Apakah Ini Cinta??

Apakah Ini Cinta??
Cinta Bersemi Kembali


__ADS_3

Hari-hari berlalu..


Kini Ayri dengan Dewa semakin dekat. Hampir setiap menit setiap jam setiap hari mereka SMS an dan bahkan telfonan, tapi hari ini mereka harus merelakan tanpa komunikasi selama 1 semester karna Ayri harus kembali ke pesantren.


' Aku pamit, jaga diri baik-baik. Tunggu aku kembali.' Pesan Ayri kepada Dewa. Ayri membereskan baju serta perlengkapan lainnya untuk ke pesantren.


" Sudah siap?. " Tanya kakak Ayri yang tiba-tiba masuk membuka pintu kamar Ayri.


" Iya udah. " Ayri pun bergegas keluar kamar membawa tas yang telah di kemas dan kemudian pamit dengan ayah dan ibunya.


Di perjalanan menuju pesantren dengan menaiki angkutan umum, Ayri di antar oleh kakak nya. Kakaknya bertanya-tanya hal yang membuat Ayri akhir-akhir ini terlihat sumringah karna ia melihat tiap kali adik bungsunya itu senyum-senyum sendiri sambil memainkan HP nya.


Ayri pun menceritakan tentang Dewa yang selama ini menjadi pengisi hati Ayri.


" Oh, jadi yang waktu itu nelfon ke kakak adalah Dewa?, Kakak sih boleh-boleh aja kalo kamu Deket sama cowo, asalkan kamu harus jaga jarak dan jangan sampe mempengaruhi nilai sekolah dan nilai agama kamu. " Kakaknya menasehati.


" Insya Allah ka, aku percaya Dewa itu laki-laki yang baik. Jangan di hapus nomor dia ya ka, aku mohon cuma dia satu-satunya teman Ayri yang bisa di hubungi. " Ayri memohon agar kakak nya mengerti dengan perasaan Ayri. Kakak Ayri hanya mengangguk.


Sesampainya di pesantren..


Hati Ayri terasa sempit, sesak. Rasanya ingin segera libur sekolah lagi agar ia bisa cepat bertemu dengan Dewa lagi.


" Kakak pamit ya, jaga diri kamu baik-baik disini. Jaga kesehatan. " Tutur Kakak Ayri pamit. Ayripun memasuki gerbang Asrama putri.


" Ayri.... " Panggil seorang laki-laki dari luar gerbang Asrama ketika Ayri hendak melangkah masuk gerbang.


Ayri pun menoleh, laki-laki itu adalah Ghani.


" Boleh aku ngobrol sebentar sama kamu. " Tanya Ghani mendekati gerbang Santri.


" Maaf ga bisa, banyak pengurus santri berkeliaran. Aku ga mau kena kafaroh cuma karna ngobrol sama kamu " Ucap Ayri ketus dan berlalu begitu saja meninggalkan Ghani.


" Assalamualaikum. " Sapa Ayri ketika membuka pintu kamarnya yang kini dia berada di kamar lantai 2. Ayri masih satu kamar dengan Desy dan Ririn serta 9 teman yang lainnya.


" Walaikum salam " Jawab Desy dan teman-teman lainnya yang masing-masing sedang sibuk dengan aktivitasnya.


" Desy, Ririn. Aku kangen banget sama kalian " Ayri merangkul ke dua sahabatnya.


" Aku juga kangen kalian." Ucap Ririn berseri-seri.


" Gimana liburan kalian pasti berkesan kan ?. " Sambung Ririn.


" Aku seneng banget dong bisa pulang ke kampungku, kakak aku lahiran jadi aku punya keponakan baru dong." Cerita Desy dengan logat Jawa yang medok. Mereka ber tiga duduk di atas dipan milik Desy sambil bercerita mengenai liburannya.


" Aku juga ga kalah senengnya dong sama kamu. Tau ngga, Aku ketemu lagi sama CIDAHA. " Ucap Ayri girang.

__ADS_1


" Hahhhh??? Itu gimana ceritanya? maksudnya kamu ketemu pacar kamu di kampung?." Tanya Ririn yang tidak mengerti dengan maksud Ayri.


" Poko nya ceritanya puanjaaaanggg banget. dan inti nya kemarin aku baru ketemu sama cowo yang selama ini aku suka. " Jelas Ayri. Lalu Ayri menceritakan dari a-z tentang Dewa.


" terus terus?? " Tanya Desy dan Ririn ingin tahu.


" Kamu pacaran sama dia? " lanjut Ririn.


" Szzzz jangan kenceng-kenceng " Ayri membungkam mulut Ririn.


" Dewa selama ini belum sempet nembak sih " Ucap Ayri lusuh.


" Eh tapi yang penting aku sama dia udah Deket, haha " Lanjutnya dengan wajah yang sumringah.


" Cieee, eh terus itu si Ghani gimana? dia kan ngejar-ngejar kamu terus. " Tanya Desy.


" Bodo amat, emang gue fikirin " Ayripun kemudian melangkah ke dipan nya yang bersebelahan dengan dipan Ririn.


Terdengar suara Azan magrib berkumandang serta seruan oprak-oprak keamanan Asrama putri agar para santri segera mengambil air wudhu shalat dan mengikuti pengkajian di kelasnya masing-masing.


" Hmm, masih terbawa suasana rumah rasanya males banget buat ikut pengkajian " Ucap Ayri loyo sambil bangkit dari dipan nya dan mengambil mukena di dalam lokernya.


Shalat magrib lalu kemudian Isya pun telah di laksanakan, para santri bergegas menuju kelas pengkajian masing-masing.


Ayri dan teman-teman sekamar nya berbondong masuk ke kelas tilawatih. Karna mereka kedapatan jadwal tilawatihan.


" Aduh mampus nih, bisa grogi aku kalo yang ngajarin nya mas Haikal haduh gimana ini. " Gumam Ayri dalam hati.


" Nah, Kelas 2A ini udah siap ya mas ajarin tilawatih yang benar. Selain kalian harus melafadz kan huruf dengan benar, kalian juga harus benar dalam bacaan harokatnya. " Tutur Haikal.


Kemudian Haikal pun mempersilahkan satu persatu giliran para santri dan santriwati untuk maju membaca Alquran dengan bertilawah sesuai absensi. Kelas di batasi oleh tirai namun tempat duduk ustadz agak di tinggikan agar bisa melihat santriwati juga.


Giliran Ayri maju, ia berdiri dengan malu-malu


" Bismillahirrahmanirrahim.. Audzubillah himinassyaitonirojim. Bismillahirohmannirohim " Ucap Ayri dengan bibir agak bergetar.


" Wal Asyri innal ingsana.. " Ayri melafadzkan dengan gerogi. Haikal memperhatikan Ayri dan mengajari Ayri dengan bacaan yang benar.


Agak lama Haikal mengajarkan Ayri, sampai akhirnya Ayri melafadzkan sesuai huruf dan harokatnya.


" Huh, lelah juga. Ko aku jadi malu gini ya di ajari sama mas Haikal. " Gumam Ayri selepas pulang dari pengkajian dan tiduran di atas dipan.


" Dewa, kamu lagi apa ya. Udah tidur belum jam segini, kemarin jam segini kita masih asik nelfon. Ah jadi kangen kamu Wa. " Ucap Ayri. Lalu kemudian ia turun dari asrama menuju halaman Asrama. Ia duduk teras depan kamar mandi dan membaringkan tubuhnya menatap bintang. Cuaca malam ini begitu terang di hiasi kemerlio bintang.


" Dewa, aku rindu. Kamu lagi apa. Semoga kamu merasakan hal yang sama. " Ayri memejamkan matanya dan perlahan ia menyanyikan lagu dari d'masiv " RINDU SETENGAH MATI "

__ADS_1


" Aku yakin Wa, meskipun kamu belum mengungkapkan perasaan kamu ke aku, aku yakin banget kamu cinta kan sama aku. " Batin Ayri.


.....


Keesokan harinya.


Setelah selesai shalat Zuhur, Ayri berangkat sekolah dengan hati yang tiba-tiba tidak karuan.


" Ko aku tiba-tiba inget sama papah ya, rasanya ko kangen. Padahal aku kan sebel banget sama dia. " Ucapnya sambil berjalan menuju sekolah di iringi 2 sahabatnya.


" Ayri, kamu kenapa jalan ko malah ngelamun. " Ucap Ririn mengagetkan lamunan Ayri.


" Eh, mmm aku tiba-tiba kefikiran ortu. Perasaan aku ngga enak Rin. " Ucap Ayri khawatir.


" Hehe, itu mungkin kamu belum kerasan disini. Perasaan kamu masih pengen di rumah. " Raba Ririn mencoba menenangkan Ayri.


" Iya mungkin. " Ayripun mencoba berbaik sangka.


Jam pelajaran biologi di mulai, Para siswa fokus menyimak pelajaran mengenai perkembang biakan tanaman lumut dengan seksama. Namun batin Ayri masih terfikir kan akan wajah sang ayah.


" Baik anak-anak. Untuk sekarang kalian boleh membagi tugas. Kalian nanti cari tumbuhan jenis lumut lalu kalian teliti dan ceritakan tentang profil dari jenis tumbuhan tersebut. " Jelas Bu Erma selaku guru biologi.


Ayri dengan kelompok mulai mencari di lingkungan sekolah. Sialnya Ayri satu kelompok dengan Ghani. Ayripun merasa risih karna Ghani sedari tadi selalu melirik Ayri dan mencoba mendekati Ayri.


" Ay, itu si Ghani ko ngeliatin kamu lekat gitu ya, hehe." Ucap Lia yang saat di kelas 2 ini menjadi teman sebangku Ayri.


Di kelas 2 ini Ayri berpisah dengan Desy. Melainkan Desy sekelas dengan Ririn. Mereka di kelas IPS melainkan Ayri di IPA.


" Liatin kamu kali, hehe. " Ayri malah mengelak bermaksud bercanda.


" Biarin aja lah, aku udah bosen meladeni dia. Aku udah punya pacar. " Ucap Ayri PD.


" Hah serius kamu udah punya pacar, siapa? eh nanti kalo ketauan pengurus pesantren kamu malah d keluarin loh dari pesantren. " Ucap Nuri


" Issshhh kamu apaan sih, pacar aku di kampung bukan disini. " Jelas Ayri.


" Udah ah ke kantin aja yukkk, biar mereka yang pinter aja yang nyari lumut, kita mah kerjain di kantin aja.


Ayri dan Lia pun ke kantin, mereka memesan bakso dan air mineral. Ayri menyantap 1 porsi bakso dengan lahap. Sambil menyantap, mata Ayri melihat di pagar kantin ada sebuah tanaman paku haji yang tertempel di pagar pembatas kantin.


" Lia, bentar ya, aku mau ambil tanaman paku dulu. " Ayri bergegas dari bangku kantin namun ia tidak sengaja menabrak seorang laki-laki ( di pesantren sangat lekat bahwasannya laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim tidak boleh saling bersentuhan mereka harus menjaga jarak minimal 1 meter )


" e,eh sorry.. " Ayri langsung menjauh ketika ia merasa menyenggol laki-laki.


" Astagfirullah, sebaiknya kalo mau bertindak jangan tergesa-gesa ." Tutur laki-laki tersebut dengan lembut.

__ADS_1


" Eh. " Ayri terpaku saat ia tau yang di senggolnya ternyata adalah Haikal.


" Ma, maaf ka ngga sengaja. Iya lain kali aku ngga akan ceroboh lagi. " Ucap Ayri menunduk. Haikal pun pergi dan menjauh dari Ayri.


__ADS_2