
Sementara Marquez pagi itu terlihat di sibukan dengan pikiran tentang kebenaran suami Clarissa. bahkan ia semalaman penuh tidak bisa tidur hanya karna memikirkan pertanyaan yang begitu mengganggunya saat ini.
dan hari ini ia akan mengunjungi kediaman Nenek Tiny untuk mencari kebenaran tentang Clarissa.
Marquez terlihat sudah rapi dengan jaket kulit berwarna coklat yang melekat di tubuhnya. saat ia hendak keluar dan masuk kedalam mobil miliknya tiba tiba Hanna datang ke rumah dan menegurnya.
" Sayang kau mau kemana ?" tegur Hanna.
" Ehm aku ada urusan sebentar " ucap Marquez.
" Ada apa pagi pagi kemari ? " tanya Marquez.
" Aku mau mengajakmu ke rumah sakit untuk melihat Clay dan bayinya. hari ini dokter mengizinkan Clay dan Bayinya pulang, jadi aku bermaksud mengajakmu untuk menjemput Clay sekalian, dia sangat kasian tidak memiliki keluarga disini " tutur Hanna.
" Maksudmu ? lalu suaminya dimana apa benar dia belum menikah ? dan bagaimana informasi yang sempat kau dapatkan tentangnya kemarin ? " tanya Marquez semakin penasaran hingga membuat Hanna sedikit mengernyit keheranan.
" Kau seperti nya sangat ingin tau sekali mengenai masalah nona Clay. " ucap Hanna.
" Eh-m bu-bukan seperti itu aku hanya kasian saja dengannya " saut Marquez.
" (Menghela nafas) iya aku juga sangat kasihan dengan nya , waktu aku ke rumah Clay aku menemui neneknya , dan ternyata itu bukan nenek kandung Clay , " tutur Hanna.
" Dan benar , nenek Tiny juga bilang kalau Clay belum menikah. " imbuh Hanna
" Kalau belum menikah lantas anak yang di lahirkan dia itu anak siapa ? " tanya Marquez .
__ADS_1
" Entahlah, Nenek Tiny tidak menceritakan semuanya, Nenek Tiny hanya bercerita bahwa 6 bulan yang lalu saat beliau pulang dari pasar. Nenek Tiny menemukan Clay tergeletak tidak sadarkan diri di jalan dan waktu itu sudah dalam keadaan hamil sekitar 3 bulan . kemudian dia mengajak Clay tinggal bersamanya karna mengingat Nenek Tiny hidup sebatang kara jadi beliau menganggap Clay seperti cucunya sendiri
Telinga Marquez tersentak seketika , ia melebarkan kedua matanya seakan tak percaya apa yang baru saja dikatakan oleh Hanna. ia membungkam dan menelan ludahnya dengan begitu keras seakan ada yang tercekat di tenggorokannya . Otak Marquez memikirkan hal yang sama sekali tak pernah ia pikirkan sebelumnya.
" Marquez "
Suara Hanna membuyarkan lamunannya .
" Marquez , kau kenapa ? " tanya Hanna seraya menyentuh lembut lengan calon suaminya itu.
" Tidak apa - apa , aku .. aku pergi ada urusan sebentar nanti aku akan kembali, bisakah kau di rumah menemani Alice dulu ? nanti setelah aku pulang, kita kerumah sakit " ucap Marquez. Hanna pun mengiyakannya.
Marquez dengan cepat masuk kedalam mobilnya dan melajukan mobil tersebut dengan kecepatan Maximal. ia langsung menuju ke rumah sakit untuk menemui Clarissa, ia ingin menanyakan sendiri kebenarannya kepada wanita yang pernah ia peralat itu .
" Ini tidak mungkin .. Ya Tuhannn " Marquez setengah berteriak dan memukul setir mobilnya. ia semakin menambah laju kecepatan mobilnya dengan sangat kencang hingga dirinya sampai di depan rumah sakit . rumah sakit dimana tempat Clarissa melahirkan .
Ia turun dari mobil dan melangkahkan kakinya dengan begitu gemetar, telinganya masih terngiang akan kata kata tentang Clarissa yang sempat diucapkan oleh Hanna.
" Nyonya .. " sapa Marquez.
" Iya nak ? " saut nenek Tiny , ia melihat Marquez dengan pandangannya yang sedikit kabur .
" Nyonya siapa kenapa baru keluar dari ruangan ini ? " tanya Marquez.
" Nenek baru saja dari dalam karna melihat cucu nenek yang baru saja melahirkan " tutur Nenek Tiny. Marquez terdiam sejenak dan ia baru mengingat sesuatu .
" Apa Nyonya ,bernama nenek Tiny ?" tanya Marquez .
__ADS_1
" Iya nak bagaimana kau tau ? " tanya Nenek Tiny.
" Apa saya boleh berbicara sebentar dengan nenek ?" tanya Marquez , nenek Tiny terdiam sejenak dan mengiyakan permintaan Marquez,
Marquez mengajak nenek Tiny dan menuntunnya untuk duduk di kursi tunggu yang ada di depan ruangan itu.
" Kau mau berbicara apa nak ? " tanya Nenek Tiny.
" Apa benar Clarissa belum menikah ? dan dulu saat menemukan Clarissa, apa benar dia sedang dalam keadaan hamil ? apa Clarissa bercerita kepada nenek siapa ayah dari anak yang baru saja dia lahirkan ? " tanya Marquez dengan nada suaranya yang begitu terdesak.
Kulit dahi nenek tiny yang terlihat sudah mengeriput itu mengernyit seketika dengan heran akan apa yang baru saja ditanyakan oleh laki laki asing yang saat ini ada di hadapannya .
.
.
.
.
maaf aku kan udah bilang pikiranku masih lari kemana mana jadi bingung buat nulis tapi aku usahain buat update meskipun agak lama .
Thor kalau bingung sama alur kenapa buat novel gak niat banget sih ?
ya tuhannn rasanya aku pingin nyelup kedalam air panas wkwkwk
kalau aku ngga tau alur ceritanya mau di bawa kemana ngapain aku buat novel? yang aku bingung itu bukan nulis alurnya , tapi ngerangkai tulisannya biar yang baca dapet feel terbawa ke dalam alur cerita tersebut.
__ADS_1
padahal kemarin aku mau update loh dan saat nulis baca komenan gitu gak enak bangettttt jadi inspirasiku langsung ambyar dan aku gak mood nulis , di pikir nulis gampang apa .
maaf ya aku marah marah wkwkwk