Apakah Ini Cinta??

Apakah Ini Cinta??
Keputusan Orang Tua


__ADS_3

Di kelas pengajian..


Ayri menyimak dengan seksama pengkajian yang di sampaikan oleh pak Firdaus.


" Ayri, di kantor ada ayah kamu tuh. " Bisik Tiara kepada Ayri yang duduk bersebelahan dengan nya.


" Ah masa, salah lihat kali. " Ayri tidak percaya dengan perkataan Tiara.


" Serius, sana samperin gih. " ucap Tiara yakin.


Ayri pun menuruti ucapan Tiara yang membuat Ayri penasaran kenapa Ayahnya tiba-tiba menjenguk Ayri tanpa ibu atau kakak nya.


Ayri menemui ayahnya di kantor yang di temani oleh teman kerjanya. Ayri bersalaman dengan Ayahnya dan memberi salam kepada teman Ayahnya.


" Tumben Papah kesini ngga sama mamah?. " Tanya Ayri yang masih penuh tanya.


" Ngga, papah kesini sekalian mampir aja, berapa minggu lagi kamu Ujian Nasional?" Tanya Ayah Ayri.


" Insya allah 4 minggu lagi pah, doain Ayri yah. Hari ini juga akan ada Uji coba dari UGM ( Universitas Guna Darma ) Promosi Kampus setiap tahun untuk kelas 3 yang akan melanjutkan jenjang pendidikan pah. " Jelas Ayri.


" Wah bagus dong, Ayah juga udah daftarin kamu untuk masuk universitas kejuruan kebidanan di Universitas Terakreditasi. " Tutur Ayah nya yang tanpa basa-basi dan menyodorkan brosur di hadapan Ayri.


" Apa pah? Daftar kebidanan? Ah ngga mau pah Ayri takut, jangankan jadi bidan liat darah aja jijik pah." Ucap Ayri panik.


" Kalo udah di jalani ngga ko. Papah udah bayar ADM nya kamu tinggal fokus aja Ujian Nasional biar dapet hasil yang memuaskan. Ini brosur nya dan peraturan nya nanti kamu baca ya, udah jangan pusing-pusing mau kuliah dan masuk jurusan apa. " Tutur Ayahnya dengan mengelus kepala Ayri.


" Tapi pah... " Ayri berusaha menolak.


" Coba aja kamu ikut Uji coba kompetesi dari UGM kalo hasilnya bagus papah akan tarik ulang daftar di kebidanan." Ucap Ayahnya santai namun menekan.


" Papah ngga lama ya soalnya lagi ada perlu ke tempat lain. Kamu yang betah disini. " Lanjut Ayahnya pamit. Ayri hanya tersenyum melihat Ayahnya yang beranjak dari tempat duduk.


" Iya, papah hati-hati di jalan. Ayri juga mau lanjutin kelas pengkajian. " Ucap Ayri mencium tangan Ayahnya dan memandangi Ayahnya bergegas pergi.


Setelah Ayahnya jauh dari pandangan, air mata Ayri mengalir begitu saja di pipinya. Sambil berjalan menuju Asrama, ia lagi-lagi menyeka air matanya yang tidak henti mengalir.


" Ya allah papah segitunya memaksa aku untuk menuruti keputusannya. Ya allah aku ngga mau jadi kesehatan aku lebih memilih kuliah kejuruan lain atau kerja dari pada harus jadi kesehatan. " Isak Ayri setelah ia sampai di atas kasurnya.

__ADS_1


" Mamah, tolong Ayri. Kenapa papah paksa Ayri mah kenapa?. Papah sifat nya masih aja kaya gitu, udah sembuh dari sakit kembali keras kepala. " Ayri menangis di atas kasur sambil memeluk bantal.


' Dewa, bantu aku. ' Ayri memberi pesan kepada Dewa yang sedang dalam jam pelajaran.


" Ah, Dewa pasti lagi belajar. " Ayri berusaha menyudahi rasa sedihnya. Ia menyibak wajahnya dan bergegas untuk mandi karna sebentar lagi para santri pulang dari kajian. Sebelum mandi, Ayri menemui Ririn yang masih berada di UKS.


" Assalamualaikum Rin, gimana udah mendingan?." tanya Ayri kepada Ririn.


" Alhamdulilah mendingan, mata kamu ko sembab, kenapa?. " Tanya Ririn yang melihat wajah Ayri lusuh.


" Ngga kenapa-kenapa ko, kalo gitu aku ke kamar mandi dulu ya. Udah kamu lanjutin aja istirahat, jangan dulu berangkat sekolah. " Ujar Ayri. Ririn hanya mengangguk menuruti.


Di sekolah..


Siang ini jadwal Uji coba dari Universitas Gunadarma, Ayri memotivasi hatinya agar semangat dan yakin bahwa dengan pilihannya pun Ayri bisa.


Sebelum ujian di laksanakan, setiap 1kelas Para siswa duduk 1 bangku 1 orang layak nya ujian nasional di berikan selembar brosur mengenai kejuruan yang ada di Universitas Guna Darma.


" Bahasa, matematika, psikologi. Bahasa aku seneng, tapi nanti mau jadi apa? matematika musuh besar ku, sastra, ahhh banyak pilihan. Aku pilih mana? coba psikolog aja deh kan nyambung tuh kesehatan juga . " Ucap Ayri dalam hati.


" Baik anak-anak, sudah siap?. isi saja sebisa kalian setau kalian, mudah-mudahan hasilnya bagus dan kalian lulus ujian. Kalau kalian lulus ujian nanti kalian akan mendapat undangan dari kampus. " Jelas pengawas Ujian.


Soal demi soal mereka kerjakan dengan teliti, begitu pula dengan Ayri. Ia ingin membuktikan kepada Ayahnya bahwa dengan pilihan nya pun ia bisa.


Bel tanda istirahat berbunyi, berakhir sudah waktu pengisian soal ujian. Ayri dan para siswa lainnya merasa lega karna sudah melewati ujian.


Sepulang dari sekolah, Ayri langsung membuka loker dan mengambil HP nya. Ia langsung memeriksa pesan dan berharap agar Dewa membalas pesan yg ia kirim.


' Minta tolong apa?' Dewa.


' Papah paksa aku untuk kuliah di kejuruan kebidanan, aku ngga mau ' Balas Ayri dengan emoticon sedih.


' Bagus dong, itu tanda nya papah kamu peduli dengan masa depan anaknya. ' Dewa. Pesan Dewa justru memihak kepada Ayah Ayri.


Hal tersebut membuat Ayri pun BT dan lebih baik tidak meladeni chat Dewa.


' Assalamualaikum Ayri. ' SMS dari nomor baru.

__ADS_1


' Walaikum salam, maaf ini siapa?.' Ayri.


' Ini Shisi Ay masih inget ngga sama aku?. ' Shisi


' Ya ampun Shisi apa kabar ya ampun aku kangen banget sama kamu. ' Ayri.


Ayri tidak menyangka bahwa ia akan kembali bertemu dengan Shisi lewat SMS. Sampai akhirnya Shisi mengusulkan dan mengundang Ayri untuk hadir di acara Reunian teman SMP di rumahnya.


' Bulan depan datang ya, aku mau adain Reunian di rumah. ' Shisi.


' Wah asik. Insya allah bulan depan aku udah mulai libur sekolah setelah UN. ' Balas Ayri.


"Assalamualaikum, Pengumuman, untuk angkatan kelas 3 di harapkan setelah istirahat solat dan makan untuk segera berkumpul di aula asrama putri, terimakasih Wassalamualaikum Wr. Wb. " Jelas Staff Asrama putri melalui pengeras suara.


"Eh ada pengumuman suruh kumpul tuh, ayo buruan kita antri mandi." Ucap Ririn setelah mendengar pengumuman tersebut.


" Kita bagi tugas aja, kamu yang nyari antrian kamar mandi, aku sama Desy yang ambil makan di dapur. Kita makan sama-sama di kamar. " Ujar Ayri.


Ayri dan Desy pun pergi ke dapur pesantren untuk mengambil makan yang hari ini makan cukup dengan nasi dan mie sayur beserta kerupuk.


Di tengah jalan, Ayri berpaprasan dengan Rahman yang tiba-tiba menghampirinya.


" Ayri, emang benar kamu udah punya pacar?. " Tanya Rahman di muka umum. Untung hanya Desy dan Ayri yang mendengar, meskipun Ayri tersentak kaget ketika Rahman bertanya seperti itu. Tetapi Ayri tidak meladeni Rahman, ia tetap berjalan menuju dapur.


Dalam hati Ayri selalu bertanya kenapa Rahman tau tentang nya yang sudah memiliki pacar.


" Rahman ko tau kamu punya pacar ya Ay?." Desy pun ikut heran. Ayri hanya menggeleng cuek tanda tidak mau tau.


Setelah shalat dan makan, Seluruh santri putri berkumpul di aula Asrama. Staff beserta Ibu Asrama memberikan pengumuman tentang santri teladan, santri yang di beri predikat Ustazah karna kegigihan nya fokus mengikuti pengkajian di sela waktu belajar untuk sekolah, menghafal al-quran dan piaway dalam berceramah.


Sementara Ayri tidak ada di daftar predikat tersebut karna Ayri hanya fokus belajar pendidikan sekolah, fisiknya lemah bila ia harus menekuni ke dua bidang ajaran. Sementara yang mendapat predikat adalah santri yang selama 3 tahun fokus mengikuti pengkajian tanpa ada hari libur.


Ayri hanya menyaksikan satu persatu siswa yang maju ke atas podium. Beberapa teman sekamarnya pun ikut di sebut salah satunya adalah Ririn karna ia tidak pernah pulang kampung melainkan hanya sebatas menginap di rumah Desy dan Ayri.


" Selamat ya Ririn, akhirnya kamu di nobatkan menjadi calon Ustazah harus lebih giat dan faham lagi ya. " Puji Desy yang kemudian memeluk Ririn sebelum ia maju ke podium.


" Selamat ya Rin, maafin aku belum bisa mengikuti jejakmu. Ini adalah pilihan hati masing - masing, semoga kamu mampu dalam mengemban amanah." Ucap Ayri yang ikut memeluk Ririn.

__ADS_1


" Nah, itu dia pengumuman dari kami. Selamat atas kesuksesan kalian semoga ini akan menjadi jembatan masa depan kalian, terimakasih juga atas partisipasinya untuk mengikuti pengumuman malam ini. Untuk 1 bulan terakhir ini kalian di izinkan untuk memakai HP karna untuk keperluan belajar cari sumber informasi belajar. Gunakan kesempatan ini dengan baik semoga segala persiapan menempuh ujian di ridhoi oleh allah. Terimakasih wassalamualaikum Wr. Wb." Tutur ibu Asrama yang mewakili.


__ADS_2