
Ke esokan hari..
Hari ini adalah hari minggu, ayri asik di kamar sembari mendengarkan lagu baru dari kaset tape yg ia beli di toko kaset. Ia dengarkan dan menurut ayri lagu ini enak di dengar meskipun ia belum tau band ini tayang di tv.
(toktoktok) suara pintu kamar Ayri terketuk.
"Ayri, mamah sama papah mau berangkat kondangan dulu ya. Kamu hati-hati di rumah, dan kalo mau main jangan lupa cek dulu semua pintu udah terkunci belum ya. " Jelas ibu Ayri.
"Oke mah. " Ayri hanya menyahuti dari dalam kamar.
"Hmm, di rumah sendirian. Mendingan main aja deh, tapi kemana? rumah Avril? iya. Siapa tau gue ketemu ka Rangga. hihiii. " Ayri bergegas siap-siap untuk pergi ke rumah Avril, ia pun berangkat dengan menggunakan sepedah.
Sesampainya di rumah avril.
"assalamualaikum" Ayri mengucapkan salam dan di sapa oleh ibunya Avril.
"Walaikum salam eh Ayri, ayo masuk. Tuh avrilnya ada di kamar" Ibunya Avril mempersilahkan Ayri masuk.
"Iya Bu makasih, aku masuk ya. " Ayri masuk dan menghampiri Avril yg sedang asik dandan di kamar.
"Tumben lo kesini sendirian. " Ucap Avril sembari memoles bedak di mukanya.
"Iyalah, mau sama siapa lagi, se RT?. Gue BT di rumah sendirian jadi ya gue kesini aja, Lo mau ada acara?. " Tanya Ayri yg rupanya Avril sudah rapih memakai baju serta berdandan.
"Ngga, ya biasalah gue mau mejeng di depan rumah. Nunggu Cici end the Genk kumpul. " Jelas avril.
"Ceilehhh, belagu banget Lo, di sekolah kita ber Genk di rumah pun lo punya Genk. Rakus banget hidup lo. " Ucap Ayri.
1 pesan masuk
'Lagi apa. ' Rangga
'main d rumah Avril. ' Jawab Ayri.
" Hahaha, kan temen gue banyak. Jadi wajar donk kalo gue banyak Genk. " Mereka pun keluar dan duduk di ayunan bangku besar di taman depan rumah Avril, sembari membawa majalah, Snack dan minuman.
" Ril, sebenernya lo itu suka sama agung apa sama Uga Ugi sih?. " Tanya Ayri mengawali perbincangan di ayunan.
"Ke tiga-tiganya, haha. Kan buat cadangan. " Ucap Avril dengan Pede nya ia tidak menyadari usianya yg masih belia sudah mengerti dengan yang namanya playgirl.
Anak masih bau kencur sudah mengerti dengan lelaki cadangan.
"Bener nih orang rakus benerrrr. " Ayri geleng kepala.
sementara itu, Rangga menghampiri mereka yg sedang asik berbincang antara 3 lelaki itu.
" Hmmm lagi ngobrolin apa nih. kayanya seru banget. "
__ADS_1
Ayri dan Avril tersentak mendengar dan melihat Rangga yg tiba-tiba muncul di belakang mereka.
"Ih kebiasaan deh ka Rangga tuh kalo Dateng ga bilang-bilang. " Ucap avril.
"hehehe sory, ternyata Ayri lagi main disini?" tanya Rangga.
" Hehe iya nih, biasa di rumah bt. " Ucap Ayri santai.
" Kalo BT mau ga Kaka ajak kalian makan bakso? di perempatan jalan d ujung desa tuh yg lagi terkenal. " Ajak Rangga, tetapi sebenarnya ajakan tersebut mengarah kepada Ayri agar Rangga bisa pergi berboncengan dengan Ayri.
"Boleh tuh ka, tapi gimana kita kesana nya? ga ada kendaraan. " Ucap Ayri.
" Pake motor Kaka lah, bentar ya Kaka ambil. " Rangga bergegas ingin mengambil motor yg masih ada di rumah.
" Ya udah sana gih pergi ber 2 nanti di bungkus aja biar kita makan disini rame-rame." Avril mengusulkan. Namun Rangga menolak.
"Yah makan disini mah ngga seru donk, Kaka ajak Ayri aja deh mau ga?. "
"Dihhh pilih kasih banget sih, ya udah deh sana" Ucap Avril ketus.
" Ya udah mending ga usah ka, lagipula malu kalo aku boncengan sama kaka. Kita kan bukan muhrim. " Jawab Ayri mengingatkan, karna Ayri tau Rangga adalah guru ngaji yang faham agama.
"Busyettt, seru juga nih cewe. Sampe nolak ajakan boncengan sama gue. " Gumam Rangga dalam hati.
"Hehe iya juga ya Ay, tapi ga apa-apa kali Ay sebentar doang mah. " Rangga ngeyel.
Suasana hening seketika.
"Ya udah deh kalo ga jadi beli bakso bentar, kalo gitu gue bikinin spagethi ala gue aja ya bentar. silahkan kalian ngobrol dulu sepuasnya. " Avril menuju dapur.
Suasana hening..
Ayri dan Rangga saling diam.
"Hmm, kak. " "hmm, Ay." Mereka berbarengan melontarkan kata tersebut.
"Ehh, silahkan Kaka aja duluan. " Ayri malu-malu sambil memainkan kaki.
"Ga apa-apa Ayri aja duluan mau ngomong apa?. " Rangga malah mempersilahkan Ayri terlebih dahulu untuk bertanya.
Ayripun kemudian menanyakan
"Hmm, Kaka kemarin malam SMS apa ke aku? aku ngga faham, hehe. " Tanyanya malu-malu.
"Oh, hehehe. Nanti aja deh via telpon Kaka jelasin. " Rangga pun malu ingin berkata jujur.
"Dih sekarang aja, aku penasaran nih ka. " Ayri memaksa dengan nada merengek.
__ADS_1
"Hmmm, a, anu, sebenernya Kaka, sini deh Kaka bisikin. " Rangga menyeka kata-kata.
"Kaka suka sama kamu, kamu suka ga sama Kaka?. " Bisik Rangga d telinga Ayri seolah hanya Ayri dan Rangga yg mendengar.
Ayri terkejut dan terdiam seketika itu juga.
Suasana hening..
Tiba-tiba Avril pun datang sambil membawa 3 piring spagethi untuk dia dan mereka.
"Taraaaaa, spagethi ala Avril sudah jadi. " Avril menyuguhkan kepada mereka yg terdiam malu-malu menyembunyikan bisikan tersebut .
"Hmm, Ril sory ya sory banget. Gue harus buru-buru pulang nih, udah ada SMS dari papah. Gue pulang dulu ya, sory bangett. " Ayri bersiap untuk pulang.
"Eh jangan dulu pulang, ini kasian loh Avril udah bikinin spagethi. " Rangga berusaha mencegah Ayri pulang duluan.
" Hmm gimana ya, ini aku udah di tunggu ka. Mamah papah ga bisa masuk karna kunci rumah nya di aku, maaf ya Ril. maaf banget. " Ayri menjelaskan dan memohon berusaha keluar dari rumah Avril.
"Ya udah gih pulang mah, lagi pula ini udah sore. " Avril mengijinkan dengan nada halus
Maaf ya Ril, jangan marah. Gue pulang dulu, sampai jumpa besok. " Pamit Ayri .
Di jalan Ayri terngiang bisikan Rangga
" Kaka suka sama kamu. " Terulang dan terus terulang sampai ia menepuk nepuk kepalanya.
"Mimpi ngga sih gue? apa dia cuma main-main? kita kan baru kenal beberapa hari ketemu pun jarang, masa dia udah berani ngungkapin perasaan?? hello. " Gumam Ayri dalam hati.
Sampai malam hari pun ia masih teringat dengan kata-kata itu, sembari ia mendengarkan musik dari kaset barunya ia membayangkan kata-kata itu lagi.
1 pesan masuk
'Hay, lagi apa?. ' Rangga
Ayri agak lama membalas pesan dari Rangga karna ada rasa khawatir, rasa yg tidak karuan.
'dengerin musik aja d kamar.' Balas Ayri
'Gimna dengan ungkapan perasaan Kaka tadi? Ayri suka ga sama kaka?. ' Rangga menunggu jawaban.
1 menit, 2 menit, 3 menit, 30 menit, 1 jam.
pesan dari Rangga tidak di balas oleh Ayri,
sehingga Rangga pun menelpon Ayri namun tetap saja tidak ia angkat.
(10 panggilan tak terjawab)
__ADS_1
malah Ayri tertidur.