Amoera Is My Lady

Amoera Is My Lady
Pertahanan ~ Amoera


__ADS_3

Marvin melangkahkan kakinya keluar dan mendudukan tubuhnya di sofa ruang tamu , ia mengambil sebatang rokok dan menyalakannya dengan api yang berasal dari korek miliknya . ia menghisap rokok tersebut dengan tatapan mata yang mengarah ke sembarang arah .


ia memikirkan pertanyaan - pertanyaan yang terlontar dari mulut Amoera


pertanyaan yang baru saja ia dengar secara langsung dengan telinganya 


pertanyaan itu rasanya begitu mengganggu , rasanya begitu terngiang .


Marvin memikirkan wanita malang itu dengan perasaan yang penuh bersalah . bagaimana tidak , tak hanya menyiksa Amoera yang sama sekali tak bersalah namun ia sudah merenggut mahkotanya . bahkan sekarang ia menambah penderitaan di dalam tubuh Amoera .


Marvin menelan ludahnya dengan begitu cepat. ia meletakan puntung rokok yang sempat di hisap olehnya di atas asbak yang ada di meja depannya.


Yang Marvin pikirkan saat ini ialah bagaimana ketika Amoera sudah melahirkan .


bagaimana setelah hari itu ? apakah kekasih yang ia cintai itu mau menerima anaknya dari perempuan lain . dan kelak jika ia memiliki anak dengan Elsa , apa Elsa akan membagi rata kasih sayang nya terhadap anak nya juga  . pertanyaan pertanyaan berat itu memenuhi isi kepala marvin .


" Ya Tuhan , aku sungguh pusing memikirkan ini semua. rasanya kepala ku terasa mau pecah " gumam Marvin seraya meletakan kedua tangannya di atas kepala.


Pyarrrrr


Suara pecahan kaca terdengar begitu nyaring dari dalam kamar Amoera . Marvin yang mendengarkannya langsung menghampiri asal muasal pecahan suara tersebut.


Marvin melangkahkan cepat langkah kakinya menuju ke dalam kamar Amoera. terlihat amoera tengah duduk berjongkok dengan memunguti serpihan serpihan kaca yang pecah berserakan.


" Amoera ada apa? " tanya Marvin.


" Maaf, aku tidak sengaja menjatuhkan gelas hingga pecah " ucap Amoera.


" apa kau terluka? " tanya Marvin. Amoera pun menggelengkan kepalanya.


" Menjauhlah nanti tanganmu terkena serpihan kaca ! biar aku yang membersihkannya " pinta Marvin. Amoera pun beranjak berdiri dan menjauh.

__ADS_1


kemudian pikirannya kembali mengingat ingat dengan jelas kejadian beberapa bulan lalu yang menimpanya.


bagaimana Marvin memperlakukannya layaknya bukan manusia. bahkan ia berulang kali melukai dirinya sendiri berharap agar tuhan cepat memanggilnya tetapi nyatanya takdir berkata lain. Amoera masih bisa bernafas sampai detik ini !


bahkan Tuhan telah memberikan satu ruang kehidupan didalam tubuhnya. memang takdir yang Amoera terima begitu pahit namun ia mencoba mengenyampingkannya . Meskipun ia telah memaafkan Marvin tetapi tidak bisa dipungkiri perlakuan Marvin masih membekas begitu dalam di hati dan pikirannya hingga membuat Amoera bergidik ngilu ketika mengingat ingat kejadian itu .


" dia takut aku terluka mungkin karna aku mengandung anaknya jadi itu sebabnya dia sebegitu khawatirnya " gumam Amoera seraya memperhatikan Marvin yang tengah sibuk membersihkan serpihan gelas tersebut .


sementara Clarissa kini dirinya sudah sampai di tempat ia bekerja , baru saja ia hendak masuk kedalam tempat kerja namun tiba tiba suara wanita menghendikan langkah kakinya .


" Clay " Clarissa pun menoleh  . ternyata itu ialah suara  Hanna , ia tengah datang bersama calon suaminya . iya benar laki laki yang Clarissa cinta . pasangan itu kini berjalan bergandengan  ke arah Clarissa , kedua mata Clarissa memusat kerah tangan Hanna yang menggandeng erat tangan Marquez , bahkan dirinya tidak pernah semesra itu dengan Marquez . memang siapa Clarissa ? wanita yang di peralat sebagai penebus dosa , bahkan dirinya tidak bisa menebus dosa kakaknya yang telah melenyapkan nyawa dari laki laki yang ia cinta .


" Hanna , kau sudah datang ? ayo masuklah " ajak Clarissa , hanna pun mengiyakannya . Clarissa berjalan mendahului Hanna dan Marquez , ia sejenak memejamkan mata dengan perasaan yang begitu sakit namun hari ini Clarissa mencoba menguatkan pertahanannya agar tidak terlihat lemah di depan Marquez . hari itu ia menunjukan bahwa dirinya baik baik saja meskipun tanpa Marquez . Clarissa mengajak Hanna dan Marquez ke dalam ruangannya ia mempersilahkan Marquez dan Hanna untuk duduk .


" kau sudah memastikan kalau kau memilih konsep outdoor kan hanna ? " tanya Clarissa . hanna pun mengiyakannya . Clarissa menjelaskan rincian  biaya kepada Hanna , sementara kedua Mata Marquez tak henti memandangi wajah Clarissa yang tengah fokus menjelaskan .


" sayang bagaimana ? " tanya hanna kepada Marquez  hingga membuat lamunan Marquez memudar .


" kau tidak mendengarkan penjelasan nona Clay ? " tanya Hanna


" maaf , itu terserah kau saja . aturlah semuanya " ucap Marquez . hanna pun mengiyakannya . kedua mata Clarissa dan Marquez kini sejenak beradu pandang . dan Marquez membuang pandangannya secara mentah mentah .


" Clay apa aku boleh mencoba semua gaun yang akan aku pakai di pesta pernikahanku nanti ?  tanya Hanna


" tentu saja , pergi lah ke ruang ganti " kata Clarissa , Hanna pun mengiyakannya dan pergi ke ruang ganti . sementara Marquez masih duduk di ruangan Clarissa . tiba tiba Clarissa mendesis karna perutnya terasa sedikit sakit .


" aww " Clarissa berteriak lirih . ia menggigit bibir bawahnya dan memegang perutnya yang besar . namun rasa sakitnya tiba tiba hilang . ia hendak keluar dari ruangan tersebut . namun tiba tiba Marquez menarik tangannya .


" Marquez , lepaskan tanganku " pinta Clarissa . Marquez menepis tangan Clarissa dengan kasar hingga ia merasa kesakitan .


" kenapa kau tidak kembali ke tempat asalmu ? apa kau memang sengaja ingin balas dendam kepadaku ?  jangan - jangan kau sengaja bekerja di EO ini dan mendekati Hanna biar kau bisa mengacaukan pernikahan kami berdua " ucap Marquez .

__ADS_1


" apa yang kau bicarakan ? aku sama sekali tidak pernah berpikiran ataupun berniat  untuk merusak pernikahan kalian  . untuk apa aku merusak kebahagiaan orang lain " tutur Carissa dengan mata yang berkaca kaca .


"  baguslah . kau disini sudah memiliki kebaagiaan dengan keluarga barumu jadi ku harap kau jangan pernah sekali kali mengusik kehidupanku dan Hanna " seru Marquez , air mata Clarissa pun terjatuh saat mendengarnya . rasanya begitu menyakitkan . ia hendak pergi meninggalkan Marquez namun baru beberapa langkah ia melangkahkan kakinya tiba tiba perut Clarissa merasakan sakit yang begitu luar biasa .


" Ahhhhh " teriak Clarissa kesakitan  , Marquez pun menoleh ke arah Clarissa .




.


.


.


.


.


.


.


.


jangan lupa tekan like ,


mau di update setiap hari ngga ?


enggaaa

__ADS_1


yaudah wkwk


__ADS_2