
" Ririn, Desy aku pamit pulang dulu ya, kalian juga hati-hati di asrama " Ayri memberikan pelukan kepada ke 2 sahabatnya itu.
" Iya, kamu juga. Oh iya aku minta nomor HP kamu dong biar dari asrama kita bisa nelfon kamu. " Ucap Ririn yang lagi-lagi tidak bisa pulang kampung karna ia tidak mendapatkan tiket pesawat untuk pulang ke Riau.
" Nih, udah aku tulis. " Ayri memberikan catatan nomor HP nya kepada Ririn. Lalu kemudian pamit pulang.
Rasa bahagia karna Ayri kini bisa menghirup udara segar dan bisa bertemu dengan Dewa selama 2 pekan ke depan. Selama perjalanan ia sudah membayangkan betapa senangnya ia bertemu dengan Dewa.
Sampai akhirnya Ayripun sampai di rumah dan sudah di sambut hangat oleh ayah dan ibunya.
" Ayri kangen mamah sama papah, gimana keadaan papah sekarang?. " Tanya Ayri sambil memeluk erat ayahnya yang masih berjalan menggunakan kursi roda di dampingi oleh ibunya.
" Alhamdulilah papah udah baikan, hanya kepalanya masih suka pusing dan ingatannya masih agak linglung. " Jelas ibunya yang kemudian melempar senyum kepada ayahnya yang rupanya masih bingung dengan kehadiran Ayri.
" Cepet sembuh ya pah, Ayri selalu doain Papah supaya papah bisa beraktifitas seperti biasa lagi. " Ayri mencium kening ayahnya.
" Ayri ke kamar dulu ya mah pah, ganti baju. " Ucap Ayri yang kemudian masuk kamar.
Ia merebahkan badannya di kasur, menikmati kesejukan suasana kamar yang tidak ia tempati sejak 6 bulan lalu.
" Tante. " Panggil Roy dari luar balik pintu kamar Ayri yang kemudian masuk begitu saja ke kamar Ayri.
" Apa sayang, sini bobo sama Tante. "
" Ini Hape dari mamah buat Tante. " Roy menyodorkan kotak Handpone yang masih di segel.
" Hah HP? Yang benar saja. Mamahnya mana sayang?. " Ayri terperanjat dari kasurnya dan pergi mencari kakaknya.
" Kaka, ka. " Panggil Ayri dari luar rumah sampai masuk ke setiap ruang rumah kakaknya.
" Iya, Kaka lagi di kamar mandi. " Jawab Kaka Ayri
" Kaka, ini bener HP buat Ayri. Dari Kaka?. " Tanya Ayri yang masih belum mempercayai sebelum Kakanya menjawab.
" Iya, itu HP buat kamu. Yah meskipun jadul yang penting kamu bisa chat sama Dewa. " Ujar Kakanya yang kemudian keluar dari kamar mandi.
" Makasih kaka. Kaka bener-bener sodara Ayri yang baik banget. muach. " Ayri memeluk Kakanya sambil mengecup pipi sebelah kanan Kakanya.
Di dalam kamar bersama Roy, Ayri mengoprek HP barunya yang segera di pasang kartu perdana. Ia kemudian langsung mengabari Dewa.
' Dewa, aku Rindu. ' Ayri SMS Dewa.
Seling beberapa menit Dewa pun membalas.
' Sama. Udah pulang?. ' Dewa.
__ADS_1
Ayri tidak mau bertele-tele sampai akhirnya ia pun menelfon Dewa.
" Ganggu ngga? Bisa kita ketemu? " Tanya Ayri dengan nada asa.
" hmm, boleh. Besok kita ketemu di taman kelapa dekat rumah aku yang waktu itu ya. agak sorean jam 3 " jawab Dewa memberi kepastian.
" Udah dulu ya Ay, aku lagi sibuk. I LOVE YOU. " Dewa pun mengakhiri telfon.
" Love you to walaikumsalam. " Ucap Ayri setelah Dewa mengakhiri meskipun di balik telfon Dewa tidak mendengar.
Ayri tidak sabar ingin sekali cepat bertemu dengan Dewa, menceritakan hal yang terjadi selama di pesantren.
Ke esokan harinya..
Selepas mandi dan ganti baju, Ayri menyibakkan tirai jendelanya dan memandangi taman samping rumah yang mulai berbunga lebat. Ia teringat senyum Dewa yang manis dan tidak sabar ingin bertemu Dewa.
" Ayri.... " Panggil kakak Ayri tiba-tiba yang membuat Ayri tersentak, lamunannya buyar dan Ayri langsung membuka pintu.
" Ada apa ka?. " Tanya Ayri heran.
" Ini tadi Ririn temen kamu, nelfon minta kirim alamat lengkap. Dia lagi di jalan mau ke arah sini. " Jelas Kakanya.
" Ririn, ya udah aku hubungi dia langsung aja pake nomorku. " Ayripun menelfon Ririn.
Ririn dan Desy ingin berkunjung ke rumah Ayri untuk menginap selama beberapa hari karna mereka merasa jenuh libur di asrama yang sepi karna para santri yang lain pun sedang mudik.
" Aku di perempatan alun-alun, kamu dimana?. Aku nunggu disini aja ya, aku bingung ini dimana " Ucap Ririn kebingungan.
" Oh, iya udah aku jemput. Kamu tunggu di situ jangan kemana-mana. " Ucap Ayri yang langsung mengakhiri telfonnya dan segera tancap gas untuk menjemput Ririn dan Desy.
" Ada-ada aja, kenapa ga bilang dari kemarin mau ikut nginep disini. Aku kan udah ada janji sama Dewa, fuhhh. " Gerutu Ayri selama perjalanan . Ayri kesal terhadap ke 2 sahabatnya itu.
Sesampainya di perempatan alun-alun, tidak lama Ayri mencari karna Ayri hafal daerah tersebut. Ayri menghampiri Ririn dan Desy yang dari tadi tengak tengok menunggu Ayri lewat.
" Rin, Des... " Ayri menghampiri di depan Desy dan Ririn.
" Syukurlah ketemu, aku takut banget nyasar. " Ririn mengela nafasnya sambil mengelus dada.
" Kamu sih so beranian. " Ucap Desy cemberut. Dalam hati Desy kesal terhadap Ririn.
" Udah ayo naik motor bertiga, panas nih. " Ucap Ayri jutek.
" Kalian tuh kenapa ngga bilang dari kemarin kalo mau ikut sih?. " Tanya Ayri yang tidak habis fikir mereka bisa menemukan alamat rumah Ayri .
" Kita kira di asrama bakalan banyak yang ga pulang, ternyata sepi. Cuma ada pengurus aja jadi kita BT Yo wis kita usulin main ke kamu. " Jelas Ririn merasa malu terhadap Ayri, sementara Desy hanya mengangguk.
__ADS_1
Sesampainya di rumah, Ririn dan Desy di perlakukan sopan terhadap keluarga Ayri. Tetapi Ayri masih sedikit kesal dan cemberut akan hadirnya mereka.
Ririn dan Desy di persilahkan untuk menempati kamar Ayri.
" Rumah kamu bagus juga Ay, minimalis tapi nyaman. Pantes aja kamu ga betah di Asrama. Haha" Celoteh Ririn mencoba menghilangkan ngambek nya Ayri.
" Husss, ya ngga gitu juga. " Ucap Ayri sambil berdandan namun hatinya masih kesal.
" Kamu mau kemana Ay, rapi bener. " Tanya Desy yang dari tadi memperhatikan Ayri berkaca.
" Aku mau ketemu sama Dewa, tapi gara-gara kalian kesini semuanya jadi kacau. " Ucap Ayri ketus.
" Yah, maaf. Kita kan ga tau ya Rin, kita janji deh besok kita akan pergi lagi ke asrama. " Ucap Desy merasa tidak enak.
" Terserah, ya udah ayo kalian siap-siap. Gue ajak kalian jalan-jalan ke taman biar hati gue jadi gagal kesal. " Ucap Ayri yang mengeluarkan kata Gue elo yang menurut anak pesantren bahasa yang kurang sopan.
" Baik. " Ririn dan Desy segera membenarkan penampilannya dan mereka pun pergi membawa motor bonceng 3.
Ayri, Desy dan Ririn sampai di taman kelapa. Di sana Dewa sudah duduk menunggu kedatangan Ayri karna waktu sudah menunjukkan pukul 15.30 Wib.
" Ayri, itu yang namanya Dewa? " Bisik Ririn di telinga Ayri. Ayri hanya mengedipkan 1 mata memberi kode 'iya'
Ayri pun menghampiri Dewa yang bangkit dari duduk ketika tau Ayri datang. Sementara Desy dan Ririn tetap duduk di atas motor menyaksikan Ayri dan Dewa.
" Assalamualaikum, maaf ya lama nunggu. Dan maaf juga aku malah bawa teman. " Ucap Ayri lusuh.
" Iya ngga apa-apa ko. " Jawab Dewa dengan senyuman. Dewa dan Ayri pun berbarengan menoleh ke arah Desy dan Ririn. Ke duanya kemudian saling tersenyum malu.
" Udah lama ya baru ketemu lagi. " Ucap Ayri menatap Dewa.
" Kalo kamu rindu aku, apa yang kamu lakukan?." Tanya Ayri kemudian.
" Hmm, hampir setiap sore aku main kesini, membayangkan kamu hadir di sampingku. " Ucap Dewa memandang lurus ke depan.
" So sweet. " Ayri membungkam mulutnya karna malu.
Ririn dan Desy hanya menyaksikan mereka menumpahkan rindu.
" Ayri. " Dewa meraih tangan Ayri yang Ayri letakkan di atas pahanya. Tersentak hati Ayri, jantungnya berdegup kencang saat Dewa membawa tangan Ayri ke pangkuan Dewa.
Dewa pun memakaikan sebuah gelang assecoriess untuk Ayri sebagai bukti tanda cintanya terhadap Ayri sambil mengatakan 'I Love You. '
Ayri hanya terpaku menatap Dewa terkesima karna baru kali ini ia merasakan bahagia telah mendapatkan hati Dewa.
" Uhhhhh, So Sweet " Seru Desy dan Ririn dari kejauhan. Dewa dan Ayripun tersipu malu.
__ADS_1
" Udah sore, lain waktu aja kita ketemu lagi. Kita kontekan lewat HP aja ya, kasian teman kamu dari tadi cuma jadi obat nyamuk. Hehe. " Ucap Dewa lembut.
" Ya udah kalo gitu aku pulang dulu ya, kamu jaga hati. Tetap setia sama aku, Assalamualaikum. " Ayri melangkah mendekati ke dua temannya dan menjauh dari Dewa. Dewa pun pergi berjalan kaki meninggalkan mereka.