Apakah Ini Cinta??

Apakah Ini Cinta??
Tentang Shisi dan Ali


__ADS_3

"Shi..." Melly mendapati Shisi yang bengong.


" Eh iya, kenapa?." Shisi tersadar dari lamunannya.


" Hadeuh 2 temen gue ini lagi mengalami dilema semua, kayanya lulus SMP mereka pada nikah nih, haha." canda Melly terhadap Ayri dan Shisi.


" Ngga..... Apaan sih." Jawab Shisi dan Ayri serentak.


"Wissss, nyawanya udah kumpul nih kaya nya. Ya udah kalo gitu kita fokus kerjain tugas B. Sunda jangan pada perhalu cowo mulu." Ucap Melly.


Sementara itu, Ayri merasa ingin BAK dan ia pun meminta Shisi untuk mengantar ke toilet. Mereka bergegas keluar kelas, namun mereka berpaprasan dengan Yusi baru saja masuk kelas sehabis ia dari ruang guru.


Tatapan Yusi begitu sinis melihat Shisi berjalan dengan Ayri. Ayri baru menyadari bahwa ternyata Yusi bertingkah tidak biasa terhadap Shisi.


" Eh Shi, ko aku baru nyadar sih si Yusi sinis gitu pandangannya ke kamu?." Ucap Ayri, mereka berjalan menuju toilet.


" Iya maka nya itu, aku tuh sebel banget sama dia sinis gitu. Dia tau aku suka sama Ali Ay, huhu. "


" Bisa nya dia tau?. " Ayri heran, dan akhirnya Shisi pun menceritakan beberapa Minggu yang lalu.


****


"Cieee, yang lagi kasmaran, hehe. Gue bahagia banget akhirnya lo bisa move on dari Vino, Semangat semoga Ali juga punya perasaan yang sama ya ke lo. Dan nanti kalo gue latihan paskibra gue sampein ke dia kalo ada salam dari lo ." Ucap Susan, mereka berbincang di parkiran setelah melihat Ali melintasi mereka.


Susan adalah teman Shisi di 1 komplek nya, mereka berteman akrab, teman curhat meskipun tidak sekelas. Mereka saling curhat bila sepulang sekolah..


Sebelumnya di kelas 2, Shisi menyukai Vino namun vino sudah memiliki pacar sehingga Shisi tidak punya harapan untuk bisa mendapatkan hati Vino.


Semenjak di kelas 3 ia mengenal Ali, Ali mengikuti eskul paskibra sama seperti Yusi dan juga Susan. Mereka sering berlatih bersama dan Susan pun sering dititipkan salam oleh Shisi untuk Ali.


Namun Ali bukan tipe laki-laki pendiam, dia suka mendekati teman wanitanya yang cantik dan seksi. Tapi Shisi tetap menyukai meskipun sifatnya seperti itu.


Ketika itu, Yusi mendengar Susan dan Ali berbincang mengenai Shisi yang tengah menyukai Ali. Ali hanya tersenyum dan menyampaikan salam balik untuk Shisi.


Yusi mendekati Ali.


" Ali, ayo pimpin latihannya. Udah jangan berbincang hal yang ngga penting deh." Ucap Yusi menarik paksa tangan Ali dengan nada manja.

__ADS_1


" Iya bentar, ini gue lagi tanggung. San, gue duluan kalo gitu." Ucap nya so keren di hadapan Susan, dan ia pun mengikuti Yusi yang masih menggandeng tangannya.


Pada saat itu di kantin saat jam istirahat..


" Heh Shi, jangan berani deketin Ali deh, siapa sih lo, cewe pesisir yang bau ikan asin aja berani suka sama Ali . Asal lo tau ya, Ali itu gebetan gue." Ucap Yusi sinis, ia menyenggol bahu Shisi dengan bahunya seakan tanda bahwa Yusi memusuhi Shisi.


Shisi hanya terdiam dan menunduk saat Yusi berkata seperti itu.


" jangan harap lo bisa deket sama Ali ." Ancam Yusi lagi.


****


" Gitu Ay ceritanya, maka nya dia sinis sama aku. Dan aku juga ga berani deketin Ali, cuma bisa memperhatikan dia dari jauh. Emang sih cewe kaya aku ga bakal di sukai sama cowo yang kaya Ali." Shisi merasa putus asa.


" Hey, jangan berkecil hati kaya gitu ah. Coba aja kamu PDKT sama Ali, jangan diem-diem aja, mana ngerti Ali terhadap kamu Shi kalo kamu nya diem." Ayripun masuk ke dalam toilet tapi tidak lama.


kemudian mereka melanjutkan perbincangannya sambil kembali menuju kelas.


" Aku udah tau dia ngga bakal suka sama aku Ay, dia biasa aja tiap ketemu sama aku juga. Beda sama Dewa yang masih ngerespon kamu ." Lanjut Shi.


" Aku juga entahlah Shi, ngga terlalu berharap banyak terhadap Dewa, aku tau rasa suka Riri ke Dewa lebih besar dari pada aku. Jadi semua itu ada di hati Dewa, terserah dia mau pilih Riri jadian sama Riri aku terima aja. Mungkin udah takdir aku, suka sama dia bertepuk sebelah tangan."


Sepulang sekolah..


Dari saat masuk halaman rumah, Ayri melihat pintu rumahnya terbuka dan dia sudah mengira bahwa Ibunya sedang pulang ke rumah. Ia langsung berlari ke dalam rumah.


" Assalamualaikum, mamah..." Ucap Ayri ketika masuk ke dalam rumah dan mendapati ibunya sedang menyapu di dalam rumah, ia memeluk ibunya dan bersalaman.


" Aduh- aduh, Walaikumsalam."


"Mamah, Ayri kangen banget sama mamah. " Ayri masih memeluk ibunya.


" Mamah juga kangen sama kamu, kamu ngga main-main ke mamah" Ayri merelai pelukannya itu dan melepas sepatu dan tas yang masih ia pakai.


" Ayri akhir-akhir ini sibuk mah, Setelah ujian Minggu lalu, sekarang Ayri sibuk bimbel. Tiap jam 2 Ayri berangkat lagi ke sekolah. " Jelas Ayri kepada ibunya.


" Pasti cape ya, ya udah makan dulu gih. Ibu masak makanan kesukaan kamu." Ucap ibunya yang begitu perhatian.

__ADS_1


" Baik mah." Ayripun langsung menuju meja makan dan mengambil 1 piring nasi beserta lauknya ia makan dengan begitu lahapnya menu makanan ibunya.


Setelah selesai makan, mandi dan shalat Ayri beristirahat merebahkan badannya di kasur melepas lelahnya hari ini. Belajar sekaligus bimbel tengah menguras energinya sehingga tak tersadar ia terlelap dalam baringannya.


" Mah, Ayri mana?. " Tanya ayahnya sepulang dari kantor. Ia melepaskan sepatu dan tasnya serta mengeluarkan berkas-berkas dari tasnya.


" Lagi istirahat kasian dia kecapean, di sekolahnya lagi sibuk banyak tugas." tutur ibunya lembut.


" Dari tadi?. " Tanyanya lagi.


"Ada mungkin 1 jam. Tunggu aja sampe dia bangun baru nanti ayah ngobrol sama dia." Jawab ibunya yang masih selalu lembut.


1 jam kemudian, Ayri terbangun. Ia merasa pulas dengan tidur nya siang ini, Ayri bergegas keluar kamar untuk shalat Azar.


Sementara itu ia mendapati ayahnya sedang duduk di ruang tv sibuk dengan berkas-berkas data pekerjaannya.


" Ayri, sini. Ayah mau ngobrol sama kamu." Ucapannya tidak seperti biasa, nada nya lembut seperti ayah yang sedang memanjakan anaknya.


" Iya ayah bentar, Ayri mau shalat dulu." Jawab Ayri yang berlalu dari ruang tv.


Setalah shalat, ia duduk di samping ayahnya. Ia merasa santai hari ini karna tidak ada tanda akan hal sindiran yang membuat hatinya bedmood.


" Ayri, tinggal 3-4 bulan lagi ya Ayri lulus dari SMP ?." Tanyanya.


"Iya ayah, sekarang juga Ayri lagi sibuk dengan bimbel. 2 bulan lagi UN dan siap-siap untuk masuk SMA. " Jawab Ayri santai.


" Anak ayah udah gede ya sekarang, nih ayah sudah daftarkan kamu untuk masuk SMA nanti." Ayahnya menyodorkan formulir hasil dari pendaftaran kemarin di sebuah sekolahan di kota.


" Dimana ini yah?." Tanya Ayri menuai rasa deg degan.


" Kota, Ayah daftarin kamu sekolah di kota sambil mesantren. " Tuturnya tanpa basa-basi. Seketika hati Ayri tersentak mendengar ucapan ayahnya dan membaca formulir itu sudah di tandatangani dan di bayar ADM.


" Ayah, Ayri ga mau. Ayri pengen sekolah sekitar sini aja yah, Ayri ga mau di pesantren Ayri pengen tinggal di rumah aja." Ayri mengelak dan memohon kepada Ayahnya .


" Hey, anak Ayah ko gitu. Ayri ga nurut sama ayah?. Sekolah disini pendidikannya ga bener. di pesantren kamu selain dapet ilmu dunia, kamu juga akan dapat ilmu agama, buat bekal di akhirat." Tutur Ayahnya semakin meninggi seakan tidak kuat untuk meluapkan rasa kesal.


"Tapi ayah." Ayri mencoba tetap mengelak. Karna hatinya tidak ingin ia di pesantren kan, ia masih ingin bergaul dengan teman-teman 1 sekolahannya.

__ADS_1


" Ayah udah terlanjur daftarin kamu, setelah kelulusan kamu harus siap-siap masuk ke pesantren." Ucap ayah nya yang kemudian berlalu menuju kamar.


Ibunya yang memperhatikan dari arah dapur, hatinya merasa tercengang saat anak dan suaminya berdebat di ruang TV.


__ADS_2