
Ayri Tea dan Avril sudah berada di depan lokasi kolam renang yang di tuju. Terlihat sudah banyak para siswa siswi SMP 3 yg sudah mulai memasuki area kolam renang. Ada yg sedang di Uji praktekan ada yang sedang menunggu antrian, ada yang masih sedang ganti baju sementara Ayri Tea dan Avril baru memasuki area kolam renang dan mencari toilet ganti baju.
Tempat yang ramai membuat area kolam renang padat dan tak beraturan sampai yang cowok pun ikut ganti baju di toilet wanita.
" Gue ganti baju duluan, kelas gue bentar lagi dapat giliran ." Avril menyerobot masuk toilet ketika yang didalam membukakan pintu, sementara di depannya ada 1 orang yang menunggu antrian.
" Hey sopan dong, gue juga sama ngantri." Ucap cewe yang mengantri tersebut. Cewe tersebut rupanya Lisa.
" Maafin temen gue ya." Ucap Tea memohon kepada Lisa.
" Jadi orang tuh punya etika dong." omel Lisa.
" Avril buruan keluar, Lo ga sopan nyerobot antrian orang. Buruan." Ayripun ikut angkat bicara.
Namun tidak lama kemudian Avril pun keluar dari toilet dan meminta maaf kepada Lisa serta Lisa mengabaikan ucapan Avril. Ia hanya menyelonong masuk ke dalam toilet.
" Lo tuh ya, songong banget sih." Omel Tea setelah Avril keluar.
" Hehe, udah gue buru-buru ya mau ke kolam. Kelas gue mulai maju tuh. Avril pun pergi meninggalkan ke dua sahabatnya tersebut.
" Udah ganti di toilet ini aja, gue dulu ya masuk, gue kebelet pipis nih." Ucap laki-laki yang tengah memasuki area toilet wanita.
Ternyata laki-laki itu adalah Saydi bersama 2 temannya ( Haevi dan Dewa )
" Heh ngapain kalian masuk ke toilet cewe, ga boleh. Sana cari toilet lain. " Omel Tea lagi.
" Ya elah, kata penjaga kolam juga khusus hari ini toilet bisa di pakai oleh umum baik cewe ataupun cowo. " Jawab Saydi kemudian.
" Ngarang aja Lo." Sambung Ayri jutek. Ia tidak mempedulikan kehadiran Dewa, yang biasanya hatinya selalu berbunga-bunga setiap melihat Dewa namun kini ia masa bodo.
Tidak lama perdebatan itu selesai, Lisa pun keluar dari kamar mandi. Dewa tertegun ketika yg keluar dari toilet adalah Lisa.
" Gue masuk duluan." Tea menyerobot masuk ke dalam toilet tanpa ada yang meladenin dia berbicara.
Lisa hanya bisa memandangi Dewa lalu kemudian berlalu begitu saja. Sementara Ayri, Saydi dan Haevi hanya menyaksikan.
__ADS_1
" Kondisikan mata tuh." celoteh Haevi terhadap Dewa.
" Apaan sih Vi. " Dewa hanya menyenggol bahu yg sedari tadi saling menempel itu.
Ayri hanya terdiam dan meredam, meskipun dalam hatinya seperti di remas-remas.
Tea keluar dari dalam toilet, kini giliran Ayri masuk untuk ganti baju.
" jangan lama-lama." ucap Saydi. Sementara Ayri hanya berlalu begitu saja.
" Ya ampun, ko kenapa hati gue malah sakit gini ya Allah. Kuatkan gue, gue ingin lupain Dewa, huhuhu. " Gerutu Ayri dalam hati.
Setelah Ayri dan Tea ganti baju, mereka memposisikan mengikutin para siswa yg lain serta mengikuti arahan pak Dodi. Mereka masing-masing duduk d keramik pinggiran kolam melihat satu per satu siswa yg di sebut pak Dodi praktek berenang mendengarkan aba-aba dari pak Dodi.
" ******, gimana ini?. Boro- boro bisa berenang kaya gitu, nyemplung ke kolam nya aja gue udah takut." Gumam Ayri dalam hati. Ia lalu membayangkan dirinya tenggelam di dalam kolam.
" Nggaaaaaa.... " teriak Ayri membuat orang yang di sampingnya terkejut dan menoleh.
" Hey, Lo kenapa?" tanya orang yang di samping Ayri.
" Hey, kalian kemana aja ko baru keliatan. " tanya Ayri kepada Shisi dan Melly.
" Dari tadi kita main-main di kolam sebelah, hehe" Jawab Shisi yang menikmati suasana kolam renang.
" selanjutnya , Lisa nurhamidah." Sebut pak Dodi.
Lisa pun memposisikan dirinya untuk siap-siap nyemplung ke dalam kolam renang.
"Awas jangan gaya batu." celoteh salah satu siswa terhadap Lisa. Namun Lisa tidak mempedulikan
" satu, dua, tiga." Aba-aba dari pak Dodi.
Byuuuuurrrrrrrr.... Lisa pun nyemplung dengan santai gaya bebas di dalam air menuju ujung kolam dan kemudian kembali ke posisi awal.
" Waw, hebat. " Sorak teman-teman nya.
__ADS_1
" Wihhh, Wa. Ga nyangka loh Lisa bisa berenang. " Ucap Haevi yang takjub terhadap Lisa. Namun Dewa hanya senyum-senyum.
Setelah kelas lain selesai maju, kini giliran kelas Ayri yang maju. Menunggu giliran, Ayri teramat deg-degan keringat dingin dan seakan ingin menyampaikan bahwa dirinya ingin menyerah tidak mau berenang.
" Pak? Kalo yang lagi menstruasi gimana?. " tanya Ayri memberanikan diri.
" Ya ngga boleh renanglah, tapi nanti ganti nilai renang dengan cara membelikan alat olahraga untuk sekolah" Jelas pak Dodi. Ayri pun merasa lega dengan ucapan pak Dodi, sehingga ia tidak perlu ikut mempraktekan renang.
Setelah nama Ayri terlewat, kini giliran Dewa maju untuk beranang. Ia ancang-ancang untuk di beri aba-aba oleh pak Dodi.
Byurrrrrrr,, Dewa pun bisa melakukan renang dengan gaya bebas seperti hal nya Lisa.
Ayri tertegun melihat Dewa yang juga bisa berenang.
" Apalah gue yang cuma bisa ngeliatin orang berenang." ia pun berdiri dari duduk ny yg sedari tadi duduk di pinggiran kolam dan bergegas menuju toilet lagi untuk ganti baju.
Toilet sepi karna para siswa masih senang bermain di kolam, sehingga Ayri leluasa menggunakan toilet yang sebelumnya ia pakai juga untuk ganti baju.
sampai ia sempat balas SMS dari Rangga di dalam toilet.
Tok tok tok " Siapa di dalam. " tiba-tiba terdengar ketukan dan suara dari balik pintu toilet.
" Iya bentar." Ayri pun langsung bergegas membereskan pakaiannya yang sudah ia ganti setelah membalas SMS dari Rangga. Ia kemudian membuka pintu dan ternyata di balik pintu tersebut adalah Dewa yang sedang berdiri menunggu pintu di buka.
" Heuh, kirain siapa." Ucap Ayri jutek.
" emang kenapa kalo gue?." Balas Dewa.
" ga kenapa-kenapa sih. " Ayri membalas ucapan Dewa sambil berlalu namun tangan Dewa menggapai tangan Ayri.
" Maaf atas kejadian itu. " Ucap Dewa kemudian saat Ayri tertahan oleh genggaman Dewa.
" Iya, tapi lepasin tangan gue." Ucap Ayri terpaksa. Dewa pun melepas genggamannya, disamping itu pula ada beberapa siswa yang masuk toilet tersebut secara tiba-tiba dan melihat sepintas ulah Dewa dan Ayri. Ayri pun berlalu begitu saja dari hadapan mereka serta Dewa masuk ke dalam kamar toilet.
Genggamannya terasa dingin, mungkin efek dari dia berenang tadi, tetapi Ayri menyesali kenapa ucapannya begitu angkuh terhadap Dewa.
__ADS_1
" Ah sudahlah, dengan komitmen gue. Move on.!"