Apakah Ini Cinta??

Apakah Ini Cinta??
terluka


__ADS_3

Tet, tettttttt (bel tanda istirahat berbunyi)


5 sekawan berbondong menuju kantin, mereka memesan makanan dan minuman. Tapi kali ini sikap Avril berbeda setelah melihat agung maju mempresentasikan tugas bahasa Indonesia.


"Baik, saya akan mempresentasikan produk untuk pria dewasa yaitu " jilet" alat pencukur kumis yg di desain secara khusus untuk mencukur kumis dan jenggot. manfaat dari alat cukur ini mencukur lebih mulus dan mudah. Anda bisa membeli di toko-toko terdekat. terimakasih. " Agung mempresentasikan dengan terburu-buru dan banyak cengangas cengenges sehingga siswa yg menyaksikan nya pun tertawa terbahak melihat tingkahnya.


Ayri memperhatikan sikap Avril yg senyum-senyum sembari melihat agung yg sedang bercanda di bangku kantin seberang sana.


"Ehm.. Terpesona ku pada pandangan pertama.. asik asik. " Ayri menggoda Avril sambil menadakan lagu.


" Apaan sih, lo ga usah ganggu gue. Gue lagi kasmaran" Avril tidak mempedulikan.


"Kasmaran sama siapa sih? " Sindir Rina yg kemudian menyedot Es yang ada di depannya.


"Tuh tuh tuh" tunjuk Avril kepada agung yg masih bercanda dengan teman-temannya.


"Euleuh, lo sama bocah aneh itu tertarik?. " Tea heran, Agung adalah cowo petakilan yg suka menggoda cewe-cewe di sekolah.


"Biarin, yg penting ganteng. " Avril tetap tidak mempedulikan dia sedang kasmaran, meletakan dagunya di antara ke dua tangan yang menyangganya.


"Cuihh" Tea mengacuh.


" Iya deh iya ganteng. " Chua pun ikut ngeyel.


"Pengumuman, untuk para personil eskul pramuka, di harapkan untuk kumpul di lapangan upacara segera, terimakasih. " Suara dari sumber informasi.


"Eh bentar deh, kayanya gue ikut kumpul dulu. bentar ya. " Ayri pun bergegas menuju lapangan upacara.


Ayri bertemu Lili di dalam barisan di tengah lapangan.


"Lili, ya ampun kamu sekarang d kelas mana?aku kangen tau. " Ayri merangkul Lili ia merasa senang karna bisa bertemu dengan Lili lagi.

__ADS_1


" Hihi, iya Ay, ko aku juga sekarang ga pernah liat kamu sih. Kamu di kelas mana? kalo aku sekarang di 8D. " Ucap Lili, Ayri merelai pelukan nya.


Namun sedang asik mereka berbincangl, Ka Aden selaku pemimpin Pramuka membuka isi pengumuman.


" Baik adik² Kaka, untuk memperingati jambore sekecamatan, Kaka minta kalian untuk mengacungkan diri siapa saja yg akan mengikuti jambore? dengan syarat sudah memiliki atribut lengkap, setiap hari selama 1 Minggu kedepan kalian wajib mengikuti pelatihan. Dan, untuk atribut cewe kalian semua di wajibkan memakai baju seragam pendek. " Jelas ka Aden.


Hampir semua personil mengacungkan diri, sedangkan Ayri tidak ikut serta.


"Baik untuk itu, setelah barisan di bubarkan kalian silahkan menghubungi kakak untuk mendaftarkan diri. Kita kumpul di mushola, sekian pengumuman dari Kaka. Terimakasih, bubar barisan gerak. " Perintah ka Aden.


"Ayri, kenapa kamu ngga ikut?. " Tanya Lili.


"Aku ngga bisa kalo harus pakai seragam pendek Li, jadi ya udah lah aku mundur aja."


Begitu pula Lili dengan alasan yg sama dan karna jarak tempuh yg jauh.


"Li aku tinggal ya, harus ke kelas lagi. " Pamit Ayri dan menuju kantin lagi dengan berlari kecil menghindari terik panas di lapangan.


Namun pada saat berlari.


"Sorry" Ucap Dewa spontan dan ia langsung membantu Ayri bangun dari jatuh.


"Duhh, maka nya kalo jalan liat-liat dong sakit nih kaki gue. " Ayri sibuk membereskan posisi dan luka yg ada lecet yg ada di telapak tangannya sehingga ia tidak menyadari bahwa yg menabraknya adalah Dewa.


"Ya udah maaf ya" Ucap Dewa sekali lagi.


Namun pada saat itu, Ayri baru menyadari bahwa itu adalah Dewa.


"Iya deh, ga apa-apa. Nanti luka nya biar gue ke UKS aja. " Ucap Ayri ketus.


" Ya udah kalo gitu gue duluan ya lagi buru-buru. Jangan lupa obatin lukanya ke UKS. " Pesan Dewa dengan terburu-buru.

__ADS_1


"Lah, entahlah itu cuek atau peduli. Yang jelas dia udah beda banget. " Gumam Ayri dalam hati sembari mengelus kan luka lecet di telapak tangannya itu.


Tet, tetttttttt (bel tanda masuk)


Ayri langsung menuju kelas, teman-temannya sudah berada di dalam kelas.


" Ada kumpulan apa tadi?. " Tanya Rina.


"Biasa, tentang jambore. Gue ngundurin diri." Ucap Ayri masih meniup-niup luka di telapak tangannya.


" Itu tangan lo kenapa lecet gitu?. " Avril Memperhatikan Ayri yg sesekali meniup dan mengibas telapak tangannya.


"Jatuh tadi, tapi ga apa-apa sih. " Jawab Ayri cuek.


Sepulang sekolah di rumah, Ayri baru sempat mengobati luka lecet di telapak tangannya itu. ia masih mengingat kejadian itu yg membuat hati nya tidak karuan.


"Kalo dia inget kalo dia pernah temenan sama gue mungkin dia ga akan se cuek itu. Apa mungkin dia udah punya pacar? atau suka sama orang sampe dia lupa sama gue?. " fikir Ayri dalam hati.


1 pesan di terima


'Lagi apa?. ' Rangga


' Lagi ngobatin luka. ' Balas Ayri tanpa basa basi


'Kenapa?. ' Rangga


'Jatuh, tapi ga apa-apa ko. Ka Rangga lagi ngapain? ga ngajar ngaji?. '


'Ini lagi, sambil nunggu anak-anak ngerjain tugas. Ay, kenapa ya sama perasaan Kaka ini.' Rangga memancing Ayri dengan pertanyaan tersebut.


'Maksudnya?' Ayri tidak faham dengan pertanyaan rangga.

__ADS_1


namun Rangga tidak menjawab.


Ayri pun penasaran dengan kata-kata yg rangga kirim, namun Rangga tidak menjawab sampai waktu malam tiba. Ayri lagi-lagi membuka hp berharap ada pesan dari Rangga menjelaskan maksud perasaan Rangga.


__ADS_2