
" Tunggulah disini aku akan membelikannya untukmu " kata marvin seraya beranjak berdiri. Amoera pun mengiyakannya.
Marvin pun membelikan Amoera sekantung manisan, setelah mendapatkan manisan yang ia pesan Marvin kembali mendekati Amoera dan memberikan manisan tersebut kepadanya.
" Makanlah " ucap Marvin seraya menyodorkan manisan tersebut.
" terimakasih " saut Amoera, ia tak segan memakan manisan yang sudah di belikan oleh Marvin. Bahkan dalam sekejap mata Amoera hampir menghabiskan satu kantung Manisan tersebut hingga membuat Marvin keheranan.
" kau seperti tidak pernah makan manisan saja, ini minumlah " ucap Marvin. Seraya menyodorkan air mineral kepada Amoera, dan Amoera pun meneguk air itu dan kembali memakan manisan tersebut . Kemudian Alice kembali menghampiri mereka berdua , Alice pun memperhatikan Amoera yang tengah asyik memakan manisan tersebut.
" Amoera kau makan apa? " tanya Alice.
" manisan , apa kau mau? " tanya Amoera. Alice pun tersenyum dan menggeleng - gelengkan kepalanya
" tidak Amoera .. Aku tidak terlalu suka manisan " ucap Alice.
" sepertinya kau sedang mengidam " imbuh Alice dengan tersenyum. Marvin pun melirik ke arah Amoera.
" aku rasa tidak " saut Amoera
" Iya kau sedang mengidam " ucap Alice.
" Ehm, entahlah. Aku hanya ingin saja makan manisan " ucap Amoera.
" calon keponakanku " ucap Alice , ia pun mendudukan tubuhnya di samping Amoera . Amoera memberikan Alice sebotol air mineral. dan menyuruhnya untuk minum karna Alice terlihat begitu kelelahan seusai bermain .
Kini kedua mata Marvin tak henti memperhatikan Amoera dari samping , entah apa yang di pikirannya saat itu.
Amoera pun menoleh dan tak sengaja melihat Marvin yang kala itu sedang memperhatikannya . Sejenak mereka berdua beradu pandang dan Amoera membuang wajahnya.
" ehm , Alice ini sudah mau petang ayo kita kembali mengantarkan Amoera lalu kita pulang " ajak Marvin .
" Alice tidak mau pulang kak . Alice masih ingin bersama Amoera " pinta Alice dengan memelas .
__ADS_1
"Alice .. jangan menyusahkan kakak ! kalau kita pulang terlambat yang akan kena marah oleh kak Marquez itu kakak sayang " ucap Marvin .
" Alice , menurutlah lebih baik kau pulang " tutur Amoera .
" tapi Amoera .. aku masih ingin bermain bersamamu " pinta Alice .
" kan kita bisa bermain lagi di lain waktu , Alice nanti kalau kau dan kakakmu tidak pulang . nanti kak Marquez akan khawatir sayang " tutur Amoera kembali .
" apa besok kita bisa bertemu dan bermain lagi ? dan apa aku bisa mengunjungimu kemari setiap hari ? " tanya Alice , Amoera pun membungkam dan melihat ke arah Marvin .
" (menghela nafas) iya kau bisa bertemu engan Amoera setiao hari , kakak akan mengajakmu kemari lagi " saut Marvin .
" Yeayy .. baiklah kak , ayo kita pulang " ajak Alice dengan penuh semangat , Marvin pun mengemudikan mobilnya kembali menuju ke rumah yang Amoera tempati saat ini kemudian ia mengantarkan Amoera hingga masuk ke dalam kamar .
" Uang untukmu , jika kau ingin sesuatu belilah " ucap Marvin dengan menyodorkan beberapa lembar uang kepada Amoera .
" tidak usah Marvin , terimakasih aku tidak terlalu membutuhkannya " saut Amoera .
" kau pasti membutuhkannya , aku letakan disini " ucap Marvin , ia meletakan uang tersebut ke dalam laci meja dekat tempat tidur Amoera .
* Sementara dirumah
Marquez terlihat baru saja pulang , setelah dari tempat Clarissa ia melampiaskan rasa kekesalannya dengan berkeliling memutari kota Cambridge entah apa yang membuat pikirannya menjadi sekesal itu .
saat Marquez masuk ke dalam rumah , ia sejenak menengok ke kamar adiknya . namun ternyata Alice tidak ada di dalam kamarnya . ia mencoba ke kamar Marvin . namun didalam kamar Marvin hanya ada Elsa .
" apa Marvin dan Alice belum pulang ? " tanya Marquez kepada Elsa .
" Belum kak " saut Elsa
" kemana dia membawa Alice pergi , kalau sampai ada apa apa aku tidak akan pernah memaafkannya " Marquez menggerutu kesal dan kembali masuk ke dalam kamarnya.
__ADS_1
ia menjatuhkan tubuhnya dengan keras diatas tempat tidur . rasanya pikirannya saat ini begitu penuh seakan ada beban yang mengganggunya .
tiba tiba wajah clarissa kembali melintas di pikirannya . Marquez pun mengernyitkan dahinya dengan begitu kesal .
" dia hamil .. secepat itu dia berganti laki laki ? dasar wanita murahan " gumam Marquez . ia menghela nafas dan terdiam sejenak ,
" siapa suami dia sebenarnya ? " gumamnya kembali .
" Astaga , untuk apa aku memikirkan wanita murahan itu ? adik dari pembunuh ayahku ! aku sangat membencinya " ucap Marquez . ia mencoba memejamkan matanya karna merasa begitu lelah . namun ia seakan begitu resah dan membuka kedua matanya kembali .
" Arghhhhhhhhhh , kenapa aku jadi tidak tenang seperti ini " teriak Marquez seraya beranjak duduk , ia memegangi kedua kepalanya dengan perasaan yang bingung .
" aku sangat membenci mu dan akan selalu seperti itu " teriak nya kembali
.
.
.
.
jangan lupa tekan Like biar author semangat Update wkwk
dan jangan lupa mampir juga di novel terbaruku yang berjudul MY GEEKY WIFE
__ADS_1
terimakasih ^_^