Apakah Ini Cinta??

Apakah Ini Cinta??
Nembak part 2


__ADS_3

'Kenapa ko ngga di balas?.' Rangga.


Rangga Gundah berharap Ayri membalas SMS serta membalas perasaan nya, namun Ayri tidak kunjung membalas.


" Haduh, ngga peka banget sih. Masa iya harus d balas langsung dan begitu saja. Gue juga fikir-fikir dulu kali." Gerutu Ayri. Ayri santai menanggapi pesan Rangga, namun hati nya bingung untuk menerima.


Kriiing ( telfon dari Rangga )


Ayri tidak berani mengangkat karna takut grogi menanggapi Rangga. Hp nya ia silent agar tidak mengganggu fikiran nya.


" Terima engga, terima engga ?" Ucap Ayri dengan menghitung jari nya. Jari terakhir nya menyebutkan bahwa 'NGGA' atau 'JANGAN TERIMA'


' Ka, maaf ya aku belum bisa jawab sekarang. Perlu banyak waktu untuk menjawab' Ayri


' Oh ya udah kalo gitu. Berarti kamu ga suka ya sama Kaka. ' Rangga.


' Bukan gitu maksud nya. ' Ayri.


Namun Rangga tidak membalas pesan Ayri.


Ayri menunggu balasan Rangga dengan hati kalut. Ia berusaha untuk mencari keputusan yang tepat untuk hati nya. Di waktu nya yang sangat singkat, ia berharap mendapat kenangan yang tidak bisa terlupakan di masa SMP nya.


Waktu menunjukkan pukul 22.00 WIB. Mata Ayri sudah mulai mengantuk, namun Rangga belum kunjung membalas SMS Ayri.


' Ka. ' Ayri.


' Kaka marah sama aku?.' Ayri.


Hati nya semakin gundah berharap Rangga membalas. Ayri sudah jenuh bolak balik posisi tidur, buka tutup layar HP dan bolak balik buku diary. Namun Rangga tetap tidak kunjung membalas SMS nya.


' Iya ka, aku terima Kaka sebagai pacar aku.' Ayri.


Ia berani memutuskan. Tanpa bercerita kepada sahabat nya tanpa bertukar pikiran dan seakan kejadian Sakit hati atas kelakuan Rangga terlupakan.


' Serius nih? Beneran?. ' Rangga.


Akhirnya ia membalas SMS dari Ayri, yang sedari tadi ia sedang asyik bermain gitar bersama teman-teman nya di dalam caffe'' berbincang bercanda tentang hal laki-laki.


' Iya, aku serius. Tapi ada syarat.' Ayri.


' Apa?. ' Rangga.


' Kita uji coba masa pacaran. 7 hari di mulai dari sekarang. kalo 7 hari kita nyambung ga ada keributan kita lanjut 1 bulan dan seterusnya. Kita coba. Karna jujur aku belum pernah pacaran.' Ayri.


Dengan kepolosan hati nya ia merelakan hati nya.


' Oke kalo gitu, makasih ya cantik, muach.' Rangga.

__ADS_1


' Aku ngantuk. Istirahat dulu ya, muach juga.' Ayri.


Akhirnya ngantuk yang selama ini ia tahan, dan perasaan kalut yang ia rasakan kini sedikit mereda dan ia bisa tidur dengan tenang.


Keesokan hari nya.


Ayri bangun subuh untuk melaksanakan shalat. Ia cek HP sebelum turun dari kasur, berharap Ada pesan dari Rangga namun NIHIL.


" Mungkin dia masih tidur." Batin Ayri. Ia bergegas menuju kamar mandi dan melaksanakan Shalat subuh. Selesai shalat, lagi-lagi ia melirik HP dan mengecek apakah ada SMS dari Rangga, namun tetap NIHIL.


' Bangun subuh. ' Pesan Ayri terhadap Rangga.


Ayri menikmati suasana pagi di hari Minggu dengan bersantai di depan tv sambil menonton film kartun kesukaan nya. Sambil memegang HP nya agar ketika Rangga membalas SMS bisa segera ia balas, namun tidak ada balasan dari Rangga.


Waktu menunjukkan pukul 08.00 WIB.


" Rangga kemana sih, ko ngga bales-bales SMS gue. Apa dia belum bangun? Ah sudahlah, mungkin masih tidur. gue bantu mamah masak di dapur aja deh." Ayri bergegas ke kamar untuk menaruh HP dan kemudian menuju dapur membantu ibu nya memasak.


" Sarapan dulu gih. " Suruh ibu nya yang sedang memotong-motong sayuran untuk masak makan siang.


" Belum pengen mah." Ucap Ayri dengan muka malas dan meraih kacang panjang yang tergeletak di samping ibu nya lalu ia patah-patahkan dengan tangan nya.


" Anak mamah lagi kenapa, kaya nya loyo gitu?." Ujar Ibu Ayri yang masih memotong sayur kacang.


" Ngga, cuma lagi BT aja. Hari Minggu udah ngga aktif sekolah dan besok mulai UN. Pengen main cuma harus belajar." Ucap Ayri.


" Iya dong besok mau UN mending belajar aja di rumah." ujar ibu Ayri setuju.


Setelah dari kamar mandi ia pastikan lagi HP nya dan mencoba SMS Tea.


'cek.' Ayri.


dan setelah beberapa saat..


' Iya Ay ada apa.' Balas Tea.


' Eh ngga apa-apa. Kirain HP gue rusak ga bisa kirim SMS. ternyata masih bisa nyambung. hehe' Ayri.


'oh kirain ada apa. Gue BT nih ga boleh main sama ortu. Suruh fokus belajar di rumah.' Tea.


'Iya sama.' Ayri.


" Uhm, berarti Rangga yang ngga balas-balas SMS gue, mungkin dia sibuk. Udah lah mending gue belajar aja." Ayri pun membuka buku pelajaran yang akan di uji kan besok. Sambil membaca-baca buku, ia masih terfikir kan tentang Rangga.


" Ko gue malah ngga tenang gini sih, mending ngga pacaran dari pada kaya gini. Ah Ayri , fokus aja sekolah. Besok ujian." Ayri memotivasi diri nya sendiri.


Ke esokan hari nya..

__ADS_1


Hari ini adalah hari pertama Ujian Nasional. Para siswa berangkat lebih awal karna harus mempersiapkan diri masuk ke ruangan Ujian dengan mengambil kartu Ujian terlebih dahulu ke Wali kelasnya masing-masing. Namun Ayri malah kesiangan karna ia semalam tidak bisa tidur memikirkan Balasan SMS dari Rangga. Miscall nya pun tidak Rangga angkat, ia bagaikan di telan bumi, komunikasinya menghilang begitu saja.


Ayri berlarian menuju ruang guru karna sebentar lagi bunyi bell tanda masuk akan berbunyi. Ia tergesa-gesa dan ketika akan membuka pintu, tiba-tiba Ayri terdorong oleh pintu duluan.


"Aduh." bukaan pintu itu membuat Ayri terjatuh.


" Eh sory." Ucap laki-laki yang membuka pintu tersebut dari dalam ruangan. Lagi-lagi tidak di sangka ternyata laki-laki itu adalah Dewa.


" Sakit tau." Ayri pun terbangun dari simpuhannya.


" Sini gue bantu." Dewa mengulurkan tangan nya. Namun Ayri menolak.


" Udah ga usah gue bisa sendiri. "


" Ya udah kalo gitu, pak Dodi nungguin Lo tuh tinggal kartu Lo doang yang belum di ambil." Ucap Dewa. Ia meninggalkan Ayri dan Ayri pun menemui pak Dodi .


Ayri sudah memasuki Ruang ujian ketika bell tanda masuk berbunyi. Di ruangan yang ia tempati, ia tidak melihat Dewa yang artinya dia tidak seruangan dengan Dewa.


" Tumben banget gue lagi ngga 1 ruangan sama Dewa, ya sudahlah. itu arti nya ga ada kesempatan lagi buat bisa adu mulut sama dia. Tapi kenapa ko dia suka muncul secara tiba-tiba, eh tapi dia suka bikin gue sial Mulu lah." Batin Ayri.


Kali ini mengisi jawaban tidak bisa minta tolong tidak bisa contek-contekan lagi dengan Dewa.


Selesai Ujian, Ayri mencari ruangan Avril. Beruntung tidak sampai susah payah, Ayri langsung melihat Avril yang tengah berjalan menuju gerbang.


" Avril......" Panggil Ayri, dan ia berlari menghampiri Avril.


" Ril, gue mau bicara. Gue mampir bentar ya ke rumah Lo." Ucap Ayri dengan ngos-ngosan ketika telah sampai pada Avril.


" Iya boleh, mana Tea. Lo ga bareng?" tanya Avril tengak tengok mencari Tea.


" Ngga, gue mau tanya tentang Rangga. Nanti deh gue ceritain kalo udah sampe rumah Lo." Ujar Ayri. Mereka pun berjalan beriringan.


Sesampainya mereka di rumah Avril..


" Nih minum dulu. " Avril memberikan suguhan kepada Ayri.


" Ayo, mau cerita apa.?" lanjut Avril. Mereka bersantai di dalam rumah Avril.


" Lo kemarin ketemu sama Rangga ngga? atau liat Rangga?." tanya Ayri to the point'.


" Hmm, kemarin?. ngga tuh, kenapa emang? gue kemarin main ke rumah Cici juga ngga liat dia" Jawab Avril. Karna rumah Rangga dan Cici bersebrangan.


" Eh, serius?." Ayri Heran.


" Iya serius, emang kenapa sih?." Tanya Avril yang semakin penasaran.


" Ngga, heran aja. Gue kemarin malam SMS an sama dia, tapi sampe saat ini dia ngga bales lagi. Apa mungkin dia sibuk?." Ayri semakin penuh tanya.

__ADS_1


" Ya mungkin, gue beberapa hari ini ngga pernah liat dia sih." Ucap Avril sambil menyantap suguhan.


Hati Ayri semakin kalut setelah mendengar dari Avril bahwasannya ia tidak pernah melihat Rangga beberapa hari belakangan, Tetapi di hatinya berusaha berfikir positif terhadap Rangga.


__ADS_2