Apakah Ini Cinta??

Apakah Ini Cinta??
Tak menyangka


__ADS_3

Hari pertama masuk bimbel setelah setengah hari belajar formal di sekolah..


Ayri berangkat tanpa Tea karna jadwal bimbel mereka berbeda dengan kelas Ayri, ia berangkat di antar oleh Kakanya.


Suasana hari ini berbeda dengan biasanya, kali ini teman-temannya memakai baju bebas begitu juga dengan Ayri yg memakai rok dan kemeja serta jilbab yang biasa ia pakai di rumah.


Semua siswa kelas 9f sudah masuk dalam kelas, Dewa dari arah tempat duduknya memandangi Ayri tanpa sepengetahuan orang lain serta Ayri sendiri. Ia terpesona melihat penampilan Ayri yg berbeda dari biasa nya.


Tiba-tiba guru IPA masuk ke dalam kelas dan menjelaskan tentang persiapan UN beberapa bulan yg akan datang. Dalam UN di bagi menjadi 2 yaitu paket A dan B. Paket tersebut di sesuaikan dengan Absen ganjil genap dengan soal yang berbeda setiap paketnya, sementara posisi duduk 1 meja 2 orang dengan 2 paket tersebut.


Masih dengan Dewa dan Ayri, karna no. Absen mereka saling berdekatan sehingga Ayri mendapat paket A sedangkan Dewa paket B. Tempat duduk para siswa pun di simulasi yaitu 2 paket 1 meja sehingga Dewa dan Ayri mendapat 1 tempat duduk dengan Dewa.


" Ini apa lagi, ko bisa sampe kebetulan gini 1 tempat duduk sama Dewa?." Gumam Ayri, ia memposisikan tempat duduk dengan Dewa.


Ada rasa yg tidak enak terhadap Riri karna duduk 1 meja dengan Dewa, Tapi apalah daya ini sudah aturan dalam belajar.


" Baik, sekarang silahkan kalian isi soal yg ada di buku soal tersebut sebisa kalian. Nanti baru kita koreksi bersama dan nanti saya akan menjabarkan jawaban yg benar." terang pak Yudin selaku guru dan ia pun keluar kelas mempersilahkan siswa mengerjakan tanpa guru.


Ayri merasa grogi sehingga ia berpura-pura untuk fokus membaca soal dan mengisi jawaban. Sementara Dewa, ia membuktikan kepada Ayri untuk tidak mendekatinya dan menghampiri Haevi yg kebetulan 1 paket dengannya.


"Vi, kita kerjain bareng-bareng yuk." Dewa duduk di sebelah Haevi yg kebetulan ia duduk sendirian. Haevi pun tidak merasa keberatan.


"Hah, kenapa dia malah pergi?." Gumam Ayri dalam hati, padahal hati nya sudah merasa senang bisa duduk sebangku dengan Dewa.


" Dewa, Haevi, gue juga ikut gabung dong. Kita juga 1 paket nih." Rika menghampiri Dewa dan Haevi bersama Riri.


" Boleh, sini aja duduk bareng." Haevi mempersilahkan mereka untuk ikut bergabung.


" Apa karna Dewa ingin buktiin ke gue tentang omongan gue yg waktu itu? atau emang dia punya perasaan sama Riri karna sejak kemarin-kemarin dia welcome banget terhadap Riri? Ah terserahlah Gue ga mau tau." Ucap Ayri dalam hati dan memegang kepala dengan ke dua tangannya.


Tiba-tiba Saydi menghampiri Ayri yg tengah bergumam sendirian.

__ADS_1


"Woy, ngelamun aja. Kerjain tuh tugasnya, kenapa? kesusahan? Apa karna lo cemburu karna Dewa sama Riri?." ucap Saydi.


"Apaan sih, orang gue lagi konsen sama soal. Susah nih nomor Yang ini." Ucap Ayri beralasan.


"Jujur aja sama gue, lo jangan khawatir Ay, Dewa tuh sukanya sama lo ko bukan sama Riri." jelas Saydi.


"Halah, bokis banget sih lo. Udah deh jangan ganggu gue ah." Ayri jutek terhadap Saydi, Saydi pun meninggalkan Ayri.


Namun hati nya penuh tanya,


"Apa bener yang Saydi ucapin tadi, tapi kenapa dia malah jutek ke gue? ngindarin gue?" gumam Ayri.


Pak Yudin pun masuk ke kelas dan mereka membahas tentang soal - soal yang sudah mereka kerjakan.


Dewa kembali duduk 1 bangku dengan Ayri, namun sikap dia dingin terhadap Ayri.


Waktu menunjukkan pukul 16.00 saatnya pulang bimbel, para siswa berhamburan keluar kelas dengan girang karna mereka tidak sabar ingin pulang. Tapi Ayri belum di jemput oleh Kakanya sehingga ia harus menunggu di gerbang sekolah.


"Itu kak Rangga? Duh, dia tau ada gue disini ngga ya? nanti kalo dia tau pasti ngajak ngobrol." Ayri berusaha menutupi mukanya dengan tasnya.


Namun Rangga melihat Ayri dari kejauhan, dan ia pun menghampiri Ayri.


"Hey, lagi ngapain sore-sore gini masih ada di sekolahan?." Tanya Rangga.


"Ini, baru selesai bimbel dan lagi nunggu Kaka jemput." jawab Ayri datar.


"Mau Kaka antar?" Tawarnya.


" Eh, ngga usah bentar lagi juga Kaka dateng. Kaka lagi ngelatih anak-anak main bola?." tanya Ayri kepada Rangga yg nafasnya masih tersengal karna lari-lari melatih anak-anak main bola.


"Iya, biasa kalo hari Senin jam 4 sore gini kegiatan Kaka." mereka duduk di pinggir lapangan sembari menunggu Kaka Ayri menjemput.

__ADS_1


" Nih aku masih ada minum, Kaka minum aja kalo haus. Kayanya cape banget." Ayri menyodorkan 1 botol air mineral untuk Rangga yg belum ia minum.


" Makasih, iya nih cape dari tadi anak-anak susah banget di aturnya. Biarin deh suruh main-main sendiri aja" Rangga menenggak minuman yang Ayri berikan itu.


Tidak lama kemudian, Kaka Ayri datang dan Ayri pun pamit pulang kepada Rangga.


Di jalan..


"Tadi kamu di lapangan ngobrol sama siapa?." Tanya Kakanya sambil menyetir.


"Oh, itu hmm, temen." Jawab Ayri dengan grogi. Ayri takut kalo dirinya tengah dekat dengan teman cowo.


" Temen apa temen? ga apa-apa ko temen tapi mesra juga, hehe." Kaka Ayri malah mencandai Ayri.


"Ih, apaan sih ka. Ngga ih, lagi pula dia udah dewasa. Kita cuma temenan biasa aja" Jawab Ayri mengelak padahal ia pernah ada rasa terhadap Rangga.


Di rumah tepatnya di dalam kamar sebelum Ayri tidur, ia masih terngiang ucapan Saydi bahwa Dewa tengah menyukainya. Ia mengoreksi kembali sikap Dewa terhadap dirinya yang kadang jutek kadang pula mendekatinya.


" Kalo dia suka sama gue, kenapa dia ngga ngungkapin langsung? Kalo dia suka sama gue kenapa sikap nya kadang dingin, dan malah dia masih suka ngeladenin Rika sama Riri." Ayri merasa bingung. Tapi hatinya senang saat Saydi mengatakan hal tersebut, hati nya berbunga-bunga. Ayri berharap bahwa di hari ulang tahunnya nanti ia akan mendapatkan kado Spesial dari dia.


1 pesan di terima


' Udah tidur belum cantik?." Rangga


' Ini baru mau. ' jawab Ayri singkat, Rangga tidak lagi membalas pesan Ayri sampai Ayripun tertidur menunggu balasan dari Rangga.


' Katakanlah cinta apa kata hatimu..


mengertilah cinta ini meski hadir hanya sekedar untuk sebuah cerita..


menghapus rindu yang ada dalam hati, memahami akan cinta yg tertanam dalam hati.'

__ADS_1


from Rangga.


__ADS_2