
Charlotte sedang berada di kota ia mendapat pekerjaan lagi untuk melenyapkan seseorang.
Setelah melakukan pekerjaannya , ia menghampiri alex yang kala itu sedang berada di markasnya .
Terlihat alex sedang duduk menikmati secangkir kopi dan menghisap sebatang rokok di mulutnya . Bola Matanya melirik ke arah pintu yang sedang terbuka lebar , terlihat 2 pasang kaki melangkah dengan cepat hendak menghampirinya .
" Hallo Charlotte " sapa alex dengan melebarkan senyumnya
" Cepat duduklah akan kusuruh anak buahku melayanimu " sambung alex . Ia menyuruh anak buahnya menyuguhkan charlotte makanan dan minuman . Ia begitu memperlakukan charlotte dengan sangat baik .
" Langsung saja . Aku kemari tidak butuh makan atau minum darimu ! Aku hanya ingin menagih bagianku yang pernah kau janjikan kepadaku " pinta charlotte dengan melipatkan kedua tangannya diatas dada . Mendengar kata kata charlotte mata alex seakan terkesiap .
" charlotte sabarlah sebentar " bujuk alex dengan menyunggingkan senyumnya yang beringas
" aku sudah cukup sabar , tugas awal yang kau berikan hanya menyuruhku untuk membunuh louis saja . Sekarang kenapa kau malah melibatkanku dalam segala hal ?
Alex .. Kau jangan membodohiku seperti anak kecil yang kau perintah kesana kemari dengan hanya di beri imbalan permen saja !! " ucap charlotte dengan meninggikan suaranya
" charlotte .. Aku tidak membodohimu aku hanya menyuruhmu bersabar ! Setelah perusahaan itu di pindah tangankan kepada marquez . Kita akan menyuruh paksa marquez memindahkan perusaahaan itu menjadi atas namaku , dan setelah itu aku akan memberi bagian yang telah ku janjikan kepadamu " bujuk alex kembali
" iya tapi kapannnn ? Apa kau tau gara gara aku menyekap marquez sekarang adiknya yang bernama marvin jadi tau tempat persembunyianku ! Entah beberapa orang lagi yang akan tau tempat persembunyianku " ucap charlotte semakin meninggikan suaranya .
__ADS_1
" Marvinnn ? Dia ketempatmu ? " tanya alex dengan tidak percaya , charlotte pun mengiyakannya
" salah satu anak buahku tidak sengaja menembaknya hingga dia terluka " tutur charlotte . Mata alex langsung melebar dan tak mengercap
" kenapa kau tidak sekalian membunuhnya saja " ucap alex , ia langsung berbalik badan membelakangi charlotte
" aku tidak akan membiarkan satu orang pun menghalangi semua rencana ku , bahkan itu keponakanku sendiri " sambung alex dengan gigi bergetar yang menyatu menahan rasa geram .
Charlotte yang mendengar perkataan alex . ia hanya menajamkan mata dengan perasaan was was .
" alex adalah lawan yang mematikan dia benar benar musuh dalam selimut , aku harus lebih berhati hati dengannya . " gumam charlotte dalam hati
" charlotte .. Berani sekali kau mengancamku ! Aku harus menyelesaikan ini semua dalam 1 bulan ? Iya benar 1 bulan .. Tenang saja charlotte aku akan membereskan ini semua , setelah itu aku akan membereskanmu !! " gumam alex lirih dengan tatapan licik menyeringai wajahnya yang begitu beringas .
Setibanya dirumah .. Charlotte menghampiri clarissa dan clarissa waktu itu sudah berada di kamarnya sendiri dan ia terlihat sedang tertidur .
Charlotte yang melihat adiknya tertidur , ia langsung menjatuhkan tubuhnya di samping adiknya tersebut dan memeluknya .
Terlihat mata clarissa bergerak dan hendak terbuka ..
" kakak .. Kau sudah kembali ? " tanya clarissa lirih , charlotte pun menganggukan kepalanya , clarissa memiringkan badannya hingga berhadapan dengan kakaknya .
__ADS_1
" rissa .. Minggu depan kakak akan ke luar kota mungkin akan memakan waktu 5 hari . Jadi kau akan dirumah sendiri . " kata charlotte memberi tau adiknya tersebut . Otak clarissa pun langsung memutar dengan cepat dalam seketika ia sudah menyusun rencana untuk membawa marquez keluar dari rumah nya .
" bukankah setiap hari aku juga sendiri ? " ucap clarissa dangan tatapan wajah yang begitu merasa kesepian , charlotte hanya diam menghela nafas dan membelai wajah adiknya itu
" kakak kapan akan mengakhiri pekerjaan kotor ini ? " tanya clarissa dengan mata yang berkaca kaca . Sejenak charlotte diam matanya terlihat bingung menyusun jawaban atas pertanyaan yang terlontar dari mulut adiknya .
" ( menghela nafas ) rissa .. jika ayah dan ibu masih ada , kita tidak akan berada dalam posisi dan situasi seperti ini " ucap charlotte
" kakak akan pergi ke ruangan kakak . Cepat tidurlah lagi " imbuh charlotte beranjak dari tidurnya dan meninggalkan adiknya . Air mata clarissa pun menetes tangannya dengan sigap menepisnya dengan halus .
__ADS_1