
Di ruang kesenian Dewa tampil menyanyikan lagu daerah. Riri duduk beriringan dengan Dewa yang memainkan gitar dengan malu-malu, namun sesekali Riri melirik kepada Dewa. Dewa pula sekali melirik Riri namun sambil bergumam
" Jangan harap Lo bisa dapetin hati gue Ri. " ucap Dewa dalam hati. Lalu kemudian Dewa melihat Ayri yang duduk menyaksikan dia tampil di tengah ruangan.
" Gue ga tau kenapa Lo ngundurin diri dari kelompok gue, tapi gue salut kalo Ayri memang benar demi kelompok Shisi." Batin Dewa sambil terus memainkan nada.
Kelompok Ayri masih menunggu giliran, Sementara Riri menempati tempat duduk di belakang Ayri dengan Risa yang sedari tadi sudah duduk di tempat itu.
Dewa duduk di sebrang barisan Ayri sambil memperhatikan Ayri tanpa Ayri sadari.
Setelah para siswa selesai tampil, Dewa terkejut ketika Risa tiba-tiba menggandeng Dewa dan memaksa untuk ikut pergi bersamanya tentunya ada Riri di samping Risa.
"Risa, Lo apa-apaan sih . " Ucap Dewa berusaha mengelak.
" udah ayo ikut gue. Lo ga bakalan mau kalo ga gue paksa. " Ucap Risa sambil menggandeng Dewa secara paksa.
Mereka menuju kantin yang tentunya Rika sudah menunggu di sana. Rika sedang merencanakan strategi.
Dewa melihat Ayri bersama sahabatnya sedang asik ngobrol, ke dua nya saling pandang meskipun hanya sekilas. Namun kemudian Dewa melihat Ayri bergegas dari kantin.
"Ada apa ini sebenarnya?." batin Dewa penuh tanya.
" Dewa, sini. Riri mau traktir kita lho, pastinya Lo udah laper dong di jam - jam segini?. " Ucap Rika yang so manis di depan Dewa.
" Sorry Rik, gue ga ada waktu untuk meladeni kalian sorry ya. " Namun Dewa malah bergegas pergi dari hadapan mereka. Tidak peduli mereka berkata apa setelah ia pergi meninggalkan mereka.
Dewa menyaksikan ketika Ayri keluar dari kelas dengan isakan tangis, kemudian Ayri berlalu pergi. Ingin Dewa mengejar Ayri, namun Dewa ingin mengambil tas terlebih dahulu di dalam kelas.
" Wa, gawat Wa gawattttt.... " Ucap Saydi tergesa-gesa.
" Lo kenapa Say?. " Dewa heran akan tingkah Saydi.
"Ayri, Ayri Wa. Ayri marah ke kita. " Ucapan Saydi panik.
" Marah, marah kenapa?." Dewa heran karna ia belum memahami maksud Saydi.
" Ayri tau kalo coklat yang Lo kasih bukan dari Lo. Gue merasa bersalah sama dia, tapi jujur pun malah tambah masalah kaya gini. " Tutur Saydi terus terang.
" Lo tuh ya dasar tiang listrik. Kenapa Lo malah bilang ke Ayri d*ngu." Dewa tepok jidat.
" habisnya gue merasa bersalah banget Wa, maafin gue ya Wa. " Ucap Saydi menyesal.
" Kita minta maaf ke Ayri. " Ucap Dewa langsung bergegas mengambil tas dan keluar dari kelas.
.....
( Baca Eps. Move On )
Ketika di sekolah saat pengumuman tugas OLAHRAGA, Dewa mencari keberadaan Ayri. Beruntung, Dewa melihat ketika Ayri sedang ikut melihat pengumuman di MADING kemudian mengobrol dengan teman-temannya dan ia berinisiatif untuk berusaha menaklukan hati Ayri kembali.
Ketika itu, Dewa dan Saydi menguping Ayri dengan tenan-temannya ngobrol, Saydi menyahuti ucapan Ayri.
" Hahaha ketauan, ngga bisa renang nih." Ucap Saydi.
__ADS_1
" Elo, ngapain Lo nguping pembicaraan kita sih. Dasar cowo iseng ". Ucap Ayri jutek.
" Yey, gue kan ga sengaja denger perbincangan Lo, haha. " Ucap Saydi PD. Namun Dewa hanya terdiam menyaksikan mereka berdebat. Dewa pura-pura jaim di hadapan Ayri.
" Huh Rese Lo. Ayo ah ke kantin males berdebat sama dia. Apalagi liat tampang temennya." Ucap Ayri ketus, ia menarik tangan Tea serta Tea pun menarik tangan Avril untuk menuju kantin.
" Heh tunggu, gue mau ngomong sama lo Ay. " Ucap Saydi kemudian. Namun Ayri malah tidak mempedulikan perkataannya Saydi.
" Busyet dah jutek banget dia, sampe segitunya benci ke gue. " Ucap Dewa ketika Ayri sudah pergi.
" Kita tunggu mereka di depan gerbang aja Wa. " Ujar Saydi yang kemudian bergegas menuju gerbang sekolah.
Tidak lama ketika ia sampai di depan gerbang, mereka berjumpa dengan Ayri bersama ke dua sahabatnya.
" Ayri tunggu, Lo ga menghargai kita banget sih. Tuh Dewa mau minta maaf ke Lo." Ucap Saydi menghadang langkah Ayri.
"Apaan sih, minggir gue mau pulang buru-buru." Ayri berusaha menghindar dan ke dua sahabatnya itu hanya bisa mengikuti langkah Ayri.
" Udah lah say, percuma. Yuk kita pulang aja, biarin yang penting kita ada usaha buat minta maaf ke dia." Ucap Dewa pasrah.
.....
( Baca Eps. Move On Part 2 )
Di lokasi wisata kolam renang, Dewa Haevi dan Saydi mencari toilet untuk ganti baju serta untuk B.A.K karna Saydi dari tadi kebelet, namun toilet semuanya penuh dan hanya di toilet wanita dekat taman yang tidak terlalu banyak mengantri.
" Udah ganti di toilet ini aja, gue dulu ya masuk, gue kebelet pipis nih." Ucap Saydi sambil menahan pengen pipis.
" Heh ngapain kalian masuk ke toilet cewe, ga boleh. Sana cari toilet lain. " Omel Tea. Dewa baru menyadari bahwa yang mengantri adalah Genk nya Ayri.
" Ngarang aja Lo." Sambung Ayri jutek.
Tidak lama perdebatan itu selesai, Lisa pun keluar dari kamar mandi.
Dewa tertegun ketika yg keluar dari toilet adalah Lisa.
" Gue masuk duluan." Tea menyerobot masuk ke dalam toilet tanpa ada yang meladenin dia berbicara.
Mata Dewa sangat sulit untuk berpaling dari pandangan Lisa.
" Kenapa kebetulan sekali Lisa dan Ayri disini. " Batin Dewa.
Lisa hanya bisa memandangi Dewa lalu kemudian berlalu begitu saja. Sementara Ayri, Saydi dan Haevi hanya menyaksikan.
" Kondisikan mata tuh." celoteh Haevi terhadap Dewa.
" Apaan sih Vi. " Dewa hanya menyenggol bahu yg sedari tadi saling menempel itu.
Ayri hanya terdiam dan meredam, meskipun dalam hatinya seperti di remas-remas.
Tea keluar dari dalam toilet, kini giliran Ayri masuk untuk ganti baju.
" jangan lama-lama." ucap Saydi. Sementara Ayri hanya berlalu begitu saja.
__ADS_1
Setelah mereka selesai ganti baju, Dewa, Saydi dan Haevi memposisikan duduk di pinggiran kolam menyaksikan siswa yang sedang berenang.
" selanjutnya , Lisa nurhamidah." Sebut pak Dodi.
Lisa pun memposisikan dirinya untuk siap-siap nyemplung ke dalam kolam renang.
"Awas jangan gaya batu." celoteh salah satu siswa terhadap Lisa. Namun Lisa tidak mempedulikan
" satu, dua, tiga." Aba-aba dari pak Dodi.
Byuuuuurrrrrrrr.... Lisa pun nyemplung dengan santai gaya bebas di dalam air menuju ujung kolam dan kemudian kembali ke posisi awal.
" Waw, hebat. " Sorak teman-teman nya.
" Wihhh, Wa. Ga nyangka loh Lisa bisa berenang. " Ucap Haevi yang takjub terhadap Lisa. Namun Dewa hanya senyum-senyum.
Dewa menyaksikan Lisa berenang
" Keren juga ternyata Lo Lis. Tapi sayang Lo munafik ." Ucap Dewa dalam hati.
Setelah kelas lain selesai maju, kini giliran kelas Ayri yang maju. Menunggu giliran, Ayri teramat deg-degan keringat dingin dan seakan ingin menyampaikan bahwa dirinya ingin menyerah tidak mau berenang.
" Pak? Kalo yang lagi menstruasi gimana?. " tanya Ayri memberanikan diri.
" Ya ngga boleh renanglah, tapi nanti ganti nilai renang dengan cara membelikan alat olahraga untuk sekolah" Jelas pak Dodi. Ayri pun merasa lega dengan ucapan pak Dodi, sehingga ia tidak perlu ikut mempraktekan renang.
Setelah nama Ayri terlewat, kini giliran Dewa maju untuk beranang. Ia ancang-ancang untuk di beri aba-aba oleh pak Dodi.
Byurrrrrrr,, Dewa pun bisa melakukan renang dengan gaya bebas seperti hal nya Lisa.
" Memang Lo pernah jadi penyemangat gue, tapi kini ada Ayri yang lebih bisa membuat hati gue tertarik. Gue ga akan nyerah buat minta maaf ke Lo Ay ." Ucap Dewa dalam hati sambil berenang.
" Bagussss. Nah, gini nih yang namanya murid bapak. " Ucap pak Dodi memuji Dewa. Dewa pun memposisikan duduk di samping pak Dodi.
" Ah bapak bisa aja. Oh iya pak saya boleh minta izin pulang ? di rumah ibu saya sibuk butuh bantuan saya. " Mohon Dewa.
" Its Ok. Hati-hati ya. " Pak Dodi mengizinkan. Dewa pun bergegas ke toilet yang sebekumnya ia pakai.
Tok tok tok " Siapa di dalam. " Dewa mengetuk pintu.
" Iya bentar." Jawab wanita di balik pintu toilet.
Ia kemudian membuka pintu dan ternyata Wanita tersebut adalah Ayri.
Dewa terkejut dan tidak menyangka, sehingga ia berniat dan memberanikan untuk meminta maaf kepada Ayri.
" Heuh, kirain siapa." Ucap Ayri jutek.
" emang kenapa kalo gue?." Balas Dewa.
" ga kenapa-kenapa sih. " Ayri membalas ucapan Dewa sambil berlalu namun tangan Dewa menggapai tangan Ayri.
" Maaf atas kejadian itu. " Ucap Dewa kemudian saat Ayri tertahan oleh genggaman Dewa.
__ADS_1
" Iya, tapi lepasin tangan gue." Ucap Ayri terpaksa. Dewa pun melepas genggamannya, disamping itu pula ada beberapa siswa yang masuk toilet tersebut secara tiba-tiba dan melihat sepintas ulah Dewa dan Ayri. Ayri pun berlalu begitu saja dari hadapan mereka serta Dewa masuk ke dalam kamar toilet.
" Gue tau Lo belum bisa maafin gue, tapi gue ga akan menyerah buat hati Lo luluh. " Batin Dewa.