Apakah Ini Cinta??

Apakah Ini Cinta??
Tipu Daya Trian


__ADS_3

Ke esokan hari..


Pagi ini Ayri harus berkemas karna besok ia sudah harus kembali ke pesantren.


" Hari ini hari terakhir disini, Dewa masih berduka. Gimana mau ketemu. " Ucap Ayri lusuh.


' Gimana, bisa ketemu?.' Trian.


" Ih, ini orang risih banget sih. " Ayri tidak mempedulikan pesan tersebut. Ia berkemas baju dan juga perlengkapan lainnya yang harus di bawa ke pesantren lagi.


' Rindu, aku besok harus ke pesantren lagi ' SMS Ayri kepada Dewa. Tetapi Dewa tidak merespon.


30 menit berlalu Dewa tetap tidak membalas.


" Hmm, mungkin dia masih berkabung. Mana mungkin aku harus menemui ke rumah nya, mending aku bantu kaka di toko aja deh. " Ayri pun bersiap untuk pergi menemui kaka nya ke toko.


Di toko..


Saydi dan kakak Ayri sedang sibuk cek barang yang akan di hantar ke rumah pelanggan.


" Eh, Ayri. Apa kabar?. " Sapa Saydi yang sekian lama baru terlihat lagi.


" Hey, alhamdulilah baik. Lo kerja disini Say?." Tanya Ayri basa basi, padahal Ayri tau kalau Saydi sudah lama bekerja di toko pamannya.


" Iya nih, ya lumayan buat bantu perekonomian keluarga. Oh iya gimana lo sama Dewa udah deket?" tanya Saydi.


" Hehe, makasih ya Say, lo udah ngasih nomor kakak ke Dewa. Berkat lo gue jadi deket sama Dewa, hehe" Ayri malu-malu.


" Ay, tolong kaka dong, kamu bantu Saydi kemas barang ya. Kaka mau nganterin pesenan ini ke pelanggan. " Suruh Kakak Ayri yang sibuk mempersiapkan barang yang akan di kirim ke pelanggan.


" Eh iya ka boleh. " Ayri pun memposisikan diri untuk memasukkan belanjaan ke dalam kardus sambil melanjutkan ngobrol dengan Saydi yang sambil menceklis struck belanjaan.


Hp Ayri berbunyi ( Tanda SMS masuk ) Sambil mengemas barang Ayri sempat membuka SMS tersebut.


' Gimana bisa ketemu ngga, ayo dong plis. ' Trian.


" Ngapain sih cecunguk ini SMS melulu, ga ada kerjaan banget. " gerutu Ayri dalam hati.


Merasa SMS nya lama tidak di respon, Trian pun menelfon. Tetapi tetap saja tidak di respon oleh Ayri.


' Mau loe apa sih, gie lagi sibuk. ' Ayri.


' Kalo sibuk ko sekarang bisa balas chat gue. ' Trian


' oke kita ketemu jam 12 siang. ' Balas Ayri sambil menggerutu.


" Kenapa Ay, kaya nya BT gitu balas SMS nya?. " Tanya Saydi yang dari tadi memperhatikan Ayri sibuk dengan HP nya.


" ini nih, cowo tengil banget ngajak ketemuan maksa. " Jawab Ayri sambil melanjutkan mengemas barang.


" Dewa?." tanya Saydi.


" Bukan, orang lain. " Jawab Ayri sambil membalas SMS.


" oh kirain Dewa. O iya sore ini kan Dewa mau ikut tournamen bola volly. Lo di ajak dong buat nemenin dia?." Jelas Saydi yang tanpa Ayri tau.


" Ngga tuh, Dewa ngga bilang-bilang mau ikut tournamen. Kemarin gue nyambangin ke rumahnya ngga bilang apa-apa. Kan dia lagi berkabung. Masa iya masih sempet main volly. " Unar Ayri yang penasaran akan ucapan Saydi.


' Hey, lagi ngapain. ' Ayri meninggalkan SMS di HP Dewa.


' Persiapan volly nanti sore. ' Dewa.


' Ko aku baru tau, dan kamu ngga ngasih kabar. ' Ayri.

__ADS_1


' Lupa. ' Balas Dewa singkat.


" Hey, kenapa Dewa gaya SMS nya bikin BT, dia kenapa? apa masih terbawa duka jadi dia masih malas berkomunikasi sama aku?. " Batin Ayri yang menjadi tidak semangat.


" Ay, jaga toko sebentar ya. Gue mau anterin pesanan ini dulu ke warung sebelah. " Ucap Saydi yang mbawa hasil kemasan Ayri.


Ketika Saydi pergi, Ayri menggerutu sendiri. Oa merasa ada yang aneh pada Dewa akhir-akhir ini, semenjak setelah Ayri memberikan bingkisan hari itu.


" Apa isi bingkisan itu? ah kan aku cuma ngasih jam yang berbentuk gitar. Apa dia ngga suka? marah sama aku? apa karna fikirannya masih kacau?. Aku harus nonton turnamen sore ini. Ajak saydi deh. "


Siang hari saat jam istirahat toko, Ayri mengajak Saydi untuk nonton turnamen volly sore nanti. Namun sebelum nya Ayri akan memenuhi ajakan Trian untuk bertemu siang ini.


" Kalo gitu gue pulang dulu ya, nanti sore gue jemput lo. " ucap Ayri kepada Saydi sambil bersiap pulang.


Sebelum pulang ke rumah, Ayri pergi bertemu dengan Trian di sebuah ladang lapang tempat untuk para pengembala kambing mengembalakan ternaknya.


' Kamu dimana, Aku udah di ladang. Aku pake baju merah kotak hitam. pakai sarung dan peci' Trian.


' Iya gue udah di lokasi. ' Balas Ayri yang kemudian melihat seorang laki-laki yang berciri sama seperti yang Trian sebut.


" Assalamualaikum. " Ucap Ayri dengan penuh kebingungan.


" Walaikumsalam. " Jawab Trian.


Ayri bingung karna Trian sama sekali tidak persis apa yang telah di sebutkan pada Trian. Ia hanya mengenakan pakaian kemeja merah kotak hitam dengan celana levis pendek.


" Kenapa penampilan nya ngga sama sekali seperti anak santri. Tubuhnya pun hitam, kaya orang yang sehari-hari bermain di bawah matahari. " Gumam Ayri dalam hati.


" Ngga sama temen?. " Tanya Trian basa basi.


" Eh, ngga. Gue mau sekalian berangkat nonton turnamen. " Jawab Ayri ringan.


" Wih, suka sport juga ya. Sama dong, tapi semenjak di pesantren udah ngga pernah olahraga lagi fokus berdakwah. Hehe. " Ucap Trian yang sama-sama enteng.


" Hehe, sarung nya tadi aku simpen di jok motor temen. Aku kan kesini tadi di bonceng. Dan ngga tau nih pulangnya gimana. " Trian beralasan.


" Sory ya, gue ga bisa ngobrol lama. Bentar lagi cowo gue mulai tanding. Gue harus temenin dia. " Ayri tergesa-gesa ingin sekali pergi meninggalkan Trian yang sama sekali tidak Ayri suka.


" Aku boleh nebeng pulang, anterin aku dulu ke rumah tanteku. "


" Maaf Trian ngga bisa. " Ucap Ayri ingin tancap gas. Tetapi di cegah Trian.


" Plis Ay, kamu ga tega apa, aku pulang jalan kaki ke tempat bibiku. " Trian memohon. Ayri sebenarnya ilfil dengan Trian tapi ia masih memiliki rasa tidak tega melihat orang kesusahan.


" Hmm, ya udah deh. " ucap Ayri. Mau tidak mau Ayri pun membonceng dengan Trian.


Selama perjalanan Ayri deg-degan, ia khawatir di jalan bertemu dengan Dewa. Dia duduk di ujung jok motor menjaga jarak, tidak berani menyentuh Trian.


" Eh, sebentar. Ini kan jalan menuju rumah Dewa, jangan-jangan dia.... " Gumam Ayri dalam hati.


" Trian, kamu kenal sama Dewa?. " Tanya Ayri tiba-tiba.


" Dewa? Ngga tuh. Eh udah sampe, ini rumah tante aku. Makasih ya. " Ucap Trian turun dari motor.


Trian turun tepat di depan gank menuju rumah Dewa. Hal yang benar-benar tidak Ayri sangka. Ia pun langsung tancap gas begitu saja tanpa mempedulikan ucapan terimakasih Trian.


" Sialllllllll.... Kenapa gue malah kejebak sama orang macam Trian, huhu kesal gue. Awas aja bakal gue kerjain balik tuh orang. " Gerutu Ayri sambil mengendarai motor menuju pulang.


" Ya ampun, sampe lupa. Ada janji sama saydi mau nonton Dewa tanding volly. Cus jemput Saydi. " Ayri berusaha melupakan kejadian tadi dan berharap Dewa tidak mengetahui bahwa ia telah berboncengan dengan Trian.


" Ka, Saydi mana?. " Tanya Ayri ketika ia telah sampai di toko.


" Saydi lagi pulang katanya mau hantar kamu nonton turnament. " Jawab Kakak Ayri yang sibuk beres-beres toko yang akan di tutup.

__ADS_1


Ayri hanya mengangguk menerima jawaban dari kakak nya.


" Ayo, let's go. " Ucap Saydi yang tiba-tiba muncul di hadapan Ayri. Ayri pun membonceng Saydi dan merela pergi untuk menonton turnamen volly.


Di lokasi, Ayri langsung melihat performa Dewa yang sedang fokus mengoper-oper bola dari lawan nya.


Dari jauh Ayri hanya bisa menyemangati dengan suara seperti menggerutu.


" Ayo Dewa semangat, ada aku disini. Aku dukung kamu." Ucap Ayri.


" Sana gih nonton nya agak deket biar Dewa tau kamu ada disini. " Suruh Saydi yang hanya diam di atas motor. Ayri pun mengangguk.


Sontak bola volly meleset keluar garis dan hampir mengenai Ayri yang tengah berjalan menuju tempat duduk penonton yang lebih dekat dengan Dewa. Dewa pun menoleh ke arah bola dan melihat Ayri.


Ayri tersenyum melihat Dewa yang tidak sengaja melihatnya.


" Semangat. " Ucap Ayri memberi kode. Dewa hanya tersenyum dan melanjutkan permainan.


Selang beberapa menit, pertandingan pun usai dan tim Dewa menang untuk babak pertama.


" Ini, aku bawa minum buat kamu. " Ucap Ayri menghampiri Dewa.


" Makasih, kamu tau dari siapa aku ada disini?. " Tanya Dewa yang kemudian minum air mineral yang Ayri kasih.


" dari gue. " Ucap Saydi menghampiri Ayri dan Dewa yang duduk si hamparan rumput di pinggir lapangan.


" Eh lo Say, Apa kabar. " Dewa dan saydi bersalaman.


" Baik, Cewe lo nih dari pagi murung terus jadi gue ajak aja kesini. Kebetulan dia tiba-tiba main ke toko." Jelas Saydi.


" Habis kamu balas SMS nya gitu banget, ngga kaya biasa nya. " Ucap Ayri cemberut manja.


" Hehe, habis aku tuh sibuk. Ini juga ikut turnament karna di rumah jenuh, masih pada berduka jadi aku ikut aja tanding. " Jelas Dewa yang kemudian mengelus pipi Ayri.


" Aku besok udah harus ke pesantren lagi, ini pertemuan terakhir kita buat liburan kali ini. " Ucap Ayri.


" Iya ga apa-apa, ga akan lama ko bentar lagi juga lulus. Aku juga besok mulai sekolah, kita sama-sama berjuang ya gapai cita-cita kita. " Ucap Dewa sambil mengelua pipi Ayri lagi.


" So sweet. Gue nunggu di motor aja deh ya. Silahkan kalian ngobrol sepuasnya." Saydi meninggalkan mereka ngobrol. Sampai tidak terasa waktu begitu cepat berlalu, Ayri harus segera pulang karna waktu sudah hampir petang.


Di rumah..


Ayri langsung ke kamar dan persiapan mandi, beruntung Ayah dan ibunya tidak mengintrogasi nya karna pulang terlalu sore.


" Nak, habis mandi makan ya. Udah persiapan buat besok belum?. " Tanya ibu Ayri.


" Udah ko mah, tinggal berangkat aja. " jawabnya sambil masuk ke kamar mandi.


Setelah itu, Ayri di kamar melanjutkan perbincangan melalui SMS dengan Dewa.


' Kemarin sama Yani ngapain aja?. ' Dewa.


' Ke rumah kamu doang, terus pulang ' Ayri.


' Oh, hati-hati.' Dewa.


Ayri tidak mengerti apa maksud Dewa memberi pesan itu.


' Kenapa?. ' Ayri.


' Ngga, udah gih sana tidur besok kamu kan harus berangkat pagi-pagi. ' Dewa.


Mengingat malam yang semakin larut, Ayri pun menuruti perintah Dewa.

__ADS_1


__ADS_2