Apakah Ini Cinta??

Apakah Ini Cinta??
Cinta bersemi kembali part 2


__ADS_3

" Kamu ga kenapa-kenapa ay ? " Lia pun mendekati Ayri dan membantu menenangkan Ayri.


" Iya Li aku ngga apa-apa, cuma aku merasa ga enak sama mas Haikal. " Ujar Ayri masih menunduk.


" Hehe, udah ga apa-apa namanya juga kecelakaan kan. Mending kita ke kelas lagi yuk kerjain tugas bareng. " Lia pun menarik tangan Ayri dan mengambil tanaman paku yang akan Ayri ambil tadi.


Sepulang sekolah..


Ayri siap-siap untuk mengantri mandi. Ayri mengambil wadah perlengkapan mandi yang ada di dalam loker, namun tiba-tiba Ayri menjerit ketika ada se ekor cicak loncat mengenai kakinya.


"Aaaaaaa mamahhhhh.. " Ayri berteriak ketakutan.


" Ada apa Ay?. " Tanya Desy yang sedang memakai jilbab pun kaget.


" Itu, tadi ada cicak lompat ke kaki aku. Aku takut banget. " Ucap Ayri sambil duduk lemas di atas dipan nya.


" Hoalah, di kirain kenapa. " ucap Desy dengan logat Jawa.


" Panggilan kepada Saudara Ayri, harap segera ke kantor. Di tunggu kakak nya. Terimakasih ." Seru pengeras suara yang tertera di setiap pojok ruangan Asrama.


" Hah? Apa aku ga salah denger??. Des, itu informasi beneran manggil nama aku?. " Tanya Ayri tidak percaya.


" Iya beneran Ay, sana temuin gih. " Desy meyakinkan Ayri. Ayri pun kemudian segera merapihkan bajunya dan menemui kakaknya di kantor.


" Assalamualaikum ." Sapa Ayri ketika memasuki ruang kantor.


" Walaikumsalam, ini Ayri ada kakak kamu mau jemput kamu. " Tutur ibu pengurus asrama yang sedari tadi menemui dan mengajak ngobrol kakak Ayri


" Jemput, ada apa kak?. " Tanya Ayri heran.


" Ayah dek, ayah masuk rumah sakit, tadi pagi dia koma. " Tutur kakak Ayri dengan nada hati-hati agar Ayri tidak kaget.


" Ayah? " Ayripun tersentak kaget. Badannya tiba-tiba lemas dan ia langsung terduduk di kursi.


" Stttt,, yang tenang ya. Insya Allah ayah akan baik-baik aja. Kakak kesini mau jemput kamu buat nengokin ayah. " tutur kakak Ayri lembut dengan memeluk.

__ADS_1


Ayri pun mengangguk dan ia bergegas ke asrama untuk mengemas baju yang akan ia bawa.


Di rumah sakit..


Hati Ayri tersentak ketika melihat Ayahnya yang terbaring lemah di ruang ICU, ia menatap lekat ayahnya dari luar pintu kaca. Ayri memperhatikan ayahnya yang sedang di periksa oleh dokter.


" Ayah, maafin Ayri yang udah kesal atas sikapmu. Ayri janji Ayri akan betah sampai lulus nanti. Ayah cepet sehat. " Batin Ayri dalam hati masih menatap ayahnya.


" Alhamdulilah Bu, keadaan bapak sudah mulai stabil. Tinggal menunggu sadar, tapi mohon maaf, belum bisa di jenguk masuk ruangan ya kecuali ibu, dan tetap berikan semangat untuk bapak ya Bu. " Jelas seorang dokter laki-laki kepada ibu Ayri yang telah memeriksakan kondisi Ayah Ayri.


" Alhamdulilah, terimakasih dok. Iya iya dok saya akan selalu memberikannya suport. Sekali lagi terimakasih dok ." Ucap Ibu Ayri bersyukur. Dokter pun pamit untuk kembali ke memeriksa pasien yang lain.


" Mah, sebenarnya kenapa papah bisa sampe seperti ini.? " Tanya Ayri ketika keadaan hati sudah mulai menenang.


" Ayah kecelakaan di jalan saat mau berangkat ke kantor, entah papahmu lagi mikirin apa tiba-tiba menabrak pembatas jalan. " Jelas Ibu Ayri.


Malam semakin larut, Ayri dan kakaknya menunggu di lobi depan ruang ICU. Ayri mulai jenuh karna dari tadi hanya mondar mandir berdiri, duduk di bangku tunggu.


" BT ya, nih pake HP kakak aja. Siapa tau kamu butuh kontakan sama Dewa. " Kakak Ayri memberikan HP nya kepada Ayri.


' assalamualaikum, udah tidur? ' Ayri


Namun agak lama Dewa membalas pesan dari Ayri.


10 menit kemudian..


' Walaikumsalam. Belum, ko bisa chat aku?. ' Dewa.


Ayri pun menelfon Dewa agar ia tidak bertele-tele menceritakan akan hal yang telah terjadi.


" Sabar ya, akan ada hikmah di balik ujian nya. BTW udah malam nih, tidur gih. Besok sekolah kan?." Tanya Dewa dari balik telfon.


" Izin dulu untuk 2 hari ini, bantuin kakak bolak balik rumah-rumah sakit. " Ucap Ayri santai.


" Wa, aku kangen. " Ucap Ayri kemudian. Suasana pun menjadi hening seketika.

__ADS_1


" I LOVE YOU " Ucap Dewa kemudian, yang membuat hati Ayri tersentak.


" Apa?, Ngga kedengeran. " Ayri ingin mendengarnya sekali lagi untuk memastikan apakah ucapan.


" I LOVE YOU " Ucap Dewa lagi namun kemudian Dewa mematikan ponselnya.


" Hihihi, ya ampun dia bilang love. Love you to Dewa" ucap Ayri dengan pelan.


" Telfonan sama siapa nak?." Tanya ibu Ayri tiba-tiba dari arah belakang Ayri.


" Eh, mmm anu mah. telfonan sama temen sekolah. Mamah belum tidur?. " Ayri kaget dan gelagapan mendengar suara ibunya.


" Belum, mamah ngga bisa tidur. Ayri mendingan pulang aja sama kakak, tidur di rumah. Besok pagi baru kesini lagi. " Suruh Ibunya dengan penuh perhatian.


" tapi nanti mamah disini sendiri. " Ucap Ayri yang tidak tega meninggalkan ibunya sendirian.


" Ada Kaka ipar kamu yang nemenin mamah disini. " Jawab ibunya santai.


Setelah percakapan dengan ibunya , Ayri pun menuruti perintah ibunya untuk pulang.


Ke esokan hari...


Kondisi Ayah Ayri sudah membaik, kini ia sudah sadar dan sudah boleh pulang sore nanti.


Ayri pun tidak jadi pergi lagi ke rumah sakit, melainkan ia sibuk membereskan rumah dan kamar ibunya untuk persiapan Ayahnya pulang dari rumah sakit.


' Ayri, nanti kamu ambil bingkisan kecil yang aku taro di bawah gerbang rumah kamu.' Dewa.


" Eh, bingkisan. Dewa naro bingkisan?. " Ayripun keluar rumah dan melihat bingkisan yang Dewa maksud. Benar saja, Ayri melihat sebuah bingkisan kecil tergeletak di bawah gerbang rumah Ayri.


" Hehe, Dewa Dewa. Sejak kapan dia naro bingkisan kecil ini. Makasih sayang. " Ayri menggenggam dan menempelkannya di dada. Lalu kemudian ia pergi ke kamar dan membuka bingkisan dari Dewa.


" Wah, jam tangan. Makasih banyak Dewa . " Ayri menciumi jam tangan yang berwarna biru navy ke unguan. Dan ia pun melihat ada surat di dalam bingkisan tersebut.


Dear Ayri..

__ADS_1


Kekasihku yang dulu hilang, kini ia telah kembali pulang.. jangan pergi lagi yah. Satu tahun setengah lelah aku mencari dan menunggumu agar kau bisa jatuh ke pelukanku lagi. Tapi kini bahagia ku rasakan setelah aku bisa memiliki hatimu. Ayri maukah kamu menjadi pacarku sampai menjadi kekasih halal ku?? Aku rindu akan hadirmu.. Ayri, semenjak perpisahan itu aku merasa sangat kehilanganmu. Aku berkunjung ke sekolah untuk mengenang hadirmu waktu itu, berharap kamu ada, tetapi itu semua hanyalah kenangan.. tapi kini aku bahagia bisa kembali dan lebih dekat denganmu. I LOVE YOU Ayri.


__ADS_2