
Ke esokan harinya..
Hari ini di rumah Dewa sedang kedatangan tamu yaitu ke 2 Kakak nya yang merantau kerja di luar kota. Dewa memiliki 2 saudara laki-laki yang usianya terpaut jauh (10 tahun) Dengan dewa. Hanya setiap libur panjang saja mereka pulang kampung.
" Wa, Kita ngebakso yuk, kakak traktir deh. " Ajak kakak nya yang ke 2 ( Ikhsan ). Dewa pun menuruti karna dia juga merasa bosan di rumah tanpa kegiatan.
Di kios bakso, Dewa sibuk memainkan HP nya karna membalas Chat dari teman-teman baru nya.
" Wa, kamu ikhlas menunda sekolah dulu sampai kakak bisa membantu membiayai kamu sekolah?. "
Ucap Ikhsan sambil menyantap 1 mangkuk bakso di hadapannya.
" Ya mau gimana lagi kak. Yang penting untuk saat ini adalah kebutuhan sehari-hari sama melunasi hutang-hutang ibu untuk berobat ayah." ujar Dewa pasrah.
Setelah selesai makan bakso, Dewa membayar ke kasir dan Dewa tidak menyangka pada saat menunggu uang kembalian, di samping nya berdiri seorang Ayri yang tengah memesan bakso dengan kakaknya.
" Dewa. " Panggil Ayri refleks.
" Ayri, Apa kabar ?. " tanya Dewa yang takjub melihat Ayri yang kini berpenampilan berbeda. Yang dulu semasa SMP Ayri memakai celana, kini Ayri berpenampilan mengenakan baju syar'i.
" Aku? Ba, baik!. " Ucap Ayri gugup.
" BTW, gue duluan ya. " Dewa tergesa - gesa meninggalkan Ayri.
" Ayri, gue kangen banget sama Lo, pengen banget ngobrol panjang. Andai saja ga sama Kaka, gue pasti udah ngobrol panjang sama Lo. " batin Dewa sambil membonceng motor.
" Wa, sebelum pulang, antar Kaka main dulu ya ke rumah temen Kaka." Ucap Ikhsan sambil menyetir motor. Dewa hanya mengangguk dan menuruti.
Sambil perjalanan ke rumah teman ikhsan, HP Dewa berbunyi.
' Wa, ada kabar gembira buat Lo. Hari ini Ayri ada di rumah, tadi pagi di jemput pulang sama kakanya.' pesan dari Saydi.
' Hehe, iya Say tadi gue baru ketemu sama di paprasan di kios bakso.' Balas Dewa.
' Terus gimana?'
' Gue malu dan gue langsung pulang.'
' B.E.G.O banget sih Lo Napa ga minta no. HP nya Napa ga lo ajak ngobrol.' namun Dewa tidak membalas karna memang ia pun merasa kecewa akan hal itu.
Petang hari..
__ADS_1
Dewa merasa gelisa karna tiba-tiba ia merasa tidak enak perut setelah dia ajak kakak nya makan bakso.
" Sial, bolak balik WC Mulu. " Dewa berlari ke toilet sambil membawa HP karna ia sedang asik banyak teman baru yang SMS lewat HP.
' Praaaaaakkkkkk ' Tiba tiba HP Dewa terjatuh di kamar mandi pada saat ia menaruh HPnya di pinggiran bak mandi.
" Ah apesssss. HP nya basah. " Dewa langsung mengelap dengan bajunya, namun karna benturan HP nya tidak bisa menyala.
Setelah dari toilet, Dewa langsung menuju balkon dan mengoprek-oprek HP nya agar bisa manyala lagi.
" Kenapa Wa.? " Tanya kakak nya yang ikut duduk di balkon depan rumah.
" HP nya ga bisa nyala. " Ucap Dewa sambil fokus mengotak Atik HP nya.
" Service aja, kalo Lo yang ngoprek malah tambah parah. " Celoteh ikhsan bermaksud bercanda.
" Iya nanti gue service. " Jawab Dewa jutek dan langsung menuju kamar mengganti baju untuk siap-siap pergi ke konter HP.
" Mas, HP kaya gini bisa di service ngga?. " Tanya Dewa mengenai keluhan HP nya kepada penjaga konter.
" Sini coba saya cek dulu. " Penjaga konter mengecek HP milik Dewa.
Padahal Dewa berniat ingin meminta no. HP Kakak nya Ayri lewat Saydi.
" Ya udah deh mas, 1 Minggu lagi saya ambil. Makasih ya mas. " Ucap Dewa. Ada rasa kecewa di hati Dewa karna menyia-nyiakan kesempatan.
" Apa gue coba main aja ke rumah Ayri?." Batin Dewa sambil mengendarai motor nya. Ketika ia melintas depan rumah Ayri
" Rumahnya ko sepi." Batin Dewa. Ia pun berlalu untuk pulang.
1 Minggu berlalu, dan hingga beberapa bulan kemudian..
Dewa baru memegang Handpone karna ia baru bisa menebus biaya service Handpone nya. Namun sayang harapan untuk bisa berkomunikasi kini sirna karna Ayri sudah kembali pergi ke pesantren.
" Wa, lagi ngapain. Antar gue hayo. " Ajak Ari yang menghampiri Dewa tengah bermain gitar di balkon.
" Kemana?." Tanya Dewa yang menyudahi alunan musiknya.
" Antar gue ketemuan sama Cewe. " Dewa pun membonceng motor Ari dan menuruti ajakan Ari
.......
__ADS_1
Kembali di pertengahan tahun bertepatan dengan semester 1 di tahun ajaran baru. Tepatnya kini Ayri sudah memasuki kelas 2 semeter pertama.
HP Dewa berbunyi ( 1 pesan di terima )
' Wa, Ayri Udah ada di rumah. Dia lagi liburan semester. ' Saydi
' Serius Say, sini gue minta no. HP dia dong. ' Dewa.
Saydi pun memberikan no. HP kakak Ayri kepada Dewa.
Saat ini..
" Dasar cowo ngga gentle banget sih kamu. Kenapa waktu itu ngga bilang mau ngobrol langsung aja sama aku." Ucap Ayri menyayangkan waktu itu. Mereka ngobrol dengan jarak agak berjauhan
" Ya gue malu lah, kan ada Kaka Lo sama Kaka gue juga di situ. " Ucap Dewa.
Cerita Dewa membuat Ayri mengerti akan hadirnya dia semasa SMP.
Suasana hening sejenak. Mereka saling menatap malu dan kemudian memalingkan badan nya masing-masing.
" Hmm, jadi??. " Ucap Ayri berusaha memecahkan keheningan.
" Jadi, waktunya udah sore. Mendingan kamu pulang gih, sebentar lagi bakal hujan lebat. " Tutur Dewa.
Padahal Ayri bukan ingin mendengar kata-kata itu, melainkan ingin Dewa segera mengungkapkan perasaannya langsung.
" Hmm, ya udah deh. Kalo gitu aku pulang dulu, kayanya kita terlalu lama ada disini. Kalo mau hubungi aku, lewat HP kakak ku aja. Aku yang pakai HP kakak ku. " Ucap Ayri, ia menaiki motor nya dan berpamitan.
" Assalamualaikum. " Ucap Ayri meninggalkan Dewa yang masih berdiri di tempat tersebut.
Rasa bahagia yang tidak bisa Ayri ungkapkan karna ia bisa bertemu dengan Dewa lagi dengan penampilan yang tidak jauh berbeda semasa SMP dulu.
Perasaan berbunga-bunga ia bawa sampai rumah, Ayri tersenyum-senyum menuju kamar. Ia tidak menyadari bahwa sedari tadi kakak nya memperhatikan dari halaman rumah.
" Terimakasih ya Allah, engkau telah baik padaku. mempertemukan aku dengan Dewa lagi, jangan pisahkan kami lagi ya Allah. " Ucap Ayri sambil membaringkan badan nya di atas kasur dan memeluk bantal.
' Udah sampe rumah?. ' Dewa.
' Iya udah, ini mau mandi terus makan. Makasih ya atas waktu nya.' Ayri.
" Hehe, bahagia banget aku Wa. Terimakasih kamu udah peduli sama aku meskipun saat itu kamu ngga berani mengungkapkan. Setidaknya aku sekarang tau bahwa kamu pun memiliki perasaan yang sama dengan ku. " Ucap Ayri dalam hati.
__ADS_1