
' Cowo inikan yang di obrolin Kaka kelas itu, lumayan juga sih. Siapa ya namanya?.' Batin Ayri.
" Nih, silahkan bayar di kasir." Ucap laki-laki tersebut memberikan cemilan kepada Ayri.
"I, Iya makasih. " Ucap Ayri gugup.
Di dalam kamar di malam hari setelah Ayri selesai mengikuti pengkajian di kelas agama, ia membaringkan tubuh di kasurnya.
" Duh rasanya cape banget, baru setengah hari disini rasanya udah kaya sebulan, Semoga kuat deh." Ucap Ayri sambil merebahkan tubuhnya di atas kasur.
" Dewa buruan, nanti telat." Ucap Saydi tergesa-gesa. Saydi bergegas mengambil tas dan sepatu yang di simpan di rak sepatu. Sementara Dewa masih sibuk dengan pakaiannya.
" Iya nih Dewa lama pake bajunya. " Ucap Ayri di balik jendela asrama sambil bersilang tangan.
Merekapun berangkat sekolah bareng. Ayri merasa bahagia karna ia satu sekolahan dengan Dewa.
" Ayo bangun, bangun, bangun. Tahajud, tahajud jangan tidur terus. " Ucap Keamanan Santriwati mengoprak - oprak di lorong kamar membangunkan para santri untuk bergegas ke masjid untuk shalat tahajud.
" Dewa......??" Ayri tersentak dan terbangun dari mimpinya.
" Astagfirullah, ternyata gue cuma mimpi." Ayri mengusap wajahnya dengan kasar, sejenak ia terdiam mengumpulkan nyawanya dari sisa tidur.
" Ayri, ayo ke masjid. jangan melamun." Ajak Ririn yang kemudian membuyarkan lamunan Ayri.
..." Ah, iya ayo." mereka pun bergegas menuju masjid....
" Ya ampun, mimpi seakan jelas banget. Kenapa engkau datangkan dia dalam mimpi ku ya Allah." Batin Ayri.
Ayri mengambil Air Wudhu dan shalat. Dalam shalatnya ia berdoa agar ia kuat mencari ilmu di pesantren, doa untuk keluarganya agar selalu di lindungi oleh Allah. Tak lupa Ayri selipkan doa tentang jodohnya.
__ADS_1
" Ya Allah jika mimpi tadi adalah bahagiaku, ijinkan hamba untuk selalu memimpikan dia. Jika dia jodohku, maka dekatkan aku dengannya, jaga dia baik-baik. Tapi, kalau dia bukan jodohku, kumohon jauhkan aku dari mimpi tentangnya. Karna rasanya begitu berat ya Allah jika aku harus terus mengingat tentangnya, Amiiiin. "
Pagi hari, Ayri bangun subuh dan mengikuti pengkajian setelah shalat subuh dan setelah itu piket pagi dimana setiap masing-masing kamar setiap harinya mendapatkan jadwal piket untuk membersihkan area pondok. Hari ini kamar 22 kedapatan piket menyapu halaman masjid.
Ayri beserta personil kamar 22 menyapu halaman masjid dengan suka cita, tetapi batin Ayri tidak tenang. Ia merasa seperti ada yang memantaunya dari kejauhan.
" Rin, kamu ngerasa ngga sih kalo ada yang lagi ngeliatin kita?." Tanya Ayri kepada Ririn yang sedang fokus menyapu halaman.
"perasaan kamu aja kali." Ujar Ririn sambil terus menunduk untuk menyapu.
Ayri merasa beda dari semenjak datang ke pesantren, ia merasa seperti berada pada posisi orang lain, merasa bahwa dirinya bukanlah Ayri asli.
Setelah selesai piket dan sarapan, Ayri kembali mengikuti kajian yang bertema 'manfaat shalat istikharah' kali ini Ayri benar - benar menyimak tentang kajian tersebut.
" Jadi sahabat jamaah, istikharah itu penting untuk dipahami jika kamu ingin melaksanakannya. Salat istikharah merupakan salah satu salat sunah yang dianjurkan untuk dilakukan saat hendak menentukan pilihan, misalnya pilihan jodoh, pekerjaan. " Ujar Ustad Firdaus selaku pengisi acara di kelas pengkajian.
Selesai mengikuti pengkajian, para santriwati bergegas untuk siap-siap berangkat sekolah. Sekolah dilaksanakan jam 1 siang setelah shalat Zuhur, Jarak Sekolahnya pun kurang lebih 500 meter dari area pesantren.
Hari ini adalah hari pertamanya Ayri masuk ke sekolah. Dengan menggunakan seragam putih abu-abu yang di lengkapi dengan rompi khas SMA BUDI MULIA ia mulai memasuki ruangan kelas yang tertera namanya di daftar nama yang di tempel di jendela kelas.
Ayri mencari tempat duduk yang strategis dengan papan tulis karna ia ingin menjalani sekolah lebih baik, agar bisa menyimak guru dengan fokus.
Ayri memilih bangku kosong di barisan nomor 2 dari depan di bagian Banjar pinggir. Kelasnya masih nampak sepi baru beberapa orang saja.
" Permisi, boleh aku duduk di sebelah tempat duduk kamu? " Tanya Ayri kepada wanita berkerudung bergo berkacamata bertubuh semapai dengan Ayri.
" Oh iya boleh, silahkan. " Jawabnya dengan senyuman dan dengan berlogat Jawa tengah.
" Salam kenal, aku Ayri. Nama kamu siapa?" tanya Ayri.
__ADS_1
" Nama aku Desy dari Brebes, hehe. Kalo kamu?"
" Aku Asli dari Jawa barat, hehe." Mereka pun saling berkenalan dengan lekat.
" Ade-ade Ayo ke lapangan, MOS akan segera di mulai. " Suruh Kaka kelas yang tiba-tiba mengoprak-oprak dari luar kelas.
Di pesantren ada sebutan Khas untuk para santriwan-santriwati yaitu Mba (Kaka perempuan) Mas (Kaka laki-laki) Ndo (adik perempuan) Le (adik laki-laki). Tetapi bila di sekolah tetap memanggil seperti pada umumnya yaitu Kaka kelas dan adik kelas.
Para siswa kelas 1 kumpul di tengah lapangan putsal. Mereka sedang di beri arahan oleh ketua OSIS yang tidak Ayri sangka ternyata dia adalah penjaga koprasi yang waktu itu menolongnya sekaligus laki-laki yang di perbincangkan oleh Kaka kelasnya di dalam masjid waktu shalat ashar.
" Oh si mas itu ternyata ketua OSIS. " ucap Ayri dalam hati.
" Baik, saya berdiri disini ingin memberikan pembukaan tentang MOS untuk kalian. Sebenarnya bukan MOS sih hanya perkenalan sebagai Kakak-adik kelas saja. Karna prinsip SMA kita buka untuk saling menindas, apalagi saling membully antar Kakak-adik kelas. " Jelas Haikal selaku ketua OSIS.
Masa Orientasi Siswa pun berjalan untuk saling berkenalan satu sama lainnya dengan membatasi jarak antara laki-laki dengan perempuan.
SMA BUDI MULIA adalah SMA yang kolaborasi dengan pondok pesantren dimana bukan hanya siswa pondok, tetapi juga lingkungan luar pondok.
Selain itu, Pondok Pesantren SUMBER BAROKAH menampung para santri dari berbagai daerah mulai dari Sabang sampai Marauke. Teman sekamar Ayripun dari daerah berbeda - beda, mulai Bekasi, Jawa barat, Brebes, Jakarta, Jambi, Padang dan juga Riau.
****
Malam hari..
Beberapa hari setelah itu, Ketika waktu sepertiga malam Ayri melaksanakan shalat istikharah berniat agar ia tidak lagi di mimpikan oleh sosok Dewa.
" Ya Allah, jangan engkau munculkan Dewa dalam mimpiku. Aku sedang berusaha untuk melupakannya, Bantu aku ya Allah. Jika dia bukan jodohku maka jauhkan kah, tunjukkan laki-laki yang pantas untukku. " Ayri memohon dalam doanya.
Setelah selesai Shalat, Ayri kembali untuk melanjutkan tidurnya sambil menunggu waktu subuh. Berharap agar malam ini segera mendapatkan petunjuk dari doa nya, namun ia malah memimpikan hal lain.
__ADS_1