
Ayri pun mengambil Air wudhu dan shalat berharap agar hatinya tenang. Ingin bercerita kepada Dewa tetapi Ayri tidak berani.
' Tolong, kirim apa bukti nya kalo aku terlibat dalam konflik kalian. ' SMS Ayri kepada Ratna selepas Shalat magrib.
Sambil menunggu balasan dari Ratna Ayri scroll beranda Facebooknya. Berbagai postingan teman FB nya berbagai macam cerita. Tidak lupa Ayri pula melihat postingan Foto Dewa dengan rekan teman kerja wanitanya.
' BELAJAR KERJA MALAM. SUKSES SELALU SOBAT' tulisnya dalam caption postingan tersebut.
"Cantik " Komentar Ayri pada kolom beranda Dewa.
" Cie sekarang belajar jadi playboy ya, Haha. " komentar Rifqi pada beranda Dewa pula.
Ayri hanya tersenyum kecut membaca dan melihat postingan Dewa.
" Ah Ayri kamu jangan jelous, mungkin Dewa butuh kesenangan sebentar. Rifqi itu siapa sih ya? Liat dari upload yg d pajang foto cewe nya melulu. "
Sementara itu ada pesan masuk dari massager Ayri dari Ratna yang mengirim copian obrolannya dengan Yani.
Chat 1 bulan yang lalu
' Ayo dong ketemu, aku udah kangen nih. Masa 6 bulan kita ga ketemu kamu ngga kangen' Chat Ratna kepada Yani.
' Aku sibuk, maaf ya.' Balas Yani.
Chat 3 minggu yang lalu
' Yank, kira-kira kado yang cocok buat cewe itu apa ya? buat sahabat Cewe' Chat Yani kepada Ratna.
' Cari tau aja sendiri. Kirain mau buat pacar. ' balas Ratna sinis.
' Iya nanti sekalian di belikan juga ko, tenang aja sayang. ' Balas Yani.
Chat 3 hari yang lalu
' Sayang, besok ketemuan yuk. Aku sekalian mau antar sahabat aku ketemu pacarnya di Kontrakan bibi Munah.' Chat Yani kepada Ratna.
' Sahabat yang mana? yang kemarin mau kamu kasih kado? ' Sindir Ratna sinis.
' Hehe, iya. Bisa kita ketemu?.' Balas Yani
' Malas, gue mau ada janji sama sahabat cowo. '
' Hey, sayangnya aku jelous ya?. Maaf ya sayang, lagi pula kan dia cuma sahabat aku. Kan aku belain juga buat ketemu sama kamu. ' Rayu Yani.
' Udah deh jangan banyak rayuan, udah basi. Dan lagi pula aku udah ga nyaman sama kamu. Kamu itu Egois, mulai hari ini kita putus.' Balas Ratna.
' Haha, jangan gitu. Bercanda nya berlebihan ' Balas Yani singkat. Namun lama Ratna membalas.
' Oke kalo kamu minta putus, kita emang udah ga cocok. Lagi pula aku ngga tulus sayang sama kamu, aku lebih suka dengan Ayri. ' Balas Yani.
Ayri membaca semua chatingan yang Ratna kirim yang membuat nya tidak habis fikir Yani bersikap dingin dan egois kepada Ratna.
__ADS_1
" Pantas saja Ratna begitu marahnya terhadap aku dan Yani. " Batin Ayri mengelus dada akan sikap Yani.
' Ratna maafin aku jika kamu terlalu dendam terhadapku. Aku tidak tahu menahu akan sikap Yani saat ini, dan terimakasih kamu sudah memberitahu ku akan sifat dan sikap Yani selama ini terhadapmu. Dan tindakan kamu benar, tinggalkan saja laki-laki yang egois seperti itu. Semoga kamu akan mendapatkan hati laki-laki yang lebih baik dari Yani. ' Ucap Ayri dalam SMS kepada Ratna.
Keesokan harinya hingga beberapa hari kemudian..
Ayri tidak pernah membalas chat Yani, tidak pernah berkomunikasi dengan Yani dan menjauh bahkan ia blokir nomer HP Yani.
Hari ini pula adalah hari persiapan Ayri untuk berangkat ke kampus, ia menyiapkan segala kebutuhan untuk di Asrama kampus meskipun pihak kampus memberikan keringanan hari minggu pulang, tetapi Ayri ingin menyamankan diri di Asrama dengan membawa aneka kebutuhannya.
" Buku, sabuk, alat tulis lainnya udah lengkap. Tinggal cusss, ah masih nyaman tidur d kasur ini. Tapi ga apa-apa Ayri, kamu harus semangat buktikan ke papah bahwa kamu bisa menuruti kemauan nya supaya keinginanku setelah jadi bidan selalu di turuti oleh papah. Bismillah " Ucap Ayri yang kemudian keluar kamar untuk siap berangkat ke kampus d antar oleh Ayahnya menggunakan motor.
' Dewa, aku pamit. Doain aku supaya konsentrasi belajarnya. ' Pesan Ayri kepada Dewa.
' Siap bu Bidan ku. Hati-hati di sana jaga kesehatan' Balas Dewa.
Ayri merasa deg-degan namun dia selalu menghayal bahwa suasana kampus dan gaya kampus nya akan sama seperti anak kampus yang sering muncul di sinetron memakai baju bebas namun sopan, bisa kuliah sambil kerja.
" Ah, berkhayal aja dulu, bismillah semoga betah, dan kuliahnya menyenangkan. " ucap nya positif.
Dalam perjalanan menuju Asrama Ayri selalu bergumam dalam hatinya dan berusaha berkhayal yang indah. Hingga sampai di Asrama kampus yang letaknya berdekatan dengan kelas kuliah, Ayri terkagum melihat suasana kampus yang sudah di datangi oleh mahasiswa/mahasiswi baru. Pada dasarnya, Ayri baru tahu bahwa kampusnya tidak hanya mendidik calon Bidan saja, melainkan Perawat serta kejuruan Komunikasi dan informatika juga.
Ayah Ayri membantu mencari daftar nama anaknya itu yang di tempel di pintu-pintu kamar Asrama.
"Ayri sini nak, Ayah udah nemu data nama kamu ada di kamar ini. " Ucap Ayah Ayri melambai kepada Ayri yang sedang duduk di teras depan kelas kampus dengan Ibunya.
Kamar tersebut tidak jauh dari kelas perawat dan kelas STIKIM (Stikes dan Komunikasi Informasi)
Ayri dan ibunya menghampiri Ayahnya dan kemudian Ayri di antar masuk oleh Ibunya.
" Assalamualaikum. " Sapa Ayri kepada calon teman 1 ranjangnya yang sedang berbenah baju ke dalam loker.
" Walaikumsalam. " Jawabnya sambil melempar senyum.
" Salam kenal nama ku Ayri, dari daerah karawang utara, kalo kamu?." Tanya Ayri lagi.
" Nama ku Aisyah, sama aku juga dari karawang utara. Ga nyangka ya kita akan 1 profesi, Hehe. " Aisyah selalu melempar senyum pada Ayri.
Ayri merasa senang, karna baru masuk kamar sudah mendapat teman baik seperti Aisyah.
" Nak, kalo gitu Mamah sama Papah pamit pulang dulu ya. Nanti kalo ada apa-apa kamu kasih kabar ke mamah papah. Jaga diri baik-baik ya. " Pamit Ibu Ayri ketika Ayah Ayri masuk membawa beberapa tas dan 1 koper perlengkapan Ayri di Asrama.
" Iya mah, hati-hati ya Mah, Pah doain Ayri semoga betah dan mudah menerima pelajaran di sini. " Tutur Ayri kepada ke dua orang tuanya sambil bersalaman dan kemudian mereka berpamitan.
Bukan hanya Aisyah yang menjadi teman Ayri, tetapi juga ada Fitri, Iim, Devi, Isya, Putri, Kusuma, Nining, Irma, Yeni, dan Dian mereka berbeda daerah meski dalam 1 kota yang sama.
" Assalamualaikum. " Sapa Seorang wanita dari balik pintu kamar. Mengagetkan mereka yang sedang Asyik saling berkenalan dan bercanda bersama.
" Walaikumsalam. " Annisa membukakan pintu.
Seorang wanita tersebut adalah kakak tingkat Perawat yang di tugaskan sebagai ketua BEM (Istilah OSIS dalam Mahasiswa).
__ADS_1
" Maaf mengganggu waktu nya sebentar ya, disini saya selaku ketua BEM kakak tingkat kalian dari Prodi Keperawatan ingin memberi pengumuman bahwa ba'da Isya nanti akan di adakan kumpulan mengenai OSPEK besok sebelum mendapat materi kuliah sebagai pengenalan para Mahasiswa, mungkin itu saja yang bisa saya sampaikan. Dan tempat kumpulan nanti malam di Aula dapur belakang ya, terimakasih wassalamualaikum. " Pamitnya yang kemudian keluar begitu saja.
" Kakak tingkat? kurang sopan banget sih sikapnya." Kritik Irma selaku personil kamar yang usianya lebih tua dari teman Ayri yang lainnya. Irma sudah menikah dan sudah memiliki anak sehingga sikap dan ucapannya lebih terlihat dewasa dari teman Ayri yang lain.
Setelah Shalat Isya, dan setelah para Mahasiswa mengikuti Shalat berjamaah di mushola Kampus, calon Mahasiswa pun langsung berkumpul menuju Aula yang bertempat di samping kamar Barak ( kamar yang Ayri tempati) Bukan hanya di kamar Barak saja calon Mahasiswa di tempatkan, melainkan di depan dapur samping Aula juga ada kamar calon Kebidanan yang semuanya menampung 20 orang mahasiswa kebidanan dan 20 orang Mahasiswa Keperawatan di samping kamar Barak.
Dalam isi perkumpulan tersebut, ketua BEM memberi arahan mengenai persiapan OSPEK besok pagi, dimana Calon Mahasiswa di minta untuk memakai baju seragam putih dan rok hitam memakai sepatu pantofel.
Bukan hanya itu, para Calon Mahasiswa di minta agar tidak jijik ketika di Uji beberapa Hal mengenai pembelajaran di Kampus, serta menjaga sikap Salam, Sapa, Senyum, Sopan dan Santun.
Ayri hanya menanggapi angguk tanda mengerti tetapi dala hatinya gugup takut akan hal yang membuatnya tidak bisa berbuat apa-apa.
Ke esokan harinya..
Sejak subuh, para calon Mahasiswa sudah bersiap untuk berangkat ke kampus. Pasalnya, mereka harus sudah standby e di kampus jam 06.00 WIB.
Ayri sudah terbiasa sejak di Asrama pesantren, tetapi kali ini ia selalu gugup dan deg-degan karna bukan dari hati Ayri melakukan semua ini.
" Ayri, ayo ke dapur dulu sarapan. " Ucap Aisyah membuyarkan lamunan Ayri yang dari tadi melamun di atas ranjangnya sambil memeluk tas.
" Eh iya, bentar aku pakai kerudung dulu. " Ayri langsung bergegas memakai kerudung dan langsung mengikuti langkah Aisyah.
" O iya Ayri, boleh ngga aku pinjam sabuk pinggang kamu?, kaya nya rok kamu sudah pas meskipun ngga pakai sabuk. Rok aku longgar, sementara aku ngga punya sabuk. " Tutur Aisyah memelas.
Ayri hanya mengangguk tanda boleh.
Ayri dan Aisyah makan bersama di meja makan dapur Asrama. Sarapan pertama di dapur kampus yang rasanya menurut Ayri kurang pas di lidah, mungkin karna dia selalu gugup dan belum terbiasa.
" Kenapa, ko makannya sedikit banget Ay? Padahal ini enak lho. " Tanya Aisyah makan dengan lahap.
" Hehe, perut aku gampang kenyang Ais. " Jawab Ayri.
Sementara bell tanda masuk sudah berbunyi, itu artinya para Mahasiswa di minta untuk segera menyelesaikan makan nya dan kumpul di area kelas Kampus menunggu dosen masuk ruang kelas.
" Yah, bell udah bunyi. Padahal aku masih menikmati. " Aisyah lusuh ketika ia harus menyudahi makannya yang tinggal beberapa suap lagi.
" Hehe, kalo masih mau, silahkan lanjutkan saja Ais biar aku tunggu. Kalau pun nanti telat ga apa-apa aku temani. " Ayri mempersilahkan berusaha menenangkan Aisya.
" Hehe, udah deh ga usah. Udah kenyang ko. Ayo kita ke kamar ambil tas terus kita cus ke area kampus. " Aisyah membereskan bekas makannya dan Ayri hanya tersenyum memperhatikan Aisyah.
Ayri dan Aisyah pun berjalan beriringan ke kamar untuk mengambil tas dan pergi menuju area kampus.
Di lapangan kampus sudah banyak para calon mahasiswa berkumpul dan sudah di siapkan untuk di arahkan masuk ruangan OSPEK yang sudah di sediakan.
Ruang OSPEK tersebut bertempat di ruangan lantai 2 yang mengharuskan para calon mahasiswa menaiki tangga untuk sampai ke kelas tersebut.
" Ayri tunggu, jalan nya jangan cepet-cepet dong. " Ucap Aisyah yang kesulitan berjalan cepat dan jalan pun ngos-ngosan. Ayri pun mengikuti kecepatan langkah Aisyah.
Di dalam ruangan, Terkumpul semua Calon mahasiswa Perawat dan Kebidanan. Jurusan keperawatan tidak hanya ada wanita, melainkan Laki-laki juga.
Ayri mendapat grup OSPEK 1 kelompok dengan Aisyah dan Annisa, serta 3 orang perawat lainnya yang mana 1 wanita 2 laki-laki.
__ADS_1
Dalam OSPEK, mereka di berikan tugas untuk membeli sebuah lontong dan air mineral masing-masing setiap kelompok 1 botol dan 1 lontong serta mereka di mintai untuk mengisi formulir data Diri calon mahasiswa.
" Biar aku yang beli, kalian tunggu disini sambil nanti nunggu informasi yang lainnya ya. Kalo ada apa-apa nanti hubungi nomor saya yang tercantum di data ini." Jelas Rudi calon perawat.