Apakah Ini Cinta??

Apakah Ini Cinta??
Sinta itu Sepupu Dewa


__ADS_3

" Dorrrrrr. " Dewa memberi kejutan terhadap Ayri yang sedang berusaha menelfon nya.


" Dewaaaaaaa... Apaan sih kamu ngagetin aku kaya gitu, ngga lucu tau." Ucap Ayri kesal dan mencubit perut Dewa.


" Aduh iya iya ampun. Hehe, habisnya dari jauh kamu kaya kesal jadi aku kagetin aja, hehe. " Ucap Dewa mengelus pundak Ayri.


" Ih ngga lucu, lagian kamu ngapain aja sih Chat aku ngga di balas telfon pun ngga di angkat. " Ucap Ayri jutek.


" Aku lupa ngga bawa Hp, kan aku kesini jalan kaki. " Jawab Dewa enteng.


" hmm. Ya udah kalo gitu, ajak aku dong pergi kemana gitu jalan-jalan. " ucap Ayri pun enteng.


" Kemana? aku kan lagi ngga ada uang sayang. "


" Emang pergi jalan-jalan harus pake uang? naik motor, pake bensin, dan ini bensin uda aku isi full. Jadi kamu ngga ada alasan, ayo pergi. " Ayri menarik tangan Dewa memaksa Dewa untuk menyetir.


" Ayo Dewa ih. " Nada Ayri manja dan tetap merayu Dewa.


" Iya, iya, iya ayo. Kemana?. " Dewa pun menyerah. Padahal Dewa bingung akan di ajak jalan kemana Ayri, sementara Dewa sedang tidak ada uang untuk mentraktir Ayri.


" Terserah kamu. " Jawab Ayri enteng dan membonceng memeluk erat Dewa.


" Hmm. " Dewa hanya bergumam dan pergi membawa Ayri ke rumah Sinta.


" Ini rumah siapa Wa?. " Tanya Ayri berbisik.


" Sinta, saudara aku. Ayo turun, kita main aja ke rumah dia. " Dewa turun duluan dari motor di ikuti Ayri.


" OMG, aku malu banget kalo harus main ke saudaranya. Gimana kalo nanti di tanya macam-macam?." Gumam Ayri.


" Eh Kak Dewa, sini ka. " Ucap Sinta dari dalam toko yang sedang melayani pembeli.


Sinta adalah saudara sepupu Dewa yang seumuran dengan Ayri. Mereka sudah seperti adik kakak dan kedua nya saling cerita tentang kepribadian.


" Dewa, aku malu. " Ayri menghentikan langkah Dewa dengan cara menarik lengan Dewa.


" Udah biasa aja, kan kamu pernah ketemu juga sama dia." Ucap Dewa melanjutkan langkahnya.


" Cieee bawa cewek nya nih. " Sinta pun keluar toko dan menyapa mereka.


" Oh, Ini ponakan Dewa yang waktu itu ngantar Dewa ketemuan sama aku ya?." Tanya Ayri mengingat kejadian kala itu.


" Hehe, iya. Apa kabar ka?. " Sapa Sinta sopan dan meminta untuk bersalaman lalu mempersilahkan Ayri masuk ke ruang tamu dan duduk.


"Ah, iya alhamdulilah baik. " Ayri melempar senyum.


" Ka Dewa banyak cerita loh tentang kakak, hehe."


" Oh ya? hehe cerita apa aja, jadi malu nih, hehe. " tanya Ayri malu-malu.


Sementara mereka berbincang, Dewa keluar untuk membelikan Ayri dan Sinta minuman.

__ADS_1


" Oh iya Ka, Ka Dewa juga dulu ada yang ngefans loh anak SMP Tapi, " Ucap Sinta yang tiba-tiba mengentikan ucapannya karna ada orang di luar ya memanggil.


" Eh Ka, sebentar ya aku ke luar dulu ada pembeli, hehe. " Sinta pun pergi dan menghampiri suara sahutan tersebut.


Sementara Dewa kembali dengan membawa beberapa botol minuman dingin.


" Ayo di minum. " Dewa mempersilahkan.


" Ah, iya. Santi anak nya asik ya, hehe. " Ucap Ayri sambil mengambil minuman dan meminum nya.


" Cerita apa aja? Pasti ngomongin aku ya?. " Tanya Dewa.


"Pastinya, haha. Ada juga ya wanita lain yang ngefans sama kamu. Haha. " Ayri ketawa geli.


" Bohong, Sinta suka ngarang. " Elak Dewa.


" Oh iya, hari ini ada rencana mengerjakan tugas ngga?. " Tanya Dewa kemudian mengalihkan pembicaraan.


" Ngga ada tuh, maka nya aku pengen jalan-jalan. Malah kamu ajak aku kesini, tapi bagus deh aku jadi tau info tentang kamu, haha. " Ucap Ayri enteng.


Ayri pun menghabiskan setengah hari nya main di rumah Sinta, sampai Ayri nyaman beristirahat sejenak di kamar Sinta meski sekedar menumpang shalat dan rebahan.


" Maaf ya Kak, kakak main hanya di suguhkan seadanya, di layani seadanya habis kak Dewa ngga bilang kalo kakak mau main kesini. " Ucap Sinta merasa tidak enak terhadap Ayri ketika Ayri akan bergegas pulang karna hari sudah mulai sore.


" Iya Sinta ngga apa-apa ko, ini udah lebih dari cukup. Kamu udah berbagi cerita, udah nawarin makan, udah nawarin istirahat, pokok nya kamu baik banget, makasih ya. " Ayri mengelus pundak Sinta yang tengah duduk di samping Ayri di bibir ranjang.


" Iya kak sama-sama. Pokoknya jangan sungkan sama Sinta ya Kak. " Balas Sinta.


" Yap, kalo gitu kakak pulang dulu ya Sin, insya allah kalo libur kuliah kakak pasti main ke rumah kamu lagi." Ayri bergegas bangun dari duduk dan berpamitan.


" Masya allah, saudara Dewa baik banget ya ternyata Welcome. Cuma ya aku ngga sempet ketemu sama ibu nya Dewa. Ah lagian aku belum siap. " Gumam Ayri dalam hati selama perjalanan pulang.


" Sinta, dia wanita yang mandiri banget ya masih belia tapi udah mau usaha buka warung. Meskipun ibunya jadi TKW, salut deh pokok nya. " Lanjutnya.


Tibanya di rumah...


Ayri di sambut oleh ibunya yang tengah mengajak Rey ponakan Ayri bermain di taman sambil bercocok tanam.


" Dari mana Ayri ko lama banget ngerjain tugasnya? udah shalat belum?. " Tanya ibu Ayri yang merasa khawatir akan anak bungsunya.


" Udah mah, tadi aku habis main ke rumah teman sambil ngerjain tugas terus di sana numpang shalat. " Ucap Ayri sambil bersalaman dengan Ibunya dan mengelus kepala Rey.


" Syukurlah, jangan lupa makan nya. " Ucap ibunya sementara Ayri langsung berlalu ke kamar untuk mandi dan ganti baju.


" Eh, ngomong-ngomong yang di ucapkan Sinta itu gimana ya maksudnya ? siapa anak SMP yang suka sama Dewa itu ko aku baru tau bahkan Dewa ngga pernah cerita ke aku. " Ayri bertanya- tanya dalam hati dan memikirkan akan hal tersebut.


" Ya asal jangan macam-macam aja deh. " Ayri pun merebahkan tubuhnya di atas kasur.


Beberapa bulan kemudian...


Hari-hari yang Ayri lalui semakin membuatnya tidak pernah semangat untuk kuliah, pasalnya meskipun kini ia sudah mempunya laptop tapi tidak bisa ia bawa karna selalu bentrok dengan Ayahnya yang setiap hari sibuk dan membutuhkan laptop. Selain itu juga, kendalanya adalah ia tidak mampu untuk membeli modem sementara setiap hari selalu ada tugas sehingga mau tidak mau ia harus menyisihkan uang sakunya dan merelakan untuk tidak jajan di luar ataupun makan di luar.

__ADS_1


" Hey Ayri, ayo buruan siap-siap. " Ucap Irma mengagetkan lamunan Ayri yang sedang memikirkan kuliah di bidang lain.


" Eh, i, iya kak. " Ayri pun langsung bersiap memakai jilbabnya dan memakai baju keseharian yang ia pakai.


Malam ini Irma dan Genk nya ingin mengajak 1 kamar untuk dinner di luar. Bersyukur Ayri di ajak karna ini adalah kali pertamanya dinner dengan teman-temannya di suasana kota.


Belum lama ini pula Aisyah sudah menikah sehingga Aisyah lebih memilih tinggal di kontrakan bersama suaminya di sekitaran kampus agar tidak terlalu jauh bolak balik kampus. Semenjak itu pula Ayri dan Aisyah tidak lagi selalu bersama.


" Yuk capsus . " Ujar Irma sambil keluar kamar menuju parkiran mobil di ikuti oleh teman-temannya.


Selama kuliah Irma selalu membawa mobil dan selalu di titipkan di tempat parkir kampus, teman-temannya tidak ada yang sungkan terhadap Irma karna Irma tipe cewe boral karna ia terlahir dari keluarga dermawan.


" Kakak Ajak kalian makan sambil karaokean ya. Kita habiskan malam ini dengan bersenang-senang. Karna besok kita sudah mulai ujian praktek dan minggu depan kita mulai Praktek Kerja Lapangan. " Jelas Irma sambil menyetir. Sementara Ayri hanya terdiam lugu menyaksikan teman-temannya berbincang ngalor ngidul riang gembira.


Di lokasi, tepatnya di tempat karaoke milik Diva terkenal se indonesia Ayri dan teman-temannya di layani sepenuh hati okeh pemandu karaoke dan di sediakan makanan sesuai pesanan.


Aroma makanan tersebut terlalu mewah tercium oleh hidung Ayri yang membuat Ayri mual terlebih dahulu. Tetapi Ayri sungkan untuk menolak hidangan tersebut sehingga sedikit demi sedikit yang Ayri makan.


Dalam situasi makan bersama, mereka tidak hanya makan, melainkan bergantian untuk bernyanyi karaoke. Ayri pun menikmati lantunan-lantunan lagu yang temannya nyanyikan.


' Udah makan belum?.' Dewa.


Ayri pun langsung sigap membaca pesan dari Dewa.


" Ayri, ayo dong ikutan nyanyi, jangan diem aja. Makan juga ngga di habisin, sayang loh. " Ucap Fitri menghampiri Ayri yang tengah membuka HP.


" Eh, ng,ngga ah. Aku ngga bisa nyanyi, hehe. " Ucap Ayri malu-malu.


" Udah ayo ngga apa-apa. Ayo sini kalo ngga nyanyi se engga nya ikutan joged-joged aja. " Fitri memaksa Ayri untuk berdiri.


" Ngga enakan sama kak Irma, hargai dia. " Bisik Fitri ke telinga Ayri.


" E,eh. I, iya. " Ayri pun menuruti perintah Fitri.


" Ya allah, kenapa aku jadi terjebak seperti ini. Ini seperti bukan diri aku terbawa-bawa teman yang royal kaya gini. Aku ngga nyaman, aku bahkan ngantuk lelah seharian kuliah. " Gumam Ayri dalam hati sambil ia joged² pelan mengikuti teman-temannya sampai ia tidak sempat membalas pesan dari Dewa.


Jam pun menunjukkan pukul 00.30 WIB.


Suasana depan mall dan tempat karaokean pun sudah sangat sepi karna sudah tutup tetapi aktivitas di dalam tempat karaoke masih ramai karna semakin larut, tempat karaoke semakin banyak yang berkunjung.


" Waktu nya udah habis guys, waktunya kita pulang dan istirahat. Huammm aku pun udah mulai ngantuk guys. " Ujar Irma sambil menguap.


Mereka pun akhirnya pulang ke asrama tengah malam. Sesampainya di Asrama kampus, gerbang pun sudah terkunci.


" Mang, mang Agus buka dong gerbangnya. " Teriak Irma dari luar gerbang kepada mang Agus satpam kampus yang tengah tertidur di bangku pos. Mang Agus pun kaget dan terbangun.


" Aduh neng, jam berapa ini kalian baru pulang. " Ucap Mang Agus menghampiri Irma.


" Ya ampun, ini teh se kamar perginya?. " Mang Agus yang terkejut ketika melihat pasukan barak kebidanan masih ada di luar gerbang.


" Ayo dong mang, buka gerbangnya kita udah ngantuk nih. " Ucap Dian memohon.

__ADS_1


" Kalian ini keterlaluan ya, maaf kalian udah melanggar peraturan. Gerbang di kunci dan tidak menerima orang dari luar d atas jam 12 malam, mengerti?. " Omel mang Agus.


" Yah pak, plisss kali ini aja. Tenang pak, ini 100 ribu buat bapak. " Rayu Irma kepada Mang Agus. Tetapi mang Agus bersikeras terhadap rayuan-rayuan mereka sehingga mereka pun lebih memilih untuk pergi dan menyewa hotel untuk numpang tidur semalaman.


__ADS_2