Apakah Ini Cinta??

Apakah Ini Cinta??
move on part 3


__ADS_3

Ayri menunggu Tea dan Avril di bangku-bangku taman kolam renang sambil membalas SMS dari Rangga.


Sebelum nya, ketika Ayri berada di dalam toilet....


'Kata Avril, kalian lagi di kolam renang SENANG GEMBIRA?' Rangga


'Kapan Avril bilang?' Ayri.


'Tadi siang sebelum kalian berangkat Kaka ga sengaja ketemu Avril di caffe' Rangga.


Tok tok tok " Siapa di dalam. " tiba-tiba terdengar ketukan dan suara dari balik pintu toilet.


" Iya bentar." Ayri pun langsung bergegas membereskan pakaiannya yang sudah ia ganti setelah membalas SMS dari Rangga. Ia kemudian membuka pintu dan ternyata di balik pintu tersebut adalah Dewa yang sedang berdiri menunggu pintu di buka.


Dan setelah itu...


' Ayri, kamu dimana? kakak udah di gerbang pintu masuk wisata nih.' Rangga.


"Hah??, seriusan dia kesini? mau ngapain dia kesini? di sini kan banyak temen sekolah, ada pak Dodi juga ****** aja kalo gue ketahuan ketemu sama cowo." Gumam Ayri panik. Ia menghampiri Avril dan Tea yang masih asik bermain air di dalam kolam.


" Avril, Tea sini. Gawattttt. " Ucap Ayri panik. Ia menghampiri Tea dan Avril di bibir kolam.


" Kenapa sih?. " Avril heran.


" Ada Rangga di luar " Jawab Ayri perlahan.


" Hah, ngapain dia kesini? Lo janjian ketemuan?." Tanya Tea ikut heran.


" Ih, mana gue tau. Dia tiba-tiba SMS gue udah ada di sini. Gue pulang duluan aja ya, gue ga mau ketemu sama dia apalagi ketemu di tempat rame kaya gini. Takut ketahuan pak Dodi. "


Sementara itu.


Rangga bersama ke dua teman nya yang masing-masing membawa pasangan sudah masuk ke loket pembayaran. Mata Rangga melirik kesana kemari mencari keberadaan Ayri.


'Kamu dimana, sini temuin Kaka. Kaka di bangku taman nih.' Rangga.

__ADS_1


Rangga duduk di bangku taman yang tadi Ayri duduki, sementara Ayri Setelah memberitahukan kepada ke dua sahabatnya itu, ia sembunyi menuturkan Avril dan Tea ke toilet.


Ayri hanya membaca SMS dari Rangga tapi tidak berani untuk membalas. Dari dalam toilet, Ayri mengintip arah taman dari balik tembok. Benar saja, ia melihat Rangga duduk sendiri di bangku taman. Sementara ke dua teman nya duduk di bangku lain bersama pacarnya masing-masing.


" Itu Rangga, gimana gue mau pulang. Dia ada di taman, pasti bakal liat gue. Gimana ini?." Gumam Ayri. Karna tamam tersebut searah dengan jalan menuju gerbang keluar.


" Ini nih, Lo tutupin aja muka Lo sama masker punya gue, nanti Lo tunggu di parkiran nanti kita nyusul." Saran Avril yang kemudian ia memberikan masker dari dalam tasnya kepada Ayri.


Ayri pun meyakini hati nya untuk bisa keluar dari tempat tersebut tanpa terpergok oleh Rangga. Ia berjalan dengan langkah cepat dan mengawasi Rangga, Namun seketika Rangga tidak sengaja melihat Ayri berjalan dan mengenali perawakan Ayri.


"Ayri, Itu kan Ayri." Ucapnya dengan terperanjat dari tempat duduk.


"Ayri, tunggu." Rangga berusaha mengejar, namun langkah Ayri semakin cepat tetapi tidak menoleh sama sekali akan seruan Rangga. Ia kini sudah melewati pintu keluar tempat wisata.


" Ayri bukan sih?. " Batin Rangga penuh tanya. Ia langsung mengotak ngatik HP nya dan berusaha menghubungi Ayri untuk memastikan apa itu Ayri atau bukan.


Sementara itu sesampainya di parkiran, HP Ayri berdering namun Ayri menghiraukan karna takut Rangga masih mengejar nya.


" Duh, gimana ini. Mendingan gue langsung pulang aja naik angkutan umum. " ia melanjutkan langkah nya menuju trotoar jalan raya.


" Lo lagi..?? " Ayri kaget ketika laki-laki yang ternyata adalah Dewa ikut masuk angkutan umum.


" kenapa kaget? ga boleh gue naik angkot?." ucap Dewa yang kemudian masuk angkutan. Ayri hanya terdiam dan ikut masuk. Didalam angkot sudah banyak penumpang sehingga duduk mereka berdesakan. Ayri duduk beriringan dengan Dewa, hati Ayri tidak Karuan karna dia pasti akan salah tingkah di depan Dewa.


" Hallo Tea, gue udah pulang duluan naik angkutan umum nanti Lo jemput gue di toko om gue ya. " Ayri menelpon Tea dengan bisik-bisik.


" Nelfon siapa sih, so sibuk banget. " Tanya Dewa.


" Apaan sih pengen tau aja. " Ucap Ayri dengan ketus. Dewa pun seketika diam dan mengalihkan pandangan ke depan.


" Hati-hati tuh nyimpen HP nya jangan sembarangan, ini di angkutan umum." Ucap Ayri lagi, niatnya mengingatkan Ayri.


" Iya, bawel. " Ucap Ayri lagi masih jutek.


' maaf ka, aku dari tadi udah pulang. Mau ada acara. maaf ya ga bisa ketemu Kaka di lokasi' Ayri. Ia memberi kabar kepada Rangga karna merasa tidak enak sedari tadi Rangga menelfon Ayri.

__ADS_1


" kenapa tadi Lo ngga ikut renang?. " Tanya Dewa lagi.


" Lo ngedelek gue apa gimana sih, gue kan ga bisa renang. Ga kaya Lisa yang jago banget renang, tadi pada takjub ngeliatin dia. Gayanya perfect banget kaya nya nilai nya tembus 100. Lo juga sama tadi jago banget. " Ucap Ayri yang kemudian mau bercerita dengan Dewa.


" Biasa aja. " Jawab Dewa singkat.


" So ngerendah ." Ayri menyangkal.


" ya bukan nya ngerendah, gue emang bisa renang. Lo juga kenapa ga latihan dulu." Jawab Dewa.


" Ogah, gue takut banyak air. " ucap Ayri. Perbincangan pun menyatukan mereka kembali pada rasa seperti di dalam kelas. Namun, perbincangan tersebut harus berakhir karna Ayri harus berhenti di perempatan jalan. Ia ingin mampir ke toko paman nya.


" Pak kiri. " Suruh Ayri kepada supir angkot. Dan setelah angkot mengerem Ayri pun turun. Dewa hanya memandangi gerak Ayri turun dari angkot.


" Apa? perbincangan apa tadi di dalam angkot?. Kenapa tanpa di sengaja gue malah seangkot sama dia." batin nya dalam hati sambil ia berjalan menuju toko paman nya yang tidak jauh dari perempatan.


Sesampainya di depan toko, belum sempat Ayri melangkah ke dalam toko tiba-tiba Roy menghampiri Ayri dan menarik-narik tangan Ayri.


" Tante ayo kesana ayo. " Ajak Roy menunjuk ke arah Abang tukang es cream. Yang ada di depan cafe tidak jauh dari toko paman nya Ayri.


" Eh iya bentar Tante taro tas dulu ya." Ayri melepaskan tas nya menaruh di atas meja kasir dan kemudian mengikuti ajakan Roy.


" Roy mau es cream teu, yang rasa strobery. " Ucap Roy dengan bahasa masih cadel.


" es cream nya satu ya bang, yang rasa strobery." pesan Ayri kepada Abang tukang es cream tersebut.


" Hey Ayri, masih inget sama gue ngga?. " tanya seorang laki-laki dengan tiba-tiba. Laki-laki tersebut menghampiri Ayri dan memesan 1 cup es cream.


" Iya, Ugi kan? temannya Nana." Ucap Ayri santai.


" Wihh iya ya, gimana sama Nana, Ko Lo ngga pernah bales surat yang di kasih Nana sih?." Tanya Ugi. Ayri kembali mengingat, Surat yang waktu di kelas Gugun kasih yang tidak sempat ia balas. Hanya ia simpan dalam kotak kenangan.


" Oh itu, ya kan gue sama Nana udah pernah ketemu kan dan udah ngobrol. Jadi, gue rasa sih ga perlu di bales kan?. " Jawab Ayri santai.


" Iya sih, eh tapi itu tuh yang nulis gue loh. " Ucap Ugi yang kemudian ia berlalu begitu saja setelah Abang tukang es cream memberikan 1 cup es cream kepadanya.

__ADS_1


" Dia yang nulis ??, sebenar nya yang minta kenalan lewat surat itu Nana atau Ugi??. Ah entah lah gue ga begitu memikirkan." gumam Ayri dalam hati.


__ADS_2