
Hari ini adalah hari terakhir Ujian Nasional. Ayri ingin memberikan sebuah benda kenang-kenangan untuk ke dua sahabatnya yaitu Shisi dan Melly yang selama satu tahun ini sudah bersedia untuk menjadi sahabatnya di kelas.
Setelah jam pertama selesai, Ayri mencari ruang ujian mereka. Tengak tengok di setiap sudut dan matanya mencari namun tidak ketemu.
" Eh, Sulis. Mau nanya dong, Lo satu ruangan ngga sama Melly atau Shisi?" Tanya Ayri yang kebetulan berpaprasan dengan Sulis yang sedang ngobrol dengan temannya sambil berjalan di lorong kelas.
" Sama Shisi gue satu ruangan, di ruang D." Jawab Sulis singkat.
"Oh iya, makasih." Ucap Ayri.
Ayri pun langsung menuju ke ruang D, dan secara kebetulan Shisi baru saja keluar dari ruang Ujian.
" Shisi... " Panggil Ayri.
" Eh Ayri, ada apa?." Tanya Shisi, Ia merangkul Ayri karna ia rindu dengan Ayri.
" Ini aku bawa sesuatu buat kamu, sebagai kenang-kenangan nanti kalo kita lulus nanti. Semoga persahabatan kita sampai tua nanti ya." Ucap Ayri sambil memberikan bingkisan kecil berisi gelang yang serupa untuk Melly .
" Ya ampun, makasih banget Ay. Iya kita akan tetep temenan ko sampai tua nanti." Shisi lagi-lagi merangkul Ayri.
" Oh iya, satu lagi ini buat Melly. Aku titip ya soal nya bentar lagi aku harus masuk kelas." Ujar Ayri menitipkan bingkisan untuk Melly kepada Shisi.
Bell tanda jam ke 2 ujian pun kembali berbunyi, Ayri memposisikan dirinya untuk mengisi jawaban soal ujian.
" Oh iya anak-anak mohon maaf bapak menyita waktu kalian 5 menit, bapak ingin menyampaikan bahwa kegiatan setelah UN kita akan mengadakan study tour untuk perpisahan kalian nanti. Insya Allah hari Senin jadwal keberangkatannya dan kalau kalian mau ikut boleh pembayaran sampai hari sabtu ya ke wali kelas masing-masing." Jelas Pak Cahyo sebagai pengawas Ujian.
" Study tour, kayanya seru deh. Dewa ikut ngga ya? gue pengen banget ikut kalo dia ikut." Ucap Ayri dalam hati.
1 jam kemudian...
Bel tanda berakhirnya Ujian pun berbunyi. Ayri bersiap untuk pulang, namun sebelumnya ia berniat untuk masuk ke ruangan bekas Dewa Ujian. Ayri berniat ingin mengambil Kartu Pengenal Ujian milik Dewa yang tertempel di meja Ujian ( Setiap meja di beri tanda Kartu ujian yang berisikan Identitas serta Foto peserta)
Ayri menyusuri setiap meja di ruangan yang pernah di tempati Dewa, Identitasnya Dewa telah Ayri dapatkan namun Fotonya sudah tidak tercantum lagi.
" Yah, fotonya udah ada yang ngambil. Padahal gue pengen banget nyimpen fotonya, tapi ga apa-apa deh. Tanggal dan bulan lahirnya udah gue dapetin." Ucap Ayri dalam hati. Ia ambil identitas milik Dewa dan kemudian bergegas pulang.
Ketika telah sampai di parkiran, Ayri ingin mengambil sepedah namun Saydi tiba-tiba menarik tangan Ayri.
" Tunggu Ay." Cegah Saydi menahan tangan Ayri.
" Apaan sih, gue mau pulang perut gue udah laper pengen makan." Ucap Ayri berusaha mengelak.
" Sebentar plis, ayo ikut gue. Lo punya HP kan?" tanya Saydi kemudian.
" Iya punya, tapi ga di bawa."
__ADS_1
"Ga apa-apa, Ayo ikut gue. " Saydi menarik tangan Ayri dan membawa Ayri ke rumah pemilik parkiran di situ tempat nongkrong anak-anak sebelum pulang untuk sekedar ngasoh atau jajan.
" Mau kemana sih. " Tanya Ayri malas.
" Gue mau moto Lo sama Dewa. Pake HP gue, nanti gue kirim ke HP Lo via bluetooth."
" Ogah, ngapain gue foto sama Dewa, lagian HP gue butut ga bisa bluetooth an. " ucap Ayri judes.
" Ga apa-apa." Saydi memaksa.
Sesampai nya di tempat, Ayri melihat Dewa Haevi serta teman lainnya yang pulang searah sedang asik bercanda.
" Wa, sini. Guys ayo kita foto bareng-bareng." Suruh Saydi.
" Ay, plis fotoin kita ya. Nanti gantian." lanjut Saydi. Mereka pun merapatkan posisi dan ber fose foto laki-laki.
" Ayo buruan, gue hitung nih. 1,2,3 cissss." Seru Ayri dengan muka malas.
" Udah ya, gue mau pulang." Ucap Ayri membalikkan badan.
" Eh sebentar, Dewa mau ngomong tuh sama Lo. " Ucap Saydi kemudian.
" Ngomong apaan, ga banyak waktu nih gue mau pulang. Perut gue laper banget. " Ucap Ayri tergesa-gesa.
" Ya udah kalo gitu gue minta nomer Lo deh. " Ucap Saydi.
" 085********* " Sebut Ayri dengan cepat.
" Oke nanti gue kabarin Lo ya. Plis jangan abaykan gue. " Ucap Saydi. Ayri hanya menggeramkan suara dan pergi meninggalkan tempat tersebut.
Di rumah..
Ayri buru-buru masuk kamar, karna orang tua nya sedang ada di rumah. Dia malas kalau nanti ayahnya ngajak ngobrol masalah sekolah.
Setelah ganti baju ia langsung buka HP berharap ada kabar dari Rangga, namun NIHIL. Yang ada hanya Tea yang memberi pesan.
' Hari ini gue di antar Kaka gue ke sekolah.' Tea memberi pesan di jam 06.30 tadi pagi sehingga Ayri harus berangkat ke sekolah menggunakan sepedah sendiri.
" Rangga kemana sih, ini udah hari ke 4 masa pacaran kita tapi dia ngga ngasih kabar sama sekali. Apa gunanya gue punya paca, Fuhh. " Gumam nya dalam hati. Ia lalu membuka tas nya dan mengambil kartu identitas milik Dewa.
" Tanggal 28, ultah dia masih lama. Dan gue ga nyangka ternyata usia dia sama gue jauh, lebih tua 1 tahun dari gue, hehe. " Ayri menyelipkan kartu tersebut di dalam buku diary nya bersama 1 tangkai mawar putih.
" Ini kenang-kenangan gue dari Lo Wa, se engga nya meskipun kita ngga pernah jadian, Lo udah pernah gue kagumi selama ini. Iya sejak kita duduk di kelas 1. Entah kenapa meskipun gue kecewa sama Lo tapi rasa suka gue ga bisa hilang." Ia menutup buku diary dan memutarkan radio tape memutarkan lagu Ungu yang berjudul ' Cinta Dalam Hati' yang mewakili perasaannya saat ini.
Mungkin ini memang jalan takdirku, mengagumi tanpa di cintai.. Tak mengapa bagiku asal kau pun bahagia dalam hidupmu, dalam hidupmu . Telah lama ku pendam perasaan itu, menunggu hadirmu menyambut diriku. Tak mengapa bagiku mencintaimu pun adalah bahagia untukku, bahagia untukku.. Ku ingin kau tau, diriku disini menanti dirimu.. meski ku tunggu hingga ujung waktu ku, dan berharap rasa ini kan abadi untuk selamanya.. Dan izinkan aku, memeluk dirimu kali ini saja.. tuk ucapkan selamat tinggal untuk selamanya. Dan biarkan rasa ini bahagia untuk sekejap saja...
__ADS_1
*****
Hari ini adalah hari Sabtu pagi, dimana hari terakhir pendaftaran untuk mengikuti study tour.
Ayri dengan senang hati berangkat ke sekolah, Dengan Tea dan Avril mereka berangkat bersama dan motor Tea di titipkan di rumah Avril. Mereka sepakat untuk mengikuti study tour dan sudah membayangkan betapa serunya di perjalanan nanti.
Sesampainya di sekolah mereka ikut antusias ketika para siswa berkerumun di depan Mading sekolah.
" Eh ada apaan sih, liat dong." Avril Tea dan Ayri menyerobot kerumunan para siswa..
' SEHUBUNGAN DENGAN ACARA RAPAT UN, MENGENAI STUDYTOUR TAHUN INI BATAL DI LAKSANAKAN.. MOHON MAAF BILA PENGUMUMAN INI TIDAK MENGENANKAN HATI PARA SISWA. UNTUK HARI SENIN DI HARAP PARA SISWA UNTUK HADIR KARNA AKAN DIADAKAN SIDIK JARI IJAZAH. TERIMAKASIH '
" Apa?????." Ucap mereka serentak.
" Kecewa banget gue, yaelah kenapa sih cuma karna rapat doang sampe acara study tour di batalin." Gumam Tea sewot.
" iya, padahal kita udah bayangin seru-seruan di lokasi, huhu." Tambah Avril. Tidak hanya mereka, para siswa yang lain pun ikut kecewa.
" Udah deh kalo gitu kita pulang lagi aja yuk." Ucap Tea kemudian.
Akhirnya Tea Avril dan Ayripun kembali ke rumah Avril dan ngadem di dalam kamar Avril.
" Yaelah, cape-cape gue bujuk minta uang ke bokap malah ga jadi liburan. Ga ada kenang-kenangan dong kita." Gumam Ayri sambil merogoh HP yang ia taro di dalam tas. Ia mengecek lagi berharap Rangga memberi kabar, namun tetap saja NIHIL.
" Hah, BT banget gue. Gue beli minuman dulu deh di cafe sebelah, Lo mau nitip ga ya?." Tawar Ayri kepada Tea yang sedari datang ia menghadapkan diri ke kipas angin milik Avril yang berdiri persis di samping lemari baju.
" Green Tea 1 cup yang banyak es nya." Ucap Tea tanpa membalikkan badan.
Ayripun pergi ke cafe.
Pada saat memesan dan duduk menunggu pesanan jadi, tiba-tiba Ayri melihat Rangga yang baru saja turun dari motor.
" Rangga." Batin Ayri.
"Ayri, lagi ngapain." Tanya Rangga kaget bisa bertemu Ayri di cafe.
" Ini, lagi beli minuman. Kaka kemana aja ko baru keliatan, 1 Minggu ini Kaka ngga ngabarin aku." Ucap Ayri dengan nada kecewa.
" Ayri, maaf ya Kaka sibuk. Ini juga Kaka ga bisa lama, cuma mau ngambil barang yang ketinggalan disini. " Jelas Rangga dengan tergesa-gesa.
" Nanti malam kita ketemuan ya, Kaka tunggu. Nanti Kaka kabarin kamu." Ajaknya. lalu ia berlalu meninggalkan Ayri sejenak untuk mengambil barang yang tertinggal di dalam cafe dan kemudian pamit lagi kepada Ayri untuk pergi mengantarkan barang tersebut. Setelah Rangga hilang dari pandangannya, Ayri bertanya pada pelayan cafe.
" Mau nanya mas, itu ka Rangga lagi sibuk apa sih sekarang?." Tanya Ayri dengan malu-malu.
" Oh Rangga, dia lagi sibuk urus-urus mau pindahan." Jawab pelayan cafe.
__ADS_1