
( Baca Eps. Detektif For Dewa)
Ketika Belajar B. Inggirs.
Pada saat mengerjakan tugas, Dewa memergoki lagi Ayri sedang memandangi dirinya.
Dewa merasa ada yang aneh terhadap Ayri dan ia pun merasa dirinya aneh terhadap Ayri, Dewa mulai ada rasa suka terhadap Ayri. Karna Ayri bisa ia candai dan ia pun merasa nyaman ketika bercanda dengan Ayri meskipun yang ia lihat Ayri risih ketika ia candai.
Dewa mulai mengetahui bahwa Ayri menyukainya dari buku Diary milik Ayri yang tidak sengaja ia buka dan baca. Di bukunya tertulis jelas nama nya dalam buku Ayri namun Dewa pura-pura tidak mengetahui.
Dan semenjak kejadian Ayri terjatuh sampai menimpanya, Dewa merasa malu dan salah tingkah di hadapan Ayri sampai ia pura-pura mengajak Temannya untuk pergi ke kantin.
…..
( Baca Eps. Fans Asing )
Dewa memperhatikan gerak gerik Ayri dan gugun ketika Gugun memberikan Ayri lipatan surat.
" Surat dari siapa? dia terima, katanya suka sama gue, huh dasar cewe. " Gumam Dewa. Hatinya merasa kesal ketika Ayri menerima surat dari Gugun. Ada rasa cemburu yang menyelimuti hati Dewa namun ia hanya bisa diam.
" Dewa, isiin tugas gue donk. Nanti gue kasih imbalan deh. " Tiba-tiba Rika kembali menghampiri Dewa dengan nada manja. Dewa kaget ketika Rika menghampiri nya dengan nada manja.
Semua siswa melihat Rika pasti terpesona karna body nya yang membuat semua laki-laki tergoda. Namun Dewa bisa angkuh terhadap Rika.
" Apaan sih, kerjain aja sendiri. Tuh yg lain juga pada ngerjain sendiri. " Celoteh Haevi jutek.
" Yeh kenapa jadi lo yg jawab. Eh wa, ada salam tuh dari temen gue. Dia suka tau sama lo. " Ucap Rika setengah berbisik.
" Siapa?. " Tanya Dewa cuek sambil membaca soal.
" Temen se Genk gue. Riri, cuma dia ga berani bilang. " Bisik Rika lagi.
" Apa? haha. Wa ternyata diam-diam ada yg suka juga ya sama lo. " Haevi menggoda Dewa.
Namun Dewa cuek dan tidak mempedulikan.
"Eh malah diem aja, gimana respon Lo? suka juga ngga sama dia?. " Tanya Rika lagi.
" Gue lagi sibuk sama tugas nih, sory ya. " Jawab Dewa masih jutek.
Dewa melirik ke Riri, ia sepintas menilai Riri.
" Gue rasa lebih cantik Ayri. Hah, kenapa ko gue malah muji Ayri. Otak gue kenapa sih malah jadi kefikiran Ayri. " Batin Dewa.
" Dih dasar cowo jutek banget sih, Awas aja ya kalo lo sampe kepincut sama dia jangan salahkan gue. " Rika kembali ke mejanya.
__ADS_1
Dewa lebih memilih diam di dalam kelas dengan buku-bukunya. Suasana hatinya sedang tidak baik.
"Cie yg punya fans. " Sindir Ayri tiba-tiba, ia membuka jendela dan mengaitkan ganjal jendela itu. Sementara Dewa menyadari ucapan Ayri.
Dewa terkejut saat Ayri tiba-tiba berada di belakang bangkunya, namun ia tidak menampakkan pada Ayri.
" Udah biasa. " Ucap Dewa jutek sembari tetap membaca isi buku.
" Jawab nya jutek amat sih, gue bercanda kali. Eh, Lo tadi pagi itu ngintip gue ganti baju ya?." Ayri mengganti topik karna ia tidak ingin Dewa bersikap jutek terhadapnya, serta mengungkapkan kecurigaannya terhadap Dewa.
" Maka nya jadi cewe jangan sembrono, untung cuma gue yang liat. " Jawabnya masih dengan nada masih jutek.
" Dasar s*Ng*Ng, Eh harusnya Lo tuh minta maaf ke gue. " Ucap Ayri yang lama-lama kesal kepada Dewa.
" Ngapain minta maaf itukan keteledoran lo aja, udah ah gue mau ke kantin haus. " Dewa tidak mempedulikan Ayri dan ia malah keluar kelas.
Kali ini Dewa BT melihat Ayri karna rasa cemburu yang berarti, dan ia lebih memilih menyusul Saydi dan Haevi di kantin.
(Baca Eps . Kado valentine untuk Dewa )
Dewa tidak menyangka bahwa ia akan sekelompok dengan Ayri. Suasana hati nya kembali normal semakin hari karna Ayri selalu membuatnya gemas akan kelakuan Ayri yang polos dan gampang di candai.
Dewa duduk bersebelahan dengan Ayri. Mereka membagi tugas, Ayri mendapat kesempatan untuk menggaris bawahi hal yg penting mengenai negara Brunai Darussalam (merangkum tentang negara tersebut) sementara Dewa mendapat kesempatan menulis hasil garis bawah dari Ayri, sementara ke 3 temannya mendapat kesempatan untuk maju mempresentasikan hasil rangkuman tersebut.
Penulisan di tulis rapih oleh Dewa, ia menyadari bahwa sedari tadi Ayri terkesima memandanginya menulis.
" Minjem pena nya, pena gue habis. " Dewa mengambil pena yg sedari tadi Ayri genggam di atas meja namun matanya memperhatikan Dewa.
"Aduhh, ih minjem ko Maen rebut aja sih. " Ayri terkejut, namun hanya itu kata-kata yg bisa ia lontarkan. Dewa hanya tersenyum melihat ekspresi Ayri .
" Wa?. " Tanya Ayri mengawali, meskipun ragu untuk mengatakannya.
" Apa?" Dewa pura-pura fokus memperhatikan kelompoknya yg sedang maju di depan namun jantungnya bergedup kencang.
" Besok kan hari valentine tuh, lo mau ga kalo gue kasih lo kado valentine?. " Ucap Ayri to the point dengan nada malu-malu.
" Apa? lo serius? mau ngasih gue kado?. " Dewa tersentak akan ucapan Ayri.
"sampai segitunya banget sih Lo suka ke gue, tapi maaf gue ga bisa memberi lebih ke Lo ay, bahkan untuk mengungkapkan perasaan pun gue ga mampu" Batin Dewa.
" Ya biasa aja kali ekspresinya. Ya itu sih kalo lo nya mau, kalo ngga juga ga apa-apa ko, gue ga maksa. " Ucap Ayri dengan nada santai
" Ya gue sih mau-mau aja kalo lo nya ngga PHP. " Jawab Dewa terus terang.
" Tapi ada syaratnya. " lanjut Ayri.
__ADS_1
"Apa?" tanya Dewa santai namun jantungnya masih sangat deg-degan.
" Tanggal 11 bulan 4 gue ulang tahun. jadi lo nanti harus kasih kado juga ke gue. " Syarat Ayri kepada Dewa.
" Haha, mau ngasih ko sampe ada syarat nya gitu. Tapi iya oke, gue tunggu aja dulu kado dari lo ya. " Ucap Dewa sembari bangun dari tempat duduk menuju mejanya semula.
Padahal batinnya bingung.
" Gimana gue mau ngasih dia kado ulang tahun, jatah uang jajan gue aja kurang. " Gerutu Dewa dalam hati.
ketika itu, saat Ayri ingin memberikan kado untuk Dewa...
Dewa sudah datang dan duduk manis di bangku sehingga Ayri pun menghampiri nya. Suasana kelas masih sepi, hanya ada beberapa siswa saja.
" Wa, tuh kado nya udah gue bawa. " Ucap Ayri sambil berpura-pura menyapu.
" Nanti aja pas istirahat, gue bingung nanti mau di taro dimana. " Ucap Dewa pura-pura santai, padahal dalam hati tergesa-gesa khawatir teman sekelasnya tau.
" Ya lo taro di dalam tas lah, masa di kantongin. " Jawab Ayri ketus.
" Ya udah nih taro aja tas gue di laci meja Lo. nanti istirahat kesiniin lagi. " Dewa menyerahkan tas gendongnya yg berbahan tipis lentur sehingga bisa ayri simpan di laci meja tanpa tau teman-temannya.
Bel tanda istirahat pun berbunyi, Dewa menunggu Ayri memberikan tasnya namun tiba-tiba Rika muncul.
" Dewa, ini ada kado valentine dari Riri , plis terima" tiba-tiba Rika dan Riri menghampiri Dewa yg duduk.
Dewa tersentak saat Riri dan Rika berani memberikan kado valentine untuk nya.
Dewa sadar ketika Riri dan Rika menghampirinya Ayri menyaksikan, tetapi Dewa tidak mampu berkata apapun terhadap Riri dan Rika.
Dewa melihat ketika Ayri pergi keluar seperti tidak sanggup melihat kejadian itu.
" Ayri sedih ya liat gue Nerima kado dari Riri. Maafin Gue Ay, gue ga bermaksud nyakitin hati Lo. tapi gue ga enak kalo menolak." Batin Dewa yang merasa serba salah.
Teman-temannya membukakan kado dari Riri dan memakaikannya ke kepala Dewa, yapppps benda yg serupa namun beda motif dan warna (sebuah topi).
" Cie ganteng bro, topi nya juga cakep. Buat gue aja ya?." Ucap Gugun, ia memakaikannya kepada Dewa, namun kemudian melepaskannya lagi dan ia pakai.
" Gue juga mau." Sahut Haevi, namun Dewa hanya senyam senyum entah apa yg ada dalam fikirannya.
" Ya udah gih itu buat Lo aja. " Ucap Dewa dengan senyuman. Dewa memberikan topi tersebut pada Gugun.
Pada akhir nya di jam pulang sekolah Dewa menghampiri Ayri yang sedang mengemas buku ke dalam tas sementara para siswa sudah berbondong keluar kelas.
"Ayri, mana tas plus kadonya?." Tanya Dewa dengan nada yg tidak biasanya, seakan ia penuh harap.
__ADS_1
"Nih, sory gue telat ngasihnya. " Ucap Ayri yang kemudian pergi meninggalkan Dewa.