
'Ah, bohong. Mana mungkin Dewa sampe tau nomor Kaka ku. ' Ayri.
Kriiiiiinggggg ( Panggilan masuk )
Dewa menelfon Ayri, dan dengan sigap Ayri pun langsung mengangkat karna sangat penasaran.
" Ha,Lo. " Ucap Ayri gugup. Tangannya terasa dingin, dan hatinya sangat deg-degan.
" Iya Hallo, ini Ayri ?. " Tanya Dewa.
" Iya, ini beneran Dewa?." Ayri masih tidak percaya.
" Iya ay, ini gue Dewa. Gimana kabarnya?." Ucap Dewa di balik telfon, ke duanya saling gugup.
" Alhamdulilah kabarku baik-baik aja. Kamu sendiri gimana?." Tanya Ayri. Namun tiba-tiba sambungan sinyal terputus.
" Yah malah mati. " Ayri menunggu Dewa kembali menelfon, namun tidak kunjung menelfon. Ayri ingin menelfon balik, tapi khawatir pulsa kakaknya habis.
' Nanti telfon lagi ya. ' Ayri.
' Pulsa gue habis, nanti kapan-kapan gue telfon lagi. ' Dewa.
Komunikasi mereka saat ini terpaksa harus terputus.
" Pah, Ayri mau ambil HP Ayri yang papah pakai. " Ucap Ayri berusaha memanja kepada Ayahnya.
" Nanti Ayri beli yang baru aja ya. HP Ayri udah jelek, nanti papah belikan Ayri HP yang bagus." Kata ayahnya yang sambil fokus mengerjakan tugas kantor di meja kerjanya di dalam kamar.
" Tapi Ayri maunya sekarang pah. Kan papah udah tanpa izin ngambil HP Ayri. " Ayri memelas kepada ayahnya Tetapi Ayahnya tidak merespon.
" Ya udah, kamu pake aja dulu HP kakak." Ucap kakak yang tiba-tiba menghampiri mereka. Akhirnya seorang kakak yang harus mengalah terhadap adiknya .
Keesokan harinya..
'Bisa ngga kita ketemuan hari ini?.' Dewa.
"Apa? ya ampun ini ga salah baca apa gimana, Dewa ngajak ketemuan. Aku harus cepet-cepet dandan nih. " Ayri pun bergegas untuk berdandan dan membalas SMS Dewa bahwa ia bersedia untuk ketemuan.
'kita ketemu di perempatan jalan ya, gue udah jalan' Dewa.
Ayri sepintas melihat dari jendela bahwa cuaca sangat mendung di sertai banyak angin. Memang semenjak 2 Minggu yang lalu cuaca sedang musim hujan hampir setiap hari di guyur hujan sampai ada yang terkena banjir di titik - titik tempat tertentu.
Tetapi karna Ayri menyepakati untuk ketemuan dan Dewa sudah dalam perjalanan, maka Ayri memaksakan untuk pergi karna kesempatan ayahnya belum pulang dari kerjanya.
Di jalan, Angin berhembus kencang tetapi Ayri tetap mengendarai motornya juga di jalan Ayri mendapati jalan yang banjir tetapi Ayri tetap jalan demi bertemu dengan Dewa. Hingga sampai akhirnya mereka saling bertemu di sebuah taman di perempatan jalan.
" Apa kabar? " Sapa Dewa mengawali sambil ia mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan. Ayri gugup, ia menerima jabat tangan Dewa dengan malu-malu.
__ADS_1
" Aku alhamdulilah baik, seperti yang kamu lihat saat ini. hehe "
" Tumben bahasanya sekarang udah ngga kaya dulu, sekarang lebih lembut, dan pake Aku kamu. "
" Hehe, ya iyalah kan sekarang aku tinggal di pesantren jadi harus lebih baik. O iya kamu sendiri gimana? uhmmm, udah lama ya kita baru ketemu lagi. Udah punya pacar dong sekarang?, hehe " Ayri tiba-tiba menyinggung Dewa.
" Apaan, aku sebenernya dari setelah lulus SMP pengen banget ketemu sama kamu. Aku pengen minta maaf karna sikap aku terhadap kamu waktu itu, dan semoga kamu bisa terima maaf aku. " Ucap Dewa dengan memberikan 2 buah coklat silv*rQ*en kepada Ayri.
" Hey apa ini, silv*rQ*en wah kesukaan aku banget. Kamu masih inget aja sama kejadian itu?. Ya ampun haha. " Ayri tertawa lucu mengingat ketika ia ulang tahun kala itu.
" Aku ga bisa melupakan saat indah saat-saat kita bersama di sekolah. " Ucap Dewa tegas tanpa basa-basi.
" Eh. " Ucap Ayri dalam hati, Ayri tertegun saat mendengar ucapan Dewa.
" Iya, dari sejak itu. Aku ga bisa lupain kamu." terang Dewa. Ayri hanya menyimak cerita Dewa.
Cerita Dewa (Flash back)
1 setengah tahun silam ketika mereka masih di bangku kelas 3 SMP..
Dewa sebenarnya sudah melupaka Lisa sejak ia duduk di kelas 9f, terutama setelah ia kembali sekelas dengan Ayri. Hadirnya Ayri membuat Dewa cepat melupakan Lisa.
Dewa melihat Gugun memberi selembar surat pada Ayri. Dewa memperhatikan gerak gerik dan perbincangan mereka. Ada rasa yang tidak di mengerti oleh Dewa, hatinya mendadak sesak ketika Ayri menerima surat tersebut.
" Siapa yang suka sama dia sampai nitipin surat untuk Ayri. " Batin Dewa. Namun ia mencoba mengalihkan perhatian dengan cara fokus pada tugas.
Eh malah diem aja, gimana respon Lo? suka juga ngga sama dia?. " Tanya Rika lagi.
" Gue lagi sibuk sama tugas nih, sory ya. " Jawab Dewa masih jutek ( baca eps. 22 Fans Asing)
.....
Ketika Dewa mendapati satu kelompok B. Indonesia dengan Ayri membuat band.
" Kesempatan gue untuk menampilkan suara gitar yang bagus nih. Kayanya nanti gue minta usul ke Deni untuk nyanyi lagu Betapa Aku Mencintaimu aja by Vagetoz " Dewa pun beranjak dari tempat duduknya dan sebelum Dewa duduk bersama kelompok untuk diskusi, Dewa meminta ke Deni untuk mengubah lirik lagu Vagetoz.
mereka Berlatih untuk menyanyikan lagu hasil ubahannya Deni.
Dewa duduk di samping Ayri sambil memainkan gitarnya. Rasa yang kini tidak bisa ia tahan, dan ingin sekali selalu di dekat Ayri. Namun Dewa selalu menyadari bahwa ia bukanlah orang yang pantas untuk Ayri.
Jantung Ayri berdegup sangat cepat, ia terasa dekat dengan Dewa bahkan aroma tubuhnya tercium jelas di hidung Ayri.
"Guys, gue ke toilet dulu ya." Ayri ijin karna ia merasa teramat grogi.
" Hehe, biarin aja dia terkesima sama gue. " Batin Dewa.
Pak Cahyo masuk kedalam kelas.
__ADS_1
" Ayo kita mulai, kelompok siapa saja yg sudah siap? maju sekarang dan lebihnya di jadwal selanjutnya." Ucap Pak Cahyo.
Kelompok Dewa sudah siap untuk tampil, mereka mempersiapkan diri dan maju menyanyikan lagu tersebut. Di iringi gitar yg di lantunkan Dewa dan Deni mereka pun bernyanyi dan di akhir penampilan Ayripun membacakan puisi yg penuh penghayatan.
" Andai Lo ngerti Ay, bahwa inilah perwakilan hati gue terhadap Lo. " Batin Dewa.
Setelah Ayri membacakan puisi Dan ia langsung bergegas lari menuju bangkunya karna tidak tahan ingin meneteskan air mata.
" Lho, dia kenapa ko malah nangis?" Batin Dewa, ketika Dewa melihat dari tempat duduknya Ayri semaput dan menangis.
Dewa inisiatif ingin menghampiri Ayri dan berusaha menghibur hatinya, Dewa berprasangka bahwa Ayri terharu akan penampilan yang mereka lakukan tadi.
" Heh, kenapa habis tampil ko malah loyo." Tiba-tiba Dewa menghampiri Ayri dengan membawa gitar.
" Ng,ngga Gue cuma tiba-tiba pusing aja ko." Jawab Ayri santai namun malu.
"Kalo pusing coba deh nih dengerin lagu dari gue aja." Dewa pun melantunkan gitarnya dengan lagu.
"Cicak-cicak di dinding, diam-diam merayap. Datang seekor nyamuk, hap lalu di tangkap." Dewa melantunkan lagu itu duduk di samping Ayri.
"Ih, apaan sih, ga lucu tau." Ayri tersenyum-senyum kesal, dan memukul lengan Ayri.
"Haha, nah gitu dong senyum." Dewa berusaha mencandai Ayri
' Lo terlihat lebih cantik kalo senyum manja seperti itu ' Batin Dewa.
Udah sana pergi dari tempat duduk gue, gue pengen sendiri." Usir Ayri terhadap Dewa yang enggan pergi dari tempat duduknya.
" Bentar, Gue lupa dari dulu gue tuh pengen nyampein sesuatu ke lo, dan sekarang mumpung inget." Dewa membuat Ayri penasaran dan GR.
"Apa?." Ayri pun penasaran, apakah Dewa akan mengungkapkan perasaannya atau akan mencandainya lagi. Hati nya penuh tanya.
Sebenarnya Dewa ingin mengungkapkan perasaannya secepat itu, tetapi Dewa kembali minder terhadap Ayri.
" Ada salam dari Agun. Haha, O iya doi udah ga sekolah disini lagi tau." Ujar Dewa mengalihkan niat untuk mengungkapkan perasaannya.
" Apa? Kenapa dia ko sampe keluar dari sekolah?." Ayri pun terkejut.
" Ya mungkin karna keterbatasan ekonomi. Yang jelas dari masuk kelas 2 pun dia jarang masuk sekolah." Jelas Dewa lagi.
"Tau ga sih, gue tuh semenjak ngelaporin dia ke guru BP sampe saat ini sebenernya merasa bersalah banget udah bikin dia di skors dan bermasalah di sekolah." Jelas Ayri mengungkapkan perasaan nya kepada Dewa yang sejak saat itu ia pendam.
" Ya udahlah, udah kemauan nya dia juga buat berhenti sekolah. Info dari temen sih dia ikut bapak nya kerja di Jakarta." Tambah Dewa.
"Kalo ada kesempatan gue pengen banget minta maaf ke dia." Ucap Ayri.
"Minta maaf apa mengungkapkan perasaan nih, Haha?." Lagi-lagi Dewa mencandai Ayri agar ia tidak terlihat memendam perasaan. ( baca eps. 33 membuat Riri cemburu)
__ADS_1