Apakah Ini Cinta??

Apakah Ini Cinta??
Move on


__ADS_3

Hari ini adalah Jumat terakhir sebelum hari Senin di mulai Ujian Nasional.


Hari ini pula adalah tugas terakhir dari pelajaran olahraga, dimana para siswa kelas 9 mendapatkan tugas yaitu praktek renang. para siswa diharapkan untuk ikut serta karna kalau tidak maka tidak akan mendapatkan nilai.


'TUGAS OLAHRAGA di harapkan agar para siswa mengikuti praktek hari ini jam 14.00 bertempat di wisata kolam renang SENANG GEMBIRA' selembar kertas pengumuman tersebut tertera di Mading.


Para siswa berbondong-bondong melihat pengumuman tersebut, termasuk Ayri yang baru saja datang.


" Haduh, gimana ini. Gue kan ga bisa renang, mana bisa gue dapat nilai kalo gue ngga ikut praktek." Gumam Ayri setelah membaca pengumuman tersebut.


"Ayriiiiii.... " Panggil Tea dan Avril tiba-tiba yang sedang asik ngobrol di teras depan kelas. Ayri pun melambaikan tangan dan menghampiri mereka. Keduanya sedang memperbincangkan rencana siang untuk berangkat ke wisata kolam renang.


" Lo mau ikut gabung sama kita ngga berangkat ke kolam renang ?" Tanya Avril ketika Ayri tengah sampai di hadapan mereka dan duduk di sebelah Tea.


" Gue bingung nih Ril, masalah nya gue ga bisa renang, huhuhu." Adu Ayri sambil memeluk Tea.


" Hahaha ketauan, ngga bisa renang nih." Ucap salah satu seorang laki-laki secara tiba-tiba dari belakang mereka. Ayri mengenali suara tersebut dan sekejap ia langsung menoleh merelai pelukannya terhadap Tea.


" Elo, ngapain Lo nguping pembicaraan kita sih. Dasar cowo iseng ". Ucap Ayri jutek. Ternyata laki-laki tersebut adalah Saydi dengan Dewa yang tidak sengaja lewat di bekalang mereka dan mendengar perbincangan mereka.


" Yey, gue kan ga sengaja denger perbincangan Lo, haha. " Ucap Saydi PD. Namun Dewa hanya terdiam menyaksikan mereka berdebat.


" Huh Rese Lo. Ayo ah ke kantin males berdebat sama dia. Apalagi liat tampang temennya." Ucap Ayri ketus, ia menarik tangan Tea serta Tea pun menarik tangan Avril untuk menuju kantin.


" Heh tunggu, gue mau ngomong sama lo Ay. " Ucap Saydi kemudian. Namun Ayri malah tidak mempedulikan perkataannya Saydi.


Sesampainya di kantin, Ayri terengah-engah dan duduk di bangku kantin. Sementara Tea memesan 3 softdrink.


" Tadi kan Dewa, tapi kenapa Lo ngga seneng " Ucap Avril memastikan Ayri.

__ADS_1


"Ah Lo gimana sih, katanya gue di suruh move on. Lagi pula gue udah nyesel ko udah beneran mau move on dari dia jadi jangan tanya lagi " Ucap Ayri ketus.


" Haha, gitu aja ngambek, kan gue cuma mau memastikan Lo aja." Avril terbahak menanggapi ucapan ketus Ayri.


Mereka di kantin melanjutkan perbincangan mengenai tugas praktek renang. Dan setelah fikir panjang akhirnya Ayri pun memutuskan untuk tetap pergi ke tempat wisata kolam renang tersebut agar mendapatkan nilai.


" Oke baiklah, cusss. Kita siap-siap On The Way. " Celoteh Tea dengan nada di tinggikan sambil mereka bergegas dari tempat duduk dan pergi menuju parkiran untuk pulang dan persiapan siang ke tempat wisata kolam renang.


Namun, lagi-lagi Ayri menjumpai Saydi dengan Dewa di depan gerbang sekolah.


" Ayri tunggu, Lo ga menghargai kita banget sih. Tuh Dewa mau minta maaf ke Lo." Ucap Saydi menghadang langkah Ayri.


"Apaan sih, minggir gue mau pulang buru-buru." Ayri berusaha menghindar dan ke dua sahabatnya itu hanya bisa mengikuti langkah Ayri.


" Udah lah say, percuma. Yuk kita pulang aja, biarin yang penting kita ada usaha buat minta maaf ke dia." Ucap Dewa pasrah.


Sesampainya Ayri di rumah, ia merebahkan tubuhnya di sofa ruang tv. Suasana rumah sepi karna ke dua orang tua nya sedang tidak ada di rumah.


Ada beberapa pesan SMS dari Rangga yang tidak sempat ia buka.


' kemana aja, sombong banget sekarang' Rangga


' ngga di balas-balas, sibuk ya?' Rangga


'kangen' Rangga


" Dia lagi dia lagi, eh tapi kenapa ya, meskipun dia pernah bikin gue sakit hati, meskipun dia ngeselin dan gue ga ngarepin dia tapi kenapa dia selalu muncul?? " Gumam Ayri. Tiba-tiba ia mengingat kehadiran Rangga yang pesannya hampir selalu ia abaikan.


" bales? ngga,? bales,? ngga? " Ayri pun Bimbang. Namun ada rasa ingin meladeni nya setidaknya untuk bisa membantu melupakan Dewa.

__ADS_1


' ada aja ko, iya emang sekarang aku lagi sibuk dengan tugas-tugas sekolah. ' Balas Ayri terhadap pesan dari Rangga.


Tidak lama Ayri membalasnya, Rangga langsung menghubungi Ayri lewat Telfon.


" Tumben SMS Kaka di bales, udah ngga sibuk?" tanya Rangga.


" Hehe, iya nih ka. Baru pegang HP, maklum duniaku masih sibuk sama tugas sekolah jarang buka HP." Jelas Ayri, ia bangun dari duduk dan memeluk bantal.


" Seriusan deh, Kaka tuh kangen pengen bercanda sama kamu lagi kaya dulu saat kita baru kenal." Ucap Rangga tiba-tiba.


" Hmm, kenapa bisa. Kan aku udah jutek ngga pernah ngeladenin Kaka ."


Perbincangan mereka menjadi ngalor ngidul dan kembali menciptakan kedekatan diantara ke dua nya. Hati Ayri pun kini kembali luluh karna rayuan-rayuan gombal yang Rangga lontarkan.


" Udah ah, gombal melulu nih. Aku mau istirahat dulu, sana shalat Jumat. Aku ga akan ke makan rayuan Kaka meskipun nanti bakalan nembak sampe 100x pun weeee.... " Ucap Ayri bercanda dan ia langsung mematikan ponselnya.


Ayri membaringkan lagi tubuh nya yang kali ini ia pindah di atas kasurnya. tidak lupa ia men setting alarm jam bekkernya di pukul 13.00 .


"Hoamm, ngantuk. Nunggu jam 1 gue tidur dulu deh bentar." Ucapnya sambil menguap.


Ayri melihat di sekelilingnya penuh dengan hamparan tanaman bunga serta rumput yang hijau membuat hatinya sejuk. Ia membaringkan di atas rumput dan memejamkan matanya. Namun, seketika ada seorang laki-laki yang ikut berbaring di sampingnya sambil berkata.


" Lantas kalo kamu move on dari aku, apakah rela untuk menghapus rasa suka yg sudah terpendam lama? " ucap laki-laki tersebut.


Ayri terkejut mendengar perkataan tersebut dan menoleh ke arah laki-laki itu. Dan benar saja itu adalah Dewa. Ayri hanya bisa memandangi wajah Dewa tanpa bisa berkata.


(kriiiiiingggggggg) suara jam bekker berdering membangunkan Ayri dari mimpi indahnya.


" Masya Allah ternyata itu cuma mimpi." Ucap Ayri sambil mengusap keringat yg membasahi keningnya dan bergegas bangun dari kasur menuju kamar mandi. Sambil membasuh muka, ia masih terngiang akan kata-kata yg Dewa ucapkan dalam mimpinya.

__ADS_1


" Kenapa di siang bolong kaya gini tiba-tiba gue mimpi aneh?" Ayri bertanya pada dirinya sendiri.


" Tapi mimpi nya indah banget bagi gue, baru kali ini gue mimpiin dia" lanjutnya. Dan ia pun melanjutkan untuk mandi.


__ADS_2