Apakah Ini Cinta??

Apakah Ini Cinta??
Kado Spesial


__ADS_3

Dewa kembali masuk ke dalam kelas, namun ia tidak sama sekali mempedulikan Ayri, memberikan nya ucapan selamat pun tidak. Ayri hanya bisa memandangi sikap Dewa yang angkuh terhadapnya sampai kemudian..


tet, tet,tet (bel tanda pulang) pun berbunyi. Hari ini guru-guru akan mengadakan rapat, oleh sebab itu para siswa di pulangkan lebih awal.


Dirumah..


Ayri lagi-lagi di buat kecewa oleh Dewa yang lagi-lagi tidak memperdulikan dirinya.


" Ya Allah gue tuh harus gimana, kenapa gue selalu berharap sama orang yang ngga peduli sama gue, kenapa gue harus suka sama dia yang ga pernah anggep perasaan gue, kenapa?. " ia menangis dalam keheningan kamarnya sambil menulis curhatannya di buku diary nya.


Dear diary


Waktu, waktu cepat sekali berlalu.. Akan ada hal yang sirna dari pandanganku, ada hal yang entah mungkinkah bisa untukku melupakannya.. Ku ingin kau tau diriku disini menanti dirimu, meski ku tunggu hingga ujung waktuku dan berharap rasa ini kan abadi untuk selamanya..


tok tok tok (terdengar ketukan pintu dari belakang pintu kamar Ayri.)


" nak, lagi apa. Boleh mamah masuk?." ibu Ayri meminta ijin terhadap Ayri.


" iya mah sebentar." Ayri pun menutup buku diary tersebut dan bergegas membukakan pintu kamarnya.


" Mamah ganggu ya?."


" ngga ko mah, cuma baru aja Ayri mau istirahat." jawabnya. mereka duduk di bibir kasur.


" Mamah cuma mau ngasih ini buat kamu." Ibu Ayri menyodorkan baju gamis syar'i untuk Ayri.


" mamah beli ini buat kamu supaya kamu terbiasa pakai rok dan pake baju gamis. Di pesantren nanti ga boleh pake semacam celana panjang nak." Jelas ibu Ayri.


" mamah lama-lama sama ya kaya papah bikin hati Ayri ga tenang. Lama-lama Ayri jadi sebel sama mamah." Ayri malah ngambek kepada ibunya yang hanya berniat memberikan baju syar'i tersebut.


" bukan gitu maksud mamah nak tapi..." ibu Ayri belum sempat menghabiskan 1 kalimat dari mulutnya malah diseka oleh Ayri.

__ADS_1


" Ayri cape mah, mau istirahat." Ayri bergegas naik ke kasur berbaring dan menarik selimut.


" Ya sudah, maafin Mamah ya kalo mamah udah bikin Ayri kesal. Istirahat, tidur yang nyenyak." Ucap ibu Ayri dan membelai rambut Ayri dengan lembut.


Ke esokan harinya..


Azan subuh berkumandang, Alarm jam bekker Ayri berdering membuat Ayri langsung beranjak bangun dari tempat tidurnya. Semalaman Ayri tidur pulas sampai ia lupa akan tugas yang hari ini harus di kumpulkan.


" ******, tugas pelajaran pak Cahyo hari ini di kumpulin gue lupa belum ngerjain." Ayri langsung beranjak ke kamar mandi, shalat dan kemudian mengerjakan tugas. Tugas yang begitu banyak tidak sempat Ayri kerjakan dalam waktu 1 jam sehingga ia berniat untuk menyelesaikannya di kelas sebelum jam pelajaran di mulai.


Hari ini ia jutek dan cuek terhadap ibunya, sampai ia tidak menyantap sarapan dari ibunya yang sudah di siapkan di meja makan.


Ayri langsung bergegas berangkat menuju sekolah menggunakan sepedahnya.


Sesampainya di kelas, para siswa pun sedang sibuk mengerjakan tugas yang belum mereka selesaikan. Begitu pula Ayri, ia memposisikan dirinya di bangku yang kosong dan memilih menyendiri untuk mengerjakan tugas karna Melly dan Shisi sudah beres dengan tugas tersebut.


" Gue harus buru-buru nih, mana masih banyak pula yang belum terisi." Gumam Ayri dalam hati sambil menulis di lembar jawaban.


" Ay, minjem Tipe-X nya." Ucap Dewa yang kemudian ia ambil sendiri dari meja Ayri. Namun Ayri tidak menyadari bahwa yang meminjam Tipe-X tersebut adalah Dewa karna ia fokus menunduk untuk menulis.


" Nih gue kembaliin lagi Tipe-X nya. Thanks ya." Ucap Dewa. Kemudian ia menyodorkan bingkisan kado mungil di hadapan Ayri yang masih sibuk menulis. Baru Ayri menyadari bahwa itu adalah Dewa, ia mengangkat kepala dari tundukannya dan kaget ketika Dewa menyodorkan kado tersebut.


" Happy birthday ya. " Ucap Dewa kepada Ayri dengan tutur lembut.


" ma, makasih." Ayri pun gugup dan merasa deg-degan.


" Apa gue mimpi? Dewa hari ini ngasih gue kado. " Ucap Ayri dalam hati Dengan hati yang girang.


"Cieee Dewa. Akhirnya jujur juga dengan perasaan nya, cieeee." Seru salah satu temannya. Namun Dewa langsung bergegas dari hadapan Ayri menuju mejanya lagi.


" Tuh kan Ay, apa kata gue juga. Dia suka sama Lo." ucap Saydi yang menghampiri Ayri.

__ADS_1


" So tau, bukan gitu, ini cuma barteran kado waktu itu aja ." elak Ayri terhadap Saydi.


"Ehmm,, ciee. " Sindir Shisi dan Melly yang juga menghampiri Ayri.


" Apaan sih kalian, anter gue ke kantin." Ayri kemudian menarik Shisi dan Melly seolah memaksa untuk mengantar nya ke kantin padahal Ayri hanya ingin mencurahkan rasa bahagianya itu kepada ke dua sahabatnya di depan kelas tak lupa bingkisan tersebut ia bawa.


" Ya ampunnn gue ga nyangka banget, seneng banget hari ini. Mimpi apa ya gue semalam." Ayri mendekap kado tersebut di dadanya.


" Kan, itu artinya Dewa ngebuka hatinya buat Lo Ay. " Ucap Melly memberi sinyal harapan.


" Kalo suka juga ke gue mungkin ga?." Tanya Ayri.


" mungkin banget lah, secara dia udah ngasih kado dan waktu itu dia juga Nerima kado dari Lo." Jelas Melly meyakinkan.


Namun tiba-tiba pak Cahyo masuk kedalam kelas mereka dan mereka pun mengikuti di belakang pak Cahyo


" gimana anak-anak, tugas nya sudah selesai?." Tanya pak Cahyo.


" Sudah pak." jawab para siswa serentak.


" ini adalah tugas bahasa Indonesia kalian yang terakhir ya, dan Minggu - minggu ini adalah Minggu terakhir kalian aktif sekolah sebelum UN untuk menyelesaikan tugas yang belum kalian kumpulkan serta menuntaskan bimbel. Semoga kalian sukses ya." jelas pak Cahyo . Ia kemudian keluar kelas setelah tugas para siswa terkumpul.


" 1 Minggu lagi, itu artinya waktu gue hanya tinggal 1 Minggu lagi untuk bisa bertemu Dewa memandangi nya di ujung meja itu, ya Allah rasanya ingin sekali waktu melambat supaya gue bisa tetap bisa menatap wajahnya. Andai gue ga akan pergi mesantren, ga akan seberat ini rasanya." Gumam Ayri dalam hati.


Para siswa bergegas pulang termasuk Ayri, namun Ayri sengaja melangkahkan kakinya dengan perlahan berusaha untuk berbarengan jalan dengan Dewa.


mereka saling bertemu di depan kelas, langkah Dewa pun seakan mengikuti langkah Ayri.


" thanks ya, ternyata Lo masih peduli sama gue." ucap Ayri llyang kali ini lembut.


" Iya sama-sama, di buka nya di rumah aja cukup Lo aja yang tau." ucap Dewa yang kemudian mempercepat langkahnya seperti tidak ingin ketahuan yang lain bahwa mereka sengaja berjalan beriringan.

__ADS_1


__ADS_2