Apakah Ini Cinta??

Apakah Ini Cinta??
Flash Back Tentang Dewa part 4


__ADS_3

( Baca Eps.Tentang Kado Dari Riri )


Ketika Dewa sedang asik ngobrol dengan temannya, ia kaget ketika Ayri menghampirinya.


" Dewa sini deh gue pengen ngobrol bentar" Ayri menarik tangan Dewa memaksa agar Dewa mau meladeninya.


" apa?"


" gue mohon plis jawab jujur. Apa bener lo kasihin kado dari Riri ke Gugun?" tanya Ayri tegas.


" ko lo tau, dari siapa?" Dewa berbalik tanya.


" kenapa lo malah kasih kadonya ke orang lain? lo tuh bener-bener ya ga ngehargai pemberian orang lain. Kasian tau Riri, dia merasa ngga di harga" Ayri bernada marah terhadap Dewa.


" kenapa Lo jadi marah ke gue, itu kan gugunnya yg ngerebut. Jadi gue kasih lah" jelas Dewa mengatakan sejujurnya.


" Lo kenapa sih Ay, sikap Lo kok kaya gini. Bukannya Lo seneng kalo gue ga Nerima kado tersebut?" Gumam Dewa dalam hati.


" dan 1 lagi, plis lo jangan terlihat Deket sama gue di depan Rika dan Riri" ucap Ayri yang kemudian pergi meninggalkan Dewa.


"Dia kenapa sih?, Aneh. " Dewa merasa heran terhada sikap Ayri yang tib-tiba berubah.


.....


( Baca Eps. Balas Dendam Riri )


Dewa terkejut ketika Riri menghampirinya dan berkata.


"Dewa, kita kerjain soalnya bareng lagi yuk." Ujar Riri. Ia menghampiri Dewa yang tengah duduk sendiri membaca soal.


"Duduk aja sini." Dewa mempersilahkan, Namun nada nya jutek.


" Kali-kali gue bikin Ayri jelous ah, hehe. Coba apa respon dia." Batin Dewa.


"Eh Dewa, ada yang cemburu tuh. " Saydi tiba-tiba berceloteh meski dirinya tengah mengerjakan soal dibangkunya.


Namun Ayri hanya terdiam tidak peduli. Hanya saja Rika yg menyambar ucapannya Saydi.


" Eh say, biarin aja sih, lagi pula dia kan ngga pacaran sama Dewa." Balas Rika. Ia menghampiri Dewa.


"Yeh, ko malah lo yang sewot, haha." Saydi saling balas ucapan.


" Maka nya Wa, lo tuh harus pastiin sebenernya lo tuh suka sama Riri apa Ayri. Coba tunjukin sekarang."


Sementara kelas berubah menjadi hening dan siswa yang ada di kelas jadi penonton kejadian itu.

__ADS_1


Ayri hanya terdiam, Shisi dan Melly mendekati Ayri. Saydi mendekati Dewa, Sedangkan Dewa tetap terdiam dan masih membolak balikkan soal.


" Kenapa jadi ribet gini urusan nya sih. Risih banget gue sama Rika yang comblangin Riri melulu. " Gerutu Dewa dalam hati.


"Ayo jawab Wa, tentuin siapa yang lo suka. Jangan PHP in Riri kaya gini, asal lo tau dia tuh cinta sama lo meskipun lo ga pernah nganggep dia ada." Ucap Rika terhadap Dewa yang sedari tadi hanya menunduk.


" Udah Rika cukup, Wa sory kalo gue udah lancang dan ga berani ngungkapin perasaan. Gue cuma pengen lo tau aja kalo iya emang gue cinta sama lo, Thanks lo udah mau Deket sama gue" Ucap Riri dan ia pun kembali ke tempat duduknya.


Ayri hanya menonton kejadian itu, dan Dewa pun hanya tetap ada pada pendiriannya yaitu Diam.


.....( Baca Eps. Hari Ulang Tahun )


" Hahaha, Happy birhtday to you, Happy birthday to you, Happy birthday Happy birthday, happy birthday to you, Selamat ulang tahun Ayri." Teman-teman sekelas Ayri menyanyikan dan mengucapkan selamat pada Ayri.


Dewa merasa sangat malu ketika teman-temannya memberikan ucapan selamat tapi ia malah sama sekali tidak ingat dengan ulang tahun Ayri sehingga ia pun memilih untuk keluar dari kelas.


"Sial, kenapa gue sampai ga ingat sama sekali hari ulang tahun nya sih?. " Gerutu Dewa di samping UKS.


Dewa tidak berani memandangi Ayri dan pura-pura tidak peduli.


" Maafin gue Ay, pasti hari ini Lo kecewa banget sama gue. Tapi gue janji besok gue bakal buat Lo tersenyum " Batin Dewa.


Sepulang sekolah di parkiran..


Dewa meminta tolong kepada Saydi.


" Gue juga lagi ga ada duit. " Ucap Saydi menyesal.


"Eh tapi bentar deh kaya nya di rumah gue ada simpanan coklat deh di kasih dari cewe. Kalo Lo mau sih nanti besok gue bawain. "


" Nah, boleh tuh. Jangan lupa ya besok di bawa. " Dewa setuju dan berterimakasih kepada Saydi karna dia sudah menyelamatkan hatinya.


( Baca Eps. Kado Spesial)


Ke esokan hari nya..


Dewa melihat Ayri yang baru sampai di kelas, Ayri terlihat sibuk karna ia belum selesai mengerjakan tugas sekolah nya.


Dewa mencari strategi bagaimana caranya agar ia bisa memberikan kado agar Ayri terkesan.


Dewa akhirnya berpura - pura meminjam Tipe-X kepada Ayri yang sedang sibuk mengerjakan tugas yang belum selesai.


" Ay, minjem Tipe-X nya." Ucap Dewa yang kemudian ia ambil sendiri dari meja Ayri. Namun Ayri tidak menyadari bahwa yang meminjam Tipe-X tersebut adalah Dewa karna ia fokus menunduk untuk menulis.


" Nih gue kembalikan lagi Tipe-X nya. Thanks ya." Ucap Dewa. Kemudian ia menyodorkan bingkisan kado mungil di hadapan Ayri yang masih sibuk menulis. Baru Ayri menyadari bahwa itu adalah Dewa, ia mengangkat kepala dari tundukan nya dan kaget ketika Dewa menyodorkan kado tersebut.

__ADS_1


" Happy birthday ya. " Ucap Dewa kepada Ayri dengan tutur lembut.


" ma, makasih." Ayri pun gugup dan merasa deg-degan.


" Apa gue mimpi? Dewa hari ini ngasih gue kado. " Ucap Ayri dalam hati Dengan hati yang girang.


"Cieee Dewa. Akhirnya jujur juga dengan perasaan nya, cieeee." Seru salah satu temannya. Namun Dewa langsung bergegas dari hadapan Ayri menuju mejanya lagi.


" Semoga hari ini menjadi hari paling berkesan buat Lo Ay, meskipun gue ga pernah mengungkapkan secara langsung, tapi semoga kamu mengerti akan maksud gue ." Ucap Dewa dalam hati.


Ketika bel tanda pulang berbunyi..


Dewa masih berniat ingin mendekati Ayri, ia merasa jatuh cinta nya semakin dalam ketika Ayri menerima bingkisan kado dari nya dengan senyuman.


Dewa sengaja melambatkan langkahnya agar ia bisa saling bertemu di depan pintu kelas. Hingga mereka saling bertemu di depan kelas, langkah Dewa pun seakan mengikuti langkah Ayri.


" Thanks ya, ternyata Lo masih peduli sama gue." ucap Ayri yang kali ini bernada lembut.


" Iya sama-sama, di buka nya di rumah aja cukup Lo aja yang tau." ucap Dewa yang kemudian mempercepat langkahnya karna ia tidak ingin terlihat salah tingkah di hadapan Ayri.


.....


( Baca Eps. Menghargai Riri )


Seperti biasa, di sekolah para siswa di sibukan lagi oleh tugas. Kali ini adalah tugas kesenian, hampir sama tugasnya dengan B. Indonesia kala itu membuat grup band, hanya saja yang beda adalah menyanyikan lagu wajib dan daerah tanpa harus di rubah liriknya.


Sekretaris menuliskan nama-nama kelompok, dan lagi-lagi Ayri kebagian kelompok bersama Dewa. Sementara Riri satu kelompok dengan Shisi dan Melly .


" Alhamdulilah, gue 1 kelompok lagi sama Ayri. Nanti gue mau isengin lagi ah. " Ucap Dewa dalam hati.


Kemudian Dewa melirik Ayri. Tak di duga ternyata Dewa memergoki Ayri yang sedari tadi meliriknya.


Sementara Dewa tercenang ketika Ayri mengundurkan nama dari kelompoknya, namun dia tidak bisa mencegah dan berkata apa-apa .


" Ya udah kalo gitu gue ganti posisi Lo sama Riri aja ya." Sulis malah memposisikan Riri untuk jadi pengganti Ayri.


" Kenapa dia malah mengundurkan diri?." Dewa bertanya-tanya dalam hati. Ingin berusaha mempertahankan untuk tetap dengan Ayri atau dengan orang lain namun Dewa tidak bisa mengajukan.


Riri bagaikan mendapat rejeki nomplok di saat dirinya tengah merana, posisi yang tidak terduga menggantikan posisi Ayri dan duduk di samping Dewa.


Sementara Dewa hanya terdiam dan tidak mempedulikan kehadiran Riri, dia hanya fokus membuat nada dengan gitar yang ia pegang setelah mendapatkan ide untuk menyanyikan lagu apa untuk kelompoknya.


Ayripun kembali ke kelas, namun saat Ayri akan masuk ke dalam kelas, ia berpaprasan dengan kelompok Dewa yang akan menemui Bu Feni.


" kenapa mengurungkan diri dari kelompok gue.?" Tanya Dewa kepada Ayri sambil berlalu tanpa harus tau jawabannya. Dewa terus berjalan menuju ruang Bu Feni.

__ADS_1


" Kenapa dia malah nolak sekelompok sama gue sih. malah Riri yang jadi pengganti nya" gerutu Dewa dalam hati.


__ADS_2