Apakah Ini Cinta??

Apakah Ini Cinta??
Detektif for dewa


__ADS_3

Sepulang dari sekolah..


Ayri tidak langsung pulang melainkan berhenti di toko pamannya untuk membantu kakaknya, ia menjumpai kakaknya yg sedang sibuk melayani pembeli.


" Sini ka aku bantu. " ia meletakkan tas dan mulai membantu melayani pembeli, satu persatu ia ladenin sampai akhirnya semua yg mengantri ingin di layani pun selesai ia layani.


" Untung kamu cepet datang. Kaka sibuk banget hari ini, kehabisan gula sama minyak belum di bungkus. "


" Ya udah Kaka yg bungkus biar aku yg jadi kasir. " Jawab Ayri.


sementara itu ia membuka hp nya.


1 pesan masuk


' Lagi apa ' Eqi


' Bantuin kaka jaga toko ' Ayri.


Chat berlanjut, namun tiba-tiba ada seorang pembeli yaitu seorang laki-laki sederhana dengan ragu ia mendekat pada Ayri.


" Be, beli, anu. Hmm rokok garam gudang. " ucap laki-laki itu terbata-bata.


Ayripun melayani


"ini, harga nya **** " Ayri menyodorkan rokok itu padanya.


" sa, ma. hmm. bo, boleh minta no Hp?. " ucapnya lagi, Ayri melongo mendengar ucapannya itu sambil melihat dari ujung kaki sampai kepala laki-laki itu ( laki-laki tersebut seusia Ayri).


" Maaf ya saya hanya ingin melayani sebagai kasir, bukan untuk menyebarkan no Hp. " Jawab Ayri tegas.


" Oh ma,af kalo gitu saya udah lancang. makasih ya. " Ucap laki-laki itu dan ia berlalu begitu saja.


"Aneh banget, ternyata beli roko dan ngomong gugup gitu ternyata ada mau nya. " Gumam Ayri ketus, ia melanjutkan lagi bermain-main dengan Hp nya mata nya sambil memandangi depan toko (cafe tempat nongkrong anak muda), terlihatnya beberapa teman laki-laki yg satu kelas dengannya sedang asik ngobrol sambil memainkan alat musik di dalam cafe tersebut, yg ia tahu ada Gugun dan sayidi yg saat ini satu kelas dengan nya ( dulu nya adalah teman 1 SD) bukan hanya Gugun dan Sayidi yg ia lihat, ada juga si kembar Uga dan Ugi yg membuat mata Ayri bingung untuk membedakannya.


" Oh tenyata mereka itu 1 Genk ya? eh tunggu, itukan cowo tadi yg beli rokok. Dia anak Genk itu juga?. " Gumam Ayri dalam hati.


*****


ke esokan harinya..


Ayri pagi-pagi sudah stand bye di depan rumah menunggu Tea menjemput sambil melihat teman-temannya yg berangkat sekolah dengan bergerombolan lewat di depan rumahnya, ia pula melihat Dewa dengan Haevi lewat berboncengan dengan motor.


sementara itu tea pun datang tidak lama setelah dewa dan Haevi lewat.


" Tumben banget sih dateng nya lama, ayo buruan bentar lagi jam 7 nih. " ucap Ayri terburu-buru.


" Ya elah masih jam setengah 7 lewat. biasa nya juga berangkat jam segini. " Balas Tea.


sesampainya di sekolah.


Baru saja ia sampai di gerbang sekolah bel tanda masuk pun berbunyi.

__ADS_1


Ayri sedikit lari menuju kelasnya begitu pun Tea, namun pada saat Ayri sampai di depan pintu ia masuk berbarengan bersama Dewa dan entah kenapa tiba-tiba assesoriess sleting tas yg ia gendong nyangkut di tas Dewa.


" Aduh. " Dewa tertarik langka Ayri yg tidak merasa tasnya nyangkut di sleting tas Dewa.


" Ih apaan sih, rese banget deh nyenggol- nyenggol gue. " Ucap Ayri judes.


" Siapa juga yg nyenggol Lo, tas Lo nih nyangkut di tas gue. " Dewa menghentikan langkah.


" Tuh kan, Lo ya bikin sial gue mulu ih. " Ayri membenarkan sleting yg nyangkut di tas Dewa.


" Tas Lo nya aja tuh yg ribet banyakan assesoriess. " Mereka ribut berdua depan kelas.


" Hmm, ayo masuk jangan berdebat depan pintu. " Tiba-tiba guru bahasa Inggris (mr. Triono) muncul di belakang mereka, Ayri dan dewa pun bergegas menuju meja masing-masing di susul dengan beberapa teman-temannya yg masih berada di luar kelas.


" Selamat pagi anak-anak, hari ini kita pertama kali bertemu di kelas 9 ya, tidak terasa kalian sebentar lagi lulus. Untuk itu kalian harus siap karna di kelas 9 ini banyak sekali tugas-tugas yg harus kalian buat terutama adalah tugas dari saya. Baik, sekarang kita mulai belajar. " Mr. Tri mengarahkan tentang pelajaran hari ini yaitu mentranslite English - indo dari sebuah cerita pendek serta mencatat hasilnya ke buku.


Sementara para siswa mengerjakan tugas, beliau keluar kelas agar para siswa bisa leluasa mengerjakan tugas tanpa takut dengan gurunya.


" Untung gue bawa kamus, jadi ga susah-susah ngerjain. " Ayri fokus dengan tugasnya.


" Ay, kita kerja bareng aja yuk. Gue ga bawa kamus nih. " Ucap Melly (teman yg duduk di depan meja Ayri)


" Oh kalian ga pada bawa kamus juga ya? ya udah kita bareng-bareng ngerjain aja ya. " Akhirnya ayri, Melly dan tidak lupa Shisi yg duduk 1 meja dengan ayri ikut mengerjakan tugas bersama.


Namun pada saat mengerjakan tugas, bisa saja Ayri menyempatkan untuk melirik gerak gerik Dewa yg sedang fokus pula mengerjakan tugas dengan teman sebangkunya.


" Ko rasanya gue nyaman gitu ya sekelas lagi sama dia, tapi kenapa dia selalu bikin gue kesel Mulu ya. " Ucap Ayri dalam hati.


" Shi, boleh keluar dulu ngga sih? ke kantin ke. gue haus. " Kata Melly yg bertubuh bongsor, kekar dengan gaya rambut pendek tomboi mengipas-ngipaskan bukunya ia merasa gerah.


" Oh iya ya, ya udah lewat jendela aja jajannya." Lanjut Melly.


" Eittttsssszzzz sini biar gue aja yg beliin, Lo mau minum apa?. " Tawar Ayri, melly pun menyebutkan merk minuman kemasan botol.


Ayri mencari kesempatan karna tempat duduk Dewa berada di bawah jendela tersebut (posisi mereka berada di antara jendela kanan-kiri kelas)


kebetulan yg menduduki bangku di belakang Dewa sedang nyontek kesana kemari sehingga Ayri bisa leluasa menghampiri jendela.


" Bang, pesen minuman 3 ya yg kemasan. " pesannya. Sembari menunggu pesanan ia duduk d meja tersebut sambil memperhatikan Dewa yg sedang fokus dengan tugasnya, namun seketika itu cewe bernama Rika yg duduk di samping meja Dewa, yg berpenampilan sexi menor dengan dandanannya menghampiri Dewa.


" BTW, gue boleh ikut gabung ngga? gue ga bawa kamus nih. " Ucap nya dengan nada merayu.


" Silahkan aja sini gabung di sebelah gue" Jawab Dewa.


" Idih, amit-amit banget sih. Genit banget tuh si cewe, gue baru kenal baru sekelas sama dia dan Dewa nya juga mau-maunya ngeladenin cewe yg kaya gitu. " Gumam Ayri dalam hati.


" Neng, ini minumannya. " Abang penjaga kantin mengagetkan lamunan Ayri.


" Oh iya bang, makasih ya. " Ayri pun kembali menuju bangkunya, dan membagikan minumannya pada Melly dan Shisi.


" Mell, Lo kenal ga sama cewe itu?. " Ayri menunjuk ke arah Rika.

__ADS_1


" Oh itu, si Rika cewe jabl*y yg suka banget deketin cowo. Beruntung banget dia sekelas sama 1 Genk nya disini, tuh Risa sama Riri nama nya 3R. Liat kan penampilan mereka kaya gitu semua, cuma Riri aja yg cupu, Hahaha. doi cupu sendiri. " Melly bercerita dengan terbahak.


" Husss, jangan kenceng gitu ketawanya. emang waktu kelas 8 dia di 8 apa?. "


" Kalo ga salah di 8D. " Jawab Melly


" Oh gitu. " Ucap Ayri singkat.


" Berarti baru sekarang Dewa kenal sama Rika, tenang gue bakal pantau terus kalian. Oh iya BTW terus hubungan Lisa sama dewa gimana ya?. " Gumam Ayri dalam hati. Rupanya ia ingin menjadi detektif penyelidik Dewa, sampai segitunya ia terhadap Dewa.


Jam istirahat...


tugas yg mereka kerjakan selesai dan para siswa mengumpulkan ke depan kelas.


" Guys isi perut yuk. " Ajak Shisi kepada Melly dan Ayri.


" Oh iya silahkan aja kalian duluan, nanti gue nyusul. " Ucap Ayri.


Shisi dan Melly pun keluar kelas sedangkan Ayri masih anteng duduk di bangkunya, ia mengeluarkan buku diary yg akan ia tulis perihal "Detektif for Dewa" dan ia menulis nama Dewa dengan tulisan kaligrafi.


" Vi, ke kantin yuk. " Ajak Dewa yg tiba-tiba menghampiri meja Haevi.


" Bentar Wa, gue lagi ada tugas lagi nih. tunggu bentar ya. " Sedangkan saydi teman sebangku Haevi memainkan gitar sambil bernyanyi-nyanyi seakan Dewa pun ikut bernyanyi mendengar alunan gitar tersebut.


Mereka melantunkan lagu dari soft band yg sedang viral pada masa itu.


" Mungkin inilah jalan yg berbaik untuk kita berdua ku doakan semoga kau bahagia na na na na. " Dengan nada serius mereka melantunkan lagunya.


Di samping itu, Ayri mendengarkan dan curi-curi pandang terhadap Dewa yg asik bernyanyi, namun tiba-tiba..


" Oy, terpesona ya lo sama diantara 3 cowo ini. " Ucap Gugun yg tiba-tiba datang dan mengagetkan lamunan Ayri.


" Apaan sih, ngga. Gue cuma seneng aja sama lagu yg mereka nyanyiin, jangan so tau deh lo. " ( Gugun dengan Ayri sewaktu SD dulu pernah sekelas dan Gugun selalu membuat onar di kelas bukan hanya pembuat onar, tapi dia juga sering menjahili Ayri dengan tingkahnya


" Alah ngaku aja deh, ini apaan lagi nulis di buku diary haha. Dasar cewe kelakuannya, suka banget curhat di buku. " ia merebut buku dari tangan Ayri.


" Gugun, apaan sih, balikin ngga. Itu buku gue privasi gue. " Ayri berusaha merebut buku tersebut dari Gugun, namun Gugun malah memberikan ke tangan Dewa, Dewa pun ikut membuka buka diary.


"OMG, jangan sampe dia buka dan baca bagian tentang dia. " Ayri was-was dan langsung berusaha merebut buku dari tangan Dewa.


" Dear diary, apaan ini" Dewa membaca sedikit profil tentang Ayri yg ia baca di lembaran bagian paling depan.


" Dewa balikin plis. " Ayri memohon sambil berusaha merebut buku tersebut dari tangan Dewa yg mulai membuka bagian-bagian berikutnya.


Ayri memaksa merebut dengan sekuat tenaga , sampai Dewa tidak bisa menahan reaksi Ayri sampai ia jatuh terduduk yg di ikuti Ayri terduduk di atasnya.


suasana hening sejenak membuat jantung Ayri berdebar cepat namun ia tak tahan dengan rasa malu terhadap Haevi, Sayidi dan Gugun yg menyaksikan mereka jatuh bersamaan.


" Makanya gue bilang juga apa sini balikin. kan jadinya begini. " Ayri bergegas berdiri dari pangkuan Dewa, begitupun Dewa merasa malu. Ia pun mengembalikan buku tersebut.


" Ahay deuhhhh, adegan apa barusan yah?. " Celoteh Sayidi terhadap mereka.

__ADS_1


" Ke kantin yuk Vi, say. " Ajak Dewa kemudian setelah ia merapihkan baju dan dasi yg acak-acakan karna kejadian tersebut, merekapun pergi meninggal kan kelas.


"OMG, kejadian apa barusan?. " Jantung Ayri tak berhenti berdebar, rasanya malu namun bahagia yg tak ia sangka akan mengalami hal seperti itu.


__ADS_2