
Setelah selesai berkeliling lingkungan pesantren, Ayah, Ibu serta Ayripun berpamitan pulang kepada Bu Aisyah.
" Hati-hati di jalan ya Pak, Bu, Ayri. Dan jangan lupa tanggal 20 Juni mulai masuk pesantren dan ini nanti formulir serta daftar apa saja yang harus di bawa." Bu Aisyah menyodorkan satu map yang berisi beberapa lembaran kertas."
"baik Bu. kalau begitu kami pamit ya, assalamualaikum." Pamit Ayah Ayri mewakili keluarga.
Dalam perjalanan, suasana hening Ayri masih tidak berkata apa-apa.
" Gimana, asikkan di pesantren?. Nanti kamu bakalan banyak teman dan di jamin kamu bakal betah." Ucap Ayah Ayri merasa bersemangat, namun Ayri hanya mengangguk dan asyik memainkan HP nya.
Keesokan harinya..
Seperti biasa, di sekolah para siswa di sibukan lagi oleh tugas. Kali ini adalah tugas kesenian, hampir sama tugasnya dengan B. Indonesia kala itu membuat grup band, hanya saja yang beda adalah menyanyikan lagu wajib dan daerah tanpa harus di rubah liriknya.
Sekretaris menuliskan nama-nama kelompok, dan lagi-lagi Ayri kebagian kelompok bersama Dewa. Sementara Riri satu kelompok dengan Shisi dan Melly .
" Yes, lagi-lagi gue kebagian kelompok sama Dewa. " Ucap Ayri dalam hati, ia lalu memandangi Dewa yang kemudian Dewa juga melirik Ayri.
" Dia balas lirik ke gue, apa itu artinya Dewa juga seneng bisa sekelompok lagi sama gue?. Wahhh, bener-bener nih kode kalo dia beneran suka sama gue kaya nya. Dan kini gue percaya ucapan Saydi." Lanjutnya dalam hati.
" Cieee, sekelompok lagi nih sama Dewa." Canda Shisi kepada Ayri. Ayri hanya tersenyum senang di hadapan Shisi.
Namun di balik bahagianya hati Ayri, ada Riri yang menampakan raut muka yang kesal. Ia menekukkan mukanya, dan seakan malas-malasan menulis instruksi yang sekertaris tulis di papan tulis.
" Mell, coba deh perhatiin si Riri. " perintah Ayri kepada Melly
" Kenapa?." Melly dan Shisi pun menuruti perintah Ayri.
__ADS_1
yang Shisi dan Melly lihat sama dengan seperti yang Ayri lihat.
" hihihi, kaya nya hati dia lg tercabik-cabik bete sama kamu Ay, hehe." ucap Shisi ketika melihat Riri yang tiba-tiba menundukkan diri di mejanya sambil menulis dengan kepala tengleng ke meja.
" Aku sebenernya kasian sih sama dia, tapi Aku benci sama dia apalagi Risa nya yang ngedukung banget Riri jadian sama Dewa."
" Udah biarin aja Ay, jangan ladenin mereka yang terpenting adalah diri lo sendiri aja dulu."
Ucap Melly mendukung.
" Oke baik, udah tau kan ya kelompok nya siapa aja, kalian hari ini juga harus tampil di depan Bu Feni selaku guru kesenian dan jangan lupa bawa alat musik kalian. Bu Feni nunggu konfirmasi kalian mau maju menyanyikan lagu apa. Beliau menunggu di ruang kesenian, nanti kalian tampil disana, terimakasih." Jelas sekertaris setelah menulis di papan tulis.
Para siswa memposisikan diri dengan kelompok dan berpencar untuk meminjam alat musik dari berbagai kelas. Begitupun Ayri memposisikan dirinya merapat bersama kelompok Dewa dan duduk bersebelahan dengan Dewa yang sudah memegang gitar milik Saydi yang kebetulan satu kelompok.
" Shi, kelompok kita ngga ada yang bawa alat musik. Gimana nih?." Ucap teman sekelompok Shisi yang menghampirinya.
" Oh iya ya, kalo minjem ke temen yang lain bisa ngga ya?. ke pa Enda selaku guru kesenian." Usul Shisi. Sementara Ayri yang sedang berdiskusi dengan kelompoknya memperhatikan gerak kelompok Ayri yang rupanya kebingungan.
" Hmm, sekertaris. Gue boleh ngajuin ralat?." Ayri acungkan tangan.
" gimana?." Sulis selaku sekertaris membalikkan pertanyaan.
" Gue, mau pindah kelompok sama Kelompoknya Shisi aja boleh? gimana boleh ya pliss." Ucap Ayri memohon.
" Ayri, apaan sih. Udah bener posisinya kaya gitu. Udah Sulis jangan dengerin Ayri, kelompok aku udah ngga mau di ganti personilnya." Tolak Shisi.
" Tapi Shi, katanya kelompok kamu ngga bawa alat musik, aku pinjemin nanti sama om aku dia Kaka kelas, siapa tau dia bawa gitar " Jelas Ayri. Ia menghampiri kelompok Shisi.
__ADS_1
Ayri mempunyai om yang hampir seumuran dengan nya, Doni namanya. Kaka kelas yang ngefans dengan band Slank sampai dia terobsesi ingin menjadi anak roker.
" Tapi gimana caranya? Doni kan ngga sekolah disini?."
" Iya ngga lah dia udah SMA, tapi tenang nanti aku telfon dia buat nganterin gitar." ucap Ayri menenangkan. Ia pun menelfon Doni dan Doni tidak keberatan untuk mengantarkan gitar karna kebetulan dia sedang berada di luar sekolah.
" Sulis pliss ganti ya pliss." Ayri memohon langsung menghampiri Sulis.
"Aduh, ribet banget sih. Ya udah Sono ganti aja sendiri." Sulis malah ikut kesal. Akhirnya Ayri mengubah posisi kelompok nya menjadi bersama kelompok Shisi sedangkan Dewa bersama Riri.
Sementara Dewa tercenang ketika Ayri mengundurkan nama dari kelompoknya, namun dia tidak bisa mencegah dan berkata apa-apa .
" Ya udah kalo gitu gue ganti posisi Lo sama Riri aja ya." Sulis malah memposisikan Riri untuk jadi pengganti Ayri.
" kebetulan banget Sulis malah memposisikan Riri sebagai ganti gue. Biarin gue mengalah Ri tanpa lo tau." ucap Ayri dalam hati. Dan kemudian mengucapkan kata 'terserah'
Doni pun menelfon Ayri dan menyuruh Ayri untuk menemuinya di gerbang sekolah.
" Shi, bentar ya aku ambil gitar dulu, ka Doni udah nunggu di luar gerbang." Ayri bergegas keluar kelas dan menemui Doni untuk mengambil gitar.
Riri bagaikan mendapat rejeki nomplok di saat dirinya tengah merana, posisi yang tidak terduga menggantikan posisi Ayri dan duduk di samping Dewa. Sementara Dewa hanya terdiam dan tidak mempedulikan kehadiran Riri, dia hanya fokus membuat nada dengan gitar yang ia pegang setelah mendapatkan ide untuk menyanyikan lagu apa untuk kelompoknya.
" makasih ya ka udah mau pinjemin aku gitar, sepulang sekolah nanti aku pulangkan ke rumah Kaka." Ucap Ayri kepada Doni.
" Iya sama-sama, udah ga usah di anterin ke rumah, nanti Kaka yang ambil aja kesini lagi. Kalo udah nanti SMS aja ya." Ucap Doni yang sambil menjalankan motornya lagi dan berbalik arah lalu kemudian pamit.
Ayripun kembali ke kelas, namun saat Ayri akan masuk ke dalam kelas, ia berpaprasan dengan kelompok Dewa yang akan menemui Bu Feni.
__ADS_1
" kenapa mengurungkan diri dari kelompok gue.?" Tanya Dewa kepada Ayri sambil berlalu tanpa harus tau jawabannya.
" Dewa tanya hal itu ke gue?. Apa artinya dia menghawatirkan gue? atau dia kecewa?. maafin gue Wa, gue lebih memilih kelompok lain dan gue menghargai hati Riri yang lagi ngarepin lo." ucap Ayri dalam hati, ia berlalu menuju kelompok Shisi.