Apakah Ini Cinta??

Apakah Ini Cinta??
Move on part 4


__ADS_3

Malam hari..


Ayri duduk di teras sambil memandangi langit yang terlihat begitu cerah.. Ia mengingat kembali bayangan saat ia di dalam angkutan umum bersama Dewa.


" Ya Allah, gue pengen banget lupain dia. Tapi kenapa dia malah selalu hadir, kalo dia suka kenapa dia ngga pernah bilang langsung.? Apa gue yang harus ngungkapin? tapi ngga mungkin, dimana harga diri gue sebagai cewe. " Batin Ayri. Kemudian ia membuka HP dan mengingat Rangga.


" Rangga, dia cowo dewasa. Usianya 5 tahun lebih tua dari gue, tapi dia sampai saat ini masih selalu berusaha untuk dapetin hati gue. " Lagi- lagi ia membayangkan saat telfonan kemarin.


Saat itu..


" Seriusan deh, Kaka tuh kangen pengen bercanda sama kamu lagi kaya dulu saat kita baru kenal." Ucap Rangga tiba-tiba.


" Hmm, kenapa bisa. Kan aku udah jutek ngga pernah ngeladenin Kaka ."


" Ga tau kenapa, Kaka ngerasa perasaan yang beda ke Ayri . Meskipun Kaka sering Deket sama cewe, tapi perasaan Kaka selalu jatuh cintanya ke Ayri. " Jelas Rangga, Namun Ayri hanya menyimak.


" Ayri akan terima Kaka ngga kalo Kaka nembak Ayri?. " Sambung Rangga.


Perbincangan mereka menjadi ngalor ngidul dan kembali menciptakan kedekatan diantara ke dua nya. Hati Ayri pun kini kembali luluh karna rayuan-rayuan gombal yang Rangga lontarkan.


" Udah ah, gombal melulu nih. Aku mau istirahat dulu, sana shalat Jumat. Aku ga akan ke makan rayuan Kaka meskipun nanti bakalan nembak sampe 100x pun weeee.... " Ucap Ayri bercanda dan ia langsung mematikan ponselnya.


Dan saat ini..


Ayri masih menatapi langit sembari membayangkan, namun tiba-tiba ibu nya Ayri menghampiri Ayri yg tengah menikmati keindahan bintang.


" Ayri belum tidur.?" Tanya ibunya basa-basi dengan mengelus pundak Ayri.


" Eh mamah, masih belum ngantuk." Jawab Ayri. Ibunya kini ikut duduk di samping Ayri.


" Ayri masih marah ya sama mamah?. " Tanya Ibunya kemudian.

__ADS_1


" Emm, ya gimana sih mah, mungkin ini yang terbaik menurut kalian. Ayri ngga bisa menolak, yang terpenting suatu saat ketika Ayri menemukan pilihan hati, mamah sama papah ngga melarang dan mamah papah ngga perlu mencarikan pilihan hati untuk Ayri. " Tutur Ayri dengan nada yang datar namun meyakinkan.


" Eh, ko anak mamah ngomong nya udah sampai sejauh itu nak? anak mamah udah gede ya sekarang. Udah ngerti tentang pilihan hati, tapi sekarang Ayri masih belum layak untuk memikirkan itu." Jelas ibu nya sambil membelai rambut Ayri.


" Ayri udah ngerti mah, karna Ayri bukan anak kecil lagi, Ayri udah remaja. " Jawab Ayri.


"Hehe, iya. Masalah pilihan hati tentunya hanya Ayri yang bisa memilih, sekarang udah malam lho ke dalam yuk istirahat." Ajak ibu nya kemudian yang sudah mulai menguap dan datang rasa kantuk.


Ayri pun mengikuti ajakan ibu nya.


Kloneng ( HP Ayri berbunyi ) pesan dari Rangga.


' Hay cantik, lagi apa nih. Kaka ganggu ngga?.' Rangga.


Tidak seperti biasanya, kini tutur Rangga lebih lembut.


' Ngga ko, ini baru mau rebahan. ' Ayri.


' Iya' Ayri.


Sampai akhirnya mereka pun saling ngobrol via telfon sampai larut malam. Tidak ada yang lain selain obrolan mengenai hati mereka berdua, namun Ayri tidak bercerita kepada Rangga tentang perasaan nya terhadap Dewa.


" Ayri tuh suka ngga sih sama Kaka?." Tanya Rangga.


" Hmm gimana ya? belum tuh. " Ucap Ayri bercanda.


" Kalo belum berarti ada harapan dong buat nanti suka." Ucap Rangga penuh harap.


" Hehe, ngga tau ah. Aku masih sebel sama Ka Rangga yang playboy. "


" emang kata siapa Kaka playboy?, Kan Kaka setelah putus dari Citra udah ngga Deket lagi sama cewe manapun. " Tutur Rangga meyakinkan Ayri.

__ADS_1


" Ah gombal, bohong. Udah ah ngantuk nih, aku mau tidur duluan ya, Bye." Ayri langsung mematikan HP nya tanpa pamit namun senyam-senyum.


Memang kini hati Ayri jadi tidak karuan, ia memberikan harapan untuk Rangga bisa masuk di kehidupannya. Ada rasa ingin menjadi pacar Rangga, namun di sisi lain Ayri masih belum move on dari Dewa seutuhnya.


" Sebentar lagi gue bakal sekolah di luar kota, kapan lagi kesempatan gue untuk bisa ngerasain pacaran. Di pesantren mana bisa gue pacaran, ada Rangga yang menurut gue dia udah berubah. Kayak nya dia beneran suka sama gue, gimana kalo cinta nya gue terima?. Disisi lain hati gue masih suka sama Dewa? Oh my God Wa, kenapa sih bukan Lo yang nembak gue.? huhuhu. " Ucap Ayri sambil duduk di meja belajar menatap buku Diary yang telah ia tulis sesuatu.


Ayri membaringkan tubuh nya di kasur dan memejamkan matanya membayangkan wajah mereka berdua.


Ke esokan harinya ...


Ayri masuk sekolah untuk terakhir kalinya sebelum memasuki Ujian Nasional. Meskipun hari ini tidak ada kegiatan belajar mengajar, tetapi Ayri bermaksud ingin memberikan uang sebagai ganti ia tidak bisa mengikuti praktek renang yang kemudian uang itu untuk pak Dodi belikan Bola volly.


Ayri berangkat tanpa Avril dan Tea ataupun Melly dan Shisi karna mereka sudah selesai mengikuti tugas.


Ayri memasuki ruang guru untuk menemui pak Dodi.


" Permisi assalamualaikum?." Ucap Ayri sambil mengetuk pintu dan menuju meja pak Dodi menemui pak Dodi yang sedang sibuk mencatat nilai hasil praktek kemarin.


" Permisi pak, saya mau ngasih uang ini ke bapak sebagai ganti kemarin saya tidak mengikuti praktek renang. Saya tidak tau perlengkapan olahraga apa yang sedang di butuhkan saat ini di sekolah ini, jadi saya berikan uang saja supaya bapa yang membelikannya." Jelas Ayri.


" Oh, kamu temui saja Dewa. Kebetulan dia ketua eskul volly, dan sedang kekurangan bola volly untuk latihan. Kamu temui saja Dewa sekarang sedang ngelatih adik kelas nya dilapangan volly. " Tutur Pak Dodi.


" Oh iya pak baik, kalo gitu saya permisi dulu mau temui Dewa. Makasih ya pak. Assalamualaikum ." Pamit Ayri. Ia pun menemui Dewa yang sedang melatih adik kelas.


" Sebenernya gue ga siap ketemu dia, yang ada gue ga bisa move on move on dari dia, tapi ya harus gimana lagi. " Gumam Ayri sambil menunduk karna silau sinar matahari.. sebelum ia sampai menemui Dewa yang sedang melatih adik kelas nya, ia panggil Dewa.


" Dewa... ." Panggil Ayri dari pinggir lapangan, namun Dewa menghiraukan panggilan Ayri. Ia malah melempar bola ke arah adik kelas yang akan berusaha posisi serven bola, namun bola itu meleset dan..


Tuingggggggggg, Dessssss... Bola itu malah mengenai kepala Ayri yang akan menghampiri Dewa.


"Aduhhh.. " Ayri terjatuh dan merasakan sedikit pusing karna hantaman bola tersebut. Dengan refleks, Dewa beserta tim latihan pun segera menolong Ayri.

__ADS_1


"Duh, sory sory. Lo ga kenapa-kenapa?. " Namun Ayri malah pingsang ketika ia berusaha untuk bangkit dari jatuhnya.


__ADS_2