
Hari ini tugas Bahasa indonesia, setiap hari pelajaran tidak ada habisnya dengan tugas sebagai penambah nilai ujian.
" Tugas kalian adalah membuat kelompok, setiap kelompok terdiri dari 5 orang membentuk grup band dan kalian ciptakan hasil karangan dari lirik lagu band ternama." Jelas pak Cahyo selaku guru B. Indonesia.
" coba sekretaris buatkan kelompok untuk mereka" tambah pak Cahyo.
Sulis Selaku sekretaris pun menuliskan nama kelompok di papan tulis. Lagi-lagi Ayri mendapatkan 1 kelompok dengan Dewa, dan kali ini bersama Heni, Amir dan Deni.
" Lagi-lagi gue sekelompok sama dia, ya allah apa ini adalah tanda kalo dia tuh jodoh gue? ini secara kebetulan atau di rekayasa?." Gumam Ayri heran.
" Cie, yang sekelompok lagi sama Dewa." Canda Shisi.
" Iya ya, kenapa gue ko sekelompok Mulu sama dia, heran deh. Gue jadi tambah ga enak aja nih sama Riri." Ucap Ayri.
"Sulis, Boleh ga gue pindah kelompok sama yg lain. Jangan sama Dewa." Ayri mengacungkan tangan dan memohon untuk tidak sekelompok dengan Dewa.
" Maaf Ayri, ini udah sesuai sama absensi. Jadi susah kalo di acak-acak nanti ga beraturan, Maaf ya." Ucap Sulis yg masih menulis di papan tulis.
" Ga apa-apa dong, bukannya lo seneng kan sekelompok terus sama Dewa?." Ucap Saydi menyindir Ayri.
"Apaan sih Say, ga juga." Jawab Ayri jutek.
" Sudah jangan berdebat, ayo yang sudah dapat kelompoknya kumpul sesuai kelompok. Dan kalian cari lagu terus di rubah liriknya" Perintah Pak. Cahyo lagi.
Ayri pun memposisikan dengan kelompoknya.
" Ayo, kita ngambil dari grup band apa nih dan lagu apa yg akan di rubah?." Tanya Deni. Dia adalah gitaris band indi, pantas bila dia jago bermain gitar dan mengerti dalam bermusik.
" Gimana kalo lagunya Vagetoz yang BAM?." Usul Dewa.
" Setuju" Ucap Amir dan Heni.
" Kalo lo gimana Ay?." Tanya Dewa yg duduk di sebelahnya.
" Gue sih ngikut aja." Jawabnya singkat.
"Oke kalo gitu gue ubah lirik, lo Wa tugasnya gitaris ya sama kaya gue, Heni sama Amir dan kita Wa sebagai penyanyi. Nanti Ayri pembaca puisi ya." Deni mengatur tugas masing-masing dan ia pun mulai mengubah lirik, Sementara Ayri hanya membolak balik buku palajaran B. Indonesia dan Dewa mulai bermain-main dengan gitar nya.
__ADS_1
Hanya berdebar didalam hati yg Ayri rasakan, ia terasa dekat dengan Dewa bahkan aroma tubuhnya tercium jelas di hidung Ayri.
"Guys, gue ke toilet dulu ya." Ayri ijin karna ia merasa teramat gerogi.
" Ya Allah, kenapa hati gue berdebar gini sih. Ga seperti biasa nya, yang biasanya gue judes, gue berdebat sama Dewa tapi kenapa sekarang mulut gue kaya tertahan." Ayri menggumam di dalam toilet.
Agak lama menggumam di toilet, Ayri kembali ke dalam kelas. Lirik lagu pun sudah siap untuk di nyanyikan serta di puisikan
"Betapa aku mengagumi mu dengan sepenuh hatiku.. Betapa Aku mencintai mu lebih dari siapapun.. Ingin ku abadikan cinta ini, setiap saat, setiap waktu... takkan kulupakan janji ini, takkan pernah ku hianati..
Engkau kan slalu ada di hati ku
Aku kan slalu menyayangi dirimu..
Kau harus tau betapa Aku, mencintaimu.."
mereka pun Berlatih untuk menyanyikan lagu hasil ubahannya Deni.
" Lagu nya sama banget mewakili perasaan gue terhadap Dewa, Gue harus menghayati saat tampil nanti." Ucap Ayri dalam hati.
" Ayo kita mulai, kelompok siapa saja yg sudah siap? maju sekarang dan lebihnya di jadwal selanjutnya." Ucap Pak Cahyo.
Kelompok Dewa sudah siap untuk tampil, mereka mempersiapkan diri dan maju menyanyikan lagu tersebut. Di iringi gitar yg di lantunkan Dewa dan Deni mereka pun bernyanyi dan di akhir penampilan Ayripun membacakan puisi yg penuh penghayatan.
" Dewa, andai lo tau, gue sayang banget sama lo, gue ga rela sebenernya kalo lo di cintai atau pun di dekati cewe lain. Apalagi kalo lo sampe suka sama orang lain, Hati gue sakit." Ucap Ayri dalam hati.
Setelah ia membacakan puisi Dan ia langsung bergegas lari menuju bangkunya karna tidak tahan ingin meneteskan air mata.
" Bagus sekali performa nya kelompok ini, semoga kelompok lainnya bisa lebih bagus dari ini. Oke, pertemuannya kita lanjut besok aja ya. Sekarang kalian boleh istirahat" Ucap Pak Cahyo yang kemudian meninggalkan kelas.
"Hey, kenapa ko habis tampil malah semaput?." Shisi mencoba mengangkat kepala Ayri yang menundukkan kepalanya di sangga oleh ke dua tangannya itu.
" Gue terharu sama liriknya, seakan itu adalah ungkapan hati gue." Ayri mengusap air matanya.
" Ih sampe segitunya kah suka sama cowo, so sweet." Ucap Melly.
"Hehe, udah kamu positif thinking aja mudah-mudahan Dewa juga merasakan hal yg sama kaya apa yg kamu rasain. Ke kantin aja yuk dari pada hatinya mellow." Ajak Shisi, ia mencoba mengakhiri kegalauan hati Ayri.
__ADS_1
" Kamu aja deh, aku nitip. Masih pengen malas-malasan di sini." Ayri kembali memposisikan kepalanya di atas meja. Shisi dan Melly pun pergi ke kantin sementara Ayri masih dengan kepala tersandar di atas meja.
" Heh, kenapa habis tampil ko malah loyo." Tiba-tiba Dewa menghampiri Ayri dengan membawa gitar.
" Ng,ngga Gue cuma tiba-tiba pusing aja ko." Jawab Ayri santai namun malu.
"Kalo pusing coba deh nih dengerin lagu dari gue aja." Dewa pun melantunkan gitarnya dengan lagu.
"Cicak-cicak di dinding, diam-diam merayap. Datang seekor nyamuk, hap lalu di tangkap." Dewa melantunkan lagu itu duduk di samping Ayri.
"Ih, apaan sih, ga lucu tau." Ayri tersenyum-senyum kesal, dan memukul lengan Ayri.
"Haha, nah gitu dong senyum." Dewa berusaha mencandai Ayri.
Namun ketika itu Riri dari mejanya memperhatikan tingkah mereka yang menurutnya menyebalkan.
"Gue harus gimana sih biar tuh orang ga ganggu Gue suka sama Dewa, kapan kesempatan gue buat bisa Deket sama Dewa?, Dewa selalu memaksakan diri kalo gue deketin. Dan sial nya lagi, kenapa gue ga bisa bertindak sendiri?." Riri bergumam dalam hati, ia meremas-remas sebuah lirik lagu yang ia buat untuk tugas B. Indonesia itu.
" Udah sana pergi dari tempat duduk gue, gue pengen sendiri." Usir Ayri terhadap Dewa yang enggan pergi dari tempat duduknya.
" Bentar, Gue lupa dari dulu gue tuh pengen nyampein sesuatu ke lo, dan sekarang mumpung inget."
"Apa?." Ayri pun penasaran, apakah Dewa akan mengungkapkan perasaannya atau akan mencandainya lagi. Hati nya penuh tanya.
" Ada salam dari Agun. Haha, O iya doi udah ga sekolah disini lagi tau." Ujar Dewa menyampaikan tentang Agun yang seharusnya ia ceritakan dari awal masuk kelas 3.
" Apa? Kenapa dia ko sampe keluar dari sekolah?." Ayri pun terkejut.
" Ya mungkin karna keterbatasan ekonomi. Yang jelas dari masuk kelas 2 pun dia jarang masuk sekolah." Jelas Dewa lagi.
"Tau ga sih, gue tuh semenjak ngelaporin dia ke guru BP sampe saat ini sebenernya merasa bersalah banget udah bikin dia di skors dan bermasalah di sekolah." Jelas Ayri mengungkapkan perasaan nya kepada Dewa yang sejak saat itu ia pendam.
" Ya udahlah, udah kemauan nya dia juga buat berhenti sekolah. Info dari temen sih dia ikut bapak nya kerja di Jakarta." Tambah Dewa.
"Kalo ada kesempatan gue pengen banget minta maaf ke dia." Ucap Ayri.
"Minta maaf apa mengungkapkan perasaan nih, Haha?." Lagi-lagi Dewa mencandai Ayri.
__ADS_1