Amoera Is My Lady

Amoera Is My Lady
Bayi mungil ~ Amoera


__ADS_3

Marquez masih terkesiap mendengar apa yang baru saja di katakan oleh Hanna .


" Bagaimana mungkin Clarissa , ehm maksudku nona Clay belum menikah ? " tanya Marquez dengan penasaran .


" Entahlah , tetapi semua pegawai yang bekerja di EO tersebut tidak tau asal usul Clay . yang mereka tau Clay berasal dari London dan menetap disini lalu kata mereka Clay juga hanya tinggal berdua bersama seorang Nenek yang bernama Nenek Tiny dan pemilik dari EO tempat Clay bekerja ialah tetangganya . " tutur Clarissa . Marquez semakin membungkam dan kebingungan .


" Marquez " panggil Hanna .


" Eh-m iya " saut Marquez ia merasa  di kagetkan oleh suara Hanna .


" Lalu kita harus bagaimana ? " tanya Hanna dengan kebingungan .


" Entahlah aku juga bingung " saut Marquez .


" Atau lebih baik aku datangi tempat tinggal  Clay dan mencari tau semuanya ? " tanya Hanna .


" Memangnya kau tau tempat tinggal dia ? " tanya Marquez .


" Iya , dulu waktu pertama kali aku bertemu dengan Clay , aku sempat mengantarkan dia ke rumahnya " ucap Hanna.


" Yasudah terserah kau saja kalau begitu " ujar Marquez .


" Apa kau tidak keberatan jika menunggu Clay disini sampai aku membawa keluarganya ? " tanya Hanna .


" Sama sekali tidak " saut Marquez , Hanna pun mengiyakannya , dan ia berpamitan kepada Marquez untuk menemui Clarissa terlebih dahulu .


Hanna melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruang persalinan dan terlihat Clarissa tengah duduk bersandar di pembaringan dengan tersenyum  menggendong bayinya yang baru saja di berikan oleh perawat kepadanya .


" Clay , " panggil Hanna . Clarissa pun mengalihkan pandangannya .


" Hanna " sapa Clarissa dengan tersenyum . Hanna pun tersenyum dan mendekati Clarissa .

__ADS_1


" Anakmu sangat cantik sekali sama seperti dirimu " ucap Hanna seraya menyentuh pipi Bayi perempuan yang saat ini ada didekapan tangan Clarissa .


" Apa kau ingin menggendongnya ? " tanya Clarissa .


" Tidak Clay , aku tidak berani dia masih sangat rentan " tutur Hanna ,


" Baiklah " saut Clarissa .


" Ehm oh iya Clay , dimana suamimu ? " tanya Hanna . Clarissa terdiam sejenak . ia terlihat  bingung merangkai sebuah alasan untuk menjawab pertanyaan Hanna yang baru saja ia dengar .


" Clay " panggil Hanna kembali seraya menepuk bahu Clarissa


" E-hmm , ehm itu .. suamiku , suamiku sedang berada di luar kota " ucap Clarissa dengan sedikit gugup .


" Apa kau tidak ingin memberitau kabar kelahiran putrimu kepadanya ? " tanya Hanna .


" Pasti nanti aku akan memberitaukannya " ucap Clarissa . ia mencoba menepiskan senyumnya meskipun itu menyakitkan .


" Baiklah , kalau begitu aku akan pergi ke rumahmu untuk memberitau nenekmu kalau kau sudah melahirkan di rumah sakit " ucap Hanna .


" Aku hanya memberitau saja Clay biar nenekmu tidak terlalu khawatir " tutur Hanna , Clarissa terdiam sejenak .


" Baiklah kalau begitu han  , apa tidak merepotkanmu ? " tanya Clarissa dengan tidak enak hati .


" Sama sekali tidak! lebih baik sekarang kau istirahat aku akan pergi kerumah mu " ujar Hanna , Clarissa pun mengiyakannya . Hanna pun berpamitan dan keluar dari ruang persalinan itu kemudian ia menemui Marquez dan berpamitan juga kepadanya .


Tak lama kemudian Marquez masuk menghampiri Clarissa di dalam . dengan kedua mata senduhnya Clarissa memperhatikan laki - laki yang tengah berjalan menghampirinya saat ini . kedua mata Marquez melihat dengan seksama wajah bayi yang saat ini ada di dekapan ibunya . ia mengalihkan pandangannya dan menatap tajam Clarissa .


" Dimana suamimu ? " tanya Marquez . Clarissa menelan ludahnya dengan kebingungan . ia terdiam dan beradu pandang dengan ayah dari anaknya tersebut .


" Aku sedang bertanya , dimana suamimu ? " tanya Marquez kembali .

__ADS_1


" Dia .. dia sedang bekerja " ucap Clarissa . seraya mengalihkan pandangannya .


" Bekerja dimana ? " tanya Marquez .


" Bukan urusanmu dia bekerja dimana , lebih baik pergilah ! terimakasih sudah mau membantuku " ucap Clarissa . Marquez semakin mendekati Clarissa dan mencengkram erat lengan wanita yang baru saja melahirkan itu .


" Cepat katakan dimana suamimu bekerja . biar aku memberitaukan keberadaanmu disini "  Marquez setengah berteriak . jantung Clarissa semakin berdegub karna perasaannya yang begitu bingung akan menjawab pertanyaan Marquez .


" Marquez tolong lepaskan tanganku sakit " pinta Clarissa Lirih .


Oek .. oek .. oek..


Tiba - tiba bayi Clarissa menangis dengan sangat keras , dan ia mencoba menenangkan bayinya tersebut


suara tangisan itu begitu menyentuh dan menyiksa hati Marquez hingga ia tak bergemming memperhatikan wajah bayi mungil itu . tak lama kemudian perawat datang dan mengambil alih bayi tersebut untuk di letakan di ruang bayi dan Clarissa memberikan bayi tersebut ke perawat itu .


Sebelum perawat membawa Bayi itu keluar dari ruang persalinan Clarissa , perawat itu sejenak menenangkan bayi itu hingga berhenti menangis , kedua mata Marquez tak henti memandangi  bayi tersebut . seakan ada perasaan aneh di dalam hatinya saat ini . Clarissa pun memperhatikan laki laki yang tengah berdiri di sampingnya memandangi anaknya tersebut .


Demi apapun raasanya Clarissa ingin sekali menangis di hadapan Marquez , memeluknya dan mengatakan bahwa itu ialah anaknya .


namun Clarissa tidak bisa , ia tidak bisa menghancurkan kebahagiaan orang lain . dalam benaknya pun berkata sekalipun ia memberi tau bahwa itu ialah anak Marquez . tak akan bisa mengubah apapun


karna yang Clarissa tau Marquez hanya membencinya .


 


 


 


 

__ADS_1


 


jangan lupa tekan LIKE terimakasih


__ADS_2