
malam hari..
Rutinitas Ayri seperti biasa yaitu menulis buku diary sambil mendengarkan tape radio, ia mendengarkan lagu-lagu kesukaannya. Band favoritnya saat itu adalah "ungu" karna lagi booming.
Dalam buku diary ia mencurahkan tentang soul yg tiba-tiba muncul dalam kehidupannya.
kring (1 pesan masuk )
'Lagi apa nih?' rangga
'biasa, lagi di kamar' balas Ayri tanpa basa basi.
Namun, pesan tersebut berubah menjadi telfonan.
" Kaka ganggu ngga?." Tanya Rangga
"Hmm, ngga sih. Aku juga lg nyantai aja di kamar nunggu ngantuk, Kaka lg ngapain?. " tanya balik Ayri.
" Oh, Kaka lagi main di rumah temen deket pasar malam blok. C ( blok C adalah rumah yg bersebalahan dengan blok rumah Ayri)
"Oh, deket dong sama rumah ku, rumah ku di blok R"
"oh gitu, kalo gitu Kaka boleh mampir?. " Tanya Rangga tanpa ragu.
"Hmm, mampir?? (dalam hati Ayri gundah) udah malem kak, mungkin lain kali aja. " Ayri mengelak, karna ia takut ketahuan orang tua nya kalau dia punya teman laki-laki.
"Masih jam 9 sih, ya udah Kaka mau tau aja rumah kami sambil lewat boleh? kamu tunggu aja di depan rumah, Kaka cuma lewat doang ko. " Rangga agak sedikit memaksa, Ayri pun menuruti karna tadi merasa tidak enak mengelak dan ia kedepan rumah dan duduk di teras menunggu Rangga lewat dalam keadaan masih telfonan.
Seketika Rangga pun lewat dan hanya memberikan see Hay.
"Cepet banget lewatnya, sekarang udah tau kan rumah aku? kalo gitu aku tidur dulu ya ka, kaya nya aku udah ngantuk deh. "
"Oke deh selamat tidur cantik. " Ucap Rangga dan kemudian mengakhiri panggilannya.
Ke esokan harinya..
hari ini adalah tanggal merah, saatnya ayri membantu kakak nya di toko. Ia sibuk mengemasi gula serta kacang dan menimbangnya.
__ADS_1
1 pesan masuk
'Ay, Lo ada dimana nih gue Avril. Pengen main ke rumah lo sama Tea.' pesan Avril.
'gue Lagi di toko sembako bantuin kakak gue jaga toko, sini aja klo Lo mau main.' Balas Ayri. Dengan di arahkan petunjuk jalan via SMS Avril dan Tea pun sampai d toko.
Mereka tidak bisa sehari pun libur bertatap muka, karna mereka sudah menjadi sahabat. Beda dengan Chua dan Rina mereka hanya bersahabat dalam kelas dan bila ada tugas saja.
"Mumpung ada temen-temannya Ayri, Kaka tinggal sebentar ya. Kaka mau belanja ke pasar, ada barang yg kosong. " Kaka Ayri menitipkan toko sebentar kepada Ayri.
"Oke jangan lama-lama. "
sementara Avril melirik-lirik di sebrang toko sembako tersebut, tepatnya melirik cafe yg sedang banyak pemuda berkumpul disitu,
Avril melihat lelaki yg ia kenal.
"Ay perhatiin deh cowo yg di cafe itu, yg pake baju merah, celana item lo kenal ngga?." Avril menunjuk terhadap laki-laki cakep itu.
"ngga tau, tapi setau gue dia tinggal di blok sini, kenapa emang? lo suka?. " Celoteh Ayri.
"Dasar lo ril, kek nya nih anak doyan cowo banget ya, genit Lo ril" celoteh tea pula yg sedikit mencubit lengan Avril.
"Diem lo tea, nanti gue kenalin deh lo sama temen gue. Gue tuh banyak temen cowo tau hahaha. " Ujar Avril terbuka.
Yaps Avril tipe cewe yg suka berbaur dengan banyak teman terutama teman cowo, dia pula sudah mengerti dengan dunia percintaan. Bukan hanya badannya yg tinggi bongsor, dan penampilannya yg feminim, diapun lebih banyak pengalaman bergaul dengan teman-teman lawan jenisnya. Beda dengan Ayri yg masih kaku dengan teman lelaki. Jangankan bertemu, untuk memahami perasaan terhadap Dewa saja ia tidak mengerti. Sedangkan tea, cewe polos yg kepribadiannya tertutup, dan menuruti apa kata teman.
"Nanti kalo dia belanja kesini Lo mintain dia no. Hp nya ya, hehe. Dan tau ga. dia tuh kembar namanya Uga dan Ugi."
"Itu lo lebih tau, sana samperin aja orang nya." Ucap Tea.
Setelah mereka berbincang Ngalor ngidul tentang cowo yg bernama Uga Ugi dan memperhatikan pemuda-pemuda yg ada d cafe, Kaka Ayri pulang dari pasarnya. sehingga Ayripun ijin pulang dan melanjutkan perbincangan mereka di rumah Ayri.
di rumah tepatnya di dalam kamar Ayri, Ayri bercerita tentang rangga yg setiap hari menjadi teman chat annya.
"Oh... , jadi lo sekarang mulai Deket nih ceritanya sama ka Rangga ? ciee. " Avril menggoda Ayri.
" Emang Rangga itu siapa??. " Tanya Tea polos sambil makan cemilan suguhan, karna ia memang tidak tau dengan rangga karna Ayri tidak pernah cerita.
__ADS_1
" Nih ya Tea, Ayri, Soul itu nama kerennya ka Rangga, Ka Rangga itu sebenernya tetangga belakang rumah gue. Yang tepatnya d belakang cafe samping rumah gue. Dia itu guru ngaji di blok rumah gue. "
"Guru ngaji??" Ayri dan tea terkejut mendengar penjelasan Avril.
" Jadi Rangga itu udah dewasa dong ril?. " tambah Tea.
"Hahahahaa, ya udah lah umurnya 5 thn lebih tua dari kita kelles. Tapi tenang ay, dia masih single ko dan dia jomblo. " terang Avril meyakinkan Ayri.
"Oh....., jadi ini semua tuh dalang nya Lo ya ril? bisanya gue jadi kenal sama Soul alias Rangga itu!. hmm gue udah curiga dari sebelumnya. " Ucap Ayri sinis dan melemparkan bantal pada Avril sehingga mengenai kepalanya.
"Aduh, eh jangan sembarangan ya masalah itu gue ga tau menahu. Nanti coba deh gue nanya ke cici. "
Sedikit demi sedikit kejanggalan pun terungkap, Padahal Ayri saja belum tau sosok Cici seperti apa, karna awalnya hanya surat yg di kirim dari dia kenapa sosok Rangga yg mungcul.
" Nah, sekalian tuh Lo tanyain ke cici kapan mau ketemuan sama gue. Kan dia sendiri yg minta ketemuan, kenapa dia ga ada kabar lagi? dan gue juga pengen tau mana yg namanya Eros??. gue pengen besok kita ketemuan di cafe. " Ucap Ayri tegas menuding kepala Avril dengan telunjuknya dan menyentil sedikit kepala sehingga Avril mengernyitkan dahinya. Ia berusaha memecahkan pertanyaan pertanyaan yg selama ini janggal.
Malam hari..
rutinitas seperti biasa yaitu telfonan dengan Rangga, Ayri memberanikan diri bertanya pada rangga dari mana ia tau nomer Ayri.
"Kak, aku boleh nanya?. " Tanya Ayri sedikit ragu.
"Apa?. " Namun ucap Rangga santai.
" Kaka ko bisa tau nomer aku dari siapa? plis kak jawab jujur dong. " Ayri serius penasaran, di balik telfon ia memeluk bantal seperti ekspresi menonton film horor sendirian di kamarnya.
"Hmm oke deh baik, Kaka jawab jujur. tapi kamu jangan marah ya, hehehe. "
"Sebenernya Kaka ngacak hp ponakan Kaka, namanya Cici. Pas banget ada nama kamu, dan kaka ijin ko ke dia buat minta no kamu. dan dia kasih, kebetulan Kaka Lagi butuh temen cewe. Yah buat temen Kaka ngobrol kaya gini, Ayri ngga keberatan kan?. " jelas Rangga yg senonoh terhadap nomer Hp Ayri.
"Hmm, ngga sih. Terus Kaka tau yg namanya Eros juga?. " Tanya Ayri lagi
"Eros? siapa tuh? Kaka ngga kenal. " Nada Rangga penuh pertanyaan.
"Oh ya udah deh oke kalo gitu, udah malam juga nih kak aku udah ngantuk. Pamit tidur dulu ya. " Ayri mengakhiri panggilannya.
Terpecahkan pula pertanyaan mengenai Rangga, memang pada akhirnya Ayri kini tidak lagi risih dan canggung berteman dengan rangga, malah ia mulai welcome berteman dengan rangga meskipun sebenarnya ia takut hal ini ketahuan oleh orang tuanya..
__ADS_1