Apakah Ini Cinta??

Apakah Ini Cinta??
carnaval part 2


__ADS_3

" Maaf ka, ga sengaja. " Ayri melepaskan pegangan lengan tersebut dan beranjak turun dari kincir setelah kincir benar-benar berhenti.


" Ya ampun gue pusing banget serasa dunia berguncang. Kaya nya gue butuh minum, dan butuh ke toilet. Bentar ya bro gue tinggal ke toilet dulu" ucap Avril dengan jalan yg sempoyongan. Begitu juga ayri, ia memegang kepalanya sembari jalan sempoyongan dan digandeng Rangga.


" Sini Kaka pegangin, pelan-pelan duduk d atas rumput itu yuk. " Rangga mengarahkan menuju lapangan yg agak sepi dari kerumunan orang-orang.


" Kamu tunggu disini ya Kaka belikan minum dulu. " Sambungnya, dan Rangga pun pergi membeli air mineral untuk Ayri.


" Agh... Dia pasti tau bakal gini kan jadi nya?? biar gue bisa meluk dia? kan gue jadi malu. " Gerutu Ayri sambil menyadarkan diri tentang kelakuannya itu, ia menepuk-nepuk pipinya dengan ke 2 tangannya.


Tidak lama Rangga pun datang dan memberikan air mineral pada Ayri.


"nih minum dulu, biar agak baikan, maaf ya Kaka udah maksa kamu buat naik kincir" Rangga merasa menyesal.


"I, iya ka. Ini alasan kenapa aku nolak, tapi ya udah lah. " Jawab Ayri karna semuanya sudah terlanjur.


" Coba deh kamu berbaring disini dan tatap bintang di langit, siapa tau bisa ngilangin pusing, nih kaya gini. " Rangga menyarankan serta mempraktikkan apa yg ia suruh, Ayri pun mengikuti perintah rangga.


" Nah sekarang liat tuh bintang yg paling terang itu, Taukan??. "


" Iya " Ayri mengangguk


" Bintang nya cantikkan ? kaya kamu, cantik. " rayu Rangga tiba-tiba.


Ayri merasa tersanjung namun ia hanya tersenyum kecil menatap wajah Rangga.


"Hemmm, gombal terusss. " tiba-tiba Avril muncul dan nimbrung berbaring disampingnya Ayri.


"Hati-hati jangan dengerin gombalannya ka Rangga, nanti kena hipertensi, hehe. " Veloteh Avril.


" Ehhh enak aja, di kira gue nya gudang garam apa yak mengandung hipertensi. " Jawab Rangga mengelak dan tangannya mengacak-acak rambut Avril.

__ADS_1


"Hehehe, bukan hipertensi tapi insomnia karna bikin yg dengernya susah tidur, hahaha" Ayri ikut menjawab.


"BTW jam berapa ini??. " Sambung Ayri, ia merogoh kantong mengambil hp dan melihat jam di HP nya. Waktu tidak terasa cepat berlalu. pukul 20.30 WIB. yg mengharuskan ia segera bergegas pulang.


" Ka, Ril, gue harus pulang nih. Udah kemalaman takut papah gue pulang duluan. gue pamit ya. " Ayri bangun dari berbaring nya dan langsung bergegas berdiri melangkah menuju parkiran dengan terburu-buru.


" ****** gue, gimana kalo papah udah sampai di rumah duluan? o iya makanan gue harus beli jajanan buat alasan. " Ia pun membeli 1 porsi bakso di bungkus dan langsung pulang..


Sesampainya di rumah..


Ayri melihat ayahnya sudah duduk di teras rumah sambil membaca koran dimalam hari, namun Ayri mencoba tenang dan seakan ia tidak punya masalah.


"Assalamualaikum" sapa Ayri sambil memasukan sepedah nya ke dalam garasi dan menyelonong begitu saja melangkah ke dalam rumah melewati ayahnya.


"Dari mana jam segini anak gadis baru pulang. " Ucap ayah Ayri sinis


"Beli bakso, laper. " Jawab Ayri ringan.


" Tapi Ayri lagi pengen bakso, ngga nafsu masakan mamah. " Ayri menjawab setengah kesal karna ayahnya tidak mengerti dengan yg di inginkan Ayri.


" Ayri udah pulang? sana makan baksonya nanti keburu dingin. " Ibunya berusaha mengalihkan perdebatan kecil tersebut ia menghampiri ayah sedangkan Ayri masuk kamar.


" Tuh itu tuh, didikan kamu. Sekarang dia udah mulai bandel, pengen ngikutin jejak kakanya yg susah di atur??. " Ayah nya bernada tinggi di depan ibunya.


" Udah ayah, baru sekali ini ko Ayri keluar malam. Dia juga cuma beli bakso di perempatan desa ko, ayah jangan sensi gitu ah. Udah malem masuk yuk. " Ibunya selalu berusaha menenangkan.


"Aghh......, kesel. Ga ngertiin banget sih jadi Ayah tuh, yg diutamakan tuh egonya dulu. " Gerutu Ayri sembari memakan baksonya yg hampir mendingin karna kelamaan di jalan.


" Tapi ga apa-apa deh kena omelan, gue bahagia malam ini. Ternyata ka Rangga so sweet juga ya, hehehe. Apa bener dia suka sama gue? kaya nya sih beneran deh, buktinya dia hampir tiap hari pengennya ketemu gue terus. Dan gue juga kaya ngerasa nyaman gitu tiap sama dia. " Ayri duduk merangkul kedua lututnya membayangkan kejadian di carnaval dan mengingat kembali masa-masa ia pertama bertemu dengan rangga, sampai akhirnya ia pun tertidur di iringi lagu favoritnya.


keesokan harinya di sekolah..

__ADS_1


Ayri dan tea menuju toilet, namun d lorong kelas ia berpapasan dengan Monica.


" Ayri, gue mau ngomong sama lo. " Ucap Monica sambil menarik tangan Ayri.


" Apa lagi sih, ga usah sambil megang erat gitu. Sakit tangan gue. " Ayri melepaskan pegangan tangan monica.


" Oke sory, gue cuma mau mohon ke Lo plis bantuin gue ikut lomba PBB paskibra. " Monica memohon.


" Iya ay plis, di kelas kita kan cuma Lo yg pernah ikut latihan PBB. Di kelas kita ga ada yg bisa selain anak paskibra sama Pramuka ay. " Atikah (teman Monica) ikut memohon.


" Jmm, oke gue fikir-fikir dulu. " Jawab Ayri cuek.


" Nah gitu dong Ay, thank ya. Jangan lupa, besok kabarin lagi ya. Soalnya acara cuma 2 hari lagi. " Sambung Atikah, mereka sambil berjalan meninggalkan Ayri.


"Lo sih, kalo memohon tuh jangan sambil ngajak ribut, slow. " Ucap Atikah kepada Monica sambil berbisik.


" Ketuanya aja songong, ih nyebelin dasar. Minta tolong apa ngajak ribut sih. " Gerutu Ayri.


" Hahaha, so banget ya gaya nya Monica. Terus Lo terima gitu tawarannya?. " tanya Tea


" Entahlah, sana gih ke toilet mah gue tunggu nanti keburu guru dateng. " Ayri menunggu Tea di luar toilet, dari dalam toilet keluar Lisa bersama 2 temannya sambil melakukan perbincangannya.


" Terus kalo Dewa nembak Lo, bakal di terima ngga? haha. " Ucap salah satu temannya itu.


" Ihhh apaan sih, itu mah gosip aja. Siapa tau dia cuma bercanda suka sama gue. " Ucap Lisa malu-malu. mereka melewati posisi Ayri yg sedang duduk menunggu Tea keluar dari toilet.


" What?? benarkan apa firasat gue, ternyata waktu itu emang bener Dewa mandangin Lisa. Jadi bener dia suka sama Lisa?. " Ucap Ayri dalam hati.


Hati dia tidak karuan mendengar perbincangan tersebut, kecewa, kesal, cemburu. Tapi semuanya itu adalah percuma karna ia menyadari bahwa Ayri hanya sebatas mantan teman sewaktu itu saja.


*D*ear diary

__ADS_1


kali ini aku merasa hal yg aneh. kenapa rasa nya ga karuan. sakit serasa d pukul dadanya, sesak.. apa aku suka sama dewa?? rasa nya ga rela dia memiliki wanita lain.. sakitttttt 😥


__ADS_2