Apakah Ini Cinta??

Apakah Ini Cinta??
tak pernah di duga


__ADS_3

Keesokan harinya..


Hari ini Ayri tidak masuk sekolah, karna tiba-tiba tengah malam badannya demam dan menggigil efek kecapean lomba kemarin.


Pesan dari Rangga pula tidak ia respon sama sekali, ia memutuskan untuk move on dan tidak ingin lagi bertemu dengan Rangga.


"Ayri, ayo sarapan dulu. Nih mamah udah bikinin kamu sop hangat kesukaan kamu. " Ibunya Ayri menghidangkan makanan di meja belajarnya.


" Iya mah makasih, mah nanti kalo tea datang suruh aja ia masuk ya mah. " Pesan Ayri kepada ibunya. Ia bersandar di ujung kasurnya, karna hari ini ia hanya ingin merebahkan badannya di dalam kamar.


" Di sekolah pasti hari lagi pengumuman pemenang lomba, semoga saja tim Monica menang. sedih rasanya hari ini ga bisa masuk. " Ia membaringkan lagi tubuhnya di kasur dan membuka hp.


1 pesan di terima (new number)


' Selamat pagi, boleh kenal?. '


' Siapa?. ' jawab Ayri


' Gue Eqi, Kalo lo?. '


' Yey malah nanya balik, tau no gue dari siapa?. '


namun ia tidak membalasnya lagi.


Siang hari jam pulang sekolah..


Tea beserta Genk Monica datang menjenguk Ayri.


" Permisi Tante, Ayrinya ada? katanya sakit ya?. " Tanya Tea sambil bersalaman dengan ibunya Ayri.


" Iya Tea, ini teman-teman nya Ayri juga ya?ayo masuk. Ayri tadi pesan ke tante kalo ada kalian di suruh masuk. Ayo, tapi Ayrinya lagi istirahat. Dari pagi dia di kamar terus. " Jelas ibu Ayri.


" Iya Tante makasih. " Jawab tea sopan, mereka di persilahkan duduk di ruang tamu.


" Iya Tante, Ayri kaya nya kecapean kemarin habis ikut lomba sama kita. Tapi alhamdulilah hasilnya memuaskan kita dapat juara 1 lomba PBB paskibra. " Jelas Monica.


" Wah alhamdulilah ya Allah kalian ngga sia-sia ya ikut lomba dan pasti rajin latihannya, Tante ikut seneng dan bangga. Eh sebentar Tante bangunin Ayri dulu ya. "


"Nak, bangun. Itu ada Tea sama teman kamu jenguk. " Ibu Ayri membangunkan Ayri dengan halus yg pulas dengan tidur siangnya.


" Hmm, iya mah. " Ayri menggeliat dan melemaskan badan kemudian menemui teman-temannya itu.


" Hmm, yang sakit enak banget ya jam segini bisa isitrahat. " Sindir Tea sembari menyeruput minuman suguhan ibunya Ayri.


" Tetep aja ga enak kali, badan gue pada sakit. Eh sama Monica juga? gimana Mon hasil lombanya?. " Ayri mendekati Monica dan duduk diantara mereka sabar ia ingin mendengar jawaban dari Monica.


" Nih baca, ini piagam buat lo, Baca. " Monica menyodorkan piagam hasil perlombaan tersebut.

__ADS_1


" Peringkat pertama lomba PBB paskibra. Ini seriusan Mon?. " Ayri masih tidak menyangka.


" Seriusan lah masa bohongan. " Monica meyakinkan Ayri.


" Yes, hehehe. Selamat ya Mon, gue seneng banget ga sia-sia kita ikut lomba dan latihan ya. " Ayri memeluk Monica dengan hati yg berbunga-bunga.


* * * *


Beberapa bulan kemudian..


hari ini adalah hari pertama Ayri masuk kelas 3 itu artinya tidak kurang dari 1 tahun lagi ia akan lulus dari sekolah SMP. Ia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan sisa 1 tahun pendidikan SMP, ia ingin membuktikan kepada ayahnya bahwa ia bukanlah anak bandel yg hobby keluyuran malam, anak yg bisa menjaga amanah orang tua untuk menjadi anak yg baik.


Pesan yg sejak beberapa bulan yg lalu yg ia baca itu adalah dari Eqi, salah satu teman Rangga yg tinggal di Jakarta untuk bekerja. Setiap hari dan hampir setiap malam Ayri chattingan dengan nya, cerita Ngalor ngidul meskipun belum sama sekali mereka saling bertemu.


Ayri pun sempat bercerita padanya tentang rangga, namun semenjak kejadian di pasar malam Ayri belum pernah lagi bertemu dengan rangga.


" Ayo buruan jalan nya Ay. " Ucap Tea yg jalan mendahului Ayri, sedangkan tali sepatu Ayri lepas sehingga ia tidak bisa lari cepat.


" Bentar tali sepatu gue lepas, duluan aja kalo gitu. Masih pagi ini. " Jawab Ayri yang tengah mengikat tali sepatunya. Waktu memang masih menunjukkan pukul 06.30 namun Tea tidak ingin kehabisan tempat duduk serta ingin cepat-cepat mencari dimana kelasnya sekarang.


Ayri menyusul tea yg sedang mencari daftar namanya di dinding.


" Nah ini Ay, gue di kelas 3E. Yah itu artinya kita ga sekelas dong ya. " Ucap Tea menunjukkan kekecewaan.


"Ayri, Ayri, Ayri. Nah gue ada di kelas 3f ya, ga apa-apa kelas kita masih tetanggan ko. Kalo gitu gue ke kelas ya. " Ayri buru-buru masuk kelas, Namun apa yg ia lihat setelah masuk kelas, posisi tas para siswa sudah berada pada tiap meja, yg artinya ia lagi-lagi tidak kebagian tempat duduk. Hanya ada tempat duduk di bagian paling belakang dan itupun di pojok pinggir jendela.


Tettttt, tettttttt.... (bel tanda masuk)


Para siswa memasuki kelasnya masing-masing termasuk Ayri di susul oleh pak Dodi yang akan menjadi wali kelasnya di kelas 3 ini.


" Selamat pagi anak-anak, baik di sini saya sekarang menjadi selaku wali kelas kalian sekaligus guru olahraga kalian ya. " Ucap pak Dodi.


Pak Dodi bercerita panjang lebar tentang posisinya saat ini, Namun para siswa tidak semuanya menyimak perkataannya. Terutama Ayri, ia sibuk berkenalan dengan teman sebangku nya yg baru ia kenali (Shisi) serta teman sekitarnya pula.


" Kita baru di kelas ini ya ketemu, salam kenal ya. " tutur shi lembut, Shisi menyodorkan tangannya untuk bersalaman.


" Iya salam kenal juga. " Balas Ayri dengan melempar senyuman dan membalas jabat tangannya Shisi.


Mata ayri pun melirik-lirik kesana kemari menelusuri siapa saja teman sekelasnya tahun ini. Tentu saja ada teman dari kelas 7D, kelas 8A dan ia pun tidak menyangka bahwa ternyata di barisan sebelah kirinya ada Dewa yg menempati tempat duduk tersebut.


" Bentar deh, itu seriusan? Dewa? itu Dewa? gue sekelas lagi sama dia?? apa gue cuma mimpi?. " Ayri menepuk-nepuk ke kedua pipinya dengan ke dua tangannya.


"Awwww sakit!!! ternyata gue ngga mimpi. Yes akhirnya gue sekelas lagi sama dia. " Ayri berekspresi bahagia di samping shisi. Shisi yg memperhatikan tingkah Ayri yg konyol itu tersenyum-senyum.


" Kenapa sih kamu Ay? girang gitu kayanya. " ucap shisi tertawa kecil menutupi mulutnya dengan tangan.


" Hehe ngga apa-apa ko, Maaf ya. " Ayri nyengir menutupi malu.

__ADS_1


Jam istirahat..


" Ay, mau ke kantin ga?. " Tanya Shisi.


" Eh iya, silahkan aja duluan nanti aku nyusul." Jawab Ayri ya masih sibuk dengan buku nya.


Shisi meninggalkan Ayri yang masih sibuk menulis jadwal yg di tulis di papan tulis depan kelas. Ayri terburu-buru menulis karna ia ingin segera memperhatikan dewa yg masih menulis juga.


Namun apa yg terjadi, Ayri yg sedang menulis sambil melirik Dewa, tetapi Dewa malah tiba-tiba bergegas dari tempat duduknya dan berjalan ke arahnya. Mata Ayri mengalihkan pandangan ia pura-pura menulis, namun ternyata Dewa bukan untuk menghampiri ayri melainkan menghampiri teman di sampingnya meja Ayri (cowo)


"Uh, PD banget gue. Kirain dia mau nyamperin gue, ternyata nyamperin temen cowo nya. " Gumam Ayri dalam hati.


" Hey Vi (nama teman lelaki yg duduk di samping meja Ayri itu adalah Haevi) ga nyangka ya di kelas 3 ini kita sekelas. " Kata Dewa, ia duduk di bangku sebelah Haevi.


Namun matanya melirik ke arah Ayri yang masih menulis (kali ini ia membuka buku diary)


" Ay, woy?. " Panggil Dewa tiba-tiba.


Ayri tersentak menengok ke arah Dewa.


" Ga salah dia manggil gue?. " Batin Ayri.


" Ga nyangka ya kita juga sekelas lagi disini. " sambung Dewa.


" Hmm, iya. Semoga hari-hari gue di kelas ini ga apes melulu gara-gara sekelas sama lo. " Ucap Ayri ketus.


" Siapa dia Wa?. " Tanya Haevi.


" Temen waktu di kelas 1 vi hahaha. apes? itu sih lo nya kali yg badannya apes kalo ketemu gue. " Jawab Dewa.


" Yey malah nyalahin gue pula, huhh. bener-bener Lo tuh ya bisa nya ngeledek gue melulu. " Ayri menghampiri Dewa dan memukul lengan dewa dengan buku diary nya.


" Awww. iya iya ampun. fisss. " Dewa mengelak untuk di pukul beberapa kali, setelah itu Ayri malah pergi keluar kelas karna ia tidak tahan takut salah tingkah di depan Dewa ( padahal gerakan memukul Dewa pun adalah reflek agar menutupi salah tingkahnya).


Jam pulang sekolah..


kali ini Ayri dan Tea tidak lagi pulang dengan Avril dan tidak lagi menitipkan kendaraannya di rumah Avril karna malas bila nanti bertemu dengan Rangga.


" Kenpa sih Lo ay, dari sejak keluar kelas sampe naik motor Lo senyam senyum aja. Lagi seneng?. " Tanya Tea heran sambil menyetir motornya.


" Banget dan Lo pasti ga nyangka kalo hati gue lagi berbunga-bunga. " Mata Ayri berbinar dan ia memeluk Tea dari belakang sambil membonceng.


" Hmm, gitu ya. Kalo seneng ga bagi cerita. Ayo cerita ke gue. " Tea mencubit kecil tangan Ayri yg masih memeluk pinggang tea.


" Aw sakit tau, iya gue cerita deh. Gue di kelas 3 ini sekelas lagi sama Dewa ya. " Ucap Ayri yg matanya masih berbinar.


" Wahhh asik dong bisa flashback, hehe. Bakal betah nih di kelas. " Sindir Tea.

__ADS_1


" Pastinya, dan gue bakal lebih giat lagi sekolah. Kalo aja gue jadi pemerintah gue bakal mewajibkan hari Minggu untuk tetap sekolah, hehe. Karna gue pengen tiap hari ketemu terus sama dia, hahaha. " Ayri menghayal dengan hati yg berbunga-bunga.


__ADS_2