Apakah Ini Cinta??

Apakah Ini Cinta??
Flash Back Tentang Dewa Part 6


__ADS_3

( Baca Eps. Move On Part 3 )


Setelah ganti baju, Dewa pun menemui Saydi dan Haevi yang masih asik berenang. Ia pamit untuk pulang lebih awal karna orang tua nya sedang membutuhkan bantuan.


" Ya udah hati-hati. " ucap Saydi.


Dewa memutuskan untuk pulang dengan angkutan umum. Dewa menunggu angkutan umum di sebuah halte yang tidak jauh dari lokasi wisata kolam renang.


Dewa melambaikan tangan nya agar angkot tersebut menghampirinya. Namun ketika ia hendak melangkah masuk ke dalam angkot, ia baru menyadari bahwa Ayri pun akan menaiki angkutan yang sama.


" Lo lagi..?? " Ayri kaget ketika laki-laki yang ternyata adalah Dewa ikut masuk angkutan umum.


" kenapa kaget? ga boleh gue naik angkot?." ucap Dewa yang kemudian masuk angkutan. Dewa pura-pura bernada angkuh di hadapan Ayri dan ayri hanya terdiam dan ikut masuk.


Didalam angkot sudah banyak penumpang sehingga duduk mereka berdesakan. Dewa duduk beriringan dengan Ayri, hatinya berdegup kencang saat itu tetapi berharap agar ia tidak salah tingkah di hadapan Ayri.


" Hallo Tea, gue udah pulang duluan naik angkutan umum nanti Lo jemput gue di toko om gue ya. " Ayri menelpon Tea dengan bisik-bisik. namun masih terdengar oleh Dewa.


" Nelpon siapa sih, so sibuk banget. " Tanya Dewa. Pertanyaan itu terucap begitu saja dari mulut Dewa.


" Apaan sih pengen tau aja. " Ucap Ayri dengan ketus. Dewa pun seketika diam dan mengalihkan pandangan ke depan.


" Hati-hati tuh nyimpen HP nya jangan sembarangan, ini di angkutan umum." Ucap Dewa lagi, niatnya mengingatkan Ayri.


" Iya, bawel. " Ucap Ayri lagi masih jutek.


" Masih jutek aja, coba gue berusaha untuk ngobrol sama dia deh." Batin Dewa.


" kenapa tadi Lo ngga ikut renang?. " Tanya Dewa lagi.


" Lo ngedelek gue apa gimana sih, gue kan ga bisa renang. Ga kaya Lisa yang jago banget renang, tadi pada takjub ngeliatin dia. Gayanya perfect banget kaya nya nilai nya tembus 100. Lo juga sama tadi jago banget. " Ucap Ayri yang kemudian mau bercerita dengan Dewa.


" Kan kepancing juga sama obrolan gue, gue coba jutek balik deh. " Batin Dewa.

__ADS_1


" Biasa aja. " Jawab Dewa singkat.


" So ngerendah ." Ayri menyangkal.


" ya bukan nya ngerendah, gue emang bisa renang. Lo juga kenapa ga latihan dulu." Jawab Dewa.


" Ogah, gue takut banyak air. " ucap Ayri. Perbincangan pun menyatukan mereka kembali pada rasa seperti di dalam kelas.


Perbincangan tersebut harus berakhir karna Ayri harus berhenti di perempatan jalan. Ia ingin mampir ke toko paman nya.


" Pak kiri. " Suruh Ayri kepada supir angkot. Dan setelah angkot mengerem Ayri pun turun. Dewa hanya memandangi gerak Ayri turun dari angkot sambil tersenyum.


" Lucu banget sih dia, eh tadi tuh dia jelous kali ya sama Lisa Haha. " Batin Dewa.


.....


( Baca Eps. Nembak )


" Permisi assalamualaikum?." Ucap Ayri sambil mengetuk pintu dan menuju meja pak Dodi menemui pak Dodi yang sedang sibuk mencatat nilai hasil praktek kemarin.


" Permisi pak, saya mau ngasih uang ini ke bapak sebagai ganti kemarin saya tidak mengikuti praktek renang. Saya tidak tau perlengkapan olahraga apa yang sedang di butuhkan saat ini di sekolah ini, jadi saya berikan uang saja supaya bapa yang membelikannya." Jelas Ayri.


" Oh, kamu temui saja Dewa. Kebetulan dia ketua eskul volly, dan sedang kekurangan bola volly untuk latihan. Kamu temui saja Dewa sekarang sedang ngelatih adik kelas nya di lapangan volly. " Tutur Pak Dodi.


" Oh iya pak baik, kalo gitu saya permisi dulu mau temui Dewa. Makasih ya pak. Assalamualaikum ." Pamit Ayri. Ia pun menemui Dewa yang sedang melatih adik kelas.


" Sebenernya gue ga siap ketemu dia, yang ada gue ga bisa move on move on dari dia, tapi ya harus gimana lagi. " Gumam Ayri sambil menunduk karna silau sinar matahari.. sebelum ia sampai menemui Dewa yang sedang melatih adik kelas nya, ia panggil Dewa.


Hari ini Dewa di beri tugas oleh pak Dodi untuk melatih volly adik kelas untuk terakhir kalinya.


" Adi, ayo maju. Terima lemparan bola dari Kaka ya. " perintah Dewa kepada Adi si adik kelas. Pada saat akan melempar bola, Dewa sayu-sayu mendengar namanya di panggil, namun ia tidak sempat menoleh.


" Dewa... ." Panggil Ayri dari pinggir lapangan. Ketika bola telah terlempar ia baru menoleh dan sial nya bola tersebut malah meleset dan....

__ADS_1


Tuingggggggggg, Dessssss... Bola itu malah mengenai kepala Ayri yang akan menghampiri Dewa.


"Aduhhh.. " Ayri terjatuh dan merasakan sedikit pusing karna hantaman bola tersebut. Dengan refleks, Dewa beserta tim latihan pun segera menolong Ayri.


"Duh, sory sory. Lo ga kenapa-kenapa?. " Ucap Dewa yang khawatir melihat Ayri berusaha bangkit dari jatuh nya malah ambruk pingsan.


" Ayri, hey Ayri bangun. " Dewa panik dan berusaha menolong Ayri.


Dewa mengangkat Ayri ke UKS di bantu dengan salah satu adik kelasnya. Ia panik atas kejadian yang membuat Ayri tidak sadarkan diri, sehingga ia berusaha untuk menyadarkan Ayri dari pingsan nya.


" Ayri, maafin gue. Plis bangun ya, gue ga mau Lo kenapa-kenapa. " Bisik Dewa di telinga Ayri sambil meletakan minyak kayu putih di dekat hidung Ayri. Dan tidak lama, Ayri pun membuka mata dan seketika tersentak melihat Dewa ada di sampingnya.


" Ada dimana gue?." Ayri bergegas bangun dari ranjang kasur UKS.


" Lo lagi di UKS, tadi Lo pingsan kena pantulan bola yang ga sengaja terlempar ke arah Lo. Dan sekarang Lo ngga apa-apa?. " Tanya Dewa yang sedikit lega karna Ayri sudah sadarkan diri. Namun ia tidak berani menampakkan ke khawatiran nya itu di depan Ayri.


" Gila aja Luh, pusing tau kepala gue. " Ucap Ayri jutek.


" Gue ga sengaja. Adik kelas gue belum bisa menerima lemparan bola. " Jelas Dewa memberi alasan.


" Iya iya, gue cuma mau hampiri Lo ngasih uang buat beli bola volly suruh pak Dodi. " Ucap Ayri masih jutek sambil meringis kesakitan dan memegang kepala nya.


" Nih. " Nada Ayri masih jutek. ia memberikan uang kepada Dewa dari dalam saku nya.


Setelah itu, ia beranjak dari ranjang UKS dan pergi meninggalkan Dewa meskipun jalan masih kliengan.


Dewa menyaksikan kepergian Ayri. Ayri pun tidak menyadari kepanikan Dewa serta perhatian Dewa saat dirinya tengah pingsan.


" Dasar si keras kepala. " Batin Dewa.


" Tapi kenapa ya ko dia tetap terlihat lucu Hehe."


" Ayri, maafin gue. Gue ga bisa menampakan rasa khawatir ke Lo . Bukan karna apa-apa, gue hanya ga mau Lo kecewa nanti. " Batin Dewa dalam hati sambil menatap kepergian Ayri dari balik jendela UKS.

__ADS_1


__ADS_2