
Saat Amoera merasakan ada sesuatu yang melingkar di tubuhnya , ia pun mengerjapkan kedua mata dan sejenak memperhatikan seseorang yang saat ini memeluk tebuhnya dari belakang . dan Amoera begitu terkejut saat tau yang memeluknya sat ini tak lain ialah Marvin.
" Marvinn kau " ucap Amoera , ia mencoba menjauhkan Marvin dari tubuhnya dan beranjak duduk. Marvin beranjak duduk dan mendekati Amoera.
" Amoera " panggil Marvin .
" Marvin, sejak kapan kau disini dan sedang apa kau di kamarku tolong keluarlah " perintah Amoera.
" Aku ingin tidur bersamamu " pinta Marvin.
" Kau jangan gila, tolong keluarlah ! " seru Amoera.
" Malam ini saja " Pinta Marvin. Amoera hanya terdiam dengan kedua mata sendunya beradu pandang dengan mata Marvin.
" Amoera aku mohon hanya malam ini saja " Pinta Marvin kembali. Entah apa yang di pikirkan oleh Amoera hingga ia tak menolak permintaan Marvin. tanpa berkata Amoera pun membaringkan kembali tubuhnya dan tidur membelakangi Marvin. Rasanya Marvin begitu lega saat Amoera mengizinkannya untuk tidur bersama. Marvin membaringkan kembali tubuhnya disamping Amoera, rasanya tangannya ingin seali memeluk tubuh wanita itu tapi ia masi sedikit takut jika Amoera akan marah.
" Apa aku boleh memelukmu ? " tanya Marvin , telinga Amoera begitu terkesiap mendengar apa yang baru saja Marvin ucapkan. ia menggigit bibirnya dengan sedikit rasa bingung kemudian ia menganggukan kepalanya tanpa bersuara. Marvin tak segan mengangkat tangannya dan memeluk tubuh Amoera . entah apa yang membuat Amoera benar benar merasa nyaman akan pelukan laki laki yang pernah menyiksanya itu bahkan ia sama sekali tak memberontak seperti saat Marvin menyentuhnya waktu itu. seakan ketakutannya kepada Marvin lenyap begitu saja. sungguh disayangkan, Amoera bukanlah wanita yang pendendam.
Marvin semakin memeluk erat tubuh Amoera dari belakang, ia memejamkan matanya dan menenggelamkan wajahnya di tengkuk wanita itu.
__ADS_1
" Amoera maafkan aku " ucap Marvin lirih. suaranya terdengar seolah begitu berat di telinga Amoera.
" Maafkan aku " ucapnya kembali seraya lebih menekan wajahnya dan mencium kepala Amoera . Demi tuhan ucapan Marvin membuat perasaan ini begitu menyesakan dada Amoera, hingga terlihat jelas buliran air membasahi wajah Amoera saat ini. Amoera begitu bingung harus menjawab apa. ia pun mencoba memejamkan matanya tak menghiraukan ucapan Marvin.
* Keesokan paginya
Amoera terbangun dan ia melihat ke arah sekitar seolah sedang mencari seseorang.iya dia sedang mencari Marvin yang saat itu sudah tidak ada disampingnya .
" (Menghela nafas) Atau semalam aku hanya mimpi ? " gumam Amoera.
" Tetapi kenapa rasanya begitu nyata? "gumamnya kembali, Amoera merasa frustasi memikirkan hal yang ia rasa membingungkan. ia beranjak dari tempat tidur dan membersihkan diri di kamar mandi seusai itu Amoera hendak pergi ke dapur namun saat ia keluar dari kamarnya , ia berpapasan dengan Marvin yang kini terlihat membawa gelas yang berisi susu berwarna putih . mereka berdua sejenak beradu pandang.
" Aku membuatkan susu untukmu , minumlah " perinta Marvin seraya menyodorkan gelas tersebut kepada Amoera.
" Terimakasih. " saut Amoera, ia pun menerima gelas yang berisi susu tersebut.
" Apa kau dari semalam disini ? " tanya Amoera dengan memastikan. Marvin terdiam sejenak, ia menganggukan kepalanya tanpa bersuara dan berlalu meninggalkan Amoera ke ruang depan.
" Jadi semalam aku tidak bermimpi " gumam Amoera . ia masuk kembali kedalam kamar dan meminum susu yang telah di buatkan ole Marvin hingga habis.
__ADS_1
.
.
.
.
.
jangan lupa tekan like terimakasih . oh iya yang belum tau MY INTROVERT HUSBAND 3 sudah rilis ya sejak 4 hari jadi kalau ada yang belum tau silahkan mampir , ceritanya kali ini berbeda yadari yang sebelumnya bukan tentang perjodohan wkwk
__ADS_1