Apakah Ini Cinta??

Apakah Ini Cinta??
Berbohong


__ADS_3

Beberapa hari setelah pendaftaran ke Universitas KHARISMA, Ayri menjadi murung, pendiam dan lebih banyak menghabiskan hari-hari nya di dalam kamar. Terlebih lagi ia sangat malas bila bertemu dengan Ayahnya. Rasa canggung, bahkan kesal namun tidak bisa ia ungkap karna takut Ayah nya akan lebih mengekang dia dan memarahinya.


"Ayri, mamah sama papah mau berangkat ada urusan dulu ya. Kaya nya pulang sore karna keperluan papah banyak. " Ucap Ibu Ayri dari balik pintu kamar Ayri.


" Iya " Jawab Ayri sambil membuka pintu dan beralih posisi bermain HP di sofa depan TV.


" Awas hati-hati kalo bepergian cek lagi semua pintu nya sudah terkunci atau belum. " Ujar Ayah Ayri kemudian, Namun Ayri hanya terdiam dan fokus bermain HP.


Setelah ke 2 orang tuanya pergi, Ayri merasa lega dan meregangkan tubuhnya di Sofa.


" Hmm, sana pulang lama juga ga apa-apa. " Ucap Ayri menandakan kesal terhadap Ayahnya.


Ayri masih asik bermain HP, ia terngiang ingin sekali menelfon Dewa yang sudah beberapa hari pergi melaksanakan Praktek Kerja Lapangan di luar kota.


" Dewa jam segini kaya nya masih sibuk kerja deh, Hmm padahal aku kangen banget pengen ngobrol, ingin menatap wajah dia." Ayri mengusap-usap layar HP nya yang terpajang foto Dewa dan dirinya Selfi berdua.


' Lagi apa nih mba ' Yani.


Yani, semenjak acara reunian beda terhadap Ayri. Dia lebih banyak Chatingan via massager dengan Ayri meskipun hanya sekedar bergurau. Namun Ayri tidak bercerita kepada Dewa akan kedekatan dirinya dengan Yani karna bagi Ayri, Yani adalah sahabat nya mulai hari itu.


' Lagi nunggu balasan Chat pacar. wakwakwak ' Balas Ayri.


' Ce ilah Gue BT nih, jalan yuk.' Yani


' Kemana, aku lagi malas. Pengennya ketemu pacar' Balas Ayri.


' Ya udah sana gih ketemu pacar. Biarin gue sendirian. ' Yani.


Ayri akhirnya bercerita kepada Yani melalui telfon bahwa Dewa sedang dalam tugas PKL.


" Oh tugas sekolah ya. Kebetulan banget nih, pacar gue kan tinggal di daerah situ, gimana kalo kita liburan ke sana aja yuk. " Ajak Yani kemudian.


" Serius Yan? mau. Kapan, besok ya. " Ayri pun girang setelah mendapat ucapan dari Yani .


" Oke, tapi pagi. Eh, tapi nanti nyokap bokap marah ngga?. " tanya Yani.


" Ah, nanti biar aku cari alasan yang penting kamu mau temenin aku. Makasih Yani, kamu baik banget deh. Oke, nanti sore saat Dewa hubungi aku, nanti aku kasih kabar ke dia. " ucap Ayri girang.


" Eh jangan, biar nanti jadi suprise aja. " Yani mencegah.


" Oh ya udah kalo gitu. Poko nya makasih banget kamu udah baik sama aku. Muach. " ucap Ayri seperti memberi kecupan di ujung HP nya dan kemudian mengakhiri panggilan.


Ke esokan harinya di hari minggu...


Ayri sibuk berdandan dan mondar mandir mencari barang yang akan ia bawa selama perjalanan.


" Mau kemana anak mamah pagi-pagi gini udah rapih, udah wangi. " Tanya Ibu Ayri yang sedang menyapu ruang TV heran melihat tingkah dan penampilan Ayri.

__ADS_1


" Hmm, itu mah hari ini Ayri ada janji mau temu kangen sama temen SMA dan sekarang Desy sama Ririn udah nunggu di terminal " Ucap Ayri sambil sibuk memakai sepatu di ruang TV.


" Sama siapa berangkatnya.? Ko ga bilang dari kemarin atau semalam sih?. " Tanya ibunya dengan khawatir.


" Lupa, kalo gitu Ayri berangkat ya. Naik angkutan umum aja mah, mamah ngga usah khawatir ya. " Ayri meraih tangan ibunya untuk bersalaman.


" Eh tunggu, kamu di antar Papah ya, mamah khawatir takut kamu kenapa-kenapa di jalan. "


" Eh ngga apa... " Ucap Ayri namun di sangkal ibunya.


" Pah, papah. " panggil ibu Ayri dengan suara lantang.


" Mamah, udah ngga usah panggil ayah plis mah, Ayri bisa sendiri ko. "


" Ngga Ayri, mamah khawatir takut kenapa-kenapa di jalan. Biar papah yang antar se engga nya sampai terminal. " Ucap ibu nya yang cemas.


" Kenapa mah?." tiba-tiba Ayah Ayri keluar dari kamar yang baru saja bangun dari tidur setelah shalat subuh.


" Ini Ayri mau temu kangen sama temen SMA nya tolong papah antar ya, mamah khawatir karna dia mau pakai angkutan umum ke pesantren. ". Tutur ibunya berharap Ayahnya bisa mengantar anak bungsunya tersebut.


" Ngga pah ngga usah, Ayri bisa sendiri ko. "


" Udah ga apa-apa papah juga khawatir kamu kenapa-kenapa. Tunggu sebentar papah mandi dulu. " Ayah Ayri masuk ke kamar mandi dan mandi.


Dalam hati Ayri kesal karna rencananya terhambat ulah sikap ibunya yang selalu mencemaskan anaknya.


" Ayo. " Ayah Ayri sudah siap dan mereka pun pergi ke terminal.


Di terminal mata Ayri mencari posisi Yani yang tidak lama langsung matanya menangkap keberadaan Yani yang tengah berdiri di depan angkot menunggu Ayri.


" Dimana teman kamu?" Tanya Ayah Ayri yang tengak tengok mencari seseorang yang sekiranya mirip penampilan dengan Ayri.


" Hmm, mana ya? sebentar Ayri telfon Desy dulu. " Ayri berpura-pura menelfon Desy padahal yang di telfon adalah Yani.


" Hallo Des, kamu dimana aku udah di terminal nih. " ucap Ayri berpura-pura.


" Oh di angkot biru no. 16 ya oke, aku kesana. " Ayri langsung menutup HP nya.


" Itu pah, Desy udah ada di dalam angkot. Ayri pamit ya. " Ayri bersalaman dengan Ayahnya.


" Iya hati-hati. " Ayahnya merelai salaman Ayri dan berbalik arah dengan motor nya meninggalkan Ayri.


Perasaan Ayri lega karna Ayahnya sudah pergi menjauh dari nya dan kini ia bertemu dengam Yani dan pergi menaiki angkot menuju Kota purwakarta untuk menemui Dewa.


Sesampainya di tempat yang dituju..


Yani dan Ayri turun dari angkutan umum yang mereka naiki dan mereka berjalan memasuki gank menuju kontrakan Dewa.

__ADS_1


" Yan, bener nih di daerah sini tempatnya?." tanya Ayri ragu.


" Ya elahhhh Ay asal lo tau, gue juga alumni SMK yang Dewa tempati otomatis PKL nya juga sama disini. Dan kenapa gue punya pacar orang sini? karna gue pernah PKL di sini. Ente faham?." Ucap Yani dengan nada greget kepada Ayri membuat Ayri tertawa kecil.


" Hehe, iya iya maaf gue udah faham ngerti Yani sahabat gue yang paling pengertian, hehe. " Sambil mencubit kecil lengan Yani.


" Heuh, udah ayo lanjutkan perjalanan. Gue udah tanya sama pacar gue. Sodara pacar gue pemilik kontrakannya bilang Dewa ngontrak disitu. Jadi lo ga usah khawatir kita ga ketemu Dewa. Tuh kontrakannya di ujung jalan sana, ayo buruan jalan nya, gue udah haus nih. " Ucap Yani dengan mendahului langkah Ayri.


Sesampainya di kontrakan yang di tuju..


" Assalamualaikum Bibi. " Sapa Yani kepada ibu separuh baya yang tengah membereskan warung jualan sembakonya.


" Walaikum salam, Eh Yani. Iraha datang, aya perlu naon kadieu? rek katemu jeung si Ratna nya?. " Ucap wanita tersebut dengan bahasa sunda.


" Muhun bi, rek katemu Ratna jeung rek nganterkeun babaturan nengok lanceukna nu ngontrak di dieu. " Tutur Yani yang ternyata perempuan paruh baya itu adalah pemilik kontrakan saudara Ratna (pacar Yani)


" Oh nya, kedap nya. Saha namina? "


" Dewa Bi, rencang urang. "


" Oh nya, eta tah kamarna. Mangga ka lebeut weh jalma na tadi bibi nempo keur sare. " Tunjuk wanita itu.


Ayri dan Yani menuju kamar Dewa.


" Assalamualaikum. " Sapa Yani dari luar kamar Dewa. Tidak lama, Dewa membuka pintu dan terkejut melihat kehadiran Ayri dan Yani.


" Walaikumsalam, kalian ko ada disini? tau dari mana gue ngontrak disini, Ayo masuk. " Dewa mempersilahkan Yani dan Ayri masuk.


" Ada deh, Yani gitu loh. Yang jelas gue lagi bantu cewe yang lagi merindukan kekasih hatinya yang jauh. Tuh, murung aja dari kemarin. " Ucap Yani tertuju pada Ayri yang menunduk malu-malu kepada Dewa.


" Hmm, ya udah kalo gitu gue pesan minuman dulu ya ke depan. "


" Eittts ga usah, biar gue aja yang pesen. Kalian luapkan aja rasa rindu kalian. Biar gue yang pergi. " Yani beranjak untuk pergi ke warung pemilik kontrakan tadi.


Ayri dan Dewa saling menatap ketika Yani telah pergi, keduanya saling senyum dan Ayri tersipu malu.


" Kalo rindu, peluk dong. " Dewa membentangkan tangannya dan membusungkan dadanya memberi kesempatan kepada Ayri untuk memeluknya.


Ayri sontak memeluk Dewa dengan Erat.


" Lama banget sih pulangnya, aku kan rindu. Mungkin ini pertemuan terakhir kita sebelum aku pergi untuk kuliah. Aku akan tinggal di Asrama kampus. " Jelas Ayri sambil menengadahkan kepalanya ke arah dagu Dewa.


" Selama 3 tahun?" tanya Dewa terkejut. Karna Ayri tidak pernah bercerita tentang hal itu sebelumnya.


" Ngga sih, sabtu sore boleh pulang. Tapi kan, tetap aja ngga ada waktu lagi untuk kita bisa bertemu bebas. " Ucap Ayri masih memeluk Dewa.


" Taraaa, ini minumannya sampai..... " Ucap Yani yang tiba-tiba datang.

__ADS_1


" Upsss sory sory, gue cuma mau anterin minuman, silahkan lanjutkan luapan rindu kalian. Gue kembali ke depan. " Yani langsung kembali keluar kamar dan Ayri serta Dewa pun merelai pelukannya dengan tertawa kecil.


__ADS_2