Apakah Ini Cinta??

Apakah Ini Cinta??
Penyusup part 1


__ADS_3

Hari demi hari berlalu, Ayri kini mulai terbiasa melaksanakan tugas PKK dengan hati yang ikhlas dan tenang karna ia sudah mulai beradaptasi dengan teman dan tim lainnya di Rumah Sakit.


Hari ini adalah hari bebas buat Ayri, karna hari ini ia mendapat jadwal Dinas malam sehingga ia bisa sedikit lega bisa menghabiskan hari hari sendiri di asrama. Sejak PKK Ayri lebih memilih tinggal sendiri di asrama karna teman-temannya yang lain memilih untuk pulang pergi dari rumah atau pun ngekost. Ayri terpaksa melakukannya karna rumah dia lebih jauh jika harus pulang pergi dari rumah.


' Sayang lagi ngapain, aku rindu. ' Chat Ayri kepada Dewa.


'Ayri, hari ini Dinas apa?.' Chat Nugi.


Memang semenjak awal mula Nugi chat dengan Ayri, ia menjadi lebih dekat dengan Ayri, berbagi cerita terkadang Ayri pun merespon dan ikut berbagi cerita akan aktivitas nya selama Dinas atau pun hari-hari bahkan cerita dimasa SMP silam.


Nugi sempat bercerita bahwa surat yang Ayri terima dari nana ( baca ) ternyata adalah surat yang Nugi tulis untuk Ayri tetapi berpura sebagai nana.


' Dinas malam, kenapa emang?.' balas Ayri.


' Wah kebetulan, aku hari ini juga masuk kerja shif 2 . Mau ga kita jalan nyari sarapan?. ' Nugi.


Sementara Ayri bingung harus membalas apa. Karna Ayri takut akan menyakiti hati Dewa jika ia berani bertemu bahkan pergi dengan Nugi.


' Aku juga, jaga diri baik-baik. ' Balas Dewa yang hampir 1 jam Ayri tunggu.


' Iya, kamu lagi ngapain?.' Tanya Ayri kepada Dewa.


Perasaan Ayri plong ketika Dewa membalas chat nya, namun ada rasa deg-degan pula karna chat yang hampir bersamaan dengan Nugi.


Drtttt, Drtttt ( Getaran Telfon dari Nugi )


" Ih ngapain sih dia malah nelpon. " Ayri mengabaikan telpon dari Nugi, namun lagi-lagi Nugi menelpon hingga 10 panggilan tak terjawab. Ayri tinggalkan HP nya di atas kasur sementara ia pergi mandi.


' Aku lagi kerja di lapangan, rasanya ga kuat kerja disini. Aku mau pulang tapi belum saat nya gajian, sementara kerja di lapangan harus berani panjat tiang listrik, memperbaiki kabel listrik sepanjang pinggir jalan kota. ' Cerita Dewa dalam Chat. Namun belum sempat Ayri balas karna ia ingin mandi terlebih dahulu.

__ADS_1


Setelah selesai mandi, Ayri kembali membuka HP dan Ayri tidak sengaja menekan tombol angkat pada saat membuka HP ternyata Nugi menelpon.


" Hmm hallo, kenapa Gi, maaf aku baru selesai mandi."


" Aku udah di depan kampus nih, kamu dimana?. " Tanya Nugi. Hal tersebut membuat Ayri terkejut dan bingung harus berbuat apa. Ingin berbohong tetapi takut ketahuan sehingga ia memilih jujur.


" Aku di asrama lagi beres-beres. " Jawab Ayri grogi.


" temani aku sarapan yuk, plis aku udah di depan kampus nih. " Ucap Nugi lagi.


" Hmm, i, iya bentar ya aku ganti baju dulu. " Ayri langsung menutup HP nya sementara tangannya terasa dingin tremor tidak karuan. Rasa khawatir dan tidak enak terhadap Dewa semakin memuncak, tetapi ia juga tidak enak terhadap Nugi.


" Duh, gimana ini. Bismillah aja deh, Dewa maafin aku ya kamu jangan marah aku ketemu laki-laki lain. " Gumam Ayri dalam hati sambil berlalu pergi menemui Nugi.


" Hey, maaf ya lama. " ucap Ayri ketika menemui Nugi yang sejak tadi duduk di atas motor menunggu di depan gerbang kampus.


" Ma,u sara,pan di sini?. " Tanya Ayri sungkan karna yang Ayri pikir Nugi akan mengajak pergi menaiki motor.


" Iya, aku kan tiap hari kalo shif 2 suka sarapan disini. Tapi aku baru tau loh kamu kuliah disini. " terang Nugi sambil memesan 1 porsi nasi uduk tidak lupa memesankan juga untuk Ayri.


Setelah 2 porsi nasi uduk di buat mereka pun menyantap sambil berbincang.


" Betewe, kamu udah punya pacar? " Tanya Nugi kemudian, hal tersebut membuat Ayri tersedak sehingga refleks batuk.


" Uhukkk, em, pa, pacar?. I, iya aku udah punya pacar. " ucap Ayri canggung.


" Oh udah punya pacar, perawat? atau dokter?. " Tanya nya lagi. Seakan pertanyaan itu membuat Ayri tersinggung karna Dewa bukanlah tipe laki-laki yang Nugi sebutkan.


" Laki-laki biasa. " Jawab nya lurus sembari sesekali meminum air es yang sejak tadi menemani sarapan Ayri.

__ADS_1


" Mmm, Gi aku ga bisa temani kamu lama-lama. Dan perutku juga udah kenyang, jadi aku duluan ya karna di Asrama lagi ada kegiatan juga. " Ayri mempercepat gerakannya untuk bergegas berdiri. Hal tersebut membuat Nugi cepat menilai salah tingkahnya Ayri terhadap dirinya.


" Oh, i Iya udah kalo gitu ga apa-apa. Aku juga sebentar lagi harus siap-siap untuk berangkat kerja." timbal Nugi.


Ayri kemudian meninggalkan Nugi begitu saja dengan hati yang masih berdebar.


Rasa was-was karna khawatir membuat Dewa cemburu serta rasa tersinggung terhadap ucapan Nugi membuat Ayri agak ilfil akan Nugi.


Kembali ia teringat masa-masa SMP dulu saat Avril begitu sangat mengagumi Nugi dan hal tersebut membuat Ayri bangga bisa berteman dekat dengan Nugi, tetapi ia harus membatasi jarak karna Ayri tidak ingin mengkhianati Dewa.


" Ah sudahlah, aku lebih baik istirahat tidur sebentar dari pada membayangkan Nugi, lagi pula aku lebih memilih Dewa. " ia membaringkan tubuhnya di atas kasur dan kembali membuka HP dan ia benar-benar lupa akan pesan yang belum ia balas untuk Dewa.


" Masya allah kasian banget sih kerja di lapangan panas-panasan. Awal dia kerja sampe segitunya, aku harus menyemangatinya. " Gumam Ayri.


Teringat lagi ia akan ucapan Nugi yang sulit hilang dari pendengarannya. Memang Ayri dan Dewa adalah dua manusia yang saling mencintai namun sangat jauh berbeda sosial ekonominya. Ayri yang dengan mudah bisa melanjutkan jenjang pendidikan meskipun desakan dari orang tua sementara Dewa harus bersusah payah untuk mendapatkan biaya sekolah sampai sempat menunda masa sekolahnya karna faktor biaya.


" Aku dan Dewa memang sangat berbeda, iya sih kalo mamah dan papah tau akan hubunganku dengan Dewa apalagi kondisi ekonomi, sosial dan keadaan keluarganya mereka akan sangat tidak menyetujui hubungan ini. Kalo pun orang lain tau hal ini, pasti akan ilfil terhadapku terutama teman-teman kuliah ku yang super elit. " Ayri termenung memejamkan mata dan mengerutkan ke dua alisnya.


" Tapi aku yakin Dewa adalah orang yang baik dan bisa membahagiakanku dengan caranya. Dan aku yakin dia akan jadi laki-laki sukses aku yakin aku bisa menikah dengannya. Aku yakin. " Ucapnya lagi sambil bangkit dari berbaring.


' Ayri, maafin aku ya kalo kata-kataku tadi membuat kamu tersinggung. ' Nugi.


Ayri terkejut akan chat dari Nugi yang seakan tau isi hati Ayri yang sedang tersinggung.


' maksud kamu apa?. ' Balas Ayri berpura-pura tidak menyadari.


' Kamu tadi kaya tersinggung salah tingkah gitu maka nya kamu lebih baik pergi kan?.' Nugi.


' Ngga ko, aku memang lagi sibuk, maaf ya. Chat lagi nanti malam, sekarang aku sibuk. ' Balas Ayri yang tidak ingin berlanjut.

__ADS_1


__ADS_2