Apakah Ini Cinta??

Apakah Ini Cinta??
Flash Back Tentang Dewa Part 7


__ADS_3

Hari ini adalah hari pertama Ujian Nasional. Para siswa berangkat lebih awal karna harus mempersiapkan diri masuk ke ruangan Ujian dengan mengambil kartu Ujian terlebih dahulu ke Wali kelasnya masing-masing.


Dewa melangkah menuju meja pak Dodi.


" Harus semangat Wa, tunjukkan ke ibu mu kalau kamu bisa meraih kesuksesan. Fokus isi soal ujian. " ucap Pak Dodi menasehati.


" Iya baik pak. Seketika Dewa melihat data ruangan siswa di meja pak Dodi. Ia melihat data dirinya di lembar absensi siswa ruangan yang satu ruangan dengan nya.


" Ayri ga ada di absensi ruangan gue. " Batin Dewa.


" Selamat mengerjakan soal ya Wa. " Ucap Pak Dodi memberikan Dewa suport.


" Eh iya, terimakasih pak. Kalo gitu saya ke ruangan dulu. "


"Iya, oh iya nanti kalau kamu ketemu dengan Ayri tolong sampaikan kartu ujiannya segera di ambil. bentar lagi bell tanda masuk." Pesan Pak Dodi. Dewa pun mengangguk dan segera bergegas dari ruangan pak Dodi.


ketika membuka pintu, tiba-tiba..


"Aduh." bukaan pintu itu membuat orang di luar nya bergumam.


" Eh sorry." Ucap Dewa yang membuka pintu tersebut dari dalam ruangan.


Dewa tidak menyangka kalau itu adalah Ayri.


" Sakit tau." Ayri pun terbangun dari simpuhan nya.


" Sini gue bantu." Dewa mengulurkan tangan nya. Namun Ayri menolak.


" Udah ga usah gue bisa sendiri. "


" Ya udah kalo gitu, pak Dodi nungguin Lo tuh tinggal kartu Lo doang yang belum di ambil." Ucap Dewa. Ia meninggalkan Ayri karna Dewa merasa Ayri masih angkuh dan benci terhadapnya.


" Hmm, Ujian terakhir tanpa Lo Ay. Tinggal beberapa hari kita akan berpisah, tapi gue belum ada keberanian buat nembak Lo. Gue takut Lo akan kecewa Ay. Lo boleh benci sama gue, tapi percayalah kalo gue tulis sayang ke Lo " Batin Dewa sambil berjalan menuju ruangan.


....


( Baca Eps. Pacaran tak berarti )


Hari ini adalah hari terakhir Ujian Nasional.


Bell tanda jam ke 2 ujian pun kembali berbunyi, Dewa pun masuk kelas bersama teman se ruangannya yang di ikuti oleh pengawas ujian.


" Selamat pagi anak-anak. Sebelum mengisi jawaban soal, saya akan menyampaikan bahwa sekolah kita akan mengadakan study tour untuk kelas 3. Insya Allah hari Senin jadwal keberangkatannya dan kalau kalian mau ikut boleh pembayaran sampai hari sabtu ya ke wali kelas masing-masing." Jelas pengawas tersebut.


" Pengen ikut, tapi ongkos dari mana. Waktu keberangkatan cuma beberapa hari lagi, coba gue usahain deh semoga bisa. Pasti Ayri juga ikut, seru kayanya "


1 jam kemudian...


Bel tanda berakhirnya Ujian pun berbunyi.. Dewa mengemas alat tulis, Saydi tiba-tiba datang menghampiri Dewa.


"Wa, Ayo buruan. " Saydi tergesa-gesa dan menarik-narik tas Dewa.


" Apaan sih say, sabar dong. Tas gue nanti sobek. "

__ADS_1


" Hari ini kesempatan kita buat bisa foto bareng sama temen-temen pake seragam. mumpung mereka masih pada ngumpul di parkiran. " Ucap Saydi tidak sabar.


" Iya, iya. " Dewa mengambil foto identitasnya karna ia tidak ingin foto nya di salah gunakan oleh orang lain. Dan kemudian Dewa pun menuruti Langkah Saydi.


Di balkon parkiran tempat berkumpulnya anak-anak serta di sebelah balkon tersebut ada rumah milik seorang pemilik parkiran, dimana rumah tersebut memiliki warung sebagai tempat anak-anak sekolah mejeng sebelum jam pulang.


" Wa kaya nya Ayri juga belum pulang, itu sepedahnya masih terparkir. Ini kesempatan terakhir Lo wa buat ngungkapin perasaan Lo, nanti biar gue foto pake kamera HP gue." Ucap Saydi mengatur strategi.


" Tapi gue malu Say, tuh banyak temen-temen."


" Ya elah Wa, kapan lagi coba. Biar nanti gue yang ngomong ke Ayri. "


" Ya udah terserah Li aja deh " Dewa masa bodo. Tetapi dalam hatinya ada hasrat untuk mengungkapkan perasaan tetapi ia ragu.


Tidak lama kemudian, Saydi melihat Ayri yang tengah berjalan menuju sepedahnya di parkiran.


" Tunggu Ay." Cegah Saydi menahan tangan Ayri.


" Apaan sih, gue mau pulang perut gue udah laper pengen makan." Ucap Ayri berusaha mengelak.


" Sebentar plis, ayo ikut gue. Lo punya HP kan?" tanya Saydi kemudian.


" Iya punya, tapi ga di bawa."


"Ga apa-apa, Ayo ikut gue. " Saydi menarik tangan Ayri dan membawa Ayri ke rumah pemilik parkiran di situ tempat nongkrong anak-anak sebelum pulang untuk sekedar ngasoh atau jajan.


" Mau kemana sih. " Tanya Ayri malas.


" Gue mau moto Lo sama Dewa. Pake HP gue, nanti gue kirim ke HP Lo via bluetooth."


" Ga apa-apa." Saydi memaksa.


Sesampai nya di tempat, Ayri melihat Dewa Haevi serta teman lainnya yang pulang searah sedang asik bercanda.


" Wa, sini. Guys ayo kita foto bareng-bareng." Suruh Saydi.


Semenjak Saydi menghampiri Ayri, Hati Dewa tidak karuan, hatinya gugup, jantungnya berdebar tak menentu. Ia memposisikan dirinya untuk berfoto dengan hati yang tidak karuan.


" Ay, plis fotoin kita ya. Nanti gantian." lanjut Saydi. Mereka pun merapatkan posisi dan ber fose foto laki-laki.


" Ayo buruan, gue hitung nih. 1,2,3 cissss." Seru Ayri dengan muka malas.


" Udah ya, gue mau pulang." Ucap Ayri membalikkan badan.


" Eh sebentar, Dewa mau ngomong tuh sama Lo. " Ucap Saydi kemudian.


" Ngomong apaan, ga banyak waktu nih gue mau pulang. Perut gue laper banget. " Ucap Ayri tergesa-gesa.


" Udah ga jadi Say, biarin aja dia pulang. Kasian perut nya kelaparan." Ucap Dewa tanpa sadar.


" Ah elu Wa gimana sih. Kata nya mau ngomong. " Saydi geram mendengar ucapan Dewa.


" Ya udah kalo gitu gue minta nomer Lo deh. " lanjut Saydi.

__ADS_1


" 085********* " Sebut Ayri dengan cepat.


" Oke nanti gue kabarin Lo ya. Plis jangan abaykan gue. " Ucap Saydi.


Ayri hanya menggeramkan suara dan pergi meninggalkan tempat tersebut.


Setelah Ayri pergi, yang Dewa rasa hanyalah kesabaran.


" Maafin gue Ay yang ga punya keberanian. " Ucap Dewa dengan menghela nafas.


Sabtu pagi..


Hari ini adalah hari pendaftaran untuk mengikuti study tour.


Sejak kemarin Dewa berusaha mengumpulkan uang sisa uang saku dan hasil dari membantu ibu nya bekerja di ladang, serta membantu saudaranya yang memiliki sebuah saung lesehan ikan bakar. Dewa seharian membantu menjadi pelayan di saung lesehan tersebut.


" Alhamdulilah, uangnya pas untuk ikut study tour. Masalah uang jajan bisa di cari lagi nanti besok. " Ujar Dewa dalam hati.


Namun pada saat Dewa telah masuk area sekolah, ia melihat beberapa siswa berbondong melihat pengumuman yang di tempel di Mading.


' SEHUBUNGAN DENGAN ACARA RAPAT UN, MENGENAI STUDYTOUR TAHUN INI BATAL DI LAKSANAKAN.. MOHON MAAF BILA PENGUMUMAN INI TIDAK MENGENANKAN HATI PARA SISWA. UNTUK HARI SENIN DI HARAP PARA SISWA UNTUK HADIR KARNA AKAN DIADAKAN SIDIK JARI IJAZAH. TERIMAKASIH '


"Hah, kenapa ko di batalin? apa ga salah baca gue?." gumam Dewa dalam hati.


" Yahhh percuma dong gue ngumpulin uang susah payah begini. " lanjutnya sambil menuju kelas mencari keberadaan Saydi.


( Baca Eps. Perpisahan )


Keesokan harinya..


Dewa bersiap untuk berangkat sekolah, dalam hatinya ia ingin sangat mengungkapkan perasaannya terhadap Ayri. Sambil memasang sepatu di kaki nya, ia membayangkan saat dia nembak Ayri.


Di kelas, para siswa di mohon untuk masuk ke kelasnya masing-masing karna ketua kelas akan mengarahkan beberapa pengumuman.


" Guys, nanti saat kelas sebelah selesai. baru giliran kita yg di bolehkan masuk ke ruang guru" Ujar Sulis selaku sekretaris, Ketika para siswa sudah berkumpul di dalam kelas.


Saydi yang sejak datang duduk satu bangku dengan Dewa menengok ke arah Ayri. Ia melihat Ayri tengah memandang Dewa dengan lekat.


" Stttt Wa, itu Ayri lagi liatin Lo dalem banget. " Bisik Saydi. Tetapi Dewa tidak berani menoleh karna khawatir salah tingkah di mata Ayri.


Giliran kelas 9f untuk memasuki ruang guru untuk melakukan cap 3 jari. Para siswa mengantri sesuai absensi. Mereka antri sambil baris berbanjar. Di belakang Ayri berdiri Dewa karna absensi mereka berdekatan.


"Ayri di belakang gue, apa gue bilang sekarang aja ya? " gumam Dewa dalam hati.


" Ayri, gue suka. " Ucapnya dalam hati sambil mengepalkan tangan nya berusaha berani.


tetapi Ayri keburu masuk ke dalam ruangan.


Namun saat Ayri masuk, Melly mendekati Dewa dan ia akan menyusun rencana.


" Wa, pliss ikut gue selesai ini. Gue mau ngomong sama Lo, tunggu gue di depan gerbang." Ucap Melly.


" Mau ngomong apa, udah ngomong sekarang aja." Ucap Dewa datar.

__ADS_1


Ayri sudah keluar dari ruang guru, sehingga giliran Dewa yang harus segera masuk.


" sorry gue harus masuk. " pamit Dewa.


__ADS_2