
" Hey guys, ada pengumuman nih. Untuk hari ini kita nyambung ke bimbel ya, supaya pulangnya ga terlalu sore." Jelas Yusi selaku Ketua kelas. Hari ini jadwal bimbelnya adalah matematika., pelajaran yg Ayri benci.
"Hmm, kesempatan gue nih buat ngambil celah. Kan gue 1 paket sama Dewa." Ucap Riri sinis.
Sementara menunggu guru datang, merekapun memposisikan tempat seperti saat mereka bimbel kemarin. Namun kali ini Ayri memilih mencari tempat duduk yang kosong dan mengerjakan tugas sendirian.
"Dewa, kita kerjain soalnya bareng lagi yuk." Ujar Riri. Ia menghampiri Dewa yang tengah duduk sendiri membaca soal.
"Duduk aja sini." Dewa mempersilahkan, Namun nada nya jutek.
"Idih, dia mulai ganjen ternyata. Haha lucu deh tingkahnya maksain banget buat bisa Deket sama Dewa, Tapi gue juga heran sama Dewa ko dia ngeladenin aja gitu ke Riri. Dia suka sama Riri?" gumam Ayri.
" Ah entahlah, gue ga ngerti sikap nya Dewa. Tadi Deket sama gue, dan sekarang dia malah Deket sama Riri."
"Eh Dewa, ada yang cemburu tuh. " Saydi tiba-tiba berceloteh meski dirinya tengah mengerjakan soal dibangkunya.
Namun Ayri hanya terdiam tidak peduli. Hanya saja Rika yg menyambar ucapannya Saydi.
" Eh say, biarin aja sih, lagi pula dia kan ngga pacaran sama Dewa." Balas Rika. Ia menghampiri Dewa.
"Yeh, ko malah lo yang sewot, haha." Saydi saling balas ucapan.
" Maka nya Wa, lo tuh harus pastiin sebenernya lo tuh suka sama Riri apa Ayri. Coba tunjukin sekarang."
Sementara kelas berubah menjadi hening dan siswa yang ada di kelas jadi penonton kejadian itu.
Ayri hanya terdiam, Shisi dan Melly mendekati Ayri. Saydi mendekati Dewa, Sedangkan Dewa tetap terdiam dan masih membolak balikkan soal.
"Ayo jawab Wa, tentuin siapa yang lo suka. Jangan PHP in Riri kaya gini, asal lo tau dia tuh cinta sama lo meskipun lo ga pernah nganggep dia ada." Ucap Rika terhadap Dewa yang sedari tadi hanya menunduk.
" Udah Rika cukup, Wa sory kalo gue udah lancang dan ga berani ngungkapin perasaan. Gue cuma pengen lo tau aja kalo iya emang gue cinta sama lo, Thanks lo udah mau Deket sama gue" Ucap Riri dan ia pun kembali ke tempat duduknya.
Ayri hanya menonton kejadian itu, dan tidak lama kemudian guru matematika pun masuk ke kelas. Mereka pun fokus membahas materi.
Di saat jam pulang sekolah..
__ADS_1
" Ayri......" Panggil Tea dan Avril dari arah belakang Ayri yang sedang berjalan menuju parkiran sambil melamun.
Ayri pun menoleh dengan muka lusuh.
"Hey, kalian kemana aja sih. Gue kangen tau kita ga ketemu-ketemu." Ayri memeluk Tea dan Avril.
" Iya nih, kita juga kangen. Kita sama-sama sibuk di kelas masing-masing ya, kita main dulu yuk di rumah gue." Ajak Avril.
" Duh sory Ril, kaya nya lain kali aja deh. Gue udah cape banget nih, dan kaya ga enak badan." Ucap Ayri loyo.
" Hmm, ya udah deh. Tapi janji ya lain kali, dan nanti kita week end lagi. " Avril menyodorkan jari kelilingnya untuk meyakinkan mereka akan pergi Week end di lain kesempatan.
"Oke, gue duluan ya. Itu Kaka gue udah jemput." Ayri pamit karna hari ini ia d antar jemput oleh Kakanya.
Di rumah.. Ia langsung merebahkan badannya di kasur berusaha menormalkan fikirannya yg muram.
" Kenapa fikiran gue ga karuan gini sih ya Allah, udah Ayri ikhlasin aja Dewa, Riri tuh lebih-lebih suka nya terhadap Dewa dari pada lo. Jadi lo harus ngalah, oke?."
Ayripun menyalakan radio tapenya dan ia mendengarkan siaran radio anak muda, ia mencoba menghubungi dan ingin mencurahkan isi hatinya kepada pendengar setia Radio FM dan ia request lagu dari Band Ungu.
telah ku coba segala cara tuk bahagiakan kamu, merebut hatimu. namun tak semudah yang ku bayangkan bila kau ta ingin kan ku tuk di sisimu.. tak pernah ku rasakan sebelumnya, menginginkan dirinya, hingga ku tak kuasa, meyakini hatiku bahwa ku mampu berlalu..
~song ungu, Dilema~
Ayri lupa untuk membuka pesan yg Rangga kirim semalam.
"Puisi? atau kata-kata dari hatinya?. Hah, gue udah ga mau lagi kejebak sama rayuan Rangga." ia mengabaikan pesan tersebut karna hatinya masih kalut terhadap Dewa.
*****
Keesokan harinya di sekolah..
Ayri berusaha untuk mengondisikan hatinya setenang mungkin dan berusaha untuk tidak mempedulikan Dewa.
Ayri, Shisi dan Tea sedang sarapan di kantin sambil ngobrol ngalor ngidul. Ayri baru mengetahui bahwa Shisi menyukai Ali, itupun karna Melly yg memberi tahukan kepada Ayri.
__ADS_1
"Serius Shi, kamu suka sama Ali? Ya ampun kenapa kamu ga pernah cerita sih?." Ayri terkejut atas info dari Melly .
" Ga tau tuh, padahal kita kan deket. Kalo aja gue ga minjem buku nya dan buka bagian tengahnya mungkin gue ga tau kalo ada tulisan nama ALI di buku nya."
"Melly...... Udah ih kamu tuh ember banget sih." Shisi cemberut merasa kesal dan malu terhadap 2 sahabatnya itu.
"Hehe, ga apa-apa ko Shi wajar. "
" Tapi Ay, kamu tau ga sih sikap Yusi terhadap Ali? dia ko kaya suka juga sama Ali. " Shisi tiba-tiba loyo seperti putus harapan ketika menceritakan hal itu.
" Hey, kamu ga ngeliatin aku, yang suka sama Dewa tapi ada si Riri?." Ayri menyadarkan Shisi agar tidak mudah putus asa.
Bel tanda masuk berbunyi..
tepat jadwal pelajaran B. Daerah yaitu bahasa Sunda.
Yusi selaku Ketua Kelas, ia membagikan buku paket B. Sunda yang guru perintahkan ambil dari perpustakaan.
"Guys, kalian buka hal. 50 ya disitu ada soal yang harus kalian isi, dan jawabannya kalian cari dari halaman 48-49 nanti kalo sudah kalian kumpulkan lagi tulis jawabannya di 1 lembar kertas aja. " Jelas Yusi yang menjelaskan di depan kelas.
Siswa pun dengan santai mengisi jawaban sambil contek-contekan, bahkan ada yang memilih bermain gitar dari pada mengerjakan soal.
" Ay, coba deh ini tulisannya. Dari penggemar rahasia lo ." Tiba-tiba Ali menghampiri Ayri yg sedang fokus mengerjakan soal.
" Apaan sih li." Ayri merespon aneh terhadap Ali. Ayri pun membuka buku yang Ali berikan dan ia lihat di bagian halaman depan dengan tulisan.
'AYRI AKU TUH SUKA KAMU " Isi dari tulisan itu.
" Cieee tulisannya siapa tuh, haha. Tulisan Dewa deh kayanya, haha. " Canda Ali
"Apaan sih, udah ga usah bercanda dan jangan bikin gue GR sana duduk di tempat lo, risih ganggu gue Mulu." Usir Ayri yang merasa risih namun hatinya bertanya-tanya.
"Itu tulisan siapa sih? suka sama gue? tapi siapa?." gumam Ayri dalam hati.
Sementara Shisi yang sedari tadi Ali menghampiri Ayri, ia merasa deg degan dan terasa dekat sampai mencium aroma parfum yg di pakai Ali.
__ADS_1