
Hari-hari berlalu, akhirnya Ayri dengan teman barunya mulai nyaman dan mereka pun bergabung membentuk Genk "5 sekawan"
Hari ini kelas 8A mendapat tugas kelompok dari guru ekonomi yaitu membuat grafik pendapatan. Setiap kelompok terdiri dari 5 orang sehingga ayri bersama 5 sekawan membentuk kelompok.
kelas 8A merupakan kumpulan kelas anak-anak yg berprestasi terbukti bahwa yg menempati kelas tersebut rata-rata dari kelas 1 yg mendapatkan peringkat 10 besar.
"Baik anak-anak tugas kalian ada di buku LKS hal. 5 ya. sudah jelaskan?. " (sebelumnya guru menjelaskan tentang materi mengenai tugas tersebut)
" Mengerti Bu. " Sahut para siswa serentak.
merekapun fokus mengerjakan sedangkan guru keluar kelas.
Ayri bersama 5 sekawan fokus berbagi tugas, Ayri membaca soal dan mencatat soal, sedangkan Chua menggambar grafik sedangkan Avril, Rina dan tea merangkum hasil grafik.
"Woy minjem Tipe-X dong." tiba-tiba teman laki-laki menghampiri meja kelompok ayri dengan mengambil paksa Tipe-X yang tergeletak di meja.
"Kalo minjem tugas yg salahnya di bawa kesini Tipe-X disini jangan sampe di bawa. kita juga lg perlu. " Ucap Rina yg merasa bahwa itu adalah Tipe-X nya.
"Ya elah pelit banget sih minjem. " Laki-laki itu (sebut saja Yeyen) memaksa mengambil dan membawa ke mejanya.
beberapa saat kemudian..
"Rin Tipe-X ?. " Minta Chua yg masih fokus menggambar grafik tiba-tiba salah.
"Masih di si Yeyen. "
"Ya elah, woy Yen. siniin Tipe-X gue. " Ujar Chua .
"Ambil sendiri. " Jawab Yeyen cuek.
"Itu orang mulai ngeselin ya, biar gue ambil. " Ayri menghampiri Yeyen dan mengambil paksa Tipe-X dari meja kelompok Yeyen. namun Tipe-X tersebut Yeyen rebut dari tangan Ayri sehingga tangan Ayri terganggam erat oleh Yeyen.
"Yeyen apaan sih Lo, lepasin tangan gue sakit tau " Ayri menahan genggaman Yeyen yg menyakitkan itu.
"Bilangin ke temen se Genk Lo itu si Chua. kalo gue benci sama dia. " Ucap Yeyen dengan nada tinggi penuh emosi.
" Apaan sih maksud Lo kaya gitu? apa hubungannya sama gue, dan sama Tipe-X ini. kalo lo benci bilang aja langsung ke orangnya. jangan mancing gue kaya gini. " Lawan Ayri dengan kata-katanya Sembari mengusap-usap tangan bekas remasan Yeyen yg menyakitkan itu.
Teman sekelompok Yeyen hanya tersenyum senyum seolah memihak pada Yeyen. Chua pun menghampiri mereka.
"Heh Yeyen, kalo berani jangan sama temen gue. Gue yg punya sangkut paut sama lo, Sini kalo berani, Cemen banget. Berani urusan sama cewe, dasar banc*. " Lawan Chua.
"Oke gue tunggu di parkiran jam pulang nanti." Yeyen menantang.
__ADS_1
" Ayo Ay kembali ke meja. tangan kamu sakit ya?. " Chua memapah Ayri menuju meja, nampak genangan air mata yg hampir menetes di kelopak mata Ayri.
"Sakit, genggaman dia terlalu kuat , huhu."
" Kalo pulang nanti di urut ya, maafin gue ya Ay lo jadi korban urusan gue sama Yeyen. " Chua menyesali tingkah Yeyen terhadap Ayri.
"Iya ga apa-apa ko, sebenernya ada masalah apa sih Lo sama Yeyen?" Tanya Ayri yg penasaran.
"Cerita dong Chua, Lo mah gitu deh kalo ada masalah tuh ga pernah cerita. " Avril ingin tahu
" Nanti ya kalo ada waktu kita cerita, cerita nya sih panjang tentang masalah keluarga. "
namun ketika itu guru ekonomi masuk kelas dan menyuruh setiap kelompok untuk mengumpulkan tugas tersebut.
Jam istirahat..
"Girls hari ini kita kumpul yuk di rumah gue,makan-makan kek apa. Jangan dulu pulang, gue bt nih di rumah sendirian. " Bujuk Avril.
" Boleh tuh, lagi pula gue bt di rumah tiap pulang sekolah di suruh-suruh melulu sama nyokap. " Ujar Tea menyambar.
"Chua, Lo bisakan sempetin?? sekalian Lo cerita tentang masalah lo " Sambung Ayri.
"Hmmm oke deh. " Chua menyetujui
" Nah ini rumah gue, bentar ya gue sediain minum dulu. " Avril segera bergegas dapur.
" Ayo Chua cerita dong ada masalah apa Lo sama Yeyen?. " Tea tidak sabar ingin mendengar cerita Chua.
"Ih... ini temen gue 1 kepo banget dah, oke gue cerita. Jadi gini guys, beberapa tahun yg lalu Kaka cewe gue nikah dengan kakanya Yeyen, sedangkan Kaka gue beberapa bulan setelah nikah sakit-sakitan. Jelaslah sebagai suami membiayai, tapi penyakit Kaka gue ga juga kunjung sembuh sampai suaminya jual ini itu dan dia sampai jual perhiasan nyokapnya, sampai akhirnya Kaka gue meninggal karna sakitnya. Tapi keluarga Yeyen menagih hutang jasa tersebut ke ortu gue, sampe Kaka Yeyen defresi dan hoby mabuk karna frustasinya tidak bisa mengobati istrinya. Ortu Yeyen ga terima ke keluarga gue, sampai akhirnya ya gitu deh keluarga gue sama keluarga dia selalu konflik." Jelas Chua yg tanpa jeda menjelaskan permasalahan yg keluarga Yeyen dan keluarga dia alami.
"Dan Yeyen itu orangnya kasar, Mereka hanya 2 bersaudara jadi ya gitu deh Yeyen suka ngincer-ngincer gue pengen mencelakai gue. dan kalo habis mabuk ya gitu lah sifatnya. kesiapapun bahkan ke teman gue dia berani. " tambah Chua.
"Oh, jadi tadi dia habis mabuk?? wah parah, masih seusia kita udah berani mabuk-mabukan. "
" Oh, pantesan tadi dia tuh sekelompok sama
Agus? Agus yg suka make narkoba itu? Oalah iya dia ada di kelas kita." Sahut Tea dengan kalimat polosnya.
Agus adalah siswa nakal yg terkenal dengan hoby nger*k*k, ma*uk dan pemakai narkob* sejak kelas 1 dia sudah sering tercyduk dan di skors oleh guru BP
"Ting nonk. " Bel rumah Avril berbunyi.
Avril membukakan pintu sambil menyimak cerita Chua.
__ADS_1
tamu yg datang ternyata adalah teman sepermainan Avril.
"Eh, lagi pada ngumpul ya?. " Teman Avril merasa tidak sungkan, dan ia hanya menengok dari depan pintu.
"Iya nih temen-temen gue, sini masuk. " Avril mempersilahkan temennya itu masuk, tapi ia menolak dan hanya ingin mengobrol sebentar dengan Avril. Mereka berbisik sebentar d luar pintu. sedangkan Ayri, Chua, Tea dan Rina kembali berbincang mengenai Yeyen.
Di rumah..
Ayri masih memijat-mijat tangannya yg masih sakit sambil menikmati suasana sinetron.
" Tangan kamu kenapa nak?. " Ibunya yg tiba-tiba ikut nimbrung sambil menyediakan teh hangat kesukaan Ayri.
"Ini mah tadi pagi Ayri jadi korban sasaran temen, tangan ayri d remas kenceng gitu sama cowo. sakit. " Jelas Ayri sambil manja kode minta di pijit.
" Aduh maka nya kamu jangan ladenin cowo, itu akibatnya kalo main sama cowo takut di macem-macemin. "
" Ngga ko mah bla bla blaaa" Ayri menceritakan kejadian tentang pagi itu.
"Mah Ayri ngantuk nih, Ayri ke kamar dulu ya, istirahat. " Pamit Ayri.
Namun beberapa saat kemudian..
"Mah, Ayri mana?. " Kaka Ayri menanyakan
"Baru aja masuk kamar tuh. " Ucap ibunya sambil menyimak sinetron.
"Ayri. " kakanya sambil membuka pintu.
"Ay, jangan dulu tidur. " Cegah kakanya yg ingin memberikan kabar gembira kepada nya.
"Apaan sih ka, aku tuh ngantuk. " Ayri malas.
"Ihh bentar liat dulu nih Kaka punya sesuatu buat kamu, taraaaaaaa. " Kakanya memperlihatkan hape di depan muka Ayri.
"Hape? dapet dari mana?. "
"Kaka beli dari orang yg butuh, ada 2 ini buat kamu dan yg 1 buat kaka. "
"Serius kak?. " Ayri kurang percaya.
tapi kakanya mengangguk untuk meyakinkan.
"Asik....., makasih kak. Emang deh Kaka tuh Kaka yang paling baekkkkk. " Ayri memeluk kakanya dengan girang.
__ADS_1