Apakah Ini Cinta??

Apakah Ini Cinta??
Berkunjung ke rumah Dewa


__ADS_3

' Selamat pagi Ayri. ' Chat nomer baru.


Sementara Ayri sedang fokus menyiapkan baju dan perlengkapan untuk di bawa PKK besok.


Besok adalah hari pertama Ayri melaksanakan tugas PKK di sebuah Rumah Sakit Daerah oleh sebab itu, Ayri dan teman 1 angkatannya di beri waktu libur satu hari untuk persiapan.


Kemarin adalah hari dimana Ayri harus berpisah dengan Aisyah Sahabatnya di kampus


Sehari sebelumnya..


Sepulang jam Ujian tulis, Ayri buru-buru keluar ruangan karna ia merasa tidak enak terhadap Dewa yang lama menunggu di parkiran. Langkahnya setengah berlari sampai-sampai ia lupa dengan Aisyah apakah sudah selesai mengisi soal ujian atau belum.


" Maaf ya lama, soal nya agak sulit. " Ucap Ayri sambil ngos-ngosan.


" Iya. " Jawab Dewa datar.


Mereka pun langsung pergi begitu saja.


Sementara Aisyah, setelah selesai Ujian ia di panggil ke ruang Prodi kebidanan. Aisyah di sidang oleh beberapa Dosen terutama ketua yayasan.


" Kenapa kamu menyembunyikan kehamilan?. " Tanya ibu Titin selaku ketua Yayasan.


" Karna, saya ingin sekali kuliah disini. " Jawab Aisyah dengan suara pelan dan menunduk.


" Tapi kamu harus menerima konsekuensi, seperti halnya hari ini. Besok bagaimana kamu akan mengikuti PKK sementara kamu harus bedrest pasca persalinan, sementara PKK tidak bisa di tunda, di ganti ataupun cuti. " Jelas ketua Yayasan.


" Saya mohon bu, beri saya kesempatan. Saya kuat saya bisa besok mengikuti PKK dengan teman yang lain bu. " Ujar Aisyah memohon.


" Tapi Ais, resiko yang akan kamu alami akan besar ke depannya, kami tidak mau tanggung jawab jika nanti ada apa-apa akan kondisi kamu bahkan bayi kamu di rumah. Kamu baru sehari masa nifas, luka kamu belum kering sementara di lapangan banyak benda-benda yang berbahaya yang akan mempengaruhi kesehatan kamu nanti kedepannya. Selain itu, kegiatan di lapangan itu sangat berat Ais. " Jelas ketua Yayasan lagi.


" Tapi bu... Saya mohon bu saya mohon dengan sangat kepada Ibu, tolong saya bu. " Aisyah memohon sambil bersimpuh di kaki ketua Yayasan yang sedang duduk berhadapan dengannya.


" Maaf Aisyah, sudah-sudah. tenangkan diri kamu. Ayo duduk lagi. " Ibu Sri selaku Wali murid berusaha menenangkan Aisyah untuk duduk kembali di bangkunya, kemudian ia memberikan secarik kertas amplop untuk Aisyah.


" Sebaiknya kamu beritahu orang tuamu, sampaikan ini dan besok orang tuamu di harapkan datang kesini untuk menemui kami ya. " Jelas Ibu Sri yang membuat Aisyah membisu menahan kesedihannya.


Sementara Dosen yang tadi mengikuti persidangan berbondong keluar ruangan.


" Pulihkan kondisi kamu, maafkan saya dan perlakuan Dosen yang lain terhadapmu karna ini bukan kemauan kami, kami hanya mengikuti prosedur Peraturan yang ada di kampus ini. Kami harap kamu memaklumi akan hal ini, baik - baik ya kamu dan bayi nya. " Ucap Ibu Sri yang kemudian berlalu meninggalkan Aisyah di ruangan sendiri merenungi keputusan yang amat pahit.


Malam hari..


Aisyah menelfon Ayri dan menceritakan kejadian yang telah ia alami. Orang tua Aisyah pula merelakan akan DO nya Aisyah dari kampus karna memang ini jalan terbaik untuknya.


Mereka pun menangis di balik Hp dan saling menguatkan hingga akhirnya Ayri harus merelakan setiap harinya esok tidak akan bisa lagi bertemu dan belajar bersama Aisyah.


Next....

__ADS_1


" Baju seragam, infus set, buku baju sehari-hari udah beres semua Fuhh. " Ayri menghela nafasnya dan kemudian mengambil Hp yang tergeletak di atas kasur dan membukanya.


' Maaf ini siapa?. ' Balas Ayri.


Nomer tersebut ternyata milik Nugi Nugroho yang sengaja ingin berteman dengan Ayri. Nugi meminta nomer Ayri dari Ayah Ayri yang satu kelompok tugas di kampusnya.


Ayri dan Nugi akhirnya saling bercerita tentang perkuliahannya bahkan sampai kesehariannya.


' Ketemu yuk, aku kangen tau. ' Chat Ayri kepada Dewa.


' Iya. ' Balas Dewa singkat.


Ayri pun bersiap dan berangkat. Namun sesampainya Ayri di rumah Sinta, toko Sinta dan rumahnya pun tutup sehingga Ayri hanya menunggu di pinggir jalan. Beruntung Dewa cepat sampai karna rumah nya tidak begitu jauh dari rumah Sinta.


" Sinta lagi ngga ada di rumah. " Ucap Dewa ketika telah sampai menemui Ayri.


" Yah, terus kita mau ngobrol dimana?. " Tanya Ayri lusuh tak bersemangat.


" Ke rumah aku, Ayo. " Dewa menaiki motor Ayri dan akan menyetir.


" Eh tapi, a, aku belum siap untuk ketemu keluarga kamu." Ayri mencegah, namun Dewa tetap mengendalikan motor untuk pergi ke rumahnya.


Sesampainya di rumah Dewa..


Ayri sungguh terkejut akan kondisi rumah Dewa yang sangat sederhana, lantai rumahnya masih beralaskan semen dan tembok nya masih beralas batu bata yang belum terselimuti semen.


" Hey, ayo masuk. " Ucap Dewa membuyarkan rasa terkejut Ayri.


" Assalamualaikum. " Salam Ayri kepada isi rumah dan di jawab lembut oleh Ibu Dewa.


" Walaikum salam. " Jawab ibu Ayri melempar senyum dan menyodorkan tangan untuk bersalaman.


" Eh ada tamu, ayo nak silahkan duduk. Aduh Dewa memalukan saja ya bawa anak secantik kamu ke rumah kumuh kaya gini. Hehe " Ucap ibu Dewa malu-malu.


" Eh ngga bu ngga apa-apa. Malah aku seneng ko di ajak Dewa kesini bu, Hehe. " Jawab Ayri berusaha tidak gugup dan ingin menjadi lebih dekat dengan ibu Dewa.


" Sebentar ya, aku buatkan minuman dulu di dapur. " Ayri pun mengangguk dan Dewa meninggalkan Ayri sebentar untuk mengobrol dengan ibu Dewa.


" Kenalkan bu, nama aku Ayri teman dekat Dewa. " Ayri memperkenalkan diri.


" Oh Ayri, Dewa ngga pernah cerita tentang kamu. Dewa anaknya sangat tertutup nak untuk masalah pribadinya. " Cerita Ibu Dewa tentang Dewa.


" Hehe, iya bu sama aku pun dia begitu.... "


" Assalamualaikum... " tiba-tiba ada suara salam dari luar rumah Dewa yang mengharuskan Ibu Dewa meninggalkan Ayri untuk menghampiri suara tersebut.


Ayri tengak tengok arah kanan kiri melirik kondisi rumah Dewa serta dalam hatinya sangat tertegun

__ADS_1


" Masya allah, sesederhana ini kah Dewa. bahkan pertama kali aku berkunjung kesini sama sekali tidak memperhatikan rumah Dewa yang mana. Kalo saja mamah dan papah tau aku pacaran dengan Dewa pasti mereka ngga akan menyetujui hubungan aku sama Dewa. " Gumamnya dalam hati.


" Nih minumannya di minum, tapi hati-hati masih panas. " Lagi-lagi ucapan Dewa yang tiba-tiba membuyarkan lamunan Ayri.


" Kenapa? terkejut ya dengan suasana rumah aku yang jauh beda dengan rumah kamu? " Dewa merasa tersinggung dengan tingkah Ayri.


" Ah, ng,ngga ko siapa bilang. Malah aku suka, suasana hening ngga kaya di rumah aku yang selalu bising dengan kendaraan, bising dengan ocehan papah juga. Hahaha. " Ayri berusaha mengurangi ketegangannya.


Sampai pada akhirnya mereka saling bercerita dan Ayri pula bercerita tentang dirinya yang akan pergi PKK selama 2 minggu di RSUD sementara Dewa pula ingin memulai kerja awal sambil menunggu ijazah keluar ia ingin pergi ke jakarta bersama saudaranya mencari kerjaan serabutan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan untuk mencari pengalaman.


Tidak terasa waktu begitu cepat berlalu sehingga mengharuskan untuk Ayri pulang karna hari sudah mulai sore. Ayri pulang dengan membawa rasa yang berat karna merindukan Dewa.


Malam hari ketika Ayri akan merebahkan tubuhnya mengistirahatkan diri HP nya berbunyi menandakan chat masuk.


' Hey, udah tidur belum? ' chat Nugi.


' Ini baru mau. Kenapa emang?. ' Ayri.


' Oh ya udah selamat tidur. ' Ucapan terkahir dari Nugi kepada Ayri


Pagi hari.. Tepatnya jam 5 subuh Ayri sudah bersiap pergi ke RSUD membawa perlengkapan untuk PKK di antar oleh ayahnya sekaligus ayahnya pergi ke kampus.


" aga diri baik-baik ya, nanti kalo ada apa-apa hubungi papah atau kakak. " Pesan Ayah Ayri sebelum meninggalkan Ayri di lapangan parkir.


" Iya pah, pulang dinas juga Ayri tinggal di asrama kampus biar ngga terlalu jauh bolak balik. " Ujar Ayri meyakinkan ayahnya agar tidak khawatir.


Ayahnya pun mempercayainya dan kemudian pergi meninggalkan Ayri, begitupun Ayri masuk ke dalam lobi Rumah Sakit.


Ayri sampai di ruangan tempat ia d tugaskan di ruangan praktek tepat pukul 07.00 WIB. 6 orang tim kerjanya pun sudah berkumpul di ruangan dan mereka akan memulai untuk briefing.


" Selamat pagi teman sejawat ku semuanya. Saya ucapkan selamat datang untuk mahasiswa kebidanan Kharisma, selamat bergabung dengan kami tim tenaga kesehata RSUD. Disini saya akan menjelaskan peraturan kerja untuk kalian mahasiswa. " Sebut saja beliau adalah pak Faisal selaku ketua perawat di ruangan melati khusus Rawat inap pasca Operasi.


Pak Faisal menjelaskan tentang tata tertib dan sistem kerja perawat di ruangan melati serta terjun langsung masing-masing pasien untuk memperkenalkan diri dan menjelaskan masing-masing kebutuhan dan keluhan setiap pasien.


" Pak minta tolong gantikan perban luka saya, saya sudah tidak betah pak. " Ucap pasien seorang ibu pasca operasi SC kepada ketua perawat tersebut ketika ia sedang menjelaskan kepada tim Ayri tentang kondisi pasien.


" Oh iya bu, sebentar ya nanti saya akan suruh mereka untuk melayani ibu. " Ujar pak Faisal dengan sopan. Ibu tersebut mengangguk.


" Kamu, Ayri ya?." Sebut pak Faisal kepada Ayri yang ia kenal dari name take yang Ayri pakai di dada sebelah kiri.


" Iya pak. " Jawab Ayri sigap.


" Tolong nanti urus ibu tersebut ya, rawat luka dan ganti balutan. " Suruh pak Faisal kepada Ayri.


" Oh iya baik pak. Saya ijin persiapkan alatnya dulu pak. " Ijin Ayri dan kemudian ia pergi ke ruang alat untuk mempersiapkan alat yang akan di butuhkan untuk ganti balutan luka.


Hati Ayri deg-degan pasalnya baru kali ini ia memegang pasien secara langsung. Ayri melayani pasien dengan telaten dan ramah.

__ADS_1


__ADS_2