Apakah Ini Cinta??

Apakah Ini Cinta??
Mengintai Dewa


__ADS_3

di saat bel istirahat, Ayri dan Lili menuju kantin yang tidak jauh dari kelasnya. mereka memesan 2 mangkuk mi instan.


"Sumpah rese banget tuh 2 bocah, ih amit-amit baru hari pertama masuk SMP apesnya setengah mati. Ga tau nih aku bakalan betah apa ngga sekelas sama dia." Ucap Ayri terhadap ke 2 teman lelakinya itu.


"haha, Hati-hati loh jangan terlalu sebel gitu sama cowo nanti ujung-ujungnya malah suka." tanggapan Lili seolah lucu.


"tet,tet,tetttttttttttt (bunyi bel)


"eh, bel tanda apa itu?." Ayri menyeka tawa kecilnya Lili.


" Itu bel tanda pulang sekolah nenk kalo bunyinya 3x." Jelas ibu pelayan kantin tiba-tiba yang sedang menyodorkan 2 mangkuk mie instan di meja mereka.


"Oh gitu Bu, makasih ya." Ucap Ayri dengan tersenyum.


"Yah jadi ini mie nya gimana? kalo gitu aku ambil tas kita dulu ya. kamu makan duluan aja." ujar Lili.


Ayripun fokus makan mie sambil menunggu Lili. Tidak kurang dari 5 menit, Lili pun kembali.

__ADS_1


" Ayo buruan dimakan nih mie nya." Ujar Ayri.


"Bibi, ini mie nya di bungkus aja deh. Jalan pulang ku jauh Ay, takut temen ku nunggu di parkiran." jelas Lili.


"Oh, ya udah kalo gitu kita ke parkiran bareng dan kalo kita searah kita pulang bareng." ujar Ayri.


Sembari menunggu mie di bungkus, mata ayri memperhatikan siswa-siswi yg berhamburan keluar gerbang dan ia juga melihat Dewa berjalan bersama teman laki-laki lainnya yg berbeda kelas.


"Eh Li, itu si Dewa jalan sama temen- temennya. Kita ikutin dari belakang yuk aku penasaran kemana sih arah pulangnya." Ayri kurang kerjaan mengintai Dewa dari belakang. Lili pun merasa heran dengan sikap Ayri.


Siswa siswi SMP 3 ini masih di wajibkan berangkat ke sekolah menggunakan sepedah, masih jarang pula orang-orang yang menggunakan motor.


" Rumahku di pesisir pasir putih." Jawab Lili.


"Oh, berarti kita searah. kalo gitu kita pulang bareng aja kalo temen-temen kamu pulang duluan." ujar Ayri. Lili pun hanya mengangguk nurut.


Mereka mengayuh sepedah beriringan, dan masih dengan Dewa yg ternyata searah jalan pulang juga dengan Ayri dan Lili. Dewa bersama beberapa temannya mengayuh sepedah beriringan pula dan ia tidak menyadari bahwa Ayri dan Lili mengintainya. Tidak terasa 15 menit mengayuh sepedah, Ayri pun sampai di depan pagar rumahnya.

__ADS_1


" Li, aku duluan ya, rumahku udah sampai. kapan-kapan mampir ya."


"oh iya Ay, rumahku masih jauh. kalo gitu sampai ketemu besok, dadahhhh." pamit lili.


ayri memarkirkan sepedah ya di garasi dan menyapa ibunya yg sedang menyapu di teras depan.


"Assalamualaikum." Ucap Ayri sambil bersalaman dengan ibunya


"Walaikum salam, anak mamah udah pulang." sapa mamah Ayri.


" Iya nih mah cape banget, Ayri langsung masuk kamar ya istirahat." pamit Ayri bergegas menuju kamar.


Ayri membaringkan badannya di tempat tidur sambil menghela nafas karna di hari pertamanya masuk sekolah seakan menguras tenaga yg amat dalam. Ia kembali mengingat 2 teman laki-laki yg super ngeselin itu.


" Dewa, Agun. huh sampe kapan gue bertahan berteman sama mereka. Baru sehari aja udah ngeselin banget. Tuhan kuatkan hati gue untuk menghadapi ke 2 makhluk nyebelin itu." ucap Ayri, ia tutupi wajahnya dengan bantal.


Ia kemudian teringat dengan buku diary yg ia beli waktu itu bersama perlengkapan alat tulis lainnya. Ia catat kejadian-kejadian tadi yg ia alami berharap akan menjadi kenangan di masa tuanya nanti.

__ADS_1


Semenjak menginjak SMP, Ayri mulai membatasi bermain dengan teman sebayanya karna teman Ayri lebih muda darinya. Sehingga, ia habiskan hari-hari nya di dalam rumah. Terkadang, ia membantu kakaknya yg bekerja di toko sembako milik pamannya yg tempatnya bersebrangan desa dengan tempat Ayri. Kakak nya tinggal bersebelahan dengan Ayri dan memiliki seorang anak laki-laki yg masih berusia 4 tahun.


__ADS_2