
alice menghampiri amoera yang sedang duduk di tepi tempat tidur dengan mata yang terpejam . alice duduk mendekati amoera dan menyentuh tangan amoera hingga membuat amoera kaget .
" nona alice , aku kira siapa " ucap amoera , dengan bibirnya yang terlihat begitu pucat .
" amoera apa kau sakit ? " tanya alice , ia memperhatikan wajah amoera yang terlihat begitu tak sehat .
" tidak nona , aku baik baik saja " saut amoera seraya menepiskan senyumannya . namun alice masih tak bergemming menatap amoera dengan heran ,
" oh iya amoera .. aku tadi ingin memberimu sebuah kalung , ini untukmu " kata alice , ia tersenyum sembari menyodorkan kotak perhiasan yang berisi kalung tersebut , amoera hanya melihat kalung itu tanpa menerimanya .
" maaf nona , lebih baik kau simpan saja . kalung ini sangat mahal aku tidak bisa menerimanya " ucap amoera , ia menolak pemberian alice dengan halus .
" amoera kumohon terimalah , ini kalung salah satu pemberian ibuku . aku ingin memberikannya kepadamu " kata alice , ia memaksa amoera agar menerima pemberiannya tersebut .
" nona alice .. aku tidak bisa menerima ini , apa lagi ini peninggalan ibumu , aku benar benar tidak bisa menerimanya . maafkan aku " seru amoera .
" amoera kenapa kau membuatku kecewa seperti ini , apa kau tau aku tadi bertengkar dengan kakakku demi dirimu , dan sekarang kau malah menolak pemberianku " seru alice seraya mengernyitkan dahinya , ia terlihat begitu kesal akan amoera , alice beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan kamar amoera .
" nona alice tunggu " teriak amoera , ia hendak mengikuti alice namun rasanya kepalanya begitu berat . namun amoera tetap memaksakan untuk mengikuti alice . alice masuk kedalam kamarnya dan membanting pintu kamarnya dengan begitu keras .
tok .. tok .. tok ..
" nona alice tolong bukakan pintunya , jangan marah kepadaku " pinta amoera dengan menggedor pintu kamar alice . suaranya bercampur dengan nafas yang begitu berat .
" nona alice tolong buka pintunya " teriak amoera kembali , kala itu marvin yang tengah bersama elsa berada di dalam kamarnya , ia pun keluar karna mendengar suara berisik dari kamar adiknya yang letaknya persis di depan kamarnya itu , saat marvin tau yang berteriak itu ialah amoera . ia dengan kasar menarik tangan amoera .
" lepaskan tanganku " pinta amoera mencoba menjauhkan tangannya dari marvin ,
" pergi dari sini ! jangan mengganggu adikku ! kau tau gara gara dirimu , adikku sekarang sampai berani melawanku tadi " marvin setengah berteriak agar alice tidak mendengarnya , ia mencengkram erat lengan amoera , hingga amoera merasa kesakitan .
" marvin sakit .. tolong lepaskan tanganku , ini sakit sekali " pinta amoera lirih . marvin tak menggubris perkataan amoera , ia semakin mencengkram tangan amoera .
" cepat pergi darisini jangan ganggu adikku " pinta marvin , ia mendorong tubuh amoera hingga tubuh amoera tersungkur dilantai . amoera mencoba beranjak berdiri , namun lagi lagi kepalanya terasa begitu berat hingga ia tidak bisa menjaga keseimbangan tubuhnya .
__ADS_1
brukk (seketika amoera terjatuh kembali dan tidak sadarkan diri)
marvin duduk mendekati amoera dan tersenyum sinis .
" bangunlah ! jangan kau pikir dengan berpura pura pingsan di depanku seperti ini , aku akan ibah kepadamu ? " ucap marvin . namun amoera tetap tak bergemming , ia sejenak memandangi amoera yang wajahnya terlihat begitu pucat ,
" amoera .. bangunlah " ucap marvin , ia menepuk nepuk pipi amoera berharap amoera agar bangun , namun tetap saja amoera tak bergemming .
sementara alice yang merasa tidak lagi mendengar suara amoera , ia pun membuka sedikit pintu kamarnya . bermaksud mengintip amoera . namun alice terkejut , saat melihat amoera tergeletak di lantai bersama kakaknya .
" amoera " panggil alice , ia membuka lebar pintunya dan berjalan cepat mendekati amoera dan marvin .
" kakak .. kau apakan amoera ? " teriak alice , ia mendorong tubuh marvin .
" alice .. aku tidak berbuat apa apa kepadanya " saut marvin
" kakak berbohong " teriak alice ,
" alice minggirlah , biar aku bawa dia kembali ke kamarnya " pinta marvin
" tidak usah ! jangan mendekati amoera " teriak alice .
" kak marquez , kak albert " teriak alice dengan begitu kencang
" kakakkkkk " teriak nya kembali . marquez dan albert yang tengah berada di dapur bersama hana , ketika mendengar suara teriakan alice , mereka bertiga langsung bergegas menghampiri nya , begitu juga elsa . elsa pun keluar dari kamar marvin .
" alice ada apa ini , kenapa amoera ? " tanya marquez dan albert
" kak marvin yang membuatnya seperti ini , kakak tolong amoera " pinta alice dengan menangis , tak banyak bertanya albert mengangkat tubuh amoera dan langsung membawanya kembali kedalam kamar . hana dan alice pun mengikuti nya dari belakang , sementara marquez melangkahkan kakinya mendekati marvin ,
" kau apakan amoera ? " tanya marquez kepada marvin seraya menajamkan kedua alisnya .
" kakak percayalah , aku tidak berbuat apa apa kepadanya , aku tidak tau , dia tiba tiba tidak sadarkan diri " seru marvin .
__ADS_1
" marvin .. sampai kau berani mengganggu amoera kau akan berhadapan denganku " seru marquez , ia membalikan tubuhnya dan berjalan menuju ke kamar amoera , elsa pun mendekati kekasihnya itu .
" sayang .. sebenarnya wanita itu kenapa ?" tanya elsa seraya tanganya menyentuh dada marvin ,
" aku tidak , tau .. sudah lupakan saja , ayo kita masuk kedalam kamarku " ajak marvin ia pun menggandeng tangan elsa dan mengajaknya masuk kedalam kamar , marvin duduk di tepi tempat tidurnya , elsa pun ikut duduk mendekati marvin .
" sayang , lebih baik kau segera membuat wanita itu pergi dari sini . kau lihat sendiri kan , bagaimana adik dan kakakmu melawanmu hanya karna wanita asing itu " tutur elsa , marvin hanya diam tak menggubris perkataan elsa , marvin juga semakin terpengaruh akan perkataan elsa .
tiba tiba elsa memasukan tangannya kedalam baju yang di gunakan oleh marvin ia memberikan sentuhan hingga membangkitkan gairah marvin , elsa melepaskan baju marvin , ia mendekap dan menciumi bibirnya , marvin juga membalas ciuman kekasihnya itu . tak lama ciuman itu berakhir , marvin mendindih tubuh elsa dan menciumi setiap jengkal lehernya , ia melepaskan dress yang elsa kenakan saat itu , saat marvin hendak membuka dalaman milik elsa tiba tiba pikirannya terganggu akan amoera , seakan bayangan amoera memenuhi kepala nya . hingga membuat marvin mengurungkan niat untuk bercinta dengan kekasihnya itu,
" sayang ayo " pinta elsa , menarik tangan marvin .
" elsa maaf , kita lakukan lain kali saja ! aku lupa . jika aku hari ini ada pekerjaan " ucap marvin ia mengenakan baju nya kembali , elsa pun beranjak duduk ,
" kak marvin , kenapa kau akhir akhir ini jadi seperti ini ? setelah aku pulang dari italia kau benar benar berubah tidak seperti biasanya , bahkan kau selalu saja menghindar dariku " ucap elsa dengan kesal
" sayang .. maafkan aku benar benar lupa jika ada pekerjaan , aku pergi dulu " pamit marvin , ia mencium kening elsa dan berlalu pergi meninggalkan kamarnya , sementara elsa begitu kesal melihat sikap marvin yang seperti itu ,
__ADS_1