang berteriak itu ialah amoera . ia dengan kasar menarik tangan amoera .


" lepaskan tanganku " pinta amoera mencoba menjauhkan tangannya dari marvin ,


" pergi dari sini ! jangan mengganggu adikku ! kau tau gara gara dirimu , adikku sekarang sampai berani melawanku tadi  "  marvin setengah berteriak agar alice tidak mendengarnya  , ia mencengkram erat lengan amoera , hingga amoera merasa kesakitan .


" marvin sakit ..  tolong lepaskan tanganku , ini  sakit sekali  " pinta amoera lirih . marvin tak menggubris perkataan amoera , ia semakin mencengkram tangan amoera .


" cepat pergi darisini jangan ganggu adikku " pinta marvin , ia mendorong tubuh amoera hingga tubuh amoera tersungkur dilantai . amoera mencoba beranjak berdiri , namun lagi lagi kepalanya terasa begitu berat hingga ia tidak bisa menjaga keseimbangan tubuhnya .

__ADS_1


brukk (seketika amoera terjatuh kembali dan tidak sadarkan diri)


marvin duduk mendekati amoera dan tersenyum sinis .


" bangunlah !  jangan kau pikir dengan berpura pura pingsan di depanku seperti ini , aku akan ibah kepadamu ? " ucap marvin . namun amoera tetap tak bergemming , ia sejenak memandangi amoera yang wajahnya terlihat begitu pucat ,


" amoera .. bangunlah " ucap marvin , ia menepuk nepuk pipi amoera berharap amoera agar bangun , namun tetap saja amoera tak bergemming .


sementara alice yang merasa tidak lagi mendengar suara amoera , ia pun membuka sedikit  pintu kamarnya . bermaksud mengintip amoera . namun alice terkejut , saat melihat amoera tergeletak di lantai bersama kakaknya .


" amoera " panggil alice , ia membuka lebar pintunya dan berjalan cepat mendekati amoera dan marvin .


" kakak .. kau apakan amoera ? " teriak alice , ia mendorong tubuh marvin .


" alice .. aku tidak berbuat apa apa kepadanya  " saut marvin


" kakak berbohong " teriak alice ,


" alice minggirlah , biar aku bawa dia kembali ke kamarnya " pinta marvin


" tidak usah ! jangan mendekati amoera " teriak alice .


" kak marquez , kak albert " teriak alice dengan begitu kencang


" kakakkkkk " teriak nya kembali . marquez dan albert yang tengah berada di dapur bersama hana  , ketika mendengar suara teriakan alice , mereka bertiga langsung bergegas menghampiri nya  , begitu juga elsa . elsa pun keluar dari kamar marvin .


" alice ada apa ini , kenapa amoera ? " tanya marquez dan albert


" kak marvin yang membuatnya seperti ini , kakak tolong amoera " pinta alice dengan menangis , tak banyak bertanya  albert mengangkat tubuh amoera dan langsung membawanya kembali kedalam kamar . hana dan alice pun mengikuti nya dari belakang , sementara marquez melangkahkan kakinya mendekati marvin ,


" kau apakan amoera ? " tanya marquez kepada marvin seraya menajamkan kedua alisnya .


" kakak percayalah , aku tidak berbuat apa apa kepadanya , aku tidak tau , dia tiba tiba tidak sadarkan diri " seru marvin .

__ADS_1


" marvin ..  sampai kau berani mengganggu amoera kau akan berhadapan denganku " seru marquez , ia membalikan tubuhnya dan berjalan menuju ke kamar amoera , elsa pun mendekati kekasihnya itu .


" sayang .. sebenarnya wanita itu kenapa ?" tanya elsa seraya tanganya menyentuh dada marvin ,


" aku tidak , tau .. sudah lupakan saja , ayo kita masuk kedalam kamarku " ajak marvin ia pun menggandeng tangan elsa dan mengajaknya masuk kedalam kamar , marvin duduk di tepi tempat tidurnya , elsa pun ikut duduk mendekati marvin .


" sayang , lebih baik kau segera membuat wanita itu pergi dari sini . kau lihat sendiri kan , bagaimana adik dan kakakmu melawanmu hanya karna wanita asing itu " tutur elsa , marvin hanya diam tak menggubris perkataan elsa , marvin juga semakin terpengaruh akan perkataan elsa .


tiba tiba elsa memasukan tangannya kedalam baju yang di gunakan oleh marvin ia memberikan sentuhan hingga membangkitkan gairah marvin  , elsa melepaskan baju marvin , ia mendekap dan menciumi bibirnya , marvin juga membalas ciuman kekasihnya itu . tak lama ciuman itu berakhir , marvin mendindih  tubuh elsa dan menciumi setiap jengkal lehernya , ia  melepaskan dress yang elsa kenakan saat itu , saat marvin hendak membuka dalaman milik elsa tiba tiba pikirannya terganggu akan amoera , seakan bayangan amoera memenuhi kepala nya . hingga membuat marvin mengurungkan niat untuk bercinta dengan kekasihnya itu,


" sayang ayo " pinta elsa , menarik tangan marvin .


" elsa maaf , kita lakukan lain kali saja !  aku lupa . jika  aku hari ini ada pekerjaan " ucap marvin ia mengenakan baju nya kembali , elsa pun beranjak duduk ,


" kak marvin , kenapa kau akhir akhir ini jadi seperti ini ?  setelah aku pulang dari italia kau benar benar berubah  tidak seperti biasanya , bahkan kau selalu saja menghindar dariku " ucap elsa dengan kesal


" sayang .. maafkan  aku benar benar lupa jika ada pekerjaan , aku pergi dulu " pamit marvin , ia mencium kening elsa dan berlalu pergi meninggalkan kamarnya , sementara elsa begitu kesal melihat sikap marvin yang seperti itu ,


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2