Apakah Ini Cinta??

Apakah Ini Cinta??
Ekstrakulikuler dan SKORS


__ADS_3

Beberapa hari kemudian..


ketua kelas memberikan informasi tentang kegiatan ekstrakulikuler yg ada di sekolah SMP 3 ini.


"Permisi, silent please. perhatikan sebentar ya, saya akan memberikan pengumuman nih buat kalian semua. ini ada brosur tentang ekstra kulikuler yg ada di sekolahan kita. silahkan kalian pilih sesuai bakat dan hobi kalian ya. ada banyak nih yg bisa kalian pilih." Jelas Lela selaku ketua kelas sambil membagikan brosur kepada setiap siswa.


Sejak SD Ayri senang dengan ekskul Pramuka, dia juga pernah mengikuti lomba Pramuka serta ikut berkemah sehingga ia tidak meragukan untuk memilih ekskul tersebut.


" Ay, kamu pilih ekskul yg mana?." Tanya Lili, ia membaca seisi brosur tersebut dan berusaha memilih ekskul mana yg cocok untuk dirinya.


" Kayanya aku lebih suka ekskul Pramuka Li, sejak SD aku udah pernah mengikuti Pramuka." Jelas Ayri merasa tidak ragu.


"Ya udah deh, kalo gitu aku ikutan kamu deh biar ada temen nya, hehe."


Akhirnya, mereka pun memilih Pramuka sebagai kegiatan tambahan di sekolahnya. ekskul tersebut dilakukan setiap hari Jum'at jam 2-4 sore.


"Ay, coba deh tengok Dewa, dia milih ekskul volley kamu ga ikutan, hehe." celoteh Lili mencoba menggoda Ayri


" Apaan sih Li, mana mungkin aku ikutan volley, hahaha bukan hobby dan ga bisa juga maen nya hihi. Cie, kamu juga toh ikutan lirik-lirik Dewa secara diam-diam ya hayoo." Canda mereka saling menuduh dan meledek.


Jam pelajaran biologi dimulai, pak Yudin memasuki kelas dan mulai memberi penjelasan tentang materi yg diberikan. Para siswa/siswi fokus memperhatikan penjelasan tersebut, tetapi Ayri merasa tidak nyaman dengan posisi dia yg tiap kali Agun colak colek dengan pulpennya. Dengan senonoh pula ia mencolek Pay*dar* Ayri yg sedang fokus menulis dan memperhatikan.


"Astagfirullah Agun, lo tuh ya senonoh banget sih sama gue. Berani banget lo sama gue." Ayri bergegas berdiri dan menghampiri Agun dengan posisi ingin menonjok Agun dengan kepalan tangannya yg mungil.


"Heh, heh, heh.. ada apa ini ribut-ribut. Kamu, siapa namanya, sini maju ke depan." Suruh pak Yudin menunjuk ke arah Ayri. Ayripun menuruti perintah dan Lili membisiki Ayri sebelum melangkah ke depan kelas.


"Kesempatan kamu ay, adu in aja semua tingkah Agun yg udah bikin kita kesel." Ujar Lili.


"Sini kamu, kenapa bikin kegaduhan di jam pelajaran saya." Ujar pak Yudin dengan nada tinggi.


" Maaf pak, sebenarnya Agun duluan yg selalu ngisengin saya. Bukan tadi aja pak, tapi setiap pelajaran yg lainnya dia selalu ngisengi saya. Bukan hanya itu, kata-kata dia juga selalu kasar kepada saya serta teman-teman cewe yg lainnya pak." adu Ayri. ia meluapkan semua kelakuan Agun selama ini.


" Agun, sini kamu. apa maksud kamu seperti itu?."


"Saya cuma iseng aja pak, ya maaf deh kalo saya salah." Celoteh Agun dengan muka yg masa bodo.


"Apa lo bilang cuma iseng?? Lo gak ngehargai setiap temen cewe. Buktinya tadi Lo nyolek PD gue pake pulpen. dan masih banyak pak korban-korban yg lainnya. Bapak boleh sidang saya untuk mengadu ke guru BP pak." Jelas Ayri dengan penuh luapan emosi.


" Baik kalo gitu, ayo kalian ikut saya keruangan guru BP" Sementara itu kelas bebas guru dan anak-anakpun berhamburan main-main d kelas dan luar kelas.

__ADS_1


****


Di hari-hari sebelumnya, Agun membuat ulah yaitu meremas p*nt*t temen cewe sekelasnya. Selain itu, ia juga mencolek PD teman sekelasnya sambil berkata senonoh terhadapnya, Dan itu membuat siswi tersebut menangis. Ayri pun menyaksikan kejadian tersebut karna ia teman yg berada di depan meja Ayri (Rina dan Dwi)


Setelah mengadukan semua kejadian itu, Ayri pun kembali ke kelas dengan isakan tangis yg membuat hatinya tenang.


"Hey, ko kamu nangis Ay?." Lili merangkul Ayri yg terisak-isak.


"Aku sedikit lega Li udah meluapkan semua kekesalan aku ke guru BP tentang Agun. Rin (Rina) dan Dwi sekarang kalian udah lega, jangan takut lagi ya sama Agun. aku tau ko kalian juga kesal terhadap sifat dia waktu itu ya."


"Iya Ay, makasih ya kamu udah aduin semuanya ke guru BP. Terus, gimana dengan Agun?." tanya Rina.


"Agun di skors 3 hari oleh pihak sekolah sebagai peringatan. dan 3 hari ini kita tenang tanpa dia." mereka puas mendengar berita tersebut.


" Jadi Agun di skors Ay?." Dewa yang mendengar percakapan itu tiba-tiba mengikuti percakapan.


"Iya, kamu mau juga d skors kaya Agun?." Celoteh Lili.


"Hey, sembarangan.. gue minta maaf ya kalo gue juga udah ikutan iseng ke kalian." Ucap Dewa yang menyesali perbuatannya.


"Iya udah, maka nya kalo bercanda atau iseng itu jangan keterlaluan, apalagi ke cewe. Kita itu bukan lawan kalian." Ucap Ayri memberi peringatan kepada Dewa.


"Ahhhh bodo amat, salah siapa selalu bikin ulah dan udah keterlaluan." Ujar Ayri sambil membuka buku diary nya.


tiba-tiba ibunya ayri membuka pintu kamarnya.


" Hey anak mamah lg ngoceh apa sih? kaya ada penyesalan gitu? dr balik pintu mamah denger lho."


"Eh mamah, Ng,ngga ko anu. Mamah denger tadi Ayri ngomong apa?."


"Dikit hehe, coba cerita. Kamu kenapa sih? ada sesuatu di kelas mu?."


Akhirnya, Ayri pun menceritakan secara detail tentang kejadian tadi pagi di sekolah kepada ibunya.


malam hari nya..


Ayri tidak bisa tidur, ia masih memikirkan rasa bersalahnya. Bukan hanya itu ia merasa tidak enak badan, perutnya selalu melilit-melilit dan PD nya terasa nyeri, badannya terasa sakit semua seperti kena luka pukul, sehingga ia memutuskan untuk meminum obat.


Ke esokan paginya, ia merasa ada yg janggal, kenapa di CD nya terdapat bercak darah segar. Ayripun panik dan berteriak.

__ADS_1


"Mamah...... " teriak Ayri dari dalam kamar mandi.


"Ada apa nak?? kamu ngga kenapa-kenapa?." ibu nya yg sedang mencuci piring tiba-tiba terhenti dan menghampiri pintu kamar mandi. Ayri membuka pintu dan memeluk ibunya.


"Sakit perut dan di CD ku ada darah mah, aku takut mah. " Ayri menangis di depan ibunya dan memeluk erat ibunya.


"Hoalahhhh, ngga apa-apa ko. Ayo kita ke kamar" ibu Ayri memapah Ayri untuk masuk ke kamar.


" Udah jangan panik, kamu sekarang udah gede, udah remaja. Itu tandanya kamu lagi menstruasi sayang. Nih coba belajar pake ini." Ini Ayri memberikan 1 buah pembalut dan mengajari ayri cara pakainya.


Ayri mengikuti yg di praktekan ibunya dan hatinya mulai tenang.


" Kalo kamu ngga enak badan sebaiknya ijin dulu sekolahnya. Nanti ga akan karuan belajarnya."


" Ngga apa-apa ko mah, insya Allah Ayri kuat."


akhirnya Ayri memaksakan diri berangkat sekolah dengan keadaan kram perut.


Di kelas, Ayri merasa hal yg beda, sunyi, tidak ada yg mengajak berdebat di pagi hari. Bel tanda masuk berbunyi dan guru kesenian pun masuk kelas, namun Ayri masih menenglengkan kepalanya di atas meja.


"Ayri tumben banget hari ini ngga bergairah. kamu sakit?." tanya Lili mengkhawatirkan keadaan Ayri.


"Iya Li, aku lg PMS." Jelas Ayri.


"Hey Ayri, Tumben banget loyo. Galau ya hari ini ga ada Agun? haha." Ledekan dewa membuat kepala ayri terangkat dan rasanya ingin memukul nya.


"Brisik......" Namun hanya itu yg bisa Ayri ucapkan. Pelajaran dimulai, guru kesenian memberikan tugas kepada siswa untuk mencatat materi yg di berikan serta menggambar apa yg sesuai pd buku materi.


"Apakah disini ada yg bisa menggambar?." tanya Bu Feni (guru kesenian)


"Saya Bu." Dewa mengajukan dirinya.


"Oke, sini maju ke depan dan gambar ini ke papan tulis." Perintah Bu Feni.


"Whattt?? ternyata Dewa bisa menggambar juga? oke baik, kita liat gambarnya sebagus apa." Gumam Ayri dalam hati.


Yap ternyata bukan hanya tulisannya, tetapi juga menggambarnya bagus. Sehingga, Ayri terpaku melihat Dewa menggambar di papan tulis.


Lili pun memperhatikan tingkah Ayri yg sedari tadi terpaku melihat Dewa menggambar.

__ADS_1


__ADS_2