Apakah Ini Cinta??

Apakah Ini Cinta??
Lembaran Baru Part 2


__ADS_3

" Ayri, boleh minta tolong antar aku ke mall?." Tanya Aisyah kepada Ayri ketika mereka jalan menuju Asrama.


" Boleh, tapi setelah makan dan mandi ya. " Jawab Ayri mengangguk dan tersenyum ria.


Di mall..


Aisyah sibuk pilih-pilih sabuk dan dan Dasi. Sementara Ayri santai memilih Dasi sambil melihat-lihat produk lain yang terpajang di rak.


" Ayri, yang ini cocok ga ya buat aku?." Tanya Aisyah sambil membandingkan ke dua sabuk yang ada di ke dua tangannya.


" Yang ini aja, cocok buat kamu. " Pilih Ayri yang memilihkan sabuk hitam pipih yang selebar 3 jari.


" Oke deh aku coba ya. Tapi kamu jangan liat, aku malu. Hehe ." Aisyah memalingkan badannya untuk mencoba sabuk.


Tetapi Ayri tidak sengaja melihat ketika Aisyah belum memalingkan badannya karna sebelum memalingkan badan, ia mengangkat kan baju kemeja nya itu sehingga terlihat sedikit perut buncitnya di depan Ayri.


" Ngga, udah biasa aja ko. Sama ini perut aku juga buncit Hehe. " Ucap Ayri di balik badan Aisyah. Namun Aisyah hanya nyengir.


Ayri kemudian mendekati rak boneka yang terpajang di depan Ayri.


" Lucu banget bonekanya, andai Dewa bisa kasih boneka ini saat aku ulang tahun. " Gumam Ayri dalam hati sambil mengelus kelembutan bulu boneka beruang tersebut.


" Ayri, aku udah selesai pilih. Kamu mau belanja apa?." Tanya Aisyah menghampiri Ayri.


" Eh, ng, ngga. Boleh langsing ke kasir aja. Aku lagi ga ada keperluan belanja hehe. " Ucap Ayri menghela nafas. Padahal di hatinya ia ingin membeli beberapa snack dan minuman hanya saja ia sayang dengan uang jajan yang Ayahnya beri hanya 100.000 selama 1 minggu.


" Kita langsung pulang aja ya, aku udah ngantuk nih. " Kata Ayri sambil menguap tanda mengantuk. Aisyah pun menuruti dan merekapun pulang menuju Asrama yang jaraknya tidak begitu jauh dari mall.


Ke esokan harinya..


Pagi hari ketika para calon Mahasiswa Tengah bersiap untuk masuk kelas, meskipun ada pula yang masih santai menikmati sarapan di atas ranjangnya.


" Hoek, Hoekk. " Aisyah spontan mual begitu saja dan lari menuju kamar mandi ketika ia tengah memakai jilbab dan berkaca di depan lokernya.


" Ais, kamu ngga kenapa-kenapa?. " Ayri spontan berlari mengikuti Aisyah.


" Eh, ng ngga. Aku kaya nya masuk angin deh, aku ngga biasa tidur pakai AC. " Ucap Aisyah yang sibuk berkumur berusaha menyudahi rasa mualnya.


" Heh Ais, kamu hamil ya?. " Tanya Irma tiba-tiba dengan nada keras membuat Ayri dan Aisyah terjungkit.


" Hamil, Aisyah cuma masuk angin Kak. Hehe. " Ucap Ayri membalikkan badan dan kemudian berlalu masuk ke ruang kamar lagi.


" Udah berapa bulan kamu?. Nakal ya kamu. " Ucap Irma Sinis.


" Ngga kak, aku cuma masuk angin. " Jawab Aisyah mengelak.


" Oh masuk angin doang? oke, besok Saya akan belikan kamu tespek dan pagi-pagi kamu harus tespek. " Ucap Irma yang selalu sinis terhadap Aisyah.


Ayri tidak mengetahui tindakan menghakimi oleh Irma terhadap Aisyah yang membuat Aisyah meneteskan air mata.

__ADS_1


" Ayo Ais buruan, itu bel tanda masuk udah bunyi. Ini kan pelajaran pertama kita di Kampus, harus semangat. " Ucap Ayri sambil menunduk memakai sepatu pantofel. Ini adalah kali pertama nya Ayri memakai sepatu ber hak.


" Iya, kalo kamu mau berangkat sekarang silahkan duluan aja. Nanti aku nyusul. " Ucap Aisyah dengan lusuh dan menyuarakan suara isakan.


Sementara teman-teman yang lainnya sudah keluar dari kamar.


" Hey, kamu kenapa nangis?. " Tanya Ayri memandang Aisyah. Aisyah hanya menunduk sambil sesegukan.


" Hey, cerita sama aku Ais. Kak Irma ngomong macem-macem ya tentang kamu?." Tanya Ayri.


" Aku takut Ay, aku malu. Aku ngga mau masuk ke kelas, Huhu. " Aisyah malah menangis memeluk Ayri.


" Ais, kamu kenapa sih ada apa, cerita sama aku ayo pelan-pelan. Kamu ga boleh kaya gitu, kasian orang tua kamu udah masukin kesini dengan biaya mahal. " Nasehat Ayri sambil menghapuskan air mata Aisyah.


" Anak barak, ayo buruan masuk kelas. Sebentar lagi dosen masuk kelas. " Ucap salah satu mahasiswa dari balik kamar barak.


" Tuh Ais, udah ayo jangan buang waktu. Kita harus masuk kelas. " Ayri menarik Aisyah memaksa Aisyah untuk mengikuti Ayri. Aisyah pun tidak bisa menolak akan ajakan Ayri.


Di dalam kelas, suasana ramai dengan membentuk beberapa kubu dalam kelas. Ada Irma dengan beberapa anak kamar barak yang ketawa ketiwi bercanda geli. Namun ketika melihat Aisyah masuk ke dalam kelas dengan Ayri, wajah Irma dengan beberapa temannya sinis melihat Aisyah. Aisyah hanya menundukan pandangannya.


Tidak lama kemudian, seorang Dosen yang menjadi wali kelas masuk ke dalam kelas mereka ( kelas C ) Wali kelas mereka bernama Sri mulyani. Wanita yang telihat muda 4 tahun diatas usia Ayri memberikan pengarahan terhadap para mahasiswa kelas C.


Pengarahan tersebut mengenai sistem pembelajaran tentang kebidanan mulai dari belajar dengan sistem diskusi kelompok, presentasi, dan praktek kejuruan.


" Nah nanti di akhir semester kalian akan melakukan ujian praktek sebelum kalian di terjunkan untuk PKK (Praktek Kerja Kebidanan) oleh sebab itu kalian harus giat belajar dan cekatan dalam menangkap materi." Jelas Bu Sri.


" Ais, hey jangan tidur disini. Nanti kena omel bu Sri lho. " Bisik Ayri kepada Aisyah yang duduk berdempetan bangku dengan Ayri.


" Aku ngantuk berat Ay, gimana ini. " Ucap Aisyah sambil meletakan kepala nya di papan meja yang menempel pada bangku.


" Baik, untuk pertemuan selanjutnya nanti kalian buat artikel mengenai kesehatan reproduksi ya, dan kalian buat kelompok untuk presentasi tugasnya. Disini saya hanya menjelaskan garis besarnya saja, tetapi kalian harus gali sendiri materinya. Mulai sekarang pun kalian boleh berdiskusi, dan saya tinggal dulu kalian ya. Selamat bertugas. " Jelas bu Sri yang kemudian bergegas merapihkan bukunya dan keluar dari kelas.


" Huh, untung dia pergi. Aku mau pejamkan mata dulu deh sebentar ya Ay. " Ucap Aisyah kepada Ayri.


" Iya, aku mau ke toilet dulu ya. " Ijin Ayri yang kemudian lari keluar kelas dan menuju toilet.


" Huh, baru kuliah hari pertama kaya gini. Seru sih bisa menyimak pelajarannya, semoga bisa bikin aku betah di kampus. " Ucap Ayri sambil membereskan pakaian nya ketika selesai buang air kecil.


" Iya, kan gue udah pengalaman anak gue udah gede. Kan udah jelas peraturannya juga untuk Calon Bidan atau perawat wanita tidak boleh ada yang sedang hamil atau menikah tanpa adanya buku nikah dan izin suami. " Kata Irma yang terdengar jelas oleh Ayri dari dalam toilet.


" tapi kalo hamil ko bisa-bisanya Aisyah di terima disini?" ucap putri yang terdengar oleh Ayri.


" Sepulang kuliah kita usut dia. Jangan sampai kelas dan kamar kita tercemar oleh dia. Mending kalo hamil udah nikah, nah kalo belum gimana? " Ucap Irma yang kemudian suara itu menghilang.


Ayri baru sempat keluar setelah tempat itu aman dari Irma dan putri.


" Aisyah hamil?. Apa bener, duh gimana ini, apa aku tanya baik-baik aja ya ke orangnya. Kasian juga Aisyah, terus kalo dia hamil, ko dia bisa keterima kuliah disini?. Ah entahlah, aku harus segera ke kelas. " Ayri pun kembali ke kelas nya dan di kelas Ayri tidak melihat Aisyah.


" Kemana anak itu?. " Gumam Ayri dalam hati dan matanya mencari.

__ADS_1


" Hey Ayri, kamu sekelompok ya sama aku sama anisah. Kenalkan nama aku Mona. " Sapa Wanita cantik itu yang tiba-tiba menghampiri Ayri dengan membawa laptopnya.


" Oh iya, aku Ayri. Boleh, kita kerjakan tugasnya dimana?. " Tanya Ayri yang masih bingung.


" Disini aja deh " kata Anisah yang memposisikan duduk di samping bangku Ayri.


" Ya udah kalo gitu kita cari materi masing-masing ya. Ayri, apakah kamu punya laptop? " Tanya Mona.


" Hmm, ngga. " Jawab Ayri polos.


" Ya udah pakai HP kamu aja, search di google ya tentang Kespro Wanita. Nanti kita jadikan satu materinya. " Jelas Mona yang terlihat cekatan.


" Oke. " ucap Ayri.


Ayri merasa tidak nyaman dan sungkan terhadap Mona dan Anisah, masalahnya Ayri tidak mempunyai laptop sebagai bantuannya membuat tugas sedangkan HP Ayri masih sangat jadul. Untuk membuka aplikasi Google pun sangat lelet.


" Aduh gimana ini, gimana aku mau mengerjakan tugas kalo kaya gini. Bahkan aku baru tau kalo tehnik belajar di perkuliahan tuh seperti ini. " Gumam Ayri merasa ciut. Namun Ayri selalu berusaha agar ia bisa membantu ke dua temannya menyelesaikan tugas.


" Hmm, mona, Anisah maaf banget HP aku ternyata lemot. Mungkin kuotanya habis, aku kerjakan nyusul aja ya, pasti nanti malam aku kasih ke kalian hasil tugasku. " Ucap Ayri jujur.


" Oh, iya udah ga apa-apa untuk kali ini kita cari bareng-bareng di laptop aku aja ya. " Ucap Mona dengan rendah hati.


Mereka pun menyimak pelajaran di laptop Mona dengan seksama. Meskipun sambil menyimak, namun hati Ayri masih terfikirkan oleh Aisyah yang tidak ada di dalam kelas.


" Duh, Aisyah kemana sih. Aku takut dia kenapa-kenapa. " Gumam Ayri dalam hati.


Setelah selesai berdiskusi, Ayri pun buru-buru pergi ke Asrama untuk memastikan apakah Aisyah ada di kamar atau tidak.


" Ais. " Panggil Ayri sambil membuka pintu kamar. Benar saja, Aisyah ternyata ada di dalam kamar tetapi Aisyah sedang di hakimi oleh teman-teman 1 kamarnya.


" Ini ada apa?." Tanya Ayri tiba-tiba memelan, tertegun melihat Aisyah di kelilingi oleh teman-teman sekamarnya.


" Udah ngaku aja Aisyah, kamu itu udah nikah apa belum?. Jelas-jelas kamu hamil, ini perut kamu udah gede. " Ucap putri sambil mengelus perut Aisyah dengan sinis.


Aisyah sudah sangat terpojok akan pojokan teman-temannya yang membuat nya terpaksa untuk berkata. Sementara Ayri hanya menonton mereka.


" Iya oke,oke aku ngaku aku hamil. Aku hamil diluar nikah. Kalian puas dengar penjelasan aku? kalian puas mendengar kejelekan aib aku? Puas??????. " Ucap Aisyah menggebu - gebu.


" Ya jelas lah lo hamil di luar nikah, kalo udah nikah jelas kan pasti lo ngga bakal di terima di kampus ini. Karna apa? Karna pendaftaran dan formulir Registrasinya pun beda dengan yang Single . " Jelas Irma.


" Tapi bulan depan aku akan nikah, jadi kalian jangan khawatir punya teman yang hamil tanpa suami. " Ucap Aisyah lusuh.


" Selamat deh, udah jelas jadi jangan di tutup-tutupi lagi. Dan kita juga ga akan membeberkan masalah lo ke yang lain, demi nama baik kamar kita. " Jelas Dian yang kemudian mereka kembali ke ranjang nya masing-masing.


Ayri menghampiri Aisyah dan memapahnya ke ranjang tempat tidurnya.


" Aisyah, kenapa kamu ngga curhat sama aku? " Tanya Ayri lembut.


" Aku belum siap Ay, dan bahkan aku... Ah sudahlah nanti aku akan cerita ke kamu, aku mau mandi dulu, kepalaku pening. " Ucapnya mengambil handuk yang di gantung di pintu loker kemudian pergi ke kamar mandi.

__ADS_1


__ADS_2