Apakah Ini Cinta??

Apakah Ini Cinta??
Fans asing


__ADS_3

Keesokan hari..


Hari ini adalah pelajaran olahraga namun setiap siswa tidak boleh memakai baju treaning di luar sekolah, sehingga harus memakai baju treaning di toilet sekolah, sedangkan setiap ganti baju di toilet pasti mengantri.


" Males banget sih ganti bajunya. " Ayri bermalasan mengeluarkan baju dari dalam tasnya.


" Ganti baju disini aja, kita bergantian saling tunggu. " Melly menyarankan untuk ganti baju di bawah kolong meja.


" Kalo gue sih oke aja, karna gue pake baju Daleman. " Ayri menyetujui dan akhirnya Shisi, Melly dan Ayri bergantian ganti baju di bawah kolong meja saat para siswa tengah berbondong antri ke toilet. Namun sial nya pada saat Ayri tengah melepas baju, Dewa masih berada di dibangkunya dan ia diam-diam memperhatikan Ayri dari mejanya sembari senyam senyum sendiri dan keluar dari kelas pura-pura tidak melihat, Ayri tidak menyadari hal tersebut.


Setelah itu, mereka berkumpul di tengah lapang untuk latihan belajar main basket. Mereka melakukan pemanasan fisik dan di lanjut latihan main basket di arahkan oleh pak Dodi.


" Nanti kalian akan di panggil dan baris sesuai absen untuk melakukan drible cespass dan backpass masukan dalam ring ya. " Pak Dodi mengarahkan.


Mereka pun melakukan baris 1 barisan, dan sialnya absen Ayri berada di atas nama Dewa sehingga dewa berada di belakang Ayri.


" Lain kali jangan sembrono ya. " Sindir Dewa berbisik pada Ayri, Ayri pun tercenang mendengar hal tersebut.


" Maksud lo?. " Ayri curiga namun tidak mengerti apa maksud ucapan Dewa.


" Ngga, maju tuh. Bentar lagi giliran lo. " Dewa mengalihkan pembicaraan.


" Apa maksud dia ngomong kaya gitu?. " Gumam Ayri merasa curiga.


Satu persatu para siswa melakukan setiap perintah pak Dodi demi mendapatkan nilai, Sampai akhirnya Ayri selesai mendapat giliran.


" Cape banget, ke kantin yuk haus nih. " Ayri duduk di pinggir lapang terkapar merasa capek. Dengan rasa lelah, Ayri Shisi dan Melly menuju kantin. Di kantin mereka jumpai Genk 3R yg sudah stanbye berada di kantin.


" Manis kan dia? gue suka deh sama dia. Kalem, pinter. Gue kenal sama dia waktu di kelas 8E, kan dia temen sekelasnya temen gue, dan gue suka main ke kelasnya. " Ujar Riri berbincang dengan Rika dan Risa.


" Haha, tenang nanti gue bakal combalingin Lo sama dia deh tenang aja. " Ucap Rika.


Sedangkan Ayri hanya menyimak perbincangan mereka sambil minum 1 gelas jus pesanannya.


" Habis ini pelajaran B. Indonesia pula, lg cape-capenya di jejelin pelajaran lain. Rasanya gue mau rebahan tidur bentar. " Ucap Melly.


" Ya udah habis ini kita ke kelas selonjoran bentar ganti baju. " Ujar Shisi, ia menghabiskan es nya dan setelah itu mereka pun kembali ke kelas.


Kesempatan mereka untuk ganti baju karna di dalam kelas tidak ada siswa lain, mereka tutup pintu kelas dan mereka terburu-buru untuk ganti baju. Namun sial nya lagi, di saat Ayri tanggung ganti baju Dewa bersama Haevi masuk dalam kelas ia mendapati Ayri sedang tanggung memakai rok.


"Ke gap lagi kan. " Ucap Dewa dengan cuek nya jalan menuju bangkunya pura-pura tidak melihat Ayri namun Ayri merasa kalau Dewa melihatnya.


" Heh dasar cowo songong, udah tau pintu di tutup seenaknya aja Lo slonong masuk. " Omel Ayri.


" Iya kita lagi ganti baju tau. " Tambah Melly.

__ADS_1


" Yey salah siapa ganti baju di dalam kelas, ganti baju tuh di toilet. " Jawab Haevi tertawa terbahak melihat tingkah mereka ber 3 dan mereka pun merasa malu terhadap Dewa dan Haevi.


Bel tanda ganti pelajaran berbunyi..


para siswa berbondong masuk ke kelas untuk bersiap menerima pelajaran selanjutnya.


"Guys, hari ini pelajaran B. Indonesia ya. Kita di suruh ngerjain tugas yg ada di buku paket hal 5. " Suruh ketua kelas (Yusi)


" Huh, males banget sih. Itu gurunya bakal masuk ngga? kalo engga kita santai ajalah ngerjainnya. dari kemarin-kemarin tugas melulu. " Ucap salah satu siswa.


" Ay, nyontek dong. " Tiba-tiba Gugun menghampiri Ayri yg akan membuka buku paket nya.


" Ya elah belum juga gue baca soalnya, kerjain aja sendiri sana. " Ucap Ayri jutek.


" Ya elah pelit amat sih, nih ada titipan surat buat lo. "


" Surat, dari siapa?. " Ayri heran.


" Baca aja, dan kalo lo mau bales titipin lagi ke gue. " Dengan santai Gugun menyampaikan sambil kembali menuju mejanya.


Sementara Dewa menghampiri Haevi berniat untuk mengerjakan tugas bareng di meja Haevi, ia memperhatikan perbincangan Ayri dengan Gugun.


" Cie, yang dapet surat dari fans, hehe. " Celoteh shisi.


" Jangan pacaran Mulu, kerjain tuh tugas. " Celoteh Saydi yg duduk di meja sebelah Ayri.


" Yeh rese banget sih Lo suka-suka gue dong." Balas Ayri.


To. cantik


hey, boleh kenal? maaf aku udah ganggu waktu belajar kamu. dan udah senonoh ngasih surat ini buat kamu. niat ku cuma ingin kenal sama kamu. namaku Nana, kalo kamu berkenan plis balas surat ini. aku cowo yg suka merhatiin kamu dari jauh. aku sering liat kamu sering bantu Kaka kamu di toko. mungkin kamu ngga tau kalo aku dari jauh memperhatikanmu.


"Nana?. " Ucap Ayri dalam hati.


" Dari siapa coba dong gue pengen baca. " Melly ingin tahu dan mengambil surat itu dari tangan Ayri yang telah membacanya.


" Gue juga ga tau, kaya ny emang bener fans gue hahaha. Ada-ada aja, udah jangan ladenin suratnya. Kita kerjain aja tugasnya. " Mereka sama-sama mengerjakan tugas.


Ayri tidak mengetahui bahwa sedari tadi ia membaca surat, Dewa tengah memperhatikannya.


" Dewa, isiin tugas gue donk. Nanti gue kasih imbalan deh. " Tiba-tiba Rika kembali menghampiri Dewa dengan nada manja.


" Apaan sih, kerjain aja sendiri. Tuh yg lain juga pada ngerjain sendiri. " Celoteh Haevi jutek.


" Yeh kenapa jadi lo yg jawab. Eh wa, ada salam tuh dari temen gue. Dia suka tau sama lo. " Ucap Rika setengah berbisik.

__ADS_1


" Siapa?. " Tanya Dewa cuek sambil membaca soal.


" Temen se Genk gue. Riri, cuma dia ga berani bilang. " Bisik Rika lagi.


" Apa? haha. Wa ternyata diam-diam ada yg suka juga ya sama lo. " Haevi menggoda Dewa.


Namun Dewa cuek dan tidak mempedulikan.


"Eh malah diem aja, gimana respon Lo? suka juga ngga sama dia?. " Tanya Rika lagi.


" Gue lagi sibuk sama tugas nih, sory ya. " Jawab Dewa masih jutek.


" Dih dasar cowo jutek banget sih, Awas aja ya kalo lo sampe kepincut sama dia jangan salahkan gue. " Rika kembali ke mejanya.


Ayri dengan jelas mendengar perbincangan tersebut.


" What?? ternyata yg dari tadi mereka omongin di kantin itu adalah Dewa? jadi Riri juga suka sama dewa? hah? haha ga salah gue saingan sama Riri, ga level banget. Liat aja Ri, siapa yg lebih unggul bisa dapetin hati Dewa. " Gumam Ayri dalam hati.


" Eh, tapi ko Dewa responnya jutek gitu ya? kenapa ya? dia ga suka kan sama Riri? apa karna dia sebenernya udah punya pacar? apa pacar nya sebenernya adalah Lisa? gue harus cari tau. " lanjut nya dalam hati.


jam istirahat..


tugas yg dari tadi di kerjakan telah mereka kumpulkan dan beberapa siswa keluar kelas untuk menikmati waktu istirahat.


" Ke kantin yuk. " ajak Melly kepada ke dua sahabatnya itu.


" Kalian duluan aja. Gue nitip minuman, Hehe. " Ucap Ayri yang so sibuk dengan bukunya.


Sebenarnya ia sengaja tidak keluar kelas karna ingin mengamati Dewa, beruntung Dewa tidak ikut temannya keluar kelas. Melainkan dia mengeluarkan buku paket dari tasnya.


" Apa gue samperin aja ya tanya langsung?. " Ayripun mendekati jendela yg dekat dengan bangku Dewa pura-pura melihat kantin dari jendela.


"Cie yg punya fans. " Sindir Ayri tiba-tiba, ia membuka jendela dan mengaitkan ganjal jendela itu. Sementara Dewa menyadari ucapan Ayri.


" Udah biasa. " Ucap Dewa jutek sembari tetap membaca isi buku


" Jawab nya jutek amat sih, gue bercanda kali. Eh, Lo tadi pagi itu ngintip gue ganti baju ya?." Ayri mengganti topik karna ia tidak ingin Dewa bersikap jutek terhadapnya, serta mengungkapkan kecurigaannya terhadap Dewa.


" Maka nya jadi cewe jangan sembrono, untung cuma gue yang liat. " Jawabnya masih dengan nada masih jutek.


" Dasar s*Ng*Ng, Eh harusnya Lo tuh minta maaf ke gue. " Ucap Ayri yang lama-lama kesal kepada Dewa.


" Ngapain minta maaf itukan keteledoran lo aja, udah ah gue mau ke kantin haus. " Dewa tidak mempedulikan Ayri dan ia malah keluar kelas.


" Ih, jutek banget. Kenapa sih nada nya datar gitu. Gue salah ya, harusnya gue tanya ke temennya. Iya nanti gue coba tanya ke Haevi deh. "

__ADS_1


__ADS_2