Apakah Ini Cinta??

Apakah Ini Cinta??
siapa soul??


__ADS_3

tririririiiiiinggg (suara jam bekker)


Azan subuh berkumandang, ayri bangun lebih awal dan ia mengecek hp nya sebelum bangkit dari kasur.


terdapat 1pesan.


' Hay cantik, subuh gih. ' Soul


Namun Ayri mengabaikan pesan tersebut dan bergegas ke kamar mandi dan di lanjut sholat. Setelah itu ia kembali ke kamar mempersiapkan perlengkapan sekolahnya.


triririririinggg (kali ini dering hp)


'Soul memanggil.'


Ayri ragu untuk mengangkat, sampai akhirnya 5 panggilan tak terjawab ayri baru mengangkat.


" ha, llo." Ayri gugup


"assalamualaikum " Sapa laki-laki di balik telpon.


" Ka shoul ada apa nelfon pagi-pagi. " Ayri basa basi.


" Eh ngga, cuma penasaran aja sama suara wanita di balik pesan hehe. Lagi siap- siap berangkat sekolah ya?. " Tanyanya.


"Iya nih, tapi masih terlalu pagi. biasa persiapan sama cek tugas, hehe. " Ayri tertawa grogi.


" Hmm, Kaka boleh ga ketemuan sama kamu?. " Ajaknya.


"What....?" Ayri tersentak dalam hati.


"Eh, mmm, kete,mu?? di, mana??. "


"di tempat kamu parkir, aku tau ko temen kamu, aku juga tau kamu kalo parkir motor dimana. " Jelas soul memberi tahu.


"Oh, o, oke deh insya Allah. ka maaf ya ngobrolnya di putus aku udah harus siap-siap berangkat nih. " Ayri langsung mengakhiri telponnya.


Ia terperanjat setelah menerima telpon tersebut dan hatinya berdebar seperti habis lari maraton, sebab inilah kali pertamanya ia akan bertemu dengan kenalan laki-laki.


"OMG, terus gue harus siap gitu buat ketemu sama soul? cowo yg sejak semalam ngajak chat Ngalor ngidul ke gue?? ko gue gugup gini ya, hihi. " Ayri memegang dada nya yg masih terasa degupan kencang jantungnya.


Tok tok tok...


terdengar suara ketukan pintu dari balik kamar Ayri, dan suara itu membuyarkan rasa gugup Ayri.


"Eh iya mah bentar lagi ayri keluar. " Ayri segera memakai seragam dan berdandan rapi.


pukul 06.30 WIB Ayri sarapan sembari menunggu tea datang untuk menjemput.


"Ayo cepet makannya, bentar lagi temen kamu Dateng. Jangan sampe dia nungguin kamu di depan, kasian tau. " Ibunya mengingatkan Ayri. benar saja tidak lama kemudian tea datang menjemput.


"Assalamualaikum Ayri" Panggil Tea dari pintu depan.

__ADS_1


" Mah Ayri berangkat ya, tea udah Dateng." Ayri terburu-buru. dan ia langsung menghampiri tea.


"Gue belum pake sepatu nih. " Ucap Ayri menghampiri Tea dengan menenteng sepatu dari dalam dan memakainya di atas teras. pada saat itu ia melihat Dewa yg lewat sepintas berboncengan dengan temannya.


"Dewa? Tea, ayo kita cus buruan. Itu Dewa udah lewat, kita ikuti dari belakang. " Ayri tergesa-gesa.


Tea hanya menuruti dengan penuh rasa bingung dalam hati, namun ia hanya merespon dengan masabodo.


" Lo nyuruh gue buat ngikutin siapa sih Ay? Dewa? siapa?. " Tanya Tea dalam perjalanan.


Ayri rupanya keceplosan untuk menutupi rahasianya.


"Eh, Ng,ngaa. maksud gue, udah nanti gue jelasin deh. tapi plis lo jangan cerita ke yg lain ya. " Ayri bingung untuk menjelaskan tentang Dewa dan ia memohon kepada tea untuk tidak bercerita ke siapapun.


Sesampainya di rumah Avril, menjemput sekaligus menitipkan motor, Ayri tengak tengok memperhatikan sekitaran rumah Avril.


Avril dan Tea heran dengan sikap Ayri yang tidak seperti biasanya.


" Dia kenapa sih? dari tadi bahkan kemarin dia aneh banget. " bisik Tea ke Avril.


"Nanti kita pancing" balas Avril.


Ayri tidak menyadari dirinya sedang di perbincangkan dalam bisikan ke 2 temannya itu.


Di kelas..


" Ayri nih titipan bingkisan lg, tapi ini beda orang. O iya bingkisan yg kemarin mana Lo kan belum buka. " Avril memberikan bingkisan yg kali ini berukuran lebih besar.


Ayri membuka bingkisan pertama di depan sahabat-sahabatnya dan ternyata bingkisan pertama berisi Silverqueen pengirim Cici sedangkan yg ke 2 jam tangan pengirim Eros.


" Eros? siapa lagi nih?. " Ayri bertanya-tanya.


"Ril, tolong jelasin ini maksudnya apa sih?.n" Ayri minta penjelasan kepada Avril yg selaku teman Cici.


" Mana gue tau, kan lo yang kenalan sama Cici. Cici ngga bilang apa-apa ko ke gue, dia cuma bilang sepulang sekolah lo diminta nemuin dia di cafe samping rumah gue. " jelas avril.


" Tapi sebelum gue jelasin siapa Cici sebenernya, gue pengen lo jujur ke gue. sebenernya lo tuh nyembunyiin apa dari kita terutama gue sama Tea, kata Tea dari kemarin sikap lo beda dan gue juga merhatiin juga ko sikap lo. " tambah avril.


" Apaan sih, gue dari kemarin biasa aja kale. kalian nya aja kali yg salah perhatian. " Ayri mengelak.


"Ayri kita tuh peduli sesama teman, kita juga kan kalo ada apa-apa saling cerita. Siapa tau bisa bantu. " Tambah Tea pula memihak pada Avril.


Ayri pun bingung harus menjawab apa, dan akhirnya ia pun jujur.


" Oke, gue jujur sekarang. Tapi pliss kalian jangan cerita ke siapa-siapa. " Avril dan Tea menurut angguk.


" Sebenernya gue juga ngga ngerti sih apa yg gue alami, waktu kelas 1 gue berteman sama Dewa, tapi ko setelah gue ga sekelas sama dia kaya ada yg beda gitu, dan entah kenapa gue pengen tau banget tentang dia. Tapi, smenjak beda kelas dia cuek gitu. Dan parahnya lagi hati gue kaya ga karuan gitu liat dia kemaren merhatiin cewe lain, terus semalam ga tau kenapa tiba-tiba ko ada pesan masuk dari cowo. namanya soul? padahal no itu yg tau cuma kalian berdua. sekarang kalian ngaku. kalian ngasih no gue ke cowo??. " Ayri balik mengintrogasi Tea dan Avril.


"Soul? sumpah deh Ay, gue ngga ngasih-ngasih no lo ke orang lain. " Aku Tea menggelengkan kepalanya.


"Gue juga sama. ngga kasih ke siapapun kecuali ke cici. " Aku Avril juga.

__ADS_1


"Tapi, dia tau tempat parkir gue dimana dan dia juga tau tentang kalian. " Ekspresi Ayri mencenangkan mereka.


"Udah deh, mungkin itu nomor nyasar aja kali." Avril mencoba agar Ayri mengabaikan dan cuek dengan pesan dari soul.


" Ya udah deh terserah kalian yg jelas gue curiga ke kalian. " Suasana Ayri berubah menjadi sinis terhadap ke 2nya.


Jam pelajaran pun di mulai, kali ini pelajaran olahraga yang mengharuskan siswa berolahraga di lapangan dengan kostum olahraga, mereka belajar bermain bola basket.


Ayri jadi teringat dengan eskul pramukanya yang jarang ia ikuti semenjak masuk kelas 2, karna ia juga tidak pernah lagi bareng dengan Lili bahkan untuk bertemu pun sudah tidak pernah. Mungkin ia akan mengundurkan diri, tetapi sayang kalau di tinggalkan. sebentar lagi pula acara jambore kabupaten yg akan di ikuti setiap Pramuka se kabupaten.


"BTW, Ril, Tea, kalian ikut eskul apa? ko gue ga pernah tau sih kalian latihan. " Tanya Ayri.


" Gue ga ikut, males, cape. ngabisin waktu aja." Jawab Avril sambil memasukan bola dalam ring.


"Kalo gue kerajinan tangan, jahit-jahit gitu. " jawab Tea, kepribadian tea lebih keibu-ibuan ternyata.


"Oh, kirain ada yg ikut volly " Ucap Ayri santai sambil menangkap bola yg memantul yg telah Avril masukkan dalam ring.


"Volly?? gue juga bisa sih dikit-dikit tapi ogah. lo pengen ikut volly?. " Tanya Avril.


"Ngga, gue cuma nanya aja. soalnya Dewa ikut eskul volly, hehe. " Jawab Ayri yg akhirnya jujur dan mau terbuka terhadap sahabatnya itu.


"Hmmm, gimana kalo lo ikut volly aja? biar lo latihan bareng sama dia gitu, haha" Celoteh Avril.


"Apaan gue ga bisa main volly, dari pada volly mending basket. "


"Hmm, ya udah ga ada harapan lah udah Lo lupain aja sih si Dewa. Ngapain coba toh dianya cuek ini ke lo, lo tuh suka sama Dewa dan rasa yg menurut lo itu aneh, sebenernya itu tuh rasa suka. " Avril menjelaskan tentang hati Ayri, ia rupanya lebih mengerti masalah percintaan.


" Suka? ah. masa?. " Ayri mengeyel.


Sepulang sekolah..


Ayri berusaha menepati janji ketemuan dengan Cici di cafe samping rumah avril, tanpa di temani siapapun ayri PD dan memesan minuman.


Sembari menunggu pesanan, tiba-tiba seorang laki-laki dewasa menghampiri Ayri yg sedang duduk menunggu pesanan.


"Ayri?" tanya laki-laki itu.


"I, iya. Kaka siapa ya?. " tanya Ayri heran.


" Oh, kenalin aku soul. Tapi itu nama panggilan sih, nama asli ku rangga, hehe."


"Oh. ka Rangga, silahkan duduk ka. " Ayri mempersilahkan tempat duduk kursi di depan Ayri.


"Hmm, Kaka tinggal di daerah sini juga? ko bisa tau aku ada disini?. " Tanya Ayri masih penasaran dengan rangga dan berusaha menggali tentang Rangga.


" Iya, rumah Kaka di belakang cafe, mau mampir?. " Tawar Rangga basa basi.


"Oh, Ng,ngga. hehehe. aku penasaran aja. hehe. berarti kenal Dong ya sama Avril?. "


Pembahasan mereka pun sedikit Ngalor ngidul nyambung tidak nyambung, tapi Ayri tidak sama sekali bertemu dengan yg namanya Cici.

__ADS_1


__ADS_2