
Cuit Cuit Cuit....
Suara burung bersiul ramai di atas genteng rumah Ayri. Semalam hujan mengguyur Komplek rumah, Sehingga sampai pagi masih terasa sangat sejuk. Ayri menyibakkan tirai dan jendela kamarnya, ia memandangi ranting pohon serta bunga yang masih basah tersiram hujan semalam. Hatinya sedikit tenang setelah ia tidur pulas semalam. Namun saat ini bayangan semalam masih terngiang jelas di ingatan Ayri sampai ia mengernyitkan ke 2 matanya.
" Hah, sial. Lupakan Ayri, itu hal terbodoh yang pernah kamu lakukan. Jangan pernah terulang lagi, dan jangan berani dekat dengan cowo. Cukup malam tadi jadi pelajaran buat Lo " Batin Ayri. Ia kemudian mengambil handuk dan bergegas ke kamar mandi.
" Gimana perutnya udah enakan? , ayo buruan mandi. Terus sarapan, nih mamah udah bikin nasi goreng kesukaan kamu." Ujar Ibunya Ayri yang sedang membereskan meja makan.
" Alhamdulilah mendingan mah, tapi kepala Ayri malah pusing." Ucapnya sambil masuk ke dalam kamar mandi.
Setelah selesai mandi dan sarapan Ayri berniat untuk membantu Kakanya di toko karna ia merasa suntuk di rumah dan berusaha melupakan kejadian semalam.
Di toko..
Ayri membantu Kakanya menjadi kasir, namun hari ini pembeli sedang sepi sehingga Ayri sambil bermain HP milik kakak nya karna HP Ayri tidak di nonaktifkan.
" Beli." Ucap seorang laki-laki di hadapan meja kasir.
" Iya mau beli apa." tanya Ayri masih memperhatikan HP. Ternyata itu adalah Saydi yang sengaja ingin bertemu dengan Ayri.
" Eh Lo Say, mau beli apa?." Tanya Ayri
" Ay, kemarin gue nelfon Lo kenapa ga aktif ?." Tanya Saydi.
" HP gue rusak. kenapa emang?." tanya Ayri santai.
" Gue pengen ngirim foto Dewa ke HP Lo." Ucap Saydi.
" Ya udah kirim ke HP ini aja. Ini HP Kaka gue." ucap Ayri.
Ayripun meminjam HP Kakanya yang sudah ganti menjadi HP Nokia N70 ( kala itu HP termahal )
" Widih HP nya bagus ya. Ya udah nih gue kirim." Saydi pun memproses pengiriman foto Via bluetooth.
" nah, udah selesai. Gue balik lagi ya takut Kaka Lo curiga." dengan tergesa-gesa Saydi pun pergi. Ayri mengecek Foto yang baru saja di kirim Saydi.
Bahagia rasanya meskipun Ayri hanya bisa melihat wajah Dewa di HP tetapi ia bingung bagaimana caranya agar foto Dewa aman di dalam HP kakanya tanpa Kakanya bisa melihat.
" Saydi sampai segitunya belain gue buat bisa dapetin foto Dewa, hehe. Bener deh gue tuh ga bisa lupain Lo Wa." Gumam Ayri dalam hati.
__ADS_1
Ayri merasa sekarang hatinya jauh lebih baik, dia tidak terlalu terbayang lagi oleh kejadian semalam. Meskipun Dewa sebatas Cinta Dalam Hati nya entah kenapa Ayri merasa lebih bahagia dan merasa bahwa hatinya lebih tenang.
****
Keesokan harinya..
Hari ini Ayri berangkat ke sekolah untuk yang terakhir kalinya, Karna Ijazah sudah mulai di beri cap 3 jari. Ayri berharap bahwa di hari ini ia bisa berbicara secara baik-baik dengan Dewa, atau bahkan ia akan mengungkapkan perasaannya kepada Dewa.
Ayri berangkat dengan perasaan tidak karuan, di sisi lain ia senang karna dia akan bertemu Dewa namun ini adalah hari terakhirnya bertemu dengan Dewa.
" Guys, nanti saat kelas sebelah selesai. baru giliran kita yg di bolehkan masuk ke ruang guru" Ujar Sulis selaku sekretaris, Ketika para siswa sudah berkumpul di dalam kelas.
Ayri duduk dengan ke dua sahabatnya yaitu Shisi dan Melly.
Ayri duduk di bangkunya sambil menatap Dewa lama.
" Gue mau puasin ngeliat Lo untuk yang terakhir kalinya Wa, semoga Lo baik-baik aja setelah kita berpisah nanti. Semoga Allah mempertemukan kita lagi di lain kesempatan." Batin Ayri dalam hati.
Kedua sahabatnya ikut memperhatikan sikap Ayri yang memasang wajah muram namun Ayri tidak sadar bahwa ke 2 sahabatnya memperhatikan.
" Ay." Panggil Shisi yang menatapnya sejak tadi di sampingnya, namun Ayri tidak mendengar karna masih terbawa suasana lamunan.
" Aduh, sakit tau." Ucap Ayri tersentak.
" Habisnya Lo ngelamun melulu, ngeliatin Dewa sampe segitunya. Denger ga Sulis tadi ngomong apa?" ujar Melly, namun Ayri menggeleng karna dia tidak mendengarkan sama sekali.
" Hmmm, nih ya menurut gue hari ini kesempatan Lo buat ngomong ke Dewa. Siapa tau Dewa mau Nerima Lo. Gue tau ko, Dewa tuh sebenernya juga suka sama Lo, cuma dia itu malu. Gue juga tau dari Saydi kalo dia tuh suka sama Lo." Jelas Melly.
" Kapan Lo tau." tanya Ayri tidak percaya.
" Kemarin kan gue 1 ruangan sama dia, Udah sekarang ungkapin aja perasaan Lo. Siapa tau kalian bisa jadian." Sambung Melly.
" Tapi... " Ayri ragu.
" Udah ga usah pake tapi-tapian, sana lo ngobrol. Nanti gue pancing Dewa buat nemuin lo, Lo tunggu di parkiran ya." Suruh Melly, Ayri pun mengangguk tanda mengerti.
Giliran kelas 9f untuk memasuki ruang guru untuk melakukan cap 3 jari. Para siswa mengantri sesuai absensi. Mereka antri sambil baris berbanjar. Di belakang Ayri berdiri Dewa karna absensi mereka berdekatan.
Jantung Ayri berdegup sangat kencang, ingin melontarkan kata tetapi hanya bisa menahan.
__ADS_1
Giliran Ayri masuk.
Namun saat Ayri masuk, Melly mendekati Dewa dan ia akan menyusun rencana.
" Wa, pliss ikut gue selesai ini. Gue mau ngomong sama Lo, tunggu gue di depan gerbang." Ucap Melly.
" Mau ngomong apa, udah ngomong sekarang aja." Ucap Dewa datar.
Ayri sudah keluar dari ruang guru, sehingga giliran Dewa yang harus segera masuk.
" Mell, gue ambil tas dulu ya di kelas." Ucap Ayri dan berlari menuju kelas.
Saat Ayri telah mengambil tas, tiba-tiba Tea dan Avril menghampiri Ayri.
" Ayri, mau kemana. Kita pulang bareng yuk." ajak Avril.
" Hmm, nanti ya. Gue masih ada perlu nih." tolak Ayri.
" Yah, perlu apaan sih." ucap tea.
" Ada deh, gue duluan bye." ucap Ayri tergesa - gesa dan pergi meninggalkan mereka.
" Hey, tunggu. Kita ikut." Tea dan Avril mengikuti Ayri dari belakang.
Ngapain sih mereka malah ikut-ikut, haduh. Nanti Dewa malu lagi, Yang ada nanti gagal. Batin Ayri
Ayri di Gerbang melihat Melly sedang ngobrol dengan Dewa. Ayri pura - pura menghampiri Melly.
" Mell... " Panggil Ayri yang langsung menghampiri Melly.
" pulang bareng yuk." lanjut Ayri.
" Iya ayo. Wa, Ayri pengen ngomong nih sama Lo. "
"Eh, ngomong apaan. Ngga ko, bohong." Ucap Ayri berpura-pura.
" Oh ya udah kalo ga ada hal yang penting, kalo gitu gue duluan ya. " Dewa melangkah pulang, namun seketika Ayri menahan.
" Tunggu, gue cuma mau minta maaf ke Lo. Maafin gue karna selama ini gue udah suka sama Lo. " Ucap Ayri berpaling dari Dewa namun Dewa tetap melangkah pergi. Sayu - sayu Dewa mendengar tetapi tidak ia pedulikan.
__ADS_1
Avril, Tea , Shisi dan Melly menyaksikan kelakuan sahabatnya nya itu. Setelah Dewa jauh dari pandangan, Ayri bersipuh menangis karna tak kuat menahan tumpahan isi hati nya.