Amoera Is My Lady

Amoera Is My Lady
Kepikiran ~ Amoera


__ADS_3

" Tunggulah disini aku akan membelikannya untukmu " kata marvin seraya beranjak berdiri.  Amoera pun mengiyakannya.


Marvin pun membelikan Amoera sekantung manisan,  setelah mendapatkan manisan yang ia pesan Marvin kembali mendekati Amoera dan memberikan manisan tersebut kepadanya.


" Makanlah " ucap Marvin seraya menyodorkan manisan tersebut.


" terimakasih " saut Amoera,  ia tak segan memakan manisan yang sudah di belikan oleh Marvin. Bahkan dalam sekejap mata Amoera hampir menghabiskan satu kantung Manisan tersebut hingga membuat Marvin keheranan.


" kau seperti tidak pernah makan manisan saja,  ini minumlah " ucap Marvin. Seraya menyodorkan air mineral kepada Amoera, dan Amoera pun meneguk air itu dan kembali memakan manisan tersebut . Kemudian Alice kembali menghampiri mereka berdua , Alice pun memperhatikan Amoera yang tengah asyik memakan manisan tersebut.


" Amoera kau makan apa?  " tanya Alice.


" manisan , apa kau mau? " tanya Amoera. Alice pun tersenyum dan menggeleng - gelengkan kepalanya


" tidak Amoera ..  Aku tidak terlalu suka manisan " ucap Alice.


" sepertinya kau sedang mengidam  " imbuh Alice dengan tersenyum. Marvin pun melirik ke arah Amoera.


" aku rasa tidak " saut Amoera


" Iya kau sedang mengidam " ucap Alice.


" Ehm,  entahlah.  Aku hanya ingin saja makan manisan " ucap Amoera.


" calon keponakanku " ucap Alice , ia pun mendudukan tubuhnya di samping Amoera .  Amoera memberikan Alice sebotol air mineral. dan menyuruhnya untuk minum karna Alice terlihat begitu kelelahan seusai bermain .


Kini kedua mata Marvin tak henti memperhatikan Amoera dari samping , entah apa yang di pikirannya saat itu.


Amoera pun menoleh dan tak sengaja melihat Marvin yang kala itu sedang memperhatikannya . Sejenak mereka berdua beradu pandang dan Amoera membuang wajahnya.


" ehm , Alice ini sudah mau petang ayo kita kembali mengantarkan Amoera lalu kita pulang " ajak Marvin .


" Alice tidak mau pulang kak . Alice masih ingin bersama Amoera " pinta Alice dengan memelas .

__ADS_1


"Alice .. jangan menyusahkan kakak ! kalau kita pulang terlambat yang akan kena marah oleh kak Marquez itu kakak sayang " ucap Marvin .


" Alice , menurutlah lebih baik kau pulang " tutur Amoera .


" tapi Amoera .. aku masih ingin bermain bersamamu " pinta Alice .


" kan kita bisa bermain lagi di lain waktu , Alice nanti kalau kau dan kakakmu tidak pulang . nanti kak Marquez akan khawatir sayang " tutur Amoera kembali .


" apa besok  kita bisa bertemu dan bermain lagi  ? dan apa aku bisa mengunjungimu kemari setiap hari ? " tanya Alice , Amoera pun membungkam dan  melihat ke arah Marvin .


" (menghela nafas) iya kau bisa bertemu engan Amoera setiao hari , kakak akan mengajakmu kemari lagi " saut Marvin .


" Yeayy .. baiklah kak , ayo kita pulang " ajak Alice dengan penuh semangat , Marvin pun mengemudikan mobilnya kembali menuju ke rumah yang Amoera tempati saat ini kemudian ia mengantarkan Amoera hingga masuk ke dalam kamar .


" Uang untukmu , jika kau ingin sesuatu  belilah " ucap Marvin dengan menyodorkan beberapa lembar uang kepada Amoera .


" tidak usah Marvin  , terimakasih aku tidak terlalu membutuhkannya  " saut Amoera .


" kau pasti membutuhkannya , aku letakan disini " ucap Marvin , ia meletakan uang tersebut ke dalam laci meja dekat tempat tidur Amoera .


 


* Sementara dirumah


Marquez terlihat  baru saja pulang , setelah dari tempat Clarissa ia melampiaskan rasa kekesalannya dengan berkeliling memutari kota Cambridge entah apa yang membuat pikirannya menjadi sekesal itu .


saat Marquez masuk ke dalam rumah , ia sejenak menengok ke kamar adiknya . namun ternyata Alice tidak ada di dalam kamarnya . ia mencoba ke kamar Marvin . namun didalam kamar Marvin hanya ada Elsa .


" apa Marvin dan Alice belum pulang ? " tanya Marquez kepada Elsa .


" Belum kak " saut Elsa


"  kemana dia membawa Alice pergi , kalau sampai ada apa apa aku tidak akan pernah memaafkannya " Marquez menggerutu kesal dan kembali masuk ke dalam kamarnya.

__ADS_1


ia menjatuhkan tubuhnya dengan keras diatas tempat tidur . rasanya pikirannya saat ini begitu penuh seakan ada beban yang mengganggunya .


tiba tiba wajah clarissa kembali  melintas di pikirannya . Marquez pun mengernyitkan dahinya dengan begitu kesal .


" dia hamil .. secepat itu dia berganti laki laki ? dasar wanita murahan  " gumam Marquez . ia menghela nafas dan terdiam sejenak ,


" siapa suami dia sebenarnya ? " gumamnya kembali .


" Astaga ,  untuk apa aku memikirkan wanita murahan itu ? adik dari pembunuh ayahku  ! aku sangat membencinya " ucap Marquez . ia mencoba memejamkan matanya karna merasa begitu lelah . namun ia seakan begitu resah dan membuka kedua matanya kembali .


" Arghhhhhhhhhh , kenapa aku jadi tidak tenang seperti ini " teriak Marquez seraya beranjak duduk , ia memegangi kedua kepalanya dengan perasaan yang bingung .


" aku sangat membenci mu dan akan selalu seperti itu " teriak nya kembali


 


 


 


.


.


.


.


 


jangan lupa tekan Like biar author semangat Update wkwk


dan jangan lupa mampir juga di novel terbaruku yang berjudul MY GEEKY WIFE

__ADS_1


terimakasih ^_^


__ADS_2